
“Ini tidak bisa dibiarkan… Katakan pada Iardan untuk segera membantu para prajurit Ierua mengambil ketiga belas harta karun itu dari tangan pasukan Brizora…” Ucap Cadhan memberikan perintah kepada prajurit tersebut untuk mengatakan kepada salah satu World Venerate Ierua yang pernah dikalahkan oleh Raquille, untuk membantu pasukan Ierua yang berada di negeri Brizora.
“Tapi, bagaimana dengan rencana penyerangan kita ke wilayah utama Blueland, tuan Cadhan?” Tanya prajurit.
“Tentu saja kita akan menundanya terlebih dahulu… Aku akan segera mendeklarasikan bahwa penyerangan kita ke Blueland akan ditunda, karena ketiga belas harta karun itu masih lebih penting dari penyerangan yang akan kita laksanakan,” lanjut Cadhan berbicara sambil berdiri dari tempat duduknya, kemudian perlahan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
“Jika Iardan masih belum berhasil juga merebut harta karun itu, maka aku juga tidak mempunyai pilihan selain pergi ke negeri itu untuk merebutnya sendiri,” gumam perdana menteri negeri Ierua itu.
***
Berpindah ke negeri Brizora, pada daerah yang bernama Southland Barat di negeri tersebut, tampak pasukan Brizora yang dipimpin oleh Folvest serta dua Continent Venerate yang pernah dilawab oleh Raquille dan yang lain, telah mengalahkan para pasukan Ierua yang memasuki wilayah negeri tersebut dan hendak merebut beberapa harta karun yang sudah dikumpulkan oleh Folvest dan yang lain.
Beberapa diantara ketiga belas harta karun yang telah kumpulkan adalah kuali yang dapat memasak berbagai macam masakan, batu pengasah pedang, dimana mampu meningkatkan tingkat ketajaman pedang menjadi sangat tajam, serta belati yang memiliki tingkat ketajaman tinggi yang baru saja mereka dapatkan setelah berhasil merebutnya dari pasukan Ierua yang masuk dari wilayah paling selatan semenanjung pulau tersebut.
“Berarti sekarang kita akan menuju ke wilayah semenanjung Weals, tempat wadah piring keramik dari ketiga belas harta karun itu berada,” ucap Folvest sambil melihat peta dari lokasi-lokasi beradanya ketiga belas harta karun yang mereka cari.
“Guilmus… Reminel… Ayo kita pergi sekarang,” ucap Folvest, mengajak kedua Continent Venerate tersebut untuk mencari harta karun yang keempat, sesuai lokasi yang terterah pada peta yang mereka miliki.
Folvest dan dua Continent Venerate Brizora bernama Guilmus dan Reminel tersebut seketika terbang ke langit dengan kecepatan tinggi ke tempat selanjutnya, sembari para pasukan Brizora yang lain tetap tinggal untuk menawan pasukan Ierua yang berhasil mereka kalahkan.
–24 Juli 3029–
Tak terasa hari pun telah berganti, setelah berhasil keluar dari dimensi spasial yang sebelumnya, dan kembali melanjutkan perjalanan mereka, Raquille, Hyphilia serta yang lain akhirnya tiba di salah satu pulau yang berada di daerah yang bernama Kepulauan Utara, di negeri Brizora tersebut.
Raquille dan yang lain mendarat di pulau yang cukup luas tersebut sambil mengamati keadaan di sekitar. Mereka pun nampak kebingungan karena tidak memiliki petunjuk yang pasti dimana keberadaan dari salah satu harta karun yang berada di tempat itu, selain titik yang berada di dalam peta.
“Sekarang bagaimana?” Tanya Arn, nampak penasaran bagaimana cara mereka menemukan harta karun tersebut.
“Kurasa kita harus menggunakan kekuatan sihir observasi untuk melacak keberadaan dari harta karun yang berada di pulau ini,” jawab Raquille, walaupun nampak ragu dengan jawabannya tersebut.
