The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 170 - Kehampaan merah



Beberapa saat kemudian Raquille dan Hyphilia berada di sebuah balkon kastil sambil memperhatikan pemandangan negeri Blueland yang sebagian besar wilayahnya tersebut diselimuti oleh salju.


“Kakak… Kenapa kakak Aguirre tidak mau menggantikanku menjadi putra mahkota?” Tanya Raquille.


“Kurasa Aguirre menghormatimu dan tidak bermaksud mau merebut posisimu sebagai putra mahkota walaupun saat itu semuanya telah menganggapmu telah meninggal… Ditambah juga bahwa ibu Lorainne menganggap bahwa kau masih hidup dan akan kembali suatu saat nanti, membuat Aguirre menjadi yakin bahwa hal tersebut tidak mau dilakukannya,” ucap Hyphilia, menjelaskan alasan Aguirre tidak mau menjadi putra mahkota menggantikan Raquille.


“Tapi, itu jalan satu-satunya agar kalian bisa kembali bersama lagi… Aku bahkan merasa bersalah harus menjadi penghalang diantara kalian berdua lagi… Seharusnya aku tidak kembali menunjukan diriku lagi agar kalian bisa bersatu.”


“Apa kau bilang? Dengar yah adik… Jangan pernah katakan itu lagi kepadaku. Aku tidak mau mendengar bahwa kau menjadi penghalang diantara aku dan Aguirre. Hubungan kami sudah berakhir sejak aku memutuskan untuk menjadi tunanganmu,” ucap Hyphilia, membentak Raquille.


Walaupun tidak bisa berkata apa-apa mendengar penjelasan dari Hyphilia, namun Raquille tetap saja merasa bersalah harus menjadi penghalang diantara perempuan itu bersama dengan saudaranya.


Tiba-tiba Raquille beranjak mau meninggalkan Hyphlia sendirian di tempat tersebut.


“Raquille, kau mau kemana?” Tanya Hyphilia, penasaran.


“Aku ingin pergi ke suatu tempat…” jawab Raquille.


“Aku ingin pergi ke wilayah utara…”


Mendengar jawaban dari pemuda Elfman itu, Hyphilia pun lantas terkejut karena mengetahui bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah paling berbahaya yang berada di pulau utama Blueland tersebut.


“Kau mau menemui naga itu?” Namun, Hyphilia langsung mengetahui bahwa tujuan Raquille hendak pergi ke tempat itu adalah untuk menemui bahaya itu sendiri, yang tidak lain merupakan makhluk suci berwujud seekor naga.


“Kalau begitu aku ikut denganmu…” Hyphilia lantas langsung mengunjuk dirinya untuk ikut bersama dengan pemuda Elfman tersebut.


“Apa kau sudah kehilangan akal? Pokoknya aku tidak mau membawamu kesana.” Mendengar pernyataan Hyphilia, Raquille lantas terkejut dan langsung menolak permintaan perempuan itu.


“Tenang saja… Selama sepuluh tahun kau menghilang, aku telah menjadi salah satu Continent Venerate negeri ini.” Namun Hyphilia tetap bersikeras untuk mengikuti Raquille dengan alasan bahwa dirinya sekarang telah menjadi salah satu Venerate terkuat di negeri Blueland.


“Kau adalah Continent Venerate,” ucap Raquille, nampak terkejut mendengar penjelasan dari perempuan tersebut.


“Tak usah berlama-lama… Naga itu pasti akan memberontak kemari ketika mengetahui bahwa kau sudah kembali.”


Hyphilia tiba-tiba terbang ke langit dengan kecepatan penuh menuju ke arah utara mendahului Raquille lebih dahulu.


“Kakak… Tunggu…” Dengan cepat Raquille pun terbang ke langit dengan kecepatan penuh juga untuk menyusul perempuan yang merupakan tunangannya tersebut.


***


Beberapa saat kemudian setelah Raquille dan Hyphilia terbang menuju bagian utara pulau utama Blueland, mereka akhirnya sampai dan mendarat di sebuah pegunungan dengan badai salju yang menutupi seluruh pandangan mereka serta memiliki suhu yang sangat rendah.


“Ice aura… Polar penetration…” Raquille kemudian mengakses kemampuan sihir elemen esnya, membuat badai salju yang berada di pegunungan tersebut tiba-tiba lenyap berubah manjadi cuaca cerah.


Hingga tak berapa lama Raquille menggunakan kemampuannya menghilangkan badai salju tersebut, tiba-tiba pemuda Elfman itu bersamaan dengan Hyphilia terkejut merasakan tekanan kekuatan yang besar sampai membuat tubuh mereka sedikit bergetar.


