The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 233 - Pergerakan pasukan Blueland terus berlanjut



Bukannya terkejut Ackerlind tiba-tiba membentaknya, Achilles sontak memasang ekspresi senyuman di wajahnya, karena sebenarnya mengetahui bahwa Ackerlind sebenarnya merasa canggung jika harus berbicara dengan Elfman bernama Drannnor tersebut.


“Hahaha… Lihat wajahmu itu kakak…” Achilles sontak tertawa ketika melihat wajah Ackerlind tiba-tiba memerah.


Ackerlind seketika memunculkan sebuah pedang yang merupakan senjata suci miliknya ketika merasa kesal ditertawakan oleh adiknya tersebut. Elfman perempuan itu tanpa pikir panjang langsung melancarkan serangan proyeksi energi berwarna biru dari senjata sucinya tersebut ke arah Achilles.


“Uwaah…!” Saat melihat sebuah serangan proyeksi meluncur ke arahnya Achilles tiba-tiba mengubah ekspresinya merasa terkejut, dan seketika langsung melompat menghindarinya.


“Kakak… Tunggu dulu… Maafkan aku…” Ucap Achilles sambil menghindari serangan proyeksi energi berwarna biru yang terus diluncurkan oleh Ackerlind.


“Aku minta maaf kakak…” Achilles pun lari terbirit-birit menginggalkan Ackerlind, karena menyesal telah meledek kakaknya tersebut.


***


Berpindah pada Cyffredinol dan Raquille, yang dimana telah mengakhiri wujud kekuatan pelepasan kedua mereka dan kembali ke wujud semula karena sudah berhasil mengalahkan salah satu Continent Venerate Fuegonia yang sebelumnya datang menyerang.


Venerate bernama Bindo itu tampak terkapar dengan keadaan yang lemah dan telah kembali ke wujud semulanya akibat tidak mampu lagi melawan dua Continent Venerate yang juga telah mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua sebelumnya.


*


“Sial… Bagaimana caraku memberitahukan bahwa pasukan Blueland menyerang kemari?” Gumam Bindo dalam hati, mengumpat dengan kesalnya, serta bertanya-tanya mengenai caranya memberitahukan kedatangan para Elfman tersebut disamping keadaannya yang sudah tidak memungkinkan untuk bergerak lebih.


**


“Blitzzauber…”


“Akh!” Karena masih sadarkan diri, Raquille seketika melancarkan serangan proyeksi elemen petir ke arah Bindo, hingga membuat pria itu dalam sekejap langsung tak sadarkan diri.


Raquille kemudian mengangkat salah satu tangannya ke arah Bindo sambil mengakses kekuatan sihirnya untuk mengurung Continent Venerate itu ke dalam dimensi spasial yang mampu diakses olehnya.


“Raquille, aku dengar bahwa kau pernah mengatakan sebuah hal mengenai sebuah senjata penghancur milik negeri Fuegonia kepada Ackerlind,” ucap Cyffredinol.


“Jadi, kakak Ackerlind sudah mengatakannya kepadamu?” Tanya Raquille sambil memasang ekspresi terkejut, bahwa Cyffredinol ternyata sudah mengetahui hal tersebut.


Pria Elfman itu pun langsung menganggukkan kepalanya, merespon pertanyaan dari Raquille bahwa dirinya sudah mengetahui hal tersebut.


“Saat aku sedang iseng mencari-cari buku di dalam akademi sihir, tiba-tiba aku mendapatkan sebuah buku sejarah mengenai negeri Fuegonia… Harusnya buku itu tidak pernah ada di negeri kita, karena sebenarnya di dalamnya menceritakan mengenai sejarah dari negeri ini, dan menganggap bahwa para ras Elfman merupakan ras keturunan campuran yang kejam,” ucap Raquille, menjelaskan bagaimana dirinya mendapatkan informasi mengenai senjata penghancur yang dimiliki oleh negeri Fuegonia pada jaman dahulu.


“Entah bagaimana buku itu berada di dalam akademi sihir… Tapi, yang pasti karena sudah mengetahuinya, aku ingin kita menambah misi kita kemari untuk berusaha merebut senjata itu dari pasukan Fuegonia… Karena cepat atau lambat, jika konflik kita dengan negeri ini memanas, aku yakin mereka pasti akan secara terpaksa menggunakan senjata itu untuk menyerang kita,” ucap Cyffredinol.


“Aku sependapat denganmu kakak…” Raquille lantas menjadi sepemikiran dengan kakak pertamanya tersebut untuk berusaha merebut senjata tersebut dari tangan pasukan negeri Fuegonia.


