
“Kakak, berlindung di belakangku… Orang itu adalah World Venerate,” ucap Raquille pada Hyphilia.
Mendengar hal tersebut, Hyphilia sontak mundur dan berlindung di belakang Raquille, sembari pemuda Elfman itu bersiap sambil mengaktifkan kekuatan dari palu senjata sucinya, yang langsung memancarkan pancaran elemen petir.
***
“Mana mungkin Blueland akan menyerang kita… Aku pernah bekerja sama dengan beberapa Venerate mereka di perang sebelumnya… Walaupun sebenarnya mereka itu sudah menjadi Venerate dari negeri Fuegonia.”
Tampak Wilrock, Venerate Brizora yang sebelumnya pernah mengikuti perang di pihak kubuh barat, terlihat sedang memasuki kediaman itu bersama dengan beberapa Venerate Brizora yang lain.
“Eh… Bukankah itu…” Pria bernama Wilrock itu sontak terkejut, melihat Venerate Brizora yang dinyatakan Raquille sebagai World Venerate akan menyerang pemuda Elfman itu.
***
Raquille bersama Venerate Brizora itu pun secara bersamaan menganyunkan senjata suci mereka, yang sama-sama juga memancarkan pancaran elemen petir yang besar.
**
“Holy flame strike… Wheel of death…” Melihat hal tersebut, Wilrock seketika melancarkan serangan roda api yang pernah dilakukannya saat berada di kota Vinks, negeri Pavonas.
***
“Akh…” Serangan elemen api itu anehnya menghantam Venerate yang akan melancarkan serangan ke arah Raquille, hingga membuatnya terhempas, terbawa oleh serangan elemen api itu ke jarak yang cukup jauh.
Serangan roda api itu seketika menciptakan ledakan yang kuat, hingga Venerate tersebut jatuh terkapar dengan keadaan lemah, walau masih bisa sadarkan diri.
**
“Tuan Wilrock, apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyerang tuan muda?” Venerate yang sedang berhadapan dengan Haltryg pun seketika terkejut dan langsung membentak Wilrock atas perbuatannya kepada Venerate yang disebut sebagai tuan muda tersebut.
**
“Mohon maaf, aku dengan sengaja menargetkan tuan muda untuk menghentikan pertarungan ini… Sebenarnya aku sudah tahu informasi yang sebenarnya bahwa pasukan Blueland bukanlah musuh kita,” ucap Wilrock.
**
“Eh… Kalau begitu, tujuan kalian kemari untuk apa?” Tanya Venerate yang sedang berhadapan dengan Haltryg.
“Tentu saja kami datang kemari untuk beraliansi dengan kalian untuk melawan negeri Ierua,” jawab Haltryg.
Mendengar hal tersebut, Venerate Brizora itu sontak menurunkan tombaknya yang sedang menahan kapak dari Haltyg. Dia kemudian menyimpan kembali tombaknya dan akhirnya mengakhiri pertarungan yang percuma itu.
“Mohon maaf, seharusnya kami tidak boleh termakan informasi palsu dari Venerate Ierua,” ucap Venerate tersebut, meminta maaf kepada Haltryg.
**
“Uhh… Tuan Wilrock, apa tidak ada serangan lain untuk menghentikanku? Setidaknya jangan luncurkan serangan itu… Apakah kau ingin membunuhku, walaupun aku adalah World Venerate?” Ucap Venerate yang menerima serangan dari Wilrock, tampak mengeluh dan perlahan-lahan kembali berdiri.
**
“Mohon maaf tuan muda, aku tidak bisa memikirkan serangan yang lain sebelumnya,” ucap Wilrock.
**
Venerate yang disebut sebagai tuan muda itu kemudian datang menghampiri Raquille dan Hyphilia sambil menyimpan kembali pedangnya. Dia pun kini mengangkat kedua tangannya, menyatakan bahwa pertarungan mereka sudah berakhir.
“Tentu saja… Lagipula kita memiliki tujuan yang sama kan, yaitu melawan negeri Ierua,” jawab Raquille.
“Kami kemari bertujuan untuk beraliansi dengan kalian untuk menambah kekuatan melawan negeri Ierua…” Sambung Hyphilia.
“Ngomong-ngomong apakah kau adalah pangeran Folvest, putra mahkota negeri ini?” Lanjut Hyphilia, bertanya tentang identitas dari pria itu.
