The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 281 - Keputusan Raquille bergabung ke negeri Pavonas



Tak berapa lama, ratu Blueland tersebut melepaskan pelukannya, dan kemudian menatap wajah Phyton, cucunya tersebut.


“Jika memandangmu seperti ini, aku seperti melihat Cyffredinol,” ucap Lorainne, menyatakan bahwa wajah dari pemuda memang mirip seperti ayahnya sendiri.


“Tapi, bagaimana kau bisa sampai menjadi Venerate negeri Pavonas? Apa yang sebenarnya terjadi nak?” Tanya Lorainne, nampak penasaran menngetahui bahwa Phyton merupakan Venerate Pavonas dan bukanlah Ierua.


“Yang mulia… Sebenarnya aku sempat menjadi Venerate Brizora, karena sedikit menentang perdana menteri Ierua, kakekku… Saat penyerangan kbuh barat, aku menjadi perwakilan dari negeri Brizora, namun kami berhasil dikalahkan dan menjadi tawanan Pavonas…”


“Untung saja aku bertemu dengan dewi merak, sebelumnya aku memang tidak mengetahuinya, namun dewi merak yang mengenaliku sontak langsung membebaskan diriku, tetapi dengan syarat menjadi Venerate Pavonas yang harus menentang pemimpin agung sebelumnya,” jawab Phyton, menjelaskannya kepada Lorainne.


“Ternyata seperti itu… Yang penting kau tetap baik-baik saja menjadi Venerate Pavonas, walaupun jauh dari keluargamu,” respon Lorainne, mengerti dengan penjelasan Phyton, mengapa pemuda tersebut bisa menjadi Venerate Pavonas.


Setelah Lorainne selesai menanyai Phyton, kini Raquille pun datang menghampiri pemuda tersebut.


“Ngomong-ngomong karena kau telah datang mengunjungi negeri ini, apa mungkin kau tertarik untuk berkeliling?” Tanya Raquille.


“Sebenarnya aku ingin sekali melakukan itu, namun aku tujuanku kemari karena mendapatkan sebuah perintah dari petinggi Pavonas,” jawab Phyton.


“Perintah seperti apa kau dapatkan?” Tanya Raquille lagi, merasa penasaran.


“Karena negeri Pavonas sekarang kekurangan Venerate, jadi kami ingin merekrut beberapa Venerate dari negeri anggota kubuh barat, sesuai arahan yang sudah disetujui oleh oraganisasi GANCO… Karena aku sebagai perwakilan telah merekrut kakak Arn, Anhilde serta Asulf untuk bergabung dengan Pavonas, namun hanya mereka tidak cukup, karena kami membutuhkan Venerate tingkat atas juga.”


“Venerate tingkat atas…” Ucap Raquille lantas terkejut dengan penjelasan dari pemuda tersebut.


Begitu juga dengan Lorainne dan para Venerate lain, yang nampak terkejut setelah mendengar penjelasan dari Phyton.


“Iya… Negeri Pavonas ingin merekrut Venerate penyihir yang berada pada tingkatan atas, dan kami memutuskan untuk merekrut para Venerate yang berada di negeri Blueland,” Ucap Phyton.


“Kenapa harus Venerate dari negeri Blueland? Masih banyak Venerate penyihir dari negeri-negeri anggota kubuh barat, termasuk Frieden, Erstleland, Calferland, Brizora, Lightio dan bahkan dari negeri asalmu Ierua,” ucap Raquille, menjelaskan kepada Phyton bahwa negeri Pavonas bisa merekrut Venerate penyihir di negeri-negeri yang sudah disebutkannya selain dari negeri Blueland, karena memikirkan bahwa dibandingkan dengan negeri-negeri tersebut, negeri Blueland-lah memiliki Venerate dengan jumlah yang paling sedikit.


“Aku juga tahu hal itu, namun ini perintah langsung dari dewi merak bahwa aku harus merekrut anda pangeran Raquille untuk menjadi World Venerate Pavonas.”


Raquille, Lorainne, Ruvaen dan Drannor pun lantas terkejut mendengar pernyataan dari Phyton, namun Arn, Anhilde serta Asulf tampak merasa biasa saja karena kemungkinan hal tersebut sudah diketahui oleh mereka ketika Phyton datang ke wilayah Whiteland sebelumnya.


“Tentu saja aku tidak bisa menyetujuinya… Bagaimanapun juga aku merupakan putra mahkota negeri ini, bagaimana mungkin aku menjadi Venerate negeri lain?” Ucap Raquille, lantas menolak hal tersebut, mengingat posisinya di negeri Blueland.


