The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 139 - Makhluk suci di pihak Pavonas



“Sial…” Keluh Vahal, akhirnya menunjukan bahwa dia memanglah berbohong meminta ampun kepada Raquille.


Pria Pavonas itu tiba-tiba menyerang Raquille menggunakan proyeksi kekuatannya, namun dengan mudah Raquille dapat menepisnya.


Saat Raquille kembali menengok Vahal, pria itu dengan cepat sudah berada jauh dari jangkauan Raquille.


“Feuerzauber… Tactical fire bullet…” Lantas Raquille langsung meluncurkan serangan elemen api yang memecah menjadi beberapa serangan.


“Akh…!” Karena tidak melihat ke belakang dan hanya fokus melarikan diri dari Raquille, Vahal pun sontak menerima semua serangan tersebut hingga membuat terhempas langsung terkapar di tanah.


Tidak mau menyerah, pria Pavonas itu kembali berdiri lalu berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya.


“Tekhnika ekzortsista… Possession room switch…”


“Sialan…” Saat menyadari bahwa pria Pavonas itu ternyata akan menggunakan teknik pelarian diri, Raquille dengan sigap langsung meluncur hendak menghentikannya.


“Eh…” Teknik yang digunakan oleh Vahal tiba-tiba gagal.


“Vahal Izumir… Maaf tapi kau tidak melarikan diri begitu saja.” Ternyata Alyara muncul dan memegang Vahal, membuat teknik yang diaktifkan pria Pavonas itu menjadi gagal.


Bersamaan dengan putri Morseli itu terlihat muncul bersama dengan Azouraz, Wilrock, Yugro dan pasukan Brizora.


“Alyara Baurtova…” Ucap Vahal, terkejut melihat putri dari Morseli itu menggagalkan tekniknya.


“Tidurlah…” Saat Alyara mengatakan hal tersebut, dalam sekejap Vahal pun jatuh terkapar tidak sadarkan diri.


“Untung saja kau datang,” ucap Raquille, merasa lega pria Pavonas itu akhirnya dikalahkan oleh Alyara.


“Daripada berdiam disini ayo kita membantu mereka semua,” Ucap Wilrock.


Pasukan Brizora bersama dengan Raquille, Alyara dan Yugro pergi untuk membantu pasukan kubuh barat melawan pasukan Pavonas, sementara Wilrock dan Azouraz pergi membantu para Continent Venerate.


***


Berpindah pada Anselm yang sementara menahan Achilles dan Cyffredinol. Dia sedikit sulit melawan dua Elfman itu karena tidak bisa melancarkan serangan yang besar.


Tiba-tiba Raquille dan Alyara datang membantu Anselm. Mereka langsung melancarkan serangan hingga menghempaskan Achilles dan Cyffredinol.


“Haah… Untung saja kalian datang membantu. Aku tidak tahu bagaimana harus melawan mereka… Bahkan saudaramu saat ini tidak bisa bergerak,” Ucap Anselm sambil menunjuk Aguirre.


Mereka pun langsung menghampiri Aguirre yang masih berusaha membebaskan diri dari teknik yang diterimanya oleh Achilles.


“Ice cursed…” Raquille menggunakan kekuatannya yang sontak membuat Aguirre bisa kembali bergerak.


“Baiklah, sekarang bagaimana caranya agar kita bisa menyadarkan mereka berdua?” Tanya Aguirre.


“Tapi, sebelum itu bisakah kau menjelaskan siapa perempuan cantik yang bawah ini?” Lanjutnya bertanya kepada Raquille saat melihat Alyara yang tidak dikenalnya.


“Benar juga… Aku ingin bertanya hal itu juga,” sambung Anselm.


“Tuan-tuan perkenalkan namaku adalah Alyara Baurtova… Aku adalah putri dari negeri Morseli,” ucap Alyara, memperkenalkan dirinya pada Aguirre dan Anselm.


“Begitu yah… Setelah menghilang selama sepuluh tahun, kau sudah membawa seorang tuan putri untuk diperkenalkan kepadaku,” ucap Aguirre sambil menganggukkan kepalanya.


“Apa-apaan kau ini? Jika mau bergurau setidaknya jangan ditempat ini.” Raquille pun langsung membentak saudaranya tersebut karena berbicara seperti itu tanpa melihat situasi yang mereka hadapi saat ini.


Tiba-tiba keempat World Venerate itu merasakan sebuah aura yang kuat. Saat mereka menoleh, ternyata Cyffredinol nampak sedang berkonsentrasi untuk melancarkan sebuah serangan.


“Ice spring… Trilions ice thorns…” Sambil mengatakan hal tersebut, mulut Cyffredinol mengeluarkan uap es.


Raquille serta Aguirre tiba-tiba terkejut hingga mata mereka melotot ketika mendengar kata yang diucapkan oleh Cyffredinol.


“Ini gawat… Ayo lari,” ucap Raquille memperingati semuanya untuk lari.


