The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 285 - Perselisihan dua World Venerate



Perhatian Raquille serta yang lain sontak tertuju pada sebuah patung yang seorang perempuan yang tidak lain merupakan Erissa sebagai dewi merak, pemimpin agung negeri Pavonas.


Dengan tinggi sekitar delapan puluh meter, dan memiliki gaya mengacungkan pedang ke atas, serta memiliki sepasang sayap tepat di punggung, yang menjadi ciri khas Erissa sebagai salah satu ras Fairyman, patung tersebut tampak menghiasi kota Vosmoc dan monument utama di ibukota negeri tersebut.


“Eh…” Setelah memperhatikan patung tersebut, perhatian Raquille dan yang lain pun teralihkan ke arah lain, karena melihat beberapa pesawat sedang mendekati kota Vosmoc selain pesawat yang dinaiki oleh mereka.


***


Sementara itu, para Venerate Pavonas, yang beberapa diantara mereka sebelumnya pernah berada di perang benua Greune ketika kubuh barat menyerang negeri Pavonas terlihat berkumpul di sebuah lapangan terbuka untuk menanti pesawat-pesawat yang datang, termasuk pesawat yang dinaiki oleh Raquille dan yang lain.


***


Beberapa saat kemudian, empat pesawat, termasuk pesawat yang dinaiki oleh Raquille dan yang lain akhirnya mendapat tepat di depan para Venerate Pavonas.


Tak berapa lama, Continent Venerate Pavonas bernama Sciath keluar dari salah satu pesawat bersamaan dengan Venerate yang berasal dari negeri Serepusco, diantaranya merupakan Clava, Arepo, dan Mayorio dari clan Armadura, yang merupakan para Venerate yang pernah berjuang bersama Raquille di perang benua Greune sebelumnya.


**


“Sepertinya bukan cuma yang diundang kemari…” Ucap Raquille, memperlihatkan ekspresi tersenyum ketika melihat para Venerate dari negeri Serepusco tersebut, yang kemungkinan memiliki tujuan sama seperti mereka datang ke kota tersebut.


**


Raquille seketika memasang ekspresi wajah sedikit terkejut ketika melihat salah satu Continent Venerate bernama Grossen keluar dari salah satu pesawat bersama dengan dua Venerate dari negeri Gimoscha, yang tidak lain merupakan Terra dan Plutone dari clan Redeglidei, yang pernah dilawannya ketika menyerang negeri bangsa Seremoschan tersebut.


“Lagipula negeri Gimoscha adalah mantan anggota kubuh timur yang sekarang masuk ke kubuh barat,” lanjut Raquille.


**


Kemudian salah satu Continent Venerate Pavonas bernama Verre keluar dari dalam pesawat terakhir bersama dengan beberapa Venerate negeri Calferland, yaitu Zero, Vingto serta Cento dari clan Lancheur.


***


Ketika melihat Zero yang diketahui oleh mereka merupakan World Venerate, para Venerate negeri Pavonas yang berkumpul sontak memasang ekspresi yang tegang.


“Hei… Ada apa dengan kalian?” Tanya Zero, kebingungan melihat ekspresi mereka yang tidak diketahui olehnya merasa segan dengan kedatangannya.


“Jadi seperti ini kota Vosmoc… Kalau saja bukan karena perintah dari oraganisasi GANCO sebelumnya, aku pasti sudah meratahkan kota ini dan menghabisi mantan pemimpin sialan kalian itu,” lanjut Zero, memberikan kalimat yang nampak membuat para Venerate Pavonas sedikit terintimidasi.


**


“Wah… Sepertinya aku memiliki seorang rival disini…” Ucap Raquille memasang ekspresi senyuman menyeringai ketika mengetahui bahwa dirinya bukan satu-satunya World Venerate yang direkrut oleh negeri Pavonas.


“Phyton ayo keluar… Aku ingin menemui mereka semua…” Lanjut Raquille.


Mendengar hal tersebut Phyton kemudian berdiri kemudian keluar dari pesawat bersama dengan Raquille dan yang lain.


“Halo semuanya… Selamat bertemu kembali…” Ucap Raquille dengan senyuman menyapa semua Venerate yang pernah ditemuinya tersebut.