“Tunggu dulu nak Phyton… Bagaimana bisa dewi merak… Erissa Flamo putri dari Marquis Neodela itu menginginkan Raquille menjadi World Venerate Pavonas?” Tanya Ruvaen, merasa penasaran.


“Tuan perdana menteri, itu karena dewi merak bersama dengan pangeran Raquille sebelumnya telah membuat sebuah perjanjian bahwa pangeran akan memenuhi keinginannya,” jawab Phyton.


Raquille pun sontak teringat dengan sebuah janji yang memang pernah dikatakan olehnya kepada Erissa saat berhasil mengalahkan Rumen, dan hendak pergi meninggalkan negeri Pavonas sebelumnya. pemuda Elfman itu hanya saja tidak menyangka bahwa keinginan dari Erissa diluar dari perkiraannya.


“Kakak Raquille… Kau pasti mengingat mengnai hal itu kan… Dewi merak… Maksudku kakak Erissa mengatakan jika kau menolak atau para Venerate Blueland yang lain, maka aku harus menjelaskan mengenai janji tersebut,” ucap Phyton.


Sembari memikirkan mengenai pilihan yang akan diambilnya, Raquille sejenak menatap ketiga saudara kembar dari pulau Whiteland.


“Kalian bertiga… Apakah kalian telah setuju ingin bergabung ke negeri Pavonas?” Tanya Raquille.


“Sebenarnya kami belum sepenuhnya setuju, karena jika kau menolak hal tersebut, maka kami juga akan membatalkannya,” jawab Arn.


“Bagaimana hal ini bisa terjadi?” Gumam Raquille, nampak kebingungan harus melakukan apa.


“Baiklah… Aku sudah berhasil mengambil keputusan…” tak berapa lama, Raquille pun selesai memikirkan mengenai keputusan yang akan diambilnya.


“Aku setuju dengan permintaanmu serta negeri Pavonas…”


“Apa?” Lorainne pun sontak terkejut mendengar pernyataan dari Raquille, yang setuju untuk bergabung ke negeri Pavonas.


“Tunggu dulu ibu, aku akan menjelaskan sesuatu…”


Raquille pun menjelaskan kepada semuanya bahwa dirinya akan bergabung ke negeri Pavonas sebagai World Venerate dengan beberapa syarat, diantara dirinya tidak akan terikat sepenuhnya dengan Pavonas, jadi kapan pemuda Elfman itu bisa kembali lagi ke negeri asalnya Blueland, serta dengan bergabungnya pemuda Elfman itu ke negeri Pavonas, maka ketika Blueland mendapatkan serangan, negeri Pavonas-lah yang harus pertama kali membantu mereka.


“Syarat yang cukup banyak, tapi aku yakin bahwa kakak Erissa bisa menyetujuinya…” Respon Phyton.


“Ibu… Paman… Maaf jika aku harus mengambil pilihan ini, karena aku tidak menyangka bahwa akan terjebak dengan perkataanku sendiri,” ucap Raquille meyakinkan Lorainne serta Ruvaen untuk mendukung pilihannya tersebut.


“Baiklah… Ibu rasa itu memang pilihan yang tepat,” ucap Lorainne, sontak menyetujui hal tersebut karena tidak bisa berbuat apa-apa akibat janji yang diberikan oleh putra bungsunya tersebut.


“Haah… Baik Fuegonia maupun Pavonas, para Elfman dan Blueland selalu saja menjadi budak negeri lain,” gumam Raquille, tidak menyangka bahwa dirinya akan mengalami hal yang hampir sama seperti para saudaranya serta para Venerate Blueland yang lain.


“Kalau begitu, kita bertiga juga harus ke negeri Pavonas itu…” Gumam Arn.


Semuanya pun lantas setuju dengan pilihan yang diambil oleh Raquille, dimana pemuda Elfman itu sudah memutuskan untuk menjadi Venerate Pavonas, dan secara langsung ketiga saudara kembar pun juga akan ikut dengannya.


“Aku tidak menyetujuinya…”


Tiba-tiba tunangan Raquille, yaitu Hyphilia datang ke ruangan tersebut, dan sontak membuat semua terkejut dengan pernyataan tidak setujunya.


“Kakak…” Ucap Raquille.


Hyphilia datang dengan ekspresi wajah yang kesal mendekati Raquille, kemudian langsung mencengkram kerah pemuda Elfman itu.


“Jadi kau mau meninggalkanku lagi setelah kau menjadi anggota Guardian dan kemudian menghilang selama sepuluh tahun…”


“Kali ini aku juga harus ikut denganmu…” Ucap Hyphilia, membuat semuanya pun kembali terkejut.