
Pemimpin negeri Gimoscha itu pun seketika kembali menepis serangan yang dilancarkan oleh Zero ke arahnya.
“Breaker wind… Strong pushing…” Giano kemudian melancarkan serangan dorongan elemen angin yang kuat hingga membuat Zero terhempas.
Saat pria Calferland itu terhempas, Raquille seketika melompati tubuhnya dan meluncur ke arahnya Giano.
“Ice shaping… Ice clones…” Mendadak Raquille menciptakan puluhan klon dirinya dari elemen es.
Dengan lincah Giano menyerang serta menghindari klon-klon Raquille yang datang menghampirinya tersebut. Pria itu melancarkan serangan yang keras hingga klon-klon dari pemuda Elfman itu hancur menjadi serpihan-serpihan es.
“Breaker flame… Flame tornado heat…” Giano lalu melancarkan serangan topan api hingga klon-klon Raquille yang tersisa seketika lenyap.
Namun, klon-klon yang diciptakan Raquille tersebut hanya bertujuan untuk mengecoh perhatian pria itu. Saat serangan elemen api tersebut lenyap, tiba-tiba Giano melihat bahwa kini Raquille telah bersiap dengan panah es untuk membidiknya.
“Ice cursed… Cold arrow…” Sontak anak panah es yang dibidik oleh Raquille langsung diluncurkannya tepat mengenai dada pemimpin negeri Gimoscha itu.
“Akh…!” Walau merupakan seorang World Venerate, Giano dibuat kesakitan menerima serangan tersebut hingga jatuh berlutut sambil memegang dadanya yang telah tertancap anak panah es itu.
*
“Apa-apaan serangan ini? Serangan macam apa yang dilancarkan pria itu?” Gumam pria itu dalam hati, bertanya-tanya mengapa dirinya merasa kekuatan telah banyak terkuras.
**
Melihat Giano telah tersudut, seketika Zero pun meningkatkan kembali kekuatannya hingga kedua kapak yang dipegang pria itu memancarkan energi listrik kembali.
“Blitzzauber…” Raquille yang juga telah bersiap untuk menyerang, seketika mengucapkan sebuah mantra yang membuat kapak yang dipegangnya memancarkan energi listrik.
Secara bersamaan kedua World Venerate itu meluncur mendekati Giano sambil mengayunkan kapak-kapak mereka.
“Breaker lightning… Twin axes lightning slash…”
“Axe swing shock slash…”
Kedua serangan dari Raquille dan Zero seketika menghantam tubuh Giano hingga menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar. Hal tersebut juga sontak membuat pemimpin Gimoscha itu langsung terhempas dengan kuatnya ke jarak yang cukup jauh.
“Acadiuno…! Jangan hanya berdiam disana! Cepat bantu aku sekarang!” Giano yang terkapar setelahnya, berteriak memanggil bantuan Acadiuno.
**
“Yang mulia Giano? Apa dia telah dikalahkan?” Suara teriakan Giano tersebut menggema sampai didengar oleh semua yang berada di kota Reom, termasuk Acadiuno yang berdiri atas sebuah kastil.
Baru saja pria itu akan bergerak menolong pemimpinnya, tiba-tiba Juaferrex mendadak muncul dihadapannya.
“Apa..?” Acadiuno seketika terkejut melihat World Venerate Serepusco itu.
Dia juga kemudian menatap ke langit dan melihat armada pesawat Serepusco lainnya sedang menuju ke kota itu.
“Acadiuno, agar tidak ada korban yang berjatuhan lagi dari kedua belah pihak, maka menyerahlah sekarang,” kata Juaferrex.
“Maaf, tapi untuk sekarang aku hanyalah bawahan saja… Keputusan ada pada orang yang sedang melawan dua sekutumu di luar sana,” balas Acadiuno, tidak bisa melakukan apa-apa karena yang berhak mengambil keputusan adalah Giano.
“Jika kau ingin secepatnya kami menyerah, kau boleh membantu mereka mengalahkan pemimpin kami,” lanjut Acadiuno berkata.
“Hmph… Kurasa itu tidak perlu. Lagipula aku disini saja.” Namun, Juaferrex nampak membiarkan Raquille serta Zero menangani Giano dan lebih memilih untuk tetap di tempat itu untuk menahan pergerakkan Acadiuno.
***
“Sial… Kenapa orang itu lama sekali?” Ucap Giano, nampak kesal menunggu kedatangan Acadiuno untuk membantunya melawan dua World Venerate kubuh barat itu.
“Aku tidak punya pilihan lagi… Waktunya untuk serius.”
Giano seketika kembali berdiri dan memunculkan sebuah tongkat yang memiliki sebuah kobaran api berwarna-warni pada ujungnya dan kemudian berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya.