Dengan cepat Raquille mengangkat Alyara, hingga putri Morseli itu pun menjadi terkejut.


“Raquille… Apa yang kau lakukan?” Ucap Alyara, merasa tidak nyaman diangkat oleh pemuda Elfman itu.


“Diam saja tuan putri, yang pasti kita harus segera menjauh dari tempat ini.”


“Semuanya yang ada di dekat sini cepat lari menjauh!” Teriak Raquille memperingati semua prajurit kubuh barat.


**


**


“Sudah kuduga dia memiliki hubungan dengan tuan putri itu,” ucap Aguirre masih sempat mencurigai Raquille disaat mereka sedang melarikan diri.


Dalam sekejap sebuah bongkahan-bongkahan es berduri dalam jumlah sangat banyak bermunculan.


**


Para Venerate tingkat atas yang sedang bertarung tiba-tiba terkejut hingga menghentikan pertarungan mereka sejenak menyaksikan bongkahan-bongkahan es yang mirip seperti teknik yang pernah dilancarkan oleh Raquille, namun jumlahnya ratusan juta kali lebih banyak dibandingkan teknik pemuda Elfman itu.


**


“Haah… Sial, aku menyesal mengajarkan teknik ini kepadanya,” keluh Raquille.


Akibat hal tersebut sebagian besar kota wilayah kota Vinks kini dipenuhi oleh bongkahan-bongkahan es tersebut.


Untung saja tidak ada yang terluka parah akibat teknik yang dilancarkan oleh Cyffredinol karena sempat memperingati semuanya agar melarikan diri.


Saat mereka berempat merasa lega berhasil menghindari teknik yang sangat luas itu, tiba-tiba Achilles dan Cyffredinol muncul di depan mereka.


“Achilles Noroh, Cyffredinol Noroh… Ingatlah siapa kalian sebenarnya.” Dengan sigap Raquille mengaktifkan kekuatan mata emasnya, membuat Achilles dan Cyffredinol tiba-tiba tersadar dan langsung mengurungkan niat mereka untuk menyerang Raquille dan yang lain.


“Aguirre… Raquille… Kalian datang,” ucap Achilles langsung mengenali kedua saudaranya ketika sadar.


“Raquille… Bagaimana mungkin?” Namun, Cyffredinol nampak terkejut melihat Raquille karena sebelumnya mengetahui bahwa saudaranya itu telah kembali.


“Ceritanya panjang kakak pertama… Aku tidak bisa menceritakannya disini,” ucap Raquille.


***


“Eh…” Di ibukota Pavonas, Erissa tiba-tiba merasakan sesuatu.


“Ada apa Erissa?” Tanya Rumen yang sedang bersama dengan perempuan itu.


“Kendaliku pada dua Elfman itu telah terlepas,” jawab Erissa.


“Tenang saja, kita masih memiliki Venerate yang kuat, yang bahkan belum masih menunggu pertarungan saat ini.”


“Tuan Rumen, apakah anda yakin akan menurunkannya?” Tanya Erissa, terlihat khawatir mendengar ucapan Rumen.


“Tentu saja… Jarang-jarang ada makhluk suci yang mau bekerja sama dengan kita,” jawab Rumen sambil memasang ekspresi menyeringai.


***


Kembali ke kota Vinks, dimana terlihat keadaan dari tiga World Venerate Pavonas sedikit kesulitan menangani Venerate setingkat dengan mereka dalam jumlah yang lebih banyak.


“Sial… Kalau begini, aku harus memanggilnya,” ucap salah satu World Venerate Pavonas.


Dia kemudian memunculkan sebuah peluit emas lalu meniupnya.


**


Dalam sekejap, langit di atas kota Vinks yang sebelumnya cerah tiba-tiba berubah menjadi mendung.


Para Venerate tingkat yang berada di kubuh barat merasa terkejut ketika merasakan sebuah tekanan kekuatan yang sangat kuat.


Para prajurit Pavonas, seketika mengambil sebuah penyumbat telinga lalu memakainya, membuat pasukan kubuh barat kebingungan dengan kelakuan mereka.


***


“Apa ada World Venerate lagi yang mereka sembunyikan?” ucap Raquille.


“Tidak mungkin itu adalah dia…” Alyara tiba-tiba mengingat sesuatu yang diketahuinya.


Ketika Raquille dan yang lain penasaran tentang sesuatu yang dikatakan oleh Alyara, tiba-tiba sesosok pria berambut panjang dengan menggunakan pakaian serba hitam turun dari langit jauh dibelakang mereka.


“Apa itu dia?” Tanya Raquille saat melihat pria itu.


“Iya… Dia Chernus, sesosok makhluk suci yang memiliki wujud seperti manusia,” jawab Alyara.


Raquille merasa tertantang melihat pria itu muncul. Pemuda Elfman itu sontak membentuk sebuah pedang menggunakan kekuatan esnya dan meluncur mendekati pria tersebut.