
Pria itu masuk ke bangunan tersebut, melewati beberapa lorong, hingga kemudian sampai di depan ruangan dimana di dalamnya terdapat sebuah pintu-pintu portal menuju ke kota-kota utama yang berada di seluruh wilayah negeri Pavonas.
Tanpa pikir panjang karena melihat dua Tianhui serta Echman dengan mudah dikalahkan oleh gadis sebelumnya, Tarbyl pun langsung berlari masuk ke dalam ruangan itu, menuju ke sebuah pintu portal yang terhubung ke kota Vosmoc.
“Ukh…” Tiba-tiba pria itu terhentak kemudian jatuh terduduk ketika seperti menabrak sesuatu yang tak kasat mata.
Setelah Tarbyl menyadarinya, ternyata di depan terdapat sebuah penghalang proyeksi, yang menghalanginya untuk masuk ke pintu portal tersebut.
“Sialan…” Umpat pria itu.
Tarbyl pun menoleh ke arah berbalik, dan sontak terkejut melihat Zchaira sudah berada di depan pintu masuk ruangan tersebut.
“Jadi ini cara agar pasukan kalian yang tersebar di negeri yang luas ini bisa berada di suatu tempat dalam waktu yang singkat…” Ucap Zchaira sambil berjalan mendekati Tarbyl.
Melihat Zchaira nampak dalam pertahanan yang lemah, Tarbyl pun dengan sigap menendang kaki gadis tersebut hingga kehilangan keseimbangan kemudian jatuh terkapar ke lantai.
“Akh…” Zchaira yang terkapar di lantai langsung ditahan oleh Tarbyl dengan mencengkram leher gadis tersebut.
Disaat bersamaan, Tarbyl mengangkat salah satu tangannya ke atas, mengakses kekuatannya, hingga memancarkan pancaran proyeksi elemen dari tangan yang diangkatnya tersebut.
“Tekhnika ekzortsista… Blast projection…” Tarbyl menempelkan tangannya yang memancarkan pancaran proyeksi elemen cahaya ke wajah Zchaira, hingga menciptakan efek ledakan yang cukup besar.
**
“Haah… Haah…” Beberapa saat kemudian, Tarbyl tampak tersandar pada dinding ruangan tersebut dengan keadaan lemah serta menerima beberapa luka akibat serangan yang dilancarkannya pada Zchaira sebelumnya juga berefek padanya.
Tiba-tiba pria itu terkejut setelah menyadari bahwa Zchaira yang tengah terkapar sudah tidak berada lagi di depannya.
Sambil sedikit ketakutan, pria itu pun melihat ke sekitaran ruangan tersebut, mencoba mencari keberadaan dari gadis World Venerate tersebut.
“Apa kau mencariku?” Seketika Zchaira muncul tepat disamping Tarbyl, sambil mendekatkan wajahnya pada pria itu, serta memperlihatkan senyuman manisnya.
Tidak perduli dengan ekspresi gadis secantik itu, Tarbyl dengan sigap mengambil sebilah pisau yang berada disimpan di dalam jubahnya kemudian mengayunkannya ke wajah gadis tersebut.
“Akh…” Zchaira pun mendapatkan luka tebasan di pipinya akibat sabetan pisau dari Tarbyl.
Zchaira pun mundur ke arah belakang menjauhi pria itu sambil memegang luka di wajahnya tersebut.
“Apa-apaan kau? Beraninya kau merusak wajah cantikku…”
“Tapi aku hanya bercanda…” Setelah memasang ekspresi kesal, tiba-tiba gadis itu tersenyum tipis.
Disaat bersamaan, Tarbyl pun sedikit terkejut melihat luka di wajah gadis tersebut perlahan-lahan mulai sembuh dengan sendirinya.
Zchaira mengangkat salah satu tangannya ke arah Tarbyl, hingga seketika pria itu pun sulit untuk bergerak.
“Tuan… Lebih baik kau tidak perlu memaksakan diri karena percuma saja kau berusaha untuk melawanku…”
“Aku akan mengampunimu karena tujuanku hanya untuk mencegah kalian memanggil pasukan bantuan dalam waktu singkat…” Ucap Zchaira sambil berjalan mendekati Tarbyl.
“Sekarang… Waktunya kau untuk tidur…”
Zchaira memegang wajah Tarbyl, dan perlahan-lahan membuat pria itu kehilangan kesadarannya.