Akan tetapi, walaupun menyapa dengan senyuman, namun para Venerate Pavonas, termasuk yang telah berhadapan dengan pemuda Elfman itu nampak menjadi lebih tegang dibandingkan ketika mereka melihat Zero.


**


“Hei… Kau tidak bilang bahwa ada World Venerate lain yang direkrut… Jika aku tahu bahwa Elfman itu yang kalian rekrut, aku tidak mau menyetujui untuk datang kemari,” lanjut pria itu berbicara kepada Verre yang telah membawanya ke kota tersebut.


“Maaf tuan Zero, karena mengetahui bahwa kalian berdua sempat melakukan pertarungan di tengah peperangan sebelumnya, kami pun berinisiatif untuk tidak memberitahukanmu serta pangeran tersebut,” ucap Zero, menjelaskannya kepada Zero.


“Hei Elfman… Kita bertemu di tempat yang tidak terduga rupanya… Setelah mengetahui bahwa kau juga direkrut oleh Pavonas, aku merasa bahwa ini tidak akan berjalan lancar…” Ucap Zero kepada Raquille.


“Walaupun ini merupakan negeri terluas di dunia, namun aku masih merasa sempit jika harus tinggal bersamamu di dalamnya… Bagaimana jika kita bertarung untuk menentukan siapa yang layak untuk tinggal di tempat ini?” Tanya Zero, sontak langsung menantang pemuda Elfman itu.


“Hahaha… Cukup adil juga ucapanmu wahai salah satu anggota bangsa terlemah… Kalau begitu aku terima tantanganmu,” balas Raquille, dengan kata-kata menohok karena mengetahui sejarah dari bangsa Seremoschan yang dulunya tidak memiliki kemampuan Venerate, serta langsung menerima tantangan dari pria itu.


Tanpa pikir panjang, dan melihat keadaan yang berada di sekitar mereka, Raquille pun sontak memunculkan pedang berbilah gandanya, sementara Zero langsung memunculkan sepasang kapaknya, dan nampak serius ingin saling bertarung satu sama lain.


Melihat hal tersebut, para Venerate yang berada di tempat itu sontak terkejut karena tidak menyangka bahwa pertemuan dari dua World Venerate itu akan menjadi sebuah perselisihan.


Raquille dan Zero pun saling mendekat satu sama lain untuk bersiap bertarung di tempat itu.


**


“Kakak… Jangan kecewakan negeri Blueland… Tunjukkan kalau kau tidak bisa dianggap remeh,” ucap Arn, malah mendukung Raquille, serta merasa antusias dengan pertarungan yang akan dilakukan oleh kedua World Venerate itu.


“Arn… Dasar bodoh… Cepat berlindung dibelakangku sekarang… Kalian juga.” Hyphilia pun langsung memperingati Arn karena mendukung Raquille, serta menyuruh pria itu dan kedua saudara kembarnya untuk berlindung dibelakangnya, dimana dirinya sebagai Continent Venerate setidaknya mampu menahan serangan dari Raquille maupun Zero.


**


“Semuanya cepat berlindung dibelakang kami…” Ucap Venerate bernama Gudov, memperingati Venerate dibawah tingkatan Continent Venerate untuk berlindung di belakang mereka yang merupakan Continent Venerate.


Tiba-tiba Raquille dan Zero secara bersamaan mengeluarkan tekanan kekuatan mereka, yang sontak membuat tempat itu, serta seluruh kota Vosmoc berguncang.


***


Hal tersebut langsung membuat kekacauan, dimana saat bersamaan sebuah alarm pun berbunyi, menandakan bahwa kota tersebut tengah berada dalam keadaan yang buruk.


Para Venerate Pavonas yang berada dii sekitar kota sontak membantu mengungsikan para warga menuju ke tempat yang aman, walaupun mereka belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


***


“Kenapa ini bisa terjadi?”


Sementara itu, di dalam sebuah ruangan yang berada di dalam kastil utama kota Vosmoc, tampak Erissa yang sedang duduk di kursi ayunan, tiba-tiba berdiri kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.


***


Kembali pada Raquille dan Zero yang masih saling bertarung dengan memancarkan tekanan kekuatan mereka, dimana kedua tampak setara dan tidak ada satupun dari mereka yang merasa terintimidasi satu sama lain.


“Maaf… Bisakah kalian berdua berhenti sekarang…” Ucap seseorang.