The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 205 - Hutan yang aneh



Beberapa saat kemudian, Folvest bersama kedua rekannya berjalan di tengah hutan dengan menunjukan ekpresi yang santai, berbeda dengan ekspresi mereka saat hendak memasuki hutan tersebut.


“Tuan muda, aku sebenarnya masih belum tahu salah satu harta karun yang berada di tempat ini… Apa kau mengetahui sesuatu?” Tanya Venerate bernama Guilmus.


“Setahuku salah satu harta karun yang berada di dalam hutan ini adalah sebuah kuali yang memiliki kemampuan mampu memasak berbagai macam bahan makanan.”


“Apa maksudnya itu?” Tanya Venerate bernama Reminel, kurang paham dengan penjelasan mengenai salah satu dari ketiga harta karun tersebut.


“Kurasa kemampuan spesifik dari benda itu kemungkinan juga mampu membuat sebuah ramuan khusus,” jawab Folvest.


Disamping mereka berjalan menyusuri hutan yang lebat tersebut, tanpa dikira oleh mereka tiba-tiba barisan pohon yang berada di sekitar ketiga orang itu pun seketika berubah, hingga jalan yang sebelumnya mereka lihat di depan lebih dari satu, kini hanya tersisa satu jalan saja.


“Heh, percuma saja kalian membuat bingung para Venerate tingkat atas… Kami bisa terbang dengan mudah untuk berpindah ke tempat yang lain,” ucap Folvest pada barisan pepohonan yang berada di sekitarnya.


“Tuan muda lihat itu…” Venerate bernama Reminel lantas menunjuk ke arah atas, memperlihatkan kepada Folvest serta Venerate bernama Guilmus ketika dahan-dahan serta dedaunan dari pepohonan yang berada di sekitar mereka bergerak merapat, hingga celah-celah dimana tampak memperlihatakan langit yang berada di atas seketika tidak lagi dapat terlihat.


Folvest lantas melancarkan serangan elemen petir berskala besar, menghantam pepohonan yang berada di sekitarnya, hingga beberapa diantaranya seketika hancur, serta beberapa diantaranya terbakar.


Akan tetapi, dalam sekejap kobaran api yang membakar pepohonan di sekitar Folvest dan yang lain tiba-tiba menjadi padam, pepohonan yang hancur dihantam serangan pria itu juga seketika kembali bertumbuh dengan cepat hingga kembali menutup pandangan mereka keluar.


“Aku belum pernah melihat hutan seperti ini,” ucap Folvest dengan ekspresi santai, walaupun mengetahui bahwa mereka telah terjebak di dalam hutan tersebut.


***


Di sisi lain hutan, terlihat para Venerate Ierua yang dipimpin oleh World Venerate yang pernah dikalahkan oleh Raquille ketika berada di pulau Whiteland, tampak sedang terjebak juga di dalam hutan tersebut, tanpa bisa melihat keadaan yang berada diluar.


“Stailc lasrach…” World Venerate bernama Iardan tersebut seketika langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api berskala besar, membakar pepohonan yang berada di sekitarnya agar dapat membuka jalan yang lain.


Namun, hal yang dilakukan olehnya percuma saja, karena kobaran api yang membakar pepohonan tersebut seketika padam, hingga bagian-bagian yang terbakar seketika tumbuh kembali, sama seperti yang dilihat oleh Folvest dan para Venerate Brizora yang berada di sisi lain hutan.


“Tuan Iardan, percuma saja kau melakukan itu… Apa kau sudah lupa bahwa beberapa kali kita memasuki hutan ini,” ucap salah satu Venerate yang bersamanya, nampak bingung dengan World Venerate tersebut, padahal bukan kali ini saja pria itu masuk ke dalam hutan tersebut.


“Aku juga tahu… Aku terpaksa merasakan tekanan kekuatan dari Venerate tingkatan atas tak jauh dari tempat ini,” ucap Iardan, ternyata melakukan hal tersebut karena ingin segera membuka jalan untuk menemui Folvest serta dua Venerate Brizora, karena sempat merasakan tekanan kekuatan dari mereka.


