
“Ibu mengerti, tapi kau tetap harus meminta maaf atas perbuatanmu pada tuan Shalkishu...” Akan tetapi, Zchaira atau dewi merak tidak memperdulikan ekspresi memelas putrinya, dan tetap bersikeras agar putrinya tersebut meminta maaf kepada pria bernama Shalkishu.
Zchaira kemudian menurunkan putrinya Zaraqiah agar anak perempuan itu bisa meminta maaf kepada pria bernama Shalkishu.
“Tuan... Aku sudah tidak sopan kepadamu... Kuharap kau bisa memaafkanku...” Ucap Zaraqiah sambil membungkukkan tubuhnya, memohon maaf kepada Shalkishu atas perbuatannya barusan.
Shalkishu pun tersenyum mendengar permintaan maaf dari Zaraqiah, dia menaruh tangannya pada anak perempuan tersebut.
“Aku menerima permintaan maafmu nona... Jangan khawatir, aku baik-baik,” ucap Shalkishu.
Setelah meminta maaf kepada Shalkishu Zaraqiah berjalan menghampiri Zchaira untuk kembali digendong oleh ibunya tersebut.
“Tuan Shalkishu, aku dan kakakku sebelumnya merencanakan sesuatu mengenai penyerangan ke negeri seberang, kurasa kita harus membicarakan ini kepadamu sebentar lagi,” ucap Zchaira pada Shalkishu, hendak membicarakan mengenai rencana penyelinapan dirinya ke wilayah negeri Pavonas.
“Baik... Aku mengerti...” Respon Shalkishu, menyetujui hal tersebut dengan menunjukkan ekspresi wajah serius.
***
Beberapa saat kemudian, Zchaira bersama dengan pria yang mendatanginya di perbukitan, serta Shalkishu berada di dalam ruangan pertemuan pada kediaman tersebut.
Sambil memangku putrinya yang sudah kembali tertidur, dewi merak yang bernama asli Zchaira itu membahas mengenai rencana penyelinapan dirinya ke wilayah Pavonas, tepatnya di kota Vegoblashchenks yang berada di seberang kota Ulaangol.
“Jadi kau mau menangkap Li Yue'e?” Tanya Shalkishu.
Zchaira pun menganggukkan kepalanya, merespon pertanyaan dari pria bernama Shalkishu bahwa dia akan melakukan hal itu.
“Aku menangkapnya untuk menurunkan moral Venerate Pavonas yang lain, dan setelah itu kau bersama dengan kakakku akan memimpin pasukan kita menyerang kota itu,” ucap Zchaira, menjelaskan rencana yang selanjutnya.
“Bisa saja kau melakukan hal itu jika hanya Li Yue'e, Venerate tingkat atas yang berada di kota itu.”
“Bukankah memang hanya pria bernama Li Tianhui itu, Venerate tingkat atas yang berada di kota dan wilayah itu,” ucap Zchaira, sedikit kebingungan mendengar penjelasan dari Shalkishu.
“Untuk saat ini memang hanya pria itu saja, namun Venerate tingkat atas Pavonas dari wilayah lain seketika akan datang membantu tanpa memerlukan waktu yang cukup lama,” ucap Shalkishu.
Shalkishu kemudian menjelaskan bahwa setiap wilayah yang berada di dalam negeri Pavonas saling terhubung oleh sebuah pintu portal yang sebelumnya pernah diakses oleh Venerate penyihir. Setiap kota-kota utama yang berada di wilayah tersebut dan memiliki jarak yang sangat jauh akan bisa diakses dalam waktu sekejap jika Venerate lain melaporkan penyerangan dan datang membantu ke wilayah tersebut, oleh karena itu Shalkishu pun menjelaskan bahwa jika saja dewi merak hendak pergi menyelinap untuk menangkap pemimpin wilayah yang berbatasan dengan negeri Tengal, maka dia juga harus berusaha menonaktifkan pintu portal, dimana salah satunya berada di kota Vegoblashchenks.
“Untung saja kau mengetahui tentang hal itu, jika tidak kemungkinan Venerate tingkat atas, mengingat Pavonas kemungkinan telah merekrut World Venerate baru yang berasal dari negeri aliansi mereka,” respon Zchaira.
“Ngomong-ngomong bagaimana dengan putrimu jika kau hendak pergi kesana?” Tanya Shalkishu.
Zchaira kemudian berdiri sambil menggendong putrinya, dimana pria yang merupakan saudara dari Zchaira langsung berdiri kemudian mengambil Zaraqiah yang sementara terlelap.
