The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 152 - Ras Helfman



“Geheimer windzauberspruch… Mikill vindvirvelschild…”


Dalam sekejap Raquille langsung melancarkan serangan hempasan elemen angin yang kuat hingga bola-bola tersebut terhempas ke segala arah.


“High push shot…” Raquille kemudian mengkonsentrasikan elemen angin tersebut, lalu meluncurkannya ke arah Verre.


Dengan mudah Verre langsung menepis serangan elemen angin itu menggunakan tombak panjangnya hingga lenyap.


“Feuerzauber… Spiral spin fire…” Belum puas Raquille kemudian melancarkan serangan elemen api berbentuk spiral mengarah pada Verre.


Akan tetapi, serangan tersebut tetap sia-sia saja karena kali ini Verre mengacungkan tombak panjangnya ke depan dan meluncur ke arah Raquille dengan cepat.


Dengan refleks Raquille langsung menangkis acungan tombak dari pemuda itu menggunakan pedangnya, namun hal tersebut langsung membuatnya terhempas akibat tekanan kekuatan yang kuat.


Verre mengendalikan bola-bolanya, meluncurkannya untuk menyerang Raquille yang sedang terhempas.


Bola-bola tersebut menyambar Raquille dengan kuat secara bergantian hingga membuat Raquille terus terhempas berkali-kali ke arah yang berbeda.


“Akh…” Verre lalu menggabungkan bola-bola tersebut dan menghantamkannya pada Raquille hingga pemuda Elfman itu terhempas ke bawah, menabrak permukaan dengan kerasnya.


Masih belum puas, bola yang bergabung menjadi satu itu kemudian diluncurkannya kembali pada Raquille yang sedang terkapar di tanah.


Tiba-tiba sebuah dinding es yang tebal muncul menahan bola dari Verre yang meluncur ke arah Raquille.


Verre pun terkejut melihat dinding tersebut, bahkan sama seperti Raquille karena dinding es tersebut bukanlah berasal dari kekuatannya.


“Raquille Noroh… Jika aku membantumu mengalahkan orang itu, apakah kau mau memberitahukan siapa ayahku sebenarnya?”


Ternyata dinding es yang muncul tersebut merupakan teknik yang dilancarkan oleh Phyton. Pemuda itu menawarkan sebuah bantuan untuk melawan Verre dengan alasan agar dia bisa mengetahui identitas dari ayahnya, yang belum pernah dilihatnya sejak kecil.


“Tentu saja… Kenapa tidak? Akan kuberitahukan setelah mengalahkan orang itu,” Ucap Raquille dengan senang hati menerima tawaran bantuan dari Phyton.


“Sialan kau… Di pihak mana sebenarnya kau berada?” Verre pun menjadi geram melihat Phyton tiba-tiba ingin berpihak kepada Raquille yang pada dasarnya merupakan musuh karena berada dipihak kubuh barat.


“Maaf, tapi aku sebenarnya tidak berpihak siapapun, baik itu Pavonas ataupun kubuh barat… Aku hanya ingin mendengar jawabannya yang belum disampaikannya karena kau sebelumnya mengganggu,” ucap Phyton.


Tanpa pikir panjang Verre pun langsung meluncur ke arah Raquille dan Phyton sambil mengacungkan tombak panjangnya.


“Ice spring… Thousand ice thorns…” Dengan sigap Raquille langsung melancarkan teknik ribuan duri esnya, membuat pergerakan Verre langsung terhenti.


Disaat itu juga, Phyton dengan cepat langsung melompat ke arah pemuda itu kemudian mengibaskan pedangnya, menciptakan kobaran api berwarna hitam yang membuat Verre langsung terhempas.


Walaupun serangan dari Phyton membuat Verre terhempas, namun pemuda itu dengan sigap bergerak dan kembali meluncur ke arah Phyton sambil mengacungkan tombak panjangnya lagi.


Saking cepatnya pergerakan Verre, membuat Phyton tidak bisa memprediksinya. Untung saja Raquille dengan cepat muncul dan langsung memegang tombak milik pemuda itu.


Dengan kekuatan fisiknya, Raquille pun meluncurkan Verre ke arah bawah hingga menghantam permukaan dengan keras.


Masih belum mempan juga, Verre yang masih tetap bertahan kemudian tetap meluncur ke arah Raquille dan Phyton.


Melihat pemuda itu datang mendekat, Raquille langsung menciptakan sebuah busur panah dari kekuatan elemen es miliknya.


“Ice cursed… Cold arrow…” Dia kemudian menggunakan pedang berbilah gandanya sebagai ganti dari anak panah yang akan diluncurkannya.


Pedang milik Raquille dengan cepat meluncur ke arah Verre, hingga pemuda itu tidak mampu ketika akan menahannya.


