The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 184 - Raquille dan yang lain berhadapan dengan Venerate Brizora



“Tidak kusangka, ternyata informasi itu benar bahwa kalian akan datang kemari,” ucap pria itu.


**


“Eh… Kukira kami sebelumnya belum menginfokan untuk kedatangan kami,” balas Arn, nampak kebingungan mendengar pernyataan dari pria itu, yang bahkan setahunya mereka belum pernah menginfokan ke negeri Brizora bahwa mereka akan datang ke tempat itu.


Tiba-tiba pria itu langsung melancarkan serangan proyeksi elemen petir dari pedangnya ke arah Anhilde.


“Akh!” Tidak menyangka serangan tersebut, Anhilde pun seketika menerimanya hingga membuat perempuan itu seketika menjerit dan jatuh terkapar tak sadarkan diri.


“Anhilde…” Ucap Arn, tampak terkejut tidak menyangka bahwa mereka akan mendapatkan serangan.


“Hei sialan… Apa-apaan kau? Kenapa kau menyerang kami? Kami datang kemari untuk berniat baik,” ucap Arn, dengan ekspresi campur aduk akibat keadaan tersebut.


**


“Aku tidak peduli dengan penjelasanmu… Yang pasti jika telah berada disini, itu telah membuktikan kepadaku bahwa kalian datang dengan berniat buruk,” ucap pria itu sambil memegang erat kedua pedangnya, bersiap untuk melawan Arn dan Asulf yang berada di depannya.


**


“Arn, sepertinya kita harus melawannya dulu, sembari kakak Raquille dan yang lain datang,” ucap Asulf.


Pria itu kemudian mengakses kekuatan sihirnya memunculkan sebuah tombak yang disimpan ke dalam ruang spasial yang berada di dalam cincin, yang dipakainya.


“Sial… Entah apa alasan mereka seperti ini…” Respon Arn, juga melakukan hal yang sama seperti Asulf untuk memunculkan sebuah tombak yang merupakan senjata sucinya.


“Arn… Entah bagaimanapun kita harus mencoba bertahan sembari yang lain sampai… Namun, aku ragu untuk melawan pria itu, karena sepertinya dia bukanlah Venerate yang setarah dengan kita,” ucap Asulf, tampak merasakan bahwa pria berbaju zirah yang berada di depan mereka itu memiliki tingkatan kekuatan yang jauh di atas mereka.


“Entahlah, yang pasti kita harus melawan mereka,” balas Arn, tampak bersiap untuk melawan para prajurit Brizora yang sedang mengepung mereka, serta pria yang berada di depan mereka tersebut.


***


Beberapa saat kemudian Raquille, Hyphilia dan Haltryg sampai di kota Lenond dan langsung mendarat di dalam kediaman pemimpin negeri Brizora yang luas.


“Hei, apa ada orang disini!” Teriak Raquille, karena tidak melihat satupun orang berada di sekitar tempat itu.


“Raquille, apa yang kau lakukan?” Hal itu lantas membuat Hyphilia langsung memperingati pemuda Elfman itu.


“Maaf, aku hanya refleks berteriak saja,” ucap Raquille.


“Hmph… Ini aneh, padahal ini bukankah ini adalah kediaman dari ratu Harmae II, tapi kenapa tidak ada satu orang pun yang terlihat, bahkan prajurit yang sedang berjaga juga tampak tidak ada,” ucap Haltryg, merasa heran dengan kediaman yang luas serta sunyi itu.


“Uakh…!” Tiba-tiba Arn beserta Asulf terhempas ke arah Raquille dan yang lain, hingga membuat mereka pun sontak terkejut.


“Kenapa dengan kalian?” Tanya Raquille, tampak khawatir melihat mereka tiba-tiba terhempas.


“Venerate tiba-tiba menyerang kami,” ucap Arn.


Baru saja mengatakan hal tersebut, para prajurit Venearte Brizora seketika datang dan langsung mengepung Raquille dan yang lain.


“Bagaimana dengan Anhilde? Dimana dia?” Tanya Raquille mengenai saudara perempuan dari kedua pria itu.


“Dia tadi mendapatkan serangan dan langsung tak sadarkan diri di luar tempat ini,” jawab Asulf.


“Kakak… Harry… Tolong tangani para prajurit ini, aku akan pergi menolong Anhilde,” ucap Raquille kepada Hyphilia serta Haltryg, kemudian langsung memunculkan palu yang merupakan senjata sucinya.