“Ini bahaya, pria itu akan mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua… Ayo hentikan dia sebelumnya terlambat.” Merasa bahaya jika membiarkan Giano melakukan hal tersebut, Raquille sontak langsung memperingati Zero untuk menyerang pria itu bersamaan.
Tanpa pikir panjang, Raquille dan Zero kembali mengaktifkan kekuatan mereka, hingga senjata yang dipegang oleh kedua orang memancarkan energi listrik kembali.
Namun, saat telah berada sangat dekat dengan Giano, sontak sebuah hempasan angin yang sangat kuat muncul hingga kedua World Venerate itu langsung terhempas karena tidak bisa menahannya.
“I defteri ekdosi… Madrerra the goddess bearer of seasons…” Setelah kobaran api menyelimuti tubuh Giano, seketika sebuah pancaran cahaya yang menyilaukan sontak terpancar dari pria itu.
Kilauan cahaya yang memancar tersebut membuat silau semua mata orang-orang yang berada di seputaran kota Reom, baik yang sedang bertarung di atas udara, maupun yang berada berada di permukaan.
Hal tersebut juga sontak langsung menghentikan beberapa pertarungan antara pasukan kubuh barat dengan pasukan Gimoscha itu sendiri.
***
“Jadi, dia akhirnya menggunakan kekuatan pelepasan kedua yah… Sudah lama sekali aku tidak melihat kekuatan itu sejak usiaku masih sangat muda wakti itu…” Gumam Acadiuno, mengetahui bahwa kilauan cahaya tersebut merupakan efek dari pengaktifan kekuatan ekdosi dari Giano.
“Setidaknya waktu itu masihlah Yang mulia Janus yang mengaktifkan kekuatan tersebut,” lanjutnya.
***
Setelah kilauan cahaya tersebut meredup, Tampak perubahan wujud terlihat dari pemimpin negeri Gimoscha itu. Giano kini terlihat mengenakan pakaian berwarna hijau terang, memiliki sebuah lingkaran cahaya yang melingkar dari bagian belakang punggungnya sampai ke atas kepalanya, serta memegang sebuah tongkat obor dengan kobaran api berwarna-warni yang menyala pada ujungnya.
“Baiklah, majulah sekarang,” tantang pria itu pada Raquille dan Zero.
Tanpa pikir panjang, setelah menerima tantangan tersebut, Raquille maupun Zero seketika meluncur ke arah Giano hendak melancarkan serangan mereka.
“Breaker flame…” Namun, hanya dengan mengangkat tongkat obornya ke atas, seketika sebuah proyeksi elemen api secara berturut-turut keluar dari kobaran api pada senjanya tersebut dan meluncur dengan cepat ke arah Raquille dan Zero.
“Ukh…” Zero yang tidak mengira serangan tersebut sontak menerimanya hingga terhempas.
“Dasar payah…” Berbeda dengan Raquille yang mampu menghindari segala serangan Giano dengan mudahnya.
Setelah berada satu titik dihadapan pemimpin Gimoscha itu, Raquille seketika mengayunkan kapaknya tersebut.
“Breaker wind… Wind barrier…”
Tiba-tiba sebuah serangan tolakan elemen angin yang kuat langsung menghempaskan pemuda Elfman itu. Raquille pun seketika terlempar dan terkapar didekat Zero.
“Heh… Dasar payah,” ucap Zero, membalas perkataan pemuda itu sebelumnya.
Tidak masalah setelah mendapatkan serangan dari Giano, Raquille maupun Zero sontak kembali berdiri dan kembali bersiap untuk menyerang pria itu lagi.
“Hei, kurasa kita harus menyerangnya dari jarak jauh… Apa kau siap?” Tanya Raquille.
“Kapanpun aku selalu siap,” jawab Zero dengan percaya diri, langsung mengangkat salah satu kapaknya ke atas dan meluncur sebuah energi listrik ke langit.
“Breaker lightning… God’s wrath…” Tak berapa lama setelah itu, sebuah petir yang sangat menyilaukan seketika menyambar Giano.
Namun, dengan mudah pria itu mengangkat salah satu tangannya ke atas menyerap sambaran petir tersebut.
“Apa…?” Zero pun seketika menjadi terkejut melihat hal yang pria itu.
“Counter breaker lightning…” Setelah menyerap petir tersebut, giano seketika melancarkannya ke arah Zero.
“Akh…” Zero pun seketika terhempas menerima serangan balasan yang dilancarkan oleh pemimpin Gimoscha tersebut.
Raquille hanya bisa terlihat menganga setelah Zero menerima serangan tersebut tanpa dapat meresponnya dengan cepat.