“Kalau begitu aku titip Zaraqiah, kakak…” Ucap Zchaira pada saudaranya tersebut.
Pria itu lantas menganggukkan kepalanya, merespon bahwa dia akan menjadi putri dari gadis tersebut selama dia akan pergi menyelinap ke wilayah Pavonas.
***
Waktu pun berlalu, tidak terasa bahwa malam telah semakin larut, namun di dekat kota Vegoblashchenks, tepatnya di sebuah pinggiran sungai bernama Mura, yang merupakan sungai yang membatasi wilayah negeri Pavonas serta negeri Tengal, tampak pasukan Pavonas sedang mempersiapkan beberapa perahu yang hendak digunakan mereka untuk menyebrang ke kota Ulaangol secara diam-diam.
Ketika pasukan Venerate Pavonas sedang mempersiapkan hal tersebut, tiba-tiba pemimpin dari wilayah Briseria Tenggara, negeri Pavonas, yang tidak lain merupakan Tianhui datang bersama dengan dua Venerate yang kemungkinan memiliki jabatan lebih tinggi dari prajurit Venerate yang lain.
“Tuan Tianhui, apa kau yakin bahwa penyerangan ini akan segera dilakukan tanpa meminta bantuan Continent Venerate lain…” Ucap salah satu Venerate yang berada di samping Tianhui.
Venerate yang bersama Tianhui kemudian menjelaskan bahwa sesuai informasi yang ada, bahwa di kota Ulaangol yang berada disebrang kini sementara dijaga oleh tiga Venerate tingkat atas, dia lantas merasa khawatir jika penyerangan mereka akan gagal jika Tianhui sendiri akan mengalami kesulitan untuk melawan para Venerate tersebut, termasuk dewi merak yang merupakan World Venerate diantara mereka.
“Dewi merak… Sejak kapan ada Venerate bernama itu di negeri Tengal? Lagipula kenapa bisa mirip dengan nona Erissa?” Tanya Tianhui, penasaran mendengar penjelasan dari rekannya tersebut.
“Dewi merak adalah Venerate baru yang berasal dari luar Tengal… Kemungkinan dia berasal dari benua Greune karena dia merupakan seorang penyihir,” jawab pria tersebut, menjelaskan kepada Tianhui.
“Aku juga yakin bahwa salah satu Continent Venerate yang kini berada di kota itu adalah Venerate penyihir yang sama seperti dewi merak dan sering disebut sebagai Copycaster karena memiliki kemampuan meniru teknik dari para Venerate pembasmi,” lanjutnya, menjelaskan mengenai pria yang merupakan saudara dari dewi merak, dimana memiliki kemampuan menirukan teknik-teknik dari Venerate bangsa Slivan yang pernah dilihatnya ketika pasukan Tengal menyerang dua daerah yang berada di dala wilayah Briseria Tenggara.
“Dewi merak, Copycaster, atau Venerate penyihir sekalipun aku tidak akan takut, karena nona Erissa sudah mempercayakanku untuk menjaga wilayah ini dari ancaman musuh,” respon Tianhui, tidak mempermasalahkan mengenai Venerate tingkat atas Tengal yang diperingatkan oleh rekannya tersebut, dan percaya diri bahwa dirinya bisa melindungi wilayah tersebut sesuai kepercayaan dari Erissa.
“Tuan Tianhui, tapi ini seperti penyerangan bunuh diri…”
“Jangan khawatir Echman, aku sebelumnya pernah mengalahkan seorang World Venerate ketika berada masih menjadi Land Venerate,” ucap Tianhui dengan percaya diri, memotong ucapan dari rekannya yang bernama Echman tersebut.
Karena pria Continent Venerate itu tidak mau mendengarkan peringatannya, Echman pun hanya bisa terdiam sambil menyetujui pria tersebut.
Setelah itu, Tianhui bersama dengan dua Venerate yang bersamanya tiba-tiba mendengar suara sedikit gaduh di dekat pangkalan tempat mereka akan menyebrang ke kota Ulaangol.
Karena penasaran, ketiga Venerate itu lantas berjalan menuju ke sumber suara gaduh yang sebelumnya terdengar untuk melihat apa yang sedang terjadi.
**
Tianhui dan kedua Venerate yang bersamanya sontak terkejut melihat seorang perempuan jatuh tersungkur sambil melihat barang yang berada disekitarnya nampak berserakan.