The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 140 - Phobia pada suara keras



Dalam sekejap, pria yang merupakan makhluk suci itu mengeluarkan sebuah teriak yang sangat keras hingga Raquille seketika terhempas.


Efek dari teriakannya tersebut terus menyebar hingga menghancurkan bangunan-bangunan yang masih berdiri kokoh. Bukan hanya itu saja, semua prajurit kubuh barat yang tidak kuat mendengar teriakan tersebut sontak langsung tak sadarkan diri secara bersamaan.


Setelah dihempaskan oleh efek teriakan makhluk suci tersebut, Raquille pun kembali berdiri dengan ekspresi terkejut.


Ketika makhluk suci itu kembali berteriak, efek suaranya pun membuat tubuh Raquille menjadi gemetaran, pemuda Elfman itu sontak mengingat memori masa lalunya, dimana dirinya sebenarnya memiliki phobia pada suara yang sangat keras.


Raquille berlutut memejamkan matanya sambil menutup kedua telinganya dengan kuat, sangat ketakutan mendengar teriakan makhluk suci itu.


Hal tersebut langsung dimanfaatkan oleh makhluk suci itu dengan langsung meluncur ke arah Raquille hendak menyerangnya.


Disaat makhluk suci itu akan menyerang Raquille tiba-tiba Aguirre datang menghalanginya.


“Feuerzauber…” Dengan sigap Aguirre melancarkan serangan elemen api, membuat makhluk suci itu seketika terhempas ke jarak yang cukup jauh.


“Setelah melihat kau ketakutan mendengar teriakannya, aku kembali ingat bahwa sedari kecil memang sangat takut dengan suara yang sangat keras…” Ucap Aguirre.


“Jangan khawatir, kau tenangkan pikiranmu terlebih dahulu… Biar aku yang menangani makhluk itu,” lanjutnya berkata kemudian meluncur mendekati makhluk suci tersebut.


Aguirre pun bertarung melawan makhluk suci tersebut. Sesekali makhluk suci itu mengeluarkan suara teriakan, namun tidak berefek apa-apa pada pria Elfman itu.


Makhluk suci kemudian melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, yang langsung membuat Aguirre dengan sigap membalas serangannya dengan mengeluarkan proyeksi energi berwarna merahnya.


Tabrakan kedua serangan tersebut sontak menciptakan pancaran gelombang kejut yang besar, membuat puing-puing bangunan yang berada di sekitar Aguirre dan makhluk suci itu terhempas ke segala arah.


**


Hal tersebut langsung memancing perhatian para Venerate tingkat atas yang sedang bertarung, baik itu para Continent Venerate maupun para World Venerate.


**


“Siapa Venerate itu?” Tanya Geonard, melihat pria yang sedang dilawan oleh Aguirre.


“Yang mulia, orang yang dilawan oleh Elfman itu sebenarnya adalah sesosok makhluk suci,” jawab Saulovas.


“Makhluk suci…?” Ucap Geonard, terkejut mendengar pernyataan dari Saulovas.


“Benar Yang mulia, aku saat pertama kali juga saja tidak menyangka bahwa pria itu adalah sesosok makhluk suci… Entah bagaimana caranya makhluk suci itu mau bekerja sama dengan Rumen Sayruz,” balas Saulovas.


***


Di sisi lain terlihat Frodor yang sebelumnya bertarung melawan Gazou, kini telah berhasil membuat pria Pavonas itu terkapar tak berdaya.


Saat melihat Aguirre mulai kesulitan menangani makhluk suci yang dilawannya, pria Frieden itu pun dengan cepat meluncur hendak membantu Aguirre.


***


Frodor datang membantu Aguirre, menyeimbangkan kekuatan mereka melawan makhluk suci tersebut.


Aguirre dan Forodor melancarkan serangan mereka secara bergantian dengan sangat cepat, namun dengan sigap makhluk suci tersebut menghindari setiap serangan mereka kemudian melancarkan serangan balasan hingga keduanya pun terhempas secara bersamaan.


***


“Yang mulia, lebih baik kau dan dua World Venerate lainnya, pergi melawan makhluk suci itu… Kekuatannya kemungkinan setara dengan seorang World Venerate saat menggunakan kekuatan pelepasan kedua...” Kembali pada pertarungan antara para World Venerate, dimana Saulovas menyuruh tiga World Venerate Frieden itu, termasuk Geonard untuk membantu Aguirre dan Frodor.


“Apa kau yakin?” Tanya Geonard.