Setelah berhasil mengalahkan Venerate yang terakhir, yang hampir saja melaporkan mengenai penyerangan tersebut, Zchaira kemudian berdiri, lalu mengakses kekuatannya, menonaktifkan penghalang proyeksi yang menghalangi Tarbyl untuk masuk ke dalam pintu-pintu portal tersebut.
“Tuan Shalkishu… Kurasa kalian sudah bisa menyebrang sekarang juga karena Tianhui serta pasukannya sudah berhasil dilumpuhkan…” Ucap Zchaira, berkomunikasi melalui kemampuan telepati.
***
Setelah mendengar hal tersebut, Shalkishu serta pasukan Tengal yang telah berada dipinggir sungai, sontak naik ke atas kapal mereka, menuju ke kota Vegoblashchenks yang berada di seberang sungai.
***
Kembali pada Zchaira yang sedang memperhatikan pintu-pintu portal yang berada di dalam ruangan tersebut. Sambil berpikir bahwa dia harus menonaktifkan portal-portal penghubung tersebut, gadis itu pun merasakan sesuatu ketika melihat salah satu pintu portal, dimana di atasnya terdapat tulisan wilayah Briseria Timur Laut, serta tulisan kota Kyacha, yang merupakan pintu portal yang terhubung ke wilayah yang kini dipimpin oleh Hyphilia.
Entah merasakan sebuah pertanda atau apapun sebagainya, tanpa pikir panjang gadis itu langsung masuk ke dalam pintu portal tersebut.
**
Zchaira pun sampai di sebuah ruangan berbeda, tempat Raquille dan yang lain sebelumnya pertama kali datang ke wilayah tersebut.
Sambil menengok ke sekitaran, gadis itu pun berjalan keluar dari ruangan tersebut dan sampai di sebuah lorong, kemudian melihat keadaan yang berada di luar, yang tertutup oleh salju tebal.
Merasakan suhu yang begitu dingin, gadis tersebut lantas mengakses kekuatannya untuk menghangatkan tubuhnya untuk tidak terpengaruh oleh suhu rendah di tempat tersebut.
***
“Arn… Arn… Kemana bocah itu?”
“Dia sekarang sudah lebih tua dibandingkan denganku… Seharusnya aku bukan menyebutnya seperti itu…”
Di sisi lain, Raquille tampak memanggil Arn sambil bergumam mengenai keberadaan dari pria tersebut yang tidak bisa ditemukannya.
Raquille pun kembali berjalan sampai ke sebuah persimpangan lorong bangunan tempatnya berada.
Ketika hendak berjalan lurus, tiba-tiba pemuda Elfman itu menghentikan langkahnya karena merasakan sesuatu dari arah lorong yang berbeda.
Raquille menoleh ke samping dan sontak terkejut melihat seorang gadis cantik berambut hitam panjang berdiri di ujung lorong yang tidak lain merupakan Zchaira.
**
“Kau…” Sementara Zchaira juga nampak terkejut melihat Raquille, karena sepertinya gadis tersebut memang benar-benar mengetahui pemuda Elfman itu.
**
“Apa kau mengenalku?” Tanya Raquille.
Zchaira tidak menjawab pertanyaan Raquille, dan tetap nampak terkejut melihat pemuda Elfman yang berada di depannya.
“Apa-apaan ini? Setidaknya jawab aku nona, karena aku tidak ingat jika perempuan cantik di tempat ini telah bertambah satu orang…”
“Aku juga tidak mungkin mendugamu merupakan roh astral atau semacamnya karena aku jelas bisa merasakan tekanan kekuatanmu begitu besar, dan bahkan mungkin memang setara dengan World Venerate…” Ucap Raquille tiba-tiba merubah ekspresinya menjadi serius karena merasakan bahwa gadis yang berada di depannya merupakan ancaman baginya serta tempat tersebut.
Sambil perlahan berjalan dengan gaya mengisi kedua tangannya ke dalam saku, Raquille pun mengakses kekuatan sihirnya, memunculkan sebuah pasak-pasak es disekitarnya, kemudian meluncurkannya ke arah Zchaira.
**
Zchaira yang tidak percaya melihat pemuda Elfman tersebut nampak terdiam, tidak menyadari bahwa sebuah serangan menuju ke arahnya.
Ketika salah satu pasak es meluncur hingga membuat pipinya berdarah, Zchaira pun tersadar dan dengan refleks mengibaskan kedua tangannya, menciptakan sebuah hempasan angin, hingga pasak-pasak tersebut terhempas ke segala arah.
Setelah serangan pasak-pasak es tersebut, tiba-tiba Raquille meluncur sambil mengayunkan sebuah pedang es ke arah gadis tersebut.