
Di benteng tersebut, mereka masuk ke dalam ruangan pertemuan, yang terdapat sebuah meja bundar di didalamnya.
Raquille beserta enam Venerate lain dan World Venerate Nascunia, yang datang bersamanya kemudian duduk di kursi mereka masing-masing.
Tak berapa lama, dua Venerate yang sebelumnya datang bersama World Venerate Nascunia tersebut pada pertemuan di kota Nerbil, masuk ke dalam ruangan itu.
Mereka juga terlihat datang bersama dengan tujuh belas Venerate lainnya, yang kemudian langsung duduk di kursi mereka masing-masing.
“Wah… Sepertinya penyerangan kali ini akan melibatkan banyak Venerate yang lebih kuat.” Raquille pun nampak terpukau melihat prajurit Nascunia yang datang ke ruangan tersebut.
“Benar tuan Raquille, kali ini kita benar-benar akan melawan kubuh timur yang sesungguhnya. Jumlah pasukan musuh yang akan kita lawan kali ini pasti akan lebih banyak sewaktu kita menghadapi negeri Gimoscha,” sambung Clava menjelaskan tentang musuh yang dihadapi oleh kubuh barat selanjutnya.
Pertemuan tersebut kemudian dimulai setelah para Venerate dari negeri Nascunia itu duduk ke kursi mereka masing-masing.
“Baiklah, pertama-tama aku ingin memperkenalkan diriku terlebih dahulu… Namaku adalah Grelic Krozoff, jabatanku disini sebagai wakil presiden dari negeri Nascunia,” ucap World Venerate dari Nascunia tersebut.
“Sesuai pertemuan dari organisasi GANCO di kota Nerbil bahwa setelah mengalahkan negeri Gimoscha, maka kubuh barat akan melanjutkan serangan ke negeri Geracie untuk pertama-tama mengambil alih kembali wilayah timur Nascunia yang dididuki oleh mereka saat ini...”
“Tetapi, pasukan kita yang ada saat ini masih belum cukup untuk melawan pasukan mereka…”
“Kenapa pasukan kita masih belum cukup untuk melawan negeri Geracie?” Tanya Zero.
“Semua pasukan yang ada, ditambah dengan pasukan yang datang berjumlah sekitar lima puluh lima ribu Venerate… Namun, Geracie tidak akan segan-segan untuk mengerahkan seluruh pasukan mereka yang berjumlah lebih dari tujuh puluh ribu Venerate,” jawab pria bernama Grelic tersebut.
“Walaupun pasukan mereka lebih banyak dibandingkan kita, tapi perbedaannya masih belum dua kali lipat lebih banyak dari kita,” ucap Zero.
“Aku tahu itu, tapi jumlah Venerate tingkat tinggi mereka dua kali lebih banyak dari kita… Negeri Geracie sendiri memiliki Venerate tingkat atas yang terdiri dari empat World Venerate dan dua puluh Continent Venerate...”
“Bukan hanya itu saja, jumlah pasukan mereka bahkan bisa bertambah jika mereka meminta bantuan kepada aliansi mereka yaitu negeri Ledyana dan Morseli.”
Para Venerate yang berada ditempat tersebut, terutama Venerate dari Calferland dan Serepusco pun terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar penjelasan dari pria itu.
“Maaf tuan jika aku melenceng dari pembahasan kita. Aku ingin bertanya apakah negeri Nascunia memiliki hubungan yang kurang baik dengan negeri Tsureya?” Kemudian Raquille pun bertanya pada World Venerate tersebut.
“Tsureya…? Kami sebenarnya tidak memiliki hubungan yang buruk maupun hubungan yang baik dengan mereka, karena wilayah kami layaknya dua dunia yang terpisah karena adanya negeri Geracie... Memangnya kenapa kau menanyakan hal itu?” Jawab pria itu, yang kemudian bertanya balik.
Raquille pun seketika tersenyum ketika mendengar hubungan baik mereka dengan negeri yang ditanya olehnya tersebut.
“Kenapa kita tidak meminta bantuan kepada mereka saja. Lagipula negeri itu juga sering berkonflik dengan Geracie… Setidaknya jika kita bisa mendapatkan tambahan pasukan yang lebih banyak untuk melawan Geracie,” kata Raquille.
“Benar juga, kenapa aku tidak memikirkannya dari awal? Iya, kita memiliki peluang menambah jumlah pasukan dengan bantuan mereka,” ucap pria bernama Grelic itu, nampak senang mendengar usulan dari Raquille.
“Terima kasih atas usulan anda, tuan…?” Lanjutnya, berterima kasih, namun masih belum mengetahui nama dari pemuda Elfman itu.