“Tenang saja kami berdua bisa menahan para World Venerate ini,” jawab Saulovas, meyakinkan Geonard.


Raja Frieden itu kemudian pergi bersama dengan dua World Venerate Frieden untuk membantu Frodor dan Aguirre.


“Kalau begitu lawan aku Zora Temyz,” ucap Saulovas, menantang satu-satu perempuan diantara tiga World Venerate Pavonas.


***


Beralih pada Aguirre dan Frodor, yang kini telah kembali berdiri setelah terhempas menerima serangan sebelumnya.


Mereka berdua terkejut ketika melihat tiga World Venerate Fireden datang melawan makhluk suci tersebut.


“Tuan Aguirre… Bagaimana pun juga hari ini kita harus mengalahkan pasukan Pavonas… Aku ingin kau dan yang lain langsung menuju saja ke kota Vosmoc, karena disana juga masih terdapat para Venerate tingkat atas lainnya…” ucap Frodor.


“Tenang saja, kami pasti bisa mengalahkan mereka yang berada disini,” lanjut Frodor meyakinkan Aguirre.


“Baiklah… Kuharap kalian baik-baik saja.”


Setelah Aguirre paham dengan ucapan Frodor, pria Frieden itu pun langsung meluncur membantu para rekannya melawan makhluk suci tersebut.


**


“Raquille, kau sudah tidak apa-apa?” Aguirre pergi menghampiri Raquille lalu menanyakan keadaannya.


“Tenang saja kakak… Tadi itu aku hanya terkejut saja,” jawab Raquille, sudah tidak merasa takut lagi karena makhluk suci tersebut sudah tidak mengeluarkan suara teriakan kerasnya akibat karena tidak mempan saat melawan para Venerate tingkat atas.


Tak lama kemudian, Achilles, Cyffredinol, Alyara, Azouraz serta Wilrock datang menghampiri dua Elfman tersebut.


“Baiklah, dengarkan aku… Hari ini kita pasti akan mengalahkan pasukan Pavonas, jadi untuk itu kita harus segera ke ibukota melawan semua pasukan yang masih tersisa disana…” Ucap Aguirre.


“Apa kalian semua siap? Walaupun hanya kita berlima saja?” Lanjutnya, bertanya pada Raquille dan yang lain.


Tanpa pikir panjang, keenam orang yang ditanya oleh Aguirre langsung menganggukkan kepala mereka, tidak masalah dengan hal tersebut.


“Oke waktunya kita berangkat…”


Setelah Aguirre mengatakan hal tersebut, semuanya pun terbang ke langit dengan kecepatan penuh.


***


Kembali pada Gazou yang ternyata masih bisa berdiri setelah dikalahkan oleh Frodor sebelumnya.


Pria itu tiba-tiba melihat Raquille dan yang lain akan segera meninggalkan kota Vinks dan menuju ke arah kota Vosmoc.


Melihat hal tersebut, Gazou pun tidak membiarkannya, dengan cepat pria itu berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya.


Tombak kapak yang dipegang olehnya seketika memancarkan pancaran elemen petir yang besar, yang sontak langsung terserap masuk ke dalam tubuhnya.


“Niji kaihou… Raikou the god of thunder…”


***


Tiba-tiba sebuah sambaran petir yang sangat besar menyambar tepat di depan Raquille dan yang lain hingga membuat mereka langsung berhenti.


Mereka pun terkejut melihat Gazou muncul di depan mereka semua dengan penampilan yang berbeda setelah mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya.


Seluruh kulit tubuh pria itu nampak berubah menjadi merah, memancarkan percikan petir berwarna kuning. Pria itu memiliki sepasang tanduk di kepalanya serta sebuah lingkaran terbentuk dari elemen petir, yang melingkar dari bagian belakang atas kepala sampai ke bagian belakang punggungnya.


“Feuerzauber… Long way fire…” Raquille tiba-tiba melancarkan serangan elemen api, membuat Gazou terhempas, walaupun sebenarnya masih cukup untuk bisa mengalahkan pria itu.


“Sial… Selalu saja ada pengganggu…” Keluh Aguirre, melihat pria itu menghalangi jalan mereka.


Sontak Achilles, Cyffredinol, Azouraz dan Wilrock pun maju selangkah berniat untuk melawan pria itu.


“Aguirre, Raquille… Dan nona asing… Lebih baik kalian duluan saja. Kami akan menyusul setelah mengalahkan orang itu,” ucap Cyffredinol.