
“Naga ini sebenarnya adalah salah satu dari ketiga belas harta karun yang mampu merubah wujudnya menjadi seekor naga, layaknya seekor makhluk suci,” ucap Phyton.
Pemuda itu kemudian menjelaskan kepada Raquille bahwa naga tersebut salah satu dari ketiga belas harta karun, yang merupakan baju zirah yang dapat membuat pemakainya meningkatkan kekuatan pertahanan tubuhnya. Harta karun yang berwujud seekor naga tersebut memiliki kemampuan pertahanan yang sangat kokoh hampir sama seperti sebuah jubah yang kini dikenakan oleh Arn.
Dikarenkan kemampuannya tersebut, maka Raquille dan para Venerate yang lain nampak kesusahan untuk mengalahkan naga tersebut. Seberapa kuat serangan yang dilancarkan oleh mereka, sebenarnya masih belum bisa berpengaruh kepada naga tersebut.
Hanya pedang yang dipegang oleh Phyton-lah yang menjadi satu-satunya kelemahan yang mampu menembus pertahan dari baju zirah berwujud naga tersebut.
“Jadi seperti itu yah…” Respon Raquille terhadap penjelasan dari Phyton.
Tak berapa lama naga yang sudah tak sadarkan tersebut memancarkan sebuah cahaya yang cukup terang hingga seketika menciut menjadi sebuah baju zirah, sama seperti yang dijelaskan oleh Phyton sebelumnya.
“Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa mengetahui namaku?” Tanya Phyton sambil kembali ke wujudnya semula, ternyata sedari tadi tidak mengetahui bahwa yang berbicara dengannya merupakan Raquille.
“Eh… Kau tidak mengenaliku?” Tanya balik Raquille, sedikit terkejut pemuda itu tidak mengenalinya.
“Maaf apakah kau adalah Venerate dari Blueland? Aku mendapatkan informasi bahwa tuan Raquille dan para Venerate Blueland sedang mengumpulkan tiga belas harta karun yang berada wilayah utara ini.” Phyton lantas kebingungan karena memang tidak dapat mengenali Raquille dalam wujud hibrida dari kekuatan es ilahi, yang memiliki ciri-ciri seperti ras Giantman berkulit biru dan memiliki sepasang tanduk di kepalanya.
“Haah… Benar juga, bagaimana mungkin kau bisa mengenaliku dalam wujud seperti ini.”
Raquille seketika kembali ke wujudnya semula, yang langsung membuat Phyton pun terkejut, tidak menyangka bahwa makhluk besar berwarna biru itu merupakan Elfman yang dikenalnya.
“Teryata kau tuan Raquille…” Ucap Phyton, terkejut.
“Aku sebenarnya sedikit penasaran karena tidak melihatmu dari tadi,” lanjut pemuda itu berkata.
“Ternyata kau memang datang kemari… Apa kau baik-baik saja telah menjadi salah satu Venerate Pavonas?” Tanya Raquille.
“Tentu saja… Aku bahkan sekarang menjadi pemimpin dari salah satu wilayah di negeri Pavonas walaupun masih berumur sekitar tujuh belas tahun…” Jawab Phyton.
“Tapi, tuan Raquille… Aku ingin tahu tujuanmu ingin mengumpulkan tiga belas harta karun ini sebenarnya untuk apa?” Tanya balik Phyton kepada Raquille.
“Tujuanku yah… Walaupun hanya setengah mempercayai fakta itu, tapi saat mengetahui bahwa jika kita mengumpulkan ketiga belas harta karun ini, maka kita bisa membuat sebuah permohonan… Aku ingin membuat sebuah permohonan untuk bisa menghidupkan kembali rekan-rekanku yang pernah kuhabisi sepuluh tahun yang lalu,” jawab Raquille.
“Ternyata kau ingin membuat sebuah permohonan…” Respon Phyton.
“Kalau begitu aku juga akan membantumu untuk mengumpulkan ketiga belas harta karun itu.” Phyton pun nampak mengerti apa yang dirasakan oleh Raquille karena telah bersalah membantai rekan-rekan anggota Guardian pada sepuluh tahun yang lalu, dan dengan senang hati ingin membantu pemuda Elfman itu untuk mengumpulkan harta karun tersebut.
“Oh iya… Kalau begitu, siapa yang akan menggunakan baju zirah ini?” Tanya Phyton.
