The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 177 - Pasukan Ierua mulai bergerak



Arn pun hanya terdiam, tidak tahu harus mengatakan apakah hal yang dikatakan oleh Raquille benar ataupun tidak.


“Apakah energi sudah kembali pulih? Apakah kita bisa berangkat sekarang?” Tanya Raquille.


“Iya… Ayo, lebih cepat kita sampai maka itu lebih baik,” jawab Arn.


Raquille bersama Arn pun lantas pergi meninggalkan tempat itu untuk segera berangkat kembali ke pulau Whiteland.


***


Beberapa saat kemudian, Raquille kembali berkumpul bersama dengan yang lain serta para tetua di suatu tempat dalam akademi shir tersebut.


“Kakak, kalau begitu kami berangkat lebih dulu…” Ucap Arn.


Pria itu bersama dengan dua saudara kembarnya kemudian mengakses kekuatan mereka membentuk sepasang sayap dari proyeksi energi sihir, lalu terbang ke langit dengan kecepatan penuh menuju pulau Whiteland.


“Para pak tua… Kalau begitu kami berangkat dulu… Kami pinjam Harry terlebih dahulu,” ucap Raquille pada para tetua.


“Iya, bawalah bocah itu dan segera usir para penjajah itu dari negeri kita,” balas tetua kepala bernama Raindlas.


Setelah berpamitan kepada Raindlas serta para tetua akademi lain, Raquille, Hyphilia bersama Haltryg pun akhirnya terbang ke langit dengan kecepatan penuh menyusul ketiga kembar yang telah lebih dulu menuju ke pulau Whiteland.


***


Di wilayah Whiteland, dimana tanpa disadari oleh pasukan dari pulau Whiteland itu sendiri, pasukan Ierua sedang menuju ke perbatasan antara wilayah yang mereka duduki dan wilayah yang belum dikuasai oleh mereka.


**


Para pasukan yang sedang berjaga di sebuah benteng perbatasan sontak melihat pasukan Ierua yang sedang mendekat ke arah mereka untuk melakukan sebuah penyerangan.


“Cepat, hubungi yang lain…” Salah satu prajurit Whiteland lantas menyuruh untuk segera menghubungi para Venerate serta petinggi dari wilayah tersebut yang berada di kota Keyvarjik.


***


“Pasukan Ierua… Setelah hampir dua tahun tidak melakukan penyerangan akhirnya mereka mulai bergerak lagi.”


Informasi tersebut dengan cepat diketahui oleh Steinolf serta para Venerate yang lain hingga membuat mereka segera berangkat untuk menahan pergerakan dari pasukan Ierua.


***


Berpindah ke negeri Ierua itu sendiri, tepatnya pada ibukotanya yang bernama Nublid, terlihat di sebuah ruangan dalam kastil tersebut seorang perempuan datang menemui seseorang yang berada di dalamnya.


“Salam ayah… Kenapa kau memanggilku?” Tanya perempuan tersebut.


Tampak seorang pria yang disebut oleh perempuan itu sebagai ayahnya, yang bahkan memiliki penampilan seumuran sama seperti perempuan tersebut.


“Aisling, kurasa sudah waktunya kita membantu pasukan Ierua yang berada di pulau Whiteland itu, serta bergegas menyerang daratan utama mereka,” jawab ayah dari perempuan tersebut.


“Eh… Baiklah, aku akan segera berangkat kesana,” ucap perempuan itu, walaupun sebenarnya merasa ragu menyetujui perintah dari ayahnya tersebut.


“Apa kau sudah mendapatkan kabar dari Phyton?” Saat perempuan bernama Aisling itu hendak meninggalkan ruangan tersebut, ayahnya tiba-tiba bertanya mengenai Phyton.


Ternyata perempuan bernama Aisling itu merupakan ibu dari Phyton, sedangkan untuk pria tersebut merupakan kakek dari Phyton yang bernama Cadhan Naisitorach, dan sebagai perdana menteri dari negeri Ierua yang diceritakan oleh Phyton bahwa pria tersebut memiliki sebuah ambisi untuk menyerang wilayah pulau utama Blueland yang dihuni oleh para ras Elfman.


“Begitu yah… Entah kenapa anak itu tiba-tiba membelot ke Brizora, padahal selama ini dia selalu menjadi prajurit Ierua yang baik…. Aku jadi malu kepada Yang mulia Sheafear saat dia mengetahui bahwa anak itu membelot ke pihak musuh kita,” respon pria bernama Cadhan itu.