Walau mereka juga ragu dengan hal tersebut, namun para Venerate Blueland itu tidak memiliki pilihan selain menggunakan kekuatan obsevasi mereka untuk mendeteksi keberadaan dari tekanan kekuatan yang berada di sekitar pulau tersebut.
Semuanya pun langsung mengakses kekuatan observasi mereka masing-masing untuk mencoba mendeteksi tekanan kekuatan yang kemungkinan dipancarkan oleh salah satu harta karun yang berada di tempat tersebut.
Saat mengaktifkan kekuatan observasi mereka menjadi lebih tajam, Raquille dan yang lain tiba-tiba merasakan sebuah tekanan kekuatan yang sangat besar hingga membuat tubuh mereka sedikit bergetar ketika merasakannya.
“Apa kalian merasakannya juga?” Tanya Raquille kepada para rekan-rekannya.
“Tentu saja…” Jawab Hyphilia, mewakili jawaban dari mereka semua.
“Kurasa ini salah satu hal yang dikatakan oleh Yang mulia Harmae, bahwa dari ketiga belas harta karun yang ada, memang dijaga oleh makhluk suci,” ucap Raquille, meyakinkan bahwa tekanan kekuatan yang besar dirasakan oleh mereka semua merupakan seekor makhluk suci yang kemungkinan berada pada tingkatan World Venerate.
“Arn… Jika kau ingin menguji kekuatan dari jubah yang kau pakai itu, aku dengan senang hati membiarkanmu berada paling depan diantara kami,” ucap Raquille.
“Tidak, terima kasih kakak… Aku lebih baik menjadi anak bawang saja,” balas Arn, menolak usulan dari pemuda Elfman tersebut.
Pria itu bersama kedua saudara kembarnya lalu mundur ke belakang Raquille, Hyphilia serta Haltryg ketika merasakan tekanan kekuatan tersebut semakin mendekat tepat di depan mereka. Arn beserta kedua saudara kembarnya kemudian memunculkan tombak senjata suci mereka masing-masing untuk bersiaga, walaupun mereka tetap sulit untuk bisa melawan hal yang diyakini mereka semua merupakan seekor makhluk suci.
Begitu juga dengan Raquille, Hyphilia dan Haltyrg, yang sontak memunculkan senjata suci mereka masing-masing untuk mencoba bersiaga jika memang benar bahwa tekanan kekuatan yang kuat tersebut merupakan seekor makhuk suci.
Dalam sekejap, hal yang diyakini mereka ternyata memang benar bahwa tekanan kekuatan tersebut merupakan seekor makhluk suci, yang ternyata memiliki wujud seekor naga dengan memiliki kulit serta sisik-sisik yang dari logam.
“Naga logam… Aku tidak menyangka bahwa ada seekor naga dengan jenis seperti ini,” ucap Raquille, nampak keheranan melihat wujud dari naga tersebut.
“Maaf tuan… Kedatangan kami kemari sebenarnya ingin mencari salah satu dari ketiga belas harta karun yang berada di tempat ini… Apakah kau mengetahui keberadaan dari harta karun tersebut?” Tanya Raquille dengan sopan kepada naga tersebut.
Akan tetapi, naga tersebut hanya menatap mereka tanpa mengatakan satu kata apapun atau berusaha tidak menjawab pertanyaan dari pemuda Elfman itu.
“Uwah…” Seketika naga tersebut tiba-tiba mengibaskan salah satu tangannya, yang langsung menciptakan sebuah hempasan angin yang kuat hingga Raquille dan yang lain pun seketika terhempas ke jarak yang jauh.
Mereka semua dengan sigap kembali berdiri kemudian, bersiaga untuk serangan lanjutan dari naga tersebut, namun dengan cepat, tanpa mereka sadar sebelumnya naga itu kini sudah berada tepat di depan mereka semua.
Tidak mau terkejut lebih lama, Raquille seketika melancarkan serangan proyeksi elemen petir yang memiliki skala serta tegangan yang besar dari palunya, mengarah pada naga logam tersebut.
Akan tetapi, serangan yang besar dilancarkan oleh pemuda Elfman itu tidak berpengaruh pada naga tersebut.