“Menurut informasi, jika seseorang menggunakan baju zirah ini, maka itu akan membuat tingkatan kekuatannya meningkat walaupun hanya saat mengenakannya saja,” lanjut Phyton, menjelaskan tentang kemampuan dari salah satu harta karun tersebut kepada Raquille.
“Begitukah… Bagaimana jika aku yang menggunakannya? Akan sekuat apa aku nantinya.” Mendengar hal tersebut, Raquille pun bersemangat ingin langsung mengenakan baju zirah tersebut.
“Ada apa tuan Raquille?” Tanya Phyton, melihat pemuda Elfman itu menaruh kembali baju zirah tersebut di tanah.
“Setidaknya Venerate yang memiliki tingkatan rendah dibandingkan denganku yang harus mengenakan baju zirah ini,” jawab Raquille.
“Arn… Asulf… Ayo kemari,” panggil Raquille pada dua saudara kembar tersebut.
Tak berapa lama kedua saudara kembar itu pun langsung datang menghampiri Raquille dan Phyton.
“Ada apa kakak?” Tanya Arn.
“Siapa diantara kalian yang ingin mengenakan baju zirah ini?” Tanya balik Raquille.
Arn dan Asulf pun nampak hanya diam, tidak menjawab pertanyaan dari Raquille karena mereka memang tidak berminat untuk memakai benda tersebut.
“Ayolah… Jika kalian menggunakan baju zirah ini, maka tingkatan kekuatan kalian akan meningkat… Kalian tidak mau seperti itu?” Ucap Raquille, meyakinkan dua bsaudara kembar itu, agar salah satu diantara mereka mau mengenakan baju zirah tersebut.
“Tidak terima kasih kakak, aku lebih baik seperti ini saja… Aku itu sangat itu sangat membenci kenikmatan sesaat,” ucap Asulf, dan seketika langsung pergi berlari meninggalkan Raquille dan yang lain.
“Hei Asulf… Mau kemana kau?” Panggil Raquille, namun pria itu sudah terlanjur pergi.
Setelah Asulf menolak, pandangan Raquille kemudian tertuju kepada Arn, yang merupakan satu-satunya orang yang diinginkan oleh pemuda Elfman itu untuk mengenakan baju zirah tersebut.
“Tapi aku sudah mengenakan jubah ini… Setidaknya kemampuan zirah itu memiliki kekuatan pertahanan seperti jubah yang kupakai ini,” ucap Arn, menolak dengan memberi alasan bahwa percuma saja mengenakan baju zirah tersebut karena dia sudah memiliki kemampuan yang mirip dengan jubah yang dikenakannya.
“Setidaknya kekuatan pertahananmu akan lebih unggul dari yang lain… Ayolah, dengan mengenakan ini, kau akan terlihat seperti para Venerate Brizora, yang sering disebut sebagai para kesatria itu,” ucap Raquille, meyakinkan pria itu.
“Apa mungkin aku akan dijadikan seperti tameng nantinya?”
“Iya, bisa dibilang seperti itu… Saat kau berhadapan dengan wujud naga dari zirah saja kau masih tidak apa-apa… Pasti pertahananmu akan menjadi lebih kokoh lagi,” ucap Raquille, terus membujuk Arn agar mengenakan zirah tersebut.
“Haah… Baiklah… Berikan padaku…”
Arn pun langsung terbujuk oleh rayuan Raquille, dan tidak mempunyai pilihan selain harus memakai baju zirah tersebut.
Pria itu kemudian menggunakan kekuatan sihirnya agar dapat langsung mengenakan baju zirah tersebut tanpa harus membuang waktu lebih lama lagi.
Setelah mengenakan baju zirah tersebut, Arn seketika memikirkan tentang pernyataan dari Raquille sebelumnya, yang mengatakan bahwa kemampuan dari baju zirah tersebut mampu meningkatkan tingkatan kekuatan mereka.
Arn pun mencoba untuk melayang ke udara, dan akhirnya hal tersebut terjadi, layaknya dirinya kini telah menjadi Venerate tingkat atas.
“Kakak, lihat ini… Aku bahkan tidak perlu menggunakan sayap proyeksi sihir untuk bisa melayang di udara,” ucap Arn, nampak merasa senang mempunyai kemampuan seperti itu untuk pertama kalinya.