“Stailc lasrach… Holy fire slash…” Masih tidak mau menyerah, World Venerate negeri Ierua itu seketika melancarkan serangan tebasan elemen api berskala yang besar.


Pepohonan yang berada dalam jarak serangan dari pria itu seketika terbang ke atas. Sejenak saat pandangan ke depan para Venerate Ierua terbuka, mereka sontak melihat bahwa Folvest dan dua Venerate Brizora.


**


“Haah… Ternyata World Venerate Ierua juga datang kemari.” Disaat yang bersamaan, Folvest pun sedikit terkejut melihat Iardan berada jauh di depannya.


Dalam sekejap pepohonan yang tertebas oleh serangan elemen api dari Iardan sontak kembali bertumbuh hingga akhirnya menutupi padangan dari para Venerate Brizora serta para Venerate Ierua satu sama lain.


***


Berpindah pada Raquille dan para Venerate lain, yang dimana mereka kini akirnya telah sampai di daerah Kepulauan Rafoe, wilayah paling utara dari negeri Brizora.


“Menurut informasi yang kuketahui bahwa salah satu dari ketiga belas harta karun yang ada di tempat ini adalah seekor kuda yang memiliki kemampuan berlari secepat kilat, dan merupakan satu-satunya harta karun yang secara murni merupakan seekor makhluk hidup…” Ucap Phyton, menjelaskan kepada Raquille dan yang lain mengenai salah satu dari ketiga belas harta karun yang berada di daerah kepulauan tersebut.


“Karena merupakan makhluk hidup, dan konon hidup layaknya sebagai seekor hewan biasa, maka kuda itu sulit untuk bisa kita temui karena dia tidak bisa hanya berdiam di satu tempat…” Lanjut Phyton menjelaskan.


“Ditambah lagi bahwa di tempat ini, populasi kuda lebih banyak dibandingkan manusia itu sendiri.” Phyton pun langsung menunjukan kawanan kuda yang sulit untuk dihitung dengan jari, sedang berada di sebuah padang rumput.


“Haah… Apapun kesulitannya, tapi aku masih tidak mau menyerah,” ucap Raquille, nampak sedikit terkejut karena merasa bahwa kali ini mereka akan sedikit kesulitan mencari harta karun yang merupakan seekor kuda tersebut.


“Bagaimana jika mengejutkan semua kuda yang ada? Sudah pasti mereka akan panik dan melarikan diri, dan jika kuda tersebut berada diantara mereka pasti kecepatannya akan lebih nampak dibandingkan dengan kuda yang lain,” tanya Hyphilia.


“Sebenarnya aku juga memikirkan hal yang sama, tapi jika Phyton mengatakan bahwa kuda itu hidup sebagai seekor hewan yang biasa, pasti dia memiliki kecerdasan yang lebih… Kuda itu pasti bisa menipu kita layaknya berlagak seperti kuda-kuda biasa,” respon Raquille.


Semuanya pun merasa kebingungan untuk mencari cara menemukan kuda tersebut diantara beberapa pulau yang ada, dan semuanya pun tampak dihuni oleh kawanan hewan berjenis yang sama.


“Baiklah… Jika kita hanya terus berpikir untuk mencari cara menemukan hewan itu, bagaamana jika semua berpencar ke pulau yang berbeda?” Tanya Phyton, mengusulkan sebuah rencana.


“Ide bagus nak… Aku menyetujuinya… Kalau begitu semuanya, mohon bantuannya,” jawab Raquille, langsung menyetujui usulan dari pemuda tersebut.


Raquille pun seketika keluar dari pesawat yang dinaikinya lalu meluncur ke tempat lain untuk mencari kuda yang merupakan salah satu dari harta karun tersebut.


**


Tak berapa lama, para Venerate Blueland bersama Phyton, Jack dan Sciath keluar dan hanya menyisahkan para Venerate Pavonas yang berada pada tingkatan Land Venerate tetap berada di dalam pesawat tersebut karena tidak memiliki kemampuan untuk melayang di udara.