Tekanan kekuatan tersebut terus bertambah menjadi besar hingga pada puncaknya seekor naga raksasa dengan memiliki sisik berwarna biru mendarat di depan mereka. Raquille dan Hyphilia sedikit menggigil merasakan tekanan suhu yang tiba-tiba menjadi lebih rendah ketika naga tersebut datang menghampiri mereka.


“Hei bocah… Kau tidak sopan sekali, datang kemari dan langsung mengotak-atik keadaan lingkungan di tempat ini,” ucap naga berwarna itu, nampak kesal ketika Raquille mengganti cuaca di tempat tersebut yang sebelum diterjang badai salju.


“Maafkan aku… Walaupun kami secara alami merupakan pengguna elemen es, namun kami tidak kuat menahan suhu yang terlalu dingin,” ucap Raquille.


“Terserah apa mu…” Naga bernama Reonnog itu lantas tidak mau mempermasalahkan hal tersebut lebih panjang lagi karena telah mendengar penjelasan dari pemuda Elfman tersebut.


“Kau kemari untuk meminta restu padaku? Apa kalian akan segera menikah?” Lanjut Reonnog, bertanya kepada Raquille ketika melihat Hyphilia datang bersamanya.


Mendengar pertanyaan dari Reonnog, Raquille serta Hyphilia kemudian bertatapan sambil memperlihatkan ekspresi kebingungan.


“Tentu saja tidak… Aku kemari hanya mau melihat keadaanmu saja,” ucap Raquille, sedikit berbicara dengan nada tinggi karena merasa malu dengan pertanyaan dari seekor naga itu.


“Hahaha… Ternyata hanya itu… Aku sampai terharu mendengar ungkapanmu itu,” ucap Reonnog sambil tertawa.


Akan tetapi, bukan merasa lucu ketika mendengar tawa tersebut, Raquille dan Hyphilia sontak menjadi tengang mendengar tawa dari seekor naga tersebut yang terdengar nampak menakutkan karena menggema sampai kemana-mana.


“Hei bocah… Apa kau masih terjebak cinta segitiga bersama dengan gadis kecil serta saudara laki-lakimu itu, sehingga kalian masih tidak bisa menikah?” Tanya Reonnog.


“Tentu saja tidak… Sejak kapan kami mau menikah…” Ucap Raquille dengan nada suara tinggi, merasa kesal mendengar pertanyaan yang nampak mengejek dirinya tersebut.


“Kalau begitu, aku benar bahwa kalian memang masih terjebak ke dalam cinta segitiga… Dasar hubungan anak-anak manusia… Maksudku anak-anak manusia-Elf.”


Raquille pun kembali dibuat kesal oleh naga tersebut, namun pemuda Elfman itu tidak bisa berbuat apa-apa karena walaupun dirinya melawan, dia hanya akan berakhir menjadi patung es yang hanya akan digunakan sebagai pajangan oleh naga tersebut.


“Hei bocah… Aku dengar dari Kyvintayt bahwa saudara laki-lakimu itu mendapatkan kekuatan darinya.”


“Kyvintayt… Siapa itu?” Tanya Raquille, penasaran.


“Dia juga merupakan seekor naga yang mendiami wilayah utara negeri Fuegonia, yang sebelumnya pernah menjadi sainganku dulu,” jawab Reonnog.


“Pantas saja aku Aguirre bisa mencapai tingkatan World Venerate serta sebelumnya aku pernah melihat kekuatan proyeksi energi berwarna merah yang dia lancarkan.”


“Kekuatan itu disebut dengan kekuatan kehampaan merah yang mampu meniadakan sebuah proyeksi energi yang lain.”


“Sekuat itukah kemampuan dari makhluk suci yang didapatkan oleh Aguirre?”


“Bahkan dulu saat bertarung dengan naga merah itu, aku bahkan sempat ketakutan jika menerima efek serangan langsungnya…”


“Bahkan, walaupun kau memilik tujuh kekuatan makhluk suci, semua kekuatanmu itu bisa diimbangi olehnya bahkan kemungkinan mengungguli tujuh kekuatanmu,” ucap Reonnog dan lantas membuat Raquille pun langsung terkejut.


“Berarti bisa dibilang bahwa Aguirre sekarang kemungkinan lebih kuat dibandingkan denganku?” Tanya Raquille.


Reonnog kemudian menganggukkan kepalanya, merespon bahwa hal tersebut memang benar.