“Raquille Noroh,” balas pemuda itu.
“Tapi, satu-satunya jalan agar kita bisa mencapai Tsureya adalah dengan melewati laut putih. Wilayah perairan kita telah dikuasai oleh Geracie sekarang,” ucap Grelic.
“Tenang saja, untuk hal itu serahkan saja padaku, akan kubuka jalan kita menuju laut,” ucap Raquille dengan percaya dirinya sambil dia berdiri dari kursinya.
Tetapi, disaat yang bersamaan seketika terdengar suara ledakan yang cukup keras sehingga membuat tempat tersebut sedikit berguncang.
“Eh…”
“Tuan Grelic…” Tak berapa lama seorang prajurit tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut dengan tergesa-gesa.
“Ada apa? Apa yang terjadi?” Tanya Grelic, nampak khawatir.
“Kota kita diserang oleh sebuah armada pesawat,” jawab prajurit tersebut.
Tanpa pikir panjang, pria itu sontak berdiri dari kursinya dan berlari keluar ruangan.
Para Venerate lain yang melihatnya keluar seketika berdiri dari kursi mereka masing-masing dan keluar mengikuti pria tersebut.
***
“Apa yang terjadi disini?” Tanya Clava.
Betapa terkejutnya mereka setelah melihat kota Dupstepa mendapatkan serangan dari sebuah armada pesawat yang berada di langit.
“Siapa mereka? Apa mungkin Geracie?” Tanya Raquille.
“Iya, mereka Geracie. Aku langsung mengetahuinya dari lambang itu,” jawab Grelic sambil menunjuk sebuah lambang yang terpampang jelas dibadan armada pesawat tersebut.
“Memang benar, cepat atau lambat mereka pasti akan menyerang kita karena telah mengetahui kekalahan negeri Gimoscha sebelumnya,” lanjut Grelic berkata.
Para Venerate yang berada di dalam armada pesawat tersebut seketika keluar menggunakan parasut ketika telah berada di atas kota Dupstepa.
“Para Land Venerate, tolong hentikan mereka, dan hati-hati agar para warga jangan sampai terkana dampaknya,” ucap Grelic memerintahkan para prajurit Land Venerate untuk berhadapan dengan pasukan Geracie yang akan mendarat ke dalam kota.
Seketika semua Land Venerate Nascunia beserta Arepo, Mayorio dan Cento bergerak untuk melawan pasukan Geracie.
“Baiklah, untuk kita yang tersisa sekarang akan melawan Venerate tingkat atas mereka.”
Tak berapa lama Grelic berkata, sontak enam Venerate Geracie seketika keluar dari pesawat mereka, melayang di udara.
Dua Continent Venerate Nascunia beserta Clava dan Vingto seketika meluncur ke udara menghampiri prajurit Geracie tersebut.
“Heh… Biar aku yang menangani mereka dulu.” Seorang pria dari salah satu diantara enam Venerate Geracie tersebut sontak meluncur ketika melihat prajurit kubuh barat tersebut datang ke arah mereka.
Dengan mudah pria itu menyerang keempat Continent Venerate itu menggunakan serangan proyeksi energi berwarna hingga mereka kesulitan menghadapinya.
“God aura… Superior boost…” Pria itu seketika mengeluarkan proyeksi energi dari seluruh bagian tubuhnya hingga keempat Venerate kubuh barat itu sontak terhempas menerima efek tekanannya.
“Hmph… Sepertinya orang-orang yang berada di bawah sana memiliki kekuatan yang lebih kuat.”
Tidak sampai disitu, pria tersebut kemudian berkonsentrasi memusatkan energi merahnya ke salah tangan saat melihat Raquille, Zero dan Grelic, yang berada di depan sebuah benteng.
**
“Penkanor Soloneus… Dia adalah salah satu World Venerate Geracie,” ucap Grelic.
“Sepertinya aku pernah bertemu dengannya,” ucap Raquille nampak mengenali wajah pria yang sedang melayang di udara itu.
**
“God aura… Deadly god’s hand…” Sontak sebuah proyeksi energi berwarna merah yang lebih besar diluncurkannya ke arah Raquille dan dua World Venerate lain yang berada di bawah.
Raquille seketika maju dan berkonsentrasi sambil memainkan jarinya.
“Abwehrzauber… Holy eldritch shield…” Pemuda Elfman itu lalu memunculkan sebuah lingkaran sihir yang kokoh menahan serangan tersebut.
“Tuan-tuan, biar aku yang menangani orang itu sendirian… Karena sepertinya dia akan mendapatkan kembali sebuah setelah dua tahun terakhir,” kata Raquille dengan ekspresi wajah yang serius.