Disaat sedang berbincang Cadhan bersamaan dengan Aisling tiba-tiba merasakan sesuatu berada diluar ruangan tersebut.


“Siapa disitu?”


“Ini aku tuan Cadhan…” Ketika Cadhan bertanya, tiba-tiba seorang perempuan langsung menengok ke dalam ruangan dimana mereka berada.


“Tuan putri…” Ucap Cadhan, sedikit terkejut ternyata suara samar-samar yang sebelumnya merupakan seorang putri dari negeri Ierua itu sendiri.


“Tuan Cadhan, kau baru saja mengatakan bahwa kakak Aisling akan berangkat ke Blueland untuk membantu pasukan kita yang sedang berada disana?” Tanya putri negeri Ierua itu.


“Iya… Lantas kenapa?” Jawab Cadhan, kemudian bertanya balik.


“Tentu saja aku juga ingin ikut bersama dengan kakak Aisling,” jawab putri Ierua itu, yang membuat Cadhan beserta Aisling pun terkejut.


“Tuan putri, kenapa kau ingin ikut?” Tanya Aisling.


“Beberapa saat yang lalu aku mengetahui bahwa putra mahkota Blueland bernama Raquille yang sempat dikatakan meninggal itu ternyata masih hidup dan bahkan menjadi pahlawan utama dalam perang benua Greune…”


“Aku yakin dia pasti sudah mengetahui bahwa wilayah negerinya sedang diserang oleh negeri lain… Sembari membantu para pasukan Ierua aku ingin bertemu dengan Elfman itu,” jawab tuan putri itu, menjelaskan secara panjang lebar bahwa salah satu tujuannya ingin ikut bersama dengan Aisling adalah untuk menemui Raquille.


“Apa kau yakin tuan putri? Bagaimana jika Yang mulia mengetahui jika kau ikut?” Tanya Cadhan.


“Aku sudah yakin… Jika nantinya kita berhasil menang, aku ingin mengambil Elfman itu dan menjadikannya sebagai pasanganku…”


“Dan jika Yang mulia, kurasa kau tinggal berpura-pura mengatakan bahwa tidak mengetahui tentangku tuan Cadhan.”


Cadhan pun hanya bisa setuju mendengar penjelasan dari tuan putri itu yang ingin pergi bersama dengan Aisling ke wilayah Whiteland.


“Aisling… Sembari berada disana, kau juga harus memperhatikan tuan putri,” ucap Cadhan, memberi perintah kepada anaknya.


“Tentu saja ayah… Bagaimanapun juga aku harus melindungi penerus tahta kerajaan ini,” respon Aisling.


Kedua perempuan itu kemudian pergi meninggalkan Cadhan di ruangan tersebut untuk segera berangkat ke wilayah Whiteland.


***


Beberapa saat kemudian, kembali ke wilayah Whiteland, dimana akhirnya para Venerate tingkat atas Whiteland telah berhasil sampai ke daerah perbatasan antara wilayah yang diduduki oleh pasukan Ierua.


Di sebuah kota terlihat pasukan negeri Blueland berusaha bertahan dari serangan pasukan Ierua, beberapa diantara para pasukan Blueland mengalami kekalahan karena tidak bisa menandingi kekuatan dari pasukan Ierua.


Beberapa diantara Venerate tingkat atas negeri Ierua dengan mudah mampu mengungguli kemampuan dari Venerate tingkat atas Blueland.


Hal tersebut lantas membuat Steinolf pun langsung turun tangan untuk membantu para Venerate tingkat atas Blueland kesulitan melawan Venerate Ierua.


“Cukup sampai disini Steinolf….”


Akan tetapi, salah seorang yang merupakan World Venerate serta merupakan pimpinan dari pasukan Ierua yang menginvasi wilayah Whiteland, dengan cepat meluncur dan langsung melancarkan serangan proyeksi energi ke arah Steinolf hingga terhempas ke jarak yang cukup jauh.


“Uakh…” Disaat World Venerate Ierua itu meluncur mendekati Steinolf dan hendak kembali melancarkan serangan, tiba-tiba sebuah palu bergagang pendek melayang menghantam wajahnya, hingga membuat World Venerate itu pun langsung terhempas.