Dia pun kemudian menganggukan kepalanya, menyetakan bahwa benar dirinya merupakan orang yang dikatakan oleh Hyphilia.
“Setelah melihat lebih seksama, ternyata aku juga mengenalmu… Kau adalah putri Hyphilia yang menjadi tunangan putra mahkota Blueland,” ucap pangeran bernama Volvest itu.
“Iya… Dan pria inilah yang adalah tunanganku serta calon penerus tahta Blueland,” balas Hyphilia sambil memperkenalkan Raquille, yang nampak tidak dikenal oleh pangeran Brizora itu.
“Eh… Mohon maaf aku tidak mengenalmu… Namaku Folvest dari clan Egelhurst… Mohon maaf juga karena sudah mengira kalian sebagai musuh,” ucap pangeran Brizora, memperkenalkan dirinya sambil menjabat tangan Raquille.
“Aku Raquille dari clan Noroh… Tidak masalah, yang pasti kita tidak bertarung sampai kota ini hancur,” balas Raquille, memperkenalkan dirinya juga.
“Aku sangat memohon maaf jika kami menyambut kalian dengan cara yang kasar.” Tiba-tiba terdengar suara seseorang berbicara, yang membuat semuanya menoleh.
Tampak seorang anak perempuan, yang memiliki usia sekitar sepuluh tahunan keluar dari dalam kastil di kediaman tersebut.
“Siapa anak kecil…”
“Ibu…”
“Eh… Ibu…” Raquille seketika terkejut mendengar pangeran bernama Folvest itu memanggil anak perempuan tersebut dengan sebutan ibu.
Begitu juga dengan Hyphilia dan para Venerate Blueland lainnya, nampak terkejut mendengar ucapan pangeran itu pada anak perempuan tersebut.
“Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa aku memanggilnya ibu? Biar kuperkenalkan dia adalah Harmae II, ratu yang memimpin negeri ini…”
Folvest kemudian menjelaskan bahwa anak perempuan yang mereka lihat tersebut merupakan seorang perempuan yang sebenarnya sudah berusia sekitar empat ratus empat puluh tahun atau bisa diakatakan berumur sekitar empat abad lebih.
Berbeda dengan Venerate yang lain, yang dimana memiliki kemampuan mempertahankan penampilan layaknya masih berumur dua puluh sampai tiga puluh tahun, sang ratu Brizora memiliki alasan khusus mengapa dirinya mampu mempertahankan penampilan layaknya seorang gadis yang masih berusia sekitar sepuluh tahun.
“Maaf jika aku telah salah sangka…” Ucap Raquille.
Raquille serta para Venerate Blueland yang lain pun mengerti dengan penjelasan dari pria bernama Folvest itu, dan tidak akan salah paham lagi dengan penampilan dari sang ratu Brizora itu.
“Daripada kita berdiam diri diluar, lebih ayo kita masuk ke dalam, karena seperti hal yang akan dibahas merupakan hal yang sangat penting,” ucap sang ratu Brizora bernama Harmae itu.
“Benar Yang mulia… Kurasa ini memang sesuatu yang sangat penting untuk dibahas,” respon Raquille.
Mereka semua kemudian mengikuti sang ratu masuk ke dalam kastil untuk membahas tentang tujuan kedatangan Raquille dan yang lain ke negeri itu.
***
Beberapa saat kemudian, para Venerate yang sebelumnya berada di luar kini telah berada pada ruangan pertemuan di dalam kastil utama negeri Brizora tersebut.
“Para Venerate Brizora menyerang kalian saat pertama kali datang itu karena sebelumnya kami mendengar bahwa pasukan Ierua dengan sengaja memberikan kembali wilayah Whiteland kepada kalian dengan syarat bahwa kalian harus berkerja sama melawan kami…” Ucap sang ratu Brizora, menjelaskan alasan mengapa para Venerate-nya menyerang Raquille dan yang lain.
“Walaupun sebenarnya aku juga tidak akan mempercayai perkataan dari beberapa prajurit Ierua itu... Karena mengetahui bahwa hal itu merupakan sebuah jebakan... Lagipula Blueland sekarang telah menjadi bagian dari GANCO, aku pasti lebih percaya kepada kalian dibandingkan musuh bebuyutan kami,” lanjut sang ratu menjelaskan.
“Terima kasih sudah menjelaskannya kepada kami, serta tidak mempercayai informasi itu… Kedatangan kami sebenarnya berbanding terbalik dengan informasi yang anda dapatkan sebelumnya,” respon Raquille.