“Jangan khawatir… Untung saja kita sudah berhasil mengalahkan Continent Venerate yang kau kirim ke dalam dimensi spasial milkmu,” ucap Cyffredinol.


Mengetahui bahwa Continent Venerate bernama Bindo tersebut tiba-tiba menyerang Cyffredinol, namun hanya datang sendirian, Raquille pun berpikir bahwa sesuatu yang cukup aneh dengan hal tersebut.


“Apa mungkin sebenarnya Continent Venerate yang kita kalahkan sebelumnya tidak mengetahui bahwa pasukan kita berada di daerah ini… Mungkin saja karena sedang lewat dia tiba-tiba merasakan tekanan kekuatanmu lalu mendekat kemari…” Ucap Raquille.


“Namun, sebenarnya tujuannya ingin kemana sampai bisa melewati daerah ini?” lanjut Raquille berkata, bertanya-tanya mengenai tujuan sebenarnya dari Venerate bernama Bindo tersebut.


“Tak perlu berpikir keras mengenai tujuannya… Yang pasti jika memang benar bahwa dia sebelumnya tidak mengetahui kedatangan kita sebelumnya, maka itu tetap membuat kita tidak diketahui oleh Venerate Fuegonia yang lain,” ucap Cyffredinol, menyarankan Raquille untuk tidak usah memikirkan hal tersebut.


–14 sampai 16 Desember 3011–


Setelah pasukan kembali berkumpul ke kota yang telah dikuasai oleh Cyffredinol, Ackerlind serta yang lain pun terkejut melihat bahwa Raquille sudah berada di tempat itu bergabung dengan mereka dalam penyerangan di wilayah Fugonia tersebut.


Walaupun mengetahui bahwa sempat diantar oleh Lorainne kembali ke akademi sihir sebelum mereka pergi ke wilayah negeri Fuegonia, namun Ackerlind dan yang lain mengetahui bahwa Raquille berada di tempat itu melalui teknik pemanggilan, ditambah juga bahwa Cyffredinol sebelumnya menjelaskan bahwa sempat mendapatkan serangan dari salah satu Continent Venerate Fuegonia, yang membuatnya secara terpaksa membutuhkan bantuan, hingga langsung mengakses teknik tersebut untuk memindahkan Raquille yang sedang berada di akademi sihir ke kota tersebut.


***


Waktu pun berlalu, dimana dalam tiga hari pasukan Blueland kembali memecah menjadi lima kelompok lagi, mereka pun berhasil menguasai kota-kota kecil yang berada di daerah Rocode tersebut tanpa harus mendapatkan serangan dari Venerate negeri Fuegonia.


Setelah pergerakan mereka berhasil menguasai sebagian besar daerah Rocode yang luas tersebut, pasukan Blueland kemudian melanjutkan pergerakan mereka menuju wilayah lembah sungai yang berada di bagian selatan dari daerah tersebut, yang dimana di hulu lembah sungai tersebut.


–17 Desember 3011–


Kembali ke kota Realmton, dimana Aisling serta Venerate Ierua bernama Barnedict telah berada di sebuah salah satu dermaga kota tersebut, sedang menunggu sebuah kapal yang akan berlabuh.


Ketika kapal tersebut berlabuh, tampak empat Venerate Ierua clan Riornain yang sebelumnya diperintahkan oleh Cadhan ke negeri tersebut perlahan-lahan mulai turun ke bawah bersamaan dengan para warga biasa yang juga berada di atas kapal tersebut.


Galcael, salah satu Venerate, yang juga merupakan pemimpin dari mereka sontak melihat ke sekitaran untuk memastikan keberadaan dari informan yang sudah berada di kota itu sebelumnya.


Ketika sedang memperhatikan ke sekitaran, tiba-tiba Aisling dan Barnedict yang merupakan informan tersebut datang menemui keempat Venerate Ierua itu.


“Kalian lama sekali…” Ucap Aisling.


“Aisling… Tuan Barnedict… Apakah sebenarnya informan itu adalah kalian berdua?” Ucap Galcael sambil terkejut, serta bertanya kepada dua Venerate Ierua itu.


Aisling dan Barnedict lantas menganggukkan kepala mereka, merespon bahwa pertanyaan dari pria itu memang benar bahwa mereka berdualah yang menjadi informan yang mencari tahu terlebih dahulu mengenai keadaan dari kota di negeri Fuegonia tersebut.