Dengan sigap Raquille langsung melempar palunya ke depan hingga barisan prajurit tersebut terbongkar, hingga pemuda Elfman itu langsung dapat melewati mereka menuju gerbang masuk kediaman tersebut.


***


Raquille yang terbang dengan kecepatan penuh sontak melihat pria yang sebelumnya melancarkan serangan elemen petir kepada Anhilde, tampak ingin menyerang perempuan itu yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri.


Dalam sekejap palu Raquille yang diluncurkannya langsung kembali tangannya, dengan cepat pemuda Elfman itu melempar kembali palunya tersebut ke arah pria Brizora itu.


Karena merasakan sesuatu yang datang pria itu pun langsung menoleh, dengan refleks saat melihat sebuah palu meluncur ke arahnya, pria itu lantas langsung menangkis menggunakan pedangnya, namun hal tersebut tetap membuatnya terhempas akibat tekanan luncuran yang kuat dari palu milik Raquille.


Ketika memiliki kesempatan, Raquille dengan cepat mengangkat Anhilde lalu membawanya terbang menuju tempat dimana Hyphilia dan yang lain berada.


Akan tetapi, pria yang sebelumnya terhempas dalam sekejap telah berada tepat di belakang pemuda Elfman itu sambil hendak menganyunkan pedang miliknya yang memancarkan elemen petir.


“Fenjolnir!”


“Ukh…” Saat Raquille meneriakan nama dari palu milik, tiba-tiba palu tersebut meluncur dan menghantam pria itu hingga terhempas.


Raquille pun menambah kecepatan terbangnya untuk lebih cepat sampai ke arah Hyphilia dan yang lain.


**


Di dalam kediaman, tampak Hyphilia beserta Haltryg dengan santai melawan para prajurit Brizora sambil melindungi Arnd an Asulf yang sedang memulihkan diri mereka akibat melawan para prajurit Brizora serta pria yang memiliki teknik elemen petir sebelumnya.


“Blitzzauber… Shock stamp…”


“Uakh…!” Merasa bosan karena para prajurit itu masih tetap bersikukuh menyerang mereka, Hyphilia pun tiba-tiba menghentakan salah satu kakinya ke tanah, menciptakan sebuah gelombang elemen petir yang langsung membuat semua prajurit Brizora kalah dalam sekejap.


Akan tetapi, seketika seorang pria muncul dan langsung menganyunkan pedang yang dipegangnya ke arah Hyphilia.


“Windzauber… Rolling pushing…” Dengan sigap Haltryg melancarkan serangan dorongan elemen angin membuat pria itu terhempas, sehingga ayunan serangan gagal dilancarkan ke arah Hyphilia.


“Sama-sama kakak…” Ucap Haltyg, tanpa harus menunggu mendapatkan respon dari Hyphilia terlebih dahulu.


**


Pria yang terhempas sebelumnya dengan sigap menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh. Dia kemudian dengan tepat berhenti disamping salah satu Venerate Brizora yang memiliki penampilan sepertinya dengan mengenakan sebuah baju zirah.


“Sepertinya mereka Continent Venerate,” ucap pria yang sebelumnya dihempaskan oleh Haltryg.


“Kalau begitu, kita memilih lawan yang sepadan sekarang,” ucap pria yang berada di sebelahnya, lalu tiba-tiba memunculkan sebuah tombak.


**


Tak berapa lama Raquille pun datang sambil membawa Anhilde. Pemuda Elfman itu kemudian menurunkan Anhilde agar Arn serta Asulf bisa memulihkan keadaan dari saudara perempuan mereka.


**


Tak berapa lama setelahnya juga, pria yang memiliki teknik elemen petir datang menghampiri dua Venearte Brizora yang sedang memperhatikan Hyphilia dan yang lain.


“Tuan muda… Apakah mereka adalah para Venerate Blueland?” ucap pria yang memegang tombak, bertanya kepada pria yang memiliki teknik elemen petir dengan menyebutnya sebagai tuan muda.


“Iya… Sebelumnya kupikir mereka hanyalah bertiga… Tapi, tiga orang yang baru muncul sepertinya merupakan Venerate tingkat atas,” jawab pria yang disebut sebagai tuan muda tersebut, langsung merasa tekanan kekuatan Raquille, Hyphilia serta Haltryg berada di atas tingkatan Land Venerate.