
“Wasserzauber…” Melihat serangan elemen api tersebut, menarik tali busur panahnya sekuat mungkin hingga memunculkan sebuah proyeksi elemen air dalam skala yang besar ketika tiba-tiba melepaskan.
Dalam sekejap serangan elemen api dari Venerate tersebut, serta serangan elemen air dari Cyffredinol pun saling menerjang hingga menciptakan sebuah kabut yang sangat tebal.
**
Melihat kabut yang sangat tebal berada di atas langit, membuat para pasukan Elfman serta para warga yang berada di kota lantas tersebut.
“Venerate Fuegonia menyerang… Kita harus menghubungi pasukan yang lain,” ucap salah satu Elfman, menyuruh para rekannya untuk segera melaporkan hal tersebut kepada kelompok pasukan yang berada di kota lain.
**
Kembali ke sisi Cyffredinol, yang tampak sedang membidik Venerate Fuegonia yang juga berada di dalam kabut yang tebal tersebut. Walaupun tidak dapat melihat ke depan karena pandangannya masih tertutup kabut yang tebal, namun Cyffredinol yang merupakan salah satu ras Elfman mampu merasakan keberadaan, ditambah mampu mendengar suara dari pergerakan Venerate Fuegonia tersebut.
Dalam sekejap Cyffredinol menciptakan sebuah anak panah menggunakan kekuatan elemen es miliknya, lalu melancarkannya hingga tiba-tiba memecah menjadi beberapa bagian meluncur ke arah Venerate tersebut.
“Flame projection…” Merasakan sebuah serangan meluncur ke arahnya, Venerate Fuegonia itu pun langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api dalam skala yang besar hingga membuat serangan anak-anak panah es dari Cyffredinol, serta kabut tebal di sekitar mereka pun langsung lenyap.
“Aku tidak menyangka ternyata kalian datang membalas serangan kami… Ngomong-ngomong kau pangeran dari Blueland itu yah…” Ucap Venerate Fuegonia tersebut, nampak mengenali Cyffredinol sebagai salah satu pangeran karena sebelumnya sempat ikut serta dalam penyerangan Fuegonia ke pulau utama negeri Blueland.
“Perkenalkan namaku Cyffredinol… Putra pertama dari raja Elfman Razoranos.”
“Bindo dari clan Feastink… Salam kenal, pangeran Cyffredinol…”
Setelah saling memperkenalkan diri masing-masing, Cyffredinol serta Venerate bernama Bindo tersebut secara bersamaan maju ke depan. Ketika berada di depan Cyffredinol, pria bernama Bindo itu pun langsung memunculkan senjata sucinya yang berbentuk sebuah tombak kapak.
Cyffredinol serta Venerate bernama Bindo tersebut seketika langsung menghantamkan senjata suci mereka satu sama lain, hingga memancarkan uap es dari sisi Cyffredinol, serta kobaran api di sisi Venerate negeri Fugonia itu.
Mereka kemudian saling melancarkan serangan, dimana sembari menganyunkan busur panahnya yang dilengkapi oleh bilah tajam pada kedua sisinya, pria Elfman itu dengan sigap menyempatkan menciptakan sebuah anak panah es lalu melancarkannya pada Venerate bernama Bindo tersebut.
Masih dapat menangani serangan dari Cyffredinol, pria itu seketika mengibaskan tombak kapak senjata sucinya tersebut hingga menciptakan sebuah kobaran api dalam skala yang besar.
“Windzauber…” Dengan cepat Cyffredinol menarik tali busur panahnya hingga menciptakan sebuah hempasan angin yang kuat ketika pria Elfman itu melepasnya.
Hal tersebut lantas membuat serangan kobaran api dari pria bernama Bindo tersebut seketika lenyap.
Belum puas, Venerate Fuegonia itu pun kembali mengibaskan senjata sucinya, hingga melanciptakan sebuah kobaran api dalam skala besar menuju ke arah Cyffredinol lagi.
“Feuerzauber…” Pria Elfman itu pun langsung mengangkat salah satu tangannya ke depan, hingga seketika meluncurkan sebuah serangan proyeksi elemen api.