Saat pedang Raquille menancap ke dada kanan dari Venerate Pavonas itu, pemuda Elfman tersebut menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan pedang tersebut kembali ke tangannya kembali.


Disaat Verre sedang terkapar dan lengah, Phyton pun datang dan langsung menganyunkan pedangnya.


“Ukh…” Namun, bola milik Verre yang sebelumnya ditahan menggunakan teknik dinding es langsung menghantam Phyton dengan kuatnya hingga pemuda itu pun terpental hingga menabrak dinding bangunan dengan kerasnya.


Bola tersebut tetap meluncur disaat Phyton kesulitan bergerak untuk berusaha menghindar.


“Divine ice…” Disaat itu juga, Raquille menyelamatkan Phyton dengan membekukan bola milik Verre yang tengah meluncur ke arah pemuda tersebut.


**


Raquille datang menghampiri Verre yang sudah kesulitan untuk bergerak akibat menerima serangan yang sebelumnya dilancarkan oleh pemuda Elfman itu.


“Blitzzauber…”


“Akh…!” Tanpa membuang waktu, Raquille memanfaatkan kesempatan tersebut melancarkan serangan sambaran elemen petir yang berasal dari langit, menghantam Verre hingga pemuda itu pun seketika kembali ke wujud semulanya dan langsung tak sadarkan diri.


“Tuan Raquille… Apakah kau bisa menepati janjimu?” Setelah Raquille mengalahkan Verre, Phyton pun datang menghampiri pemuda Elfman itu dan bertanya tentang kesepakatan mereka sebelumnya.


“Ayahmu adalah salah satu dari ras Elfman… Sejak dulu dia memiliki hubungan dekat dengan ibumu, namun ayahnya tidak merestui hubungan mereka karena hubungan Blueland dan Ierua memang tidak baik,” ucap Raquille, menjelaskan tentang ayah dari pemuda itu.


“Tunggu dulu… Kau bilang ayahku adalah Elfman, apakah mungkin orang itu adalah kau?” Tanya Phyton, menduga sesuatu dari pernyataan yang diucapkan oleh Raquille.


“Eh…” Mendengar hal tersebut Raquille lantas menjadi bingung.


“Tentu saja tidak…” Ucap Raquille dengan tegas, ketika mengerti dengan pertanyaan dari Phyton.


“Kalau begitu, tak usah berbelit-belit… Setidaknya katakan siapa namanya,” balas Phyton.


“Baiklah… Nama ayahmu adalah Cyffredinol Noroh, putra pertama raja Elfman… Dia juga adalah saudaraku…”


“Pria itu sekarang berada di negeri Pavonas dan sedang melawan pasukan kalian yang berada di kota Vinks,” ucap Raquille, memberitahukan identitas ayah dari Phyton yang merupakan Cyffredinol.


“Cyffredinol…” Respon Phyton, terkejut pertama kali mendengar nama dari ayahnya.


“Setahun setelah kelahiranmu, aku membantu ayah, ibumu serta dirimu lari dan menetap di markas organisasi Guardian… Kalian bertiga tinggal di tempat itu sekitar lima tahun…”


“Akan tetapi, saat itu aku menghilang selama sepuluh tahun lamanya, dan masih belum mengetahui alasan mengapa kedua orangtua kalian berpisah… Aku rasa ini karena salahku juga, karena perbuatanku pada sepuluh tahun yang lalu membuat negeri-negeri pendiri organisasi Guardian membenci ras Elfman,” ucap Raquille, menjelaskannya pada Phyton.


“Jika kau bilang bahwa ayahku adalah seorang Elfman, jadi aku juga sebenarnya adalah keturunan ras campuran?” Tanya Phyton.


“Tentu saja… Kau adalah ras campuran yang disebut sebagai Helfman… Kau memiliki seperempat dari darah Elf murni yang mengalir di dalam tubuhmu karena pencampuran genetik dari ayah Elfman dan ibu manusia,” jawab Raquille.


“Helfman… Aku tidak menyangka selama ini memiliki hubungan dengan negeri Blueland… Ibuku selama ini juga tidak pernah mengatakannya padaku.”


“Mungkin ada alasan mengapa ibumu tidak bisa mengatakannya… Aku yakin ibumu pasti selama ini merindukan ayahmu,” ucap Raquille.


“Kurasa penjelasan itu sudah cukup untukmu… Phyton, berhubung kita kini berada di pihak berlawanan, lebih kita lanjutkan dulu pertarungannya,” lanjut Raquille menantang Phyton untuk bertarung kembali karena pemuda itu tetap berada di pihak lawan.


Tanpa pikir panjang, setelah mendengar ucapan dari Raquille, Phyton pun langsung melepaskan pedangnya ke tanah kemudian mengangkat kedua tangannya.