“Ukh…” Ketika kedua serangan eleman api tersbeut lenyap, tiba-tiba Venerate itu pun meluncur ke arah Cyffredinol sambil dengan cepat mengayunkan tombak kapaknya, hingga membuat Cyffredinol pun terhempas walau sempat menangkis serangan tersebut.
Hal itu pun membuat pria Elfman tersebut langsung meluncur ke bawah, dan menghantam permukaan degan kerasnya.
Ketika Cyffredinol hendak berdiri, dalam sekejap Venerate bernama Bindo tersebut telah berada di depan pria Elfman itu sambil mengacungkan senjata suci milikya tersebut.
“Hei Elfman, setidaknya bertarunglah dengan sehat… Setidaknya pakai kemampuan elemen es yang sering kalian banggakan itu…” Ucap Bindo.
“Heh, untuk apa aku hanya menggunakan elemen es saja, sedangkan aku bisa melancarkan serangan dalam berbagai macam elemen dengan kekuatan sihir milikku…” Balas Cyffredinol, tidak memperdulikan perkataan dari pria bernama Bindo tersebut.
“Dan juga untuk apa aku bertarung dengan sehat, jika aku bisa memanggil bantuan para pasukan yang datang bersamaku…” Lanjut pria Elfman itu berkata.
Ketika mendengar pernyataan dari Cyffredinol, Bindo pun langsung memperhatikan ke sekitarannya, yang sontak membuat pria Fuegonia itu lantas terkejut melihat para prajurit Elfman sudah berada di sekitarnya.
Ketika Cyffredinol megambil kesempatan melompat ke belakang menjauhi Bindo, para Elfman seketika melancarkan serangan proyeksi energi, serta berbagai serangan elemen alam ke arah pria Fuegonia tersebut.
Melihat berbagai serangan menuju ke arahnya, Bindo dengan sigap serta lincah menepisnya dengan menggunakan tombak kapak senjata suci mliknya. Pria itu seketika mengibaskan senjatanya tersebut, hingga kembali menciptakan sebuah kobaran api yag seketika menyebar luas menuju kea rah para Elfman.
“Abwehrzauber… Holy eldritch barrier…” Dengan cepat, para Elfman menyatuhkan kekuatan mereka, menciptakan sebuah penghalang proyeksi hingga langsung membendung kobaran api tersebut, serta mengurung Bindo di dalamnya.
Bindo pun dengan kuat mengayunkan tombak kapaknya ke arah penghalang proyeksi tersebut, namun tetap saja tidak bisa dihancurkan olehnya.
“Sial…” Pria itu pun langsung mengumpat dengan kesalya karena sulit untuk menghancurkan penghalang proyeksi yang diciptakan oleh para Elfman itu.
Tak berapa lama, Cyffredinol pun datang menghampiri Bindo yang tengah terkurung di dalam penghalang proyeksi. Setelah datang menghampirinya, pria Elfman itu langsung mengangkat tangannya ke arah pria Fuegonia, dan langsung memproyeksikan energi sihirnya pada penghalang proyeksi tersebut.
Bindo pun terkejut ketika melihat setiap sisi dari penghalang proyeksi tersebut memunculkan sebuah aksara-aksara rune.
“Geheimer zauberspruch… Heilog springing…” Cyffredinol kembali melompat ke belakang, kemudian membacakan sebuah mantra yang dalam sekejap membuat aksara-aksara rune tersebut menciptakan efek sebuah ledakan yang langsung diterima oleh Bindo yang terkurung di dalam penghalang proyeksi.
“I defteri ekdosi… Cesoleil the internal roar…” Dalam sepersekian detik, Bindo pun langsung mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua dari senjata sucinya ketika efek ledakan dari teknik milik Cyffredinol hampir menerjangnya.
Hal tersebut lantas membuat kobaran api yang dalam skala besar langsung melindunginya dari efek ledakan tersebut.
Setelah kobaran api yang melindunginya perlahan-lahan lenyap, Bindo pun seketika mengalami perubahan wujud, dimana kulit pria itu pun seketika berubah menjadi warna merah, serta memancarkan kobaran api tepat di atas kepalanya dan kedua tangannya.
Melihat hal tersebut, Cyffredinol pun nampak terkejut karena tidak menyangka bahwa Venerate Fuegonia itu ternnyata masih sempatnya mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua disaat genting sebelumnya.