The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 108 - Pemimpin negeri Graina



“Haah… Apakah kali ini aku akan disebut sebagai prajurit fajar?”


Tampak seorang pria, yang tidak lain merupakan Spirgios tiba-tiba muncul. Dengan membelakangi sinar matahari pagi, pria itu berjalan perlahan-lahan menghampiri Sirozovia.


Dia kemudian mengulurkan tangannya dan menggapai tangan Sirozovia untuk membantu perempuan itu berdiri.


“Kenapa kau ada di tempat ini?” Tanya Sirozovia nampak terkejut melihat raja negeri Geracie itu.


“Ada seseorang yang meminta bantuan kami,” jawab Spirgios.


“Spirgios sang prajurit senja, bagaimana bisa kau ada disini?” Selain itu, Venerate yang berasal dari negeri Tsureya tersebut juga nampak terkejut melihat raja dari negeri musuh bebuyutannya datang untuk membantu pasukan Nascunia.


Venerate Tsureya itu mengingkatkan kekuatannya, hingga pancaran energi yang keluar dari tubuhnya kini menjadi leih besar dari sebelumnya.


Tanpa pikir panjang Venerate tersebut seketika maju ke arah Spirgios hendak menyerang pria itu.


***


Di sisi lain, Auremil yang sedang berhadapan dengan tiga Land Venerate dari negeri Tsureya, mulai kewalahan mengatasi mereka yang memiliki kecepatan serangan di atas rata-rata.


“Haah… Haah…” Sesekali pria Nascunia itu, membuang nafas panjang saking banyaknya serangan yang dia lancarkan sulit untuk mengenai tiga Venerate tersebut.


“Hei, putra mahkota… Ada apa denganmu? Kau yang mengatakan sendiri sebelumnya bahwa tiga Land Venerate masih belum cukup untuk mengalahkanmu,” ucap salah satu Venerate Tsureya, mulai meremehkan Auremil yang telah kewalahan melawan mereka.


“Diam kalian…” Auremil pun kini memunculkan sebuah pedang dan dengan sigap maju sambil mengayunkan pedangnya ke arah tiga orang tersebut.


Serangannya percuma saja, karena dengan mudahnya tiga Venerate Tsureya itu dapat menghindarinya.


Salah satu Venerate dengan cepat langsung melancarkan serangan balasan dengan melepaskan proyeksi energi ke arah Auremil.


“Hmph… Ternyata memang sulit juga menumbangkan seorang Continent Venerate.”


Walaupun Venerate Tsureya itu dapat mendaratkan sebuah serangan kepada Auremil, namun serangan tersebut masih belum apa-apa bagi pria Nascunia tersebut. Auremil bahkan bisa menahan serangan tersebut tanpa membuat bergeming sedikitpun.


Melihat serangan tersebut tidak berefek apa-apa, ketiga Venerate Tsureya itu seketika berkonsentrasi meningkatkan kekuatan.


*


“Sepertinya mereka akan mengaktifkan kekuatan ekdosi…” Ucap Aurmeil dalam hati, menjadi lebih bersiaga.


**


“Akh…!” Disaat ketiga Venerate itu sedang berkonsentrasi, tiba-tiba sebuah pancaran cahaya yang sangat menyilaukan lewat, dan seketika membuat ketiga orang itu terhempas.


Cahaya tersebut meluncur ke arah Auremil, membuat pria itu dengan sigap mengayunkan pedangnya.


Namun, dalam sekejap cahaya tersebut berbelok menghindari ayunan serangan Auremil. Cahaya tersebut tiba-tiba berhenti tepat dibelakang pria Nascunia itu.


“Hei, padahal aku kemari untuk membantumu…” Saat cahaya tersebut memudar, terlihat prajurit Geracie yang pernah bermohon kepada Auremil untuk membebaskan Spirgios sebelumnya.


“Aku pikir kau tidak akan datang,” ucap Auremil.


Ternyata sejak awal pria Nascunia itu datang bersama dengan saudaranya, Sirozovia ke kota tersebut dia telah menghubungi prajurit Geracie tersebut untuk meminta bantuan. Alasan yang Auremil katakan agar Geracie membantu Nascunia adalah karena dirinya pernah membebaskan raja mereka.


“Vyalko Hrisvakos… Ada apa dia kemari?” Ucap salah satu Venerate Tsureya tampak terkejut melihat prajurit Geracie itu.


Tiga Venerate Tsureya tersebut kembali berdiri. Dalam sekejap mereka bergerak mendekati Auremil dan prajurit prajurit bernama Vyalko tersebut.


Dengan gegabah Venerate Tsureya itu bergerak tanpa memikirkan bahwa kini mereka akan melawan dua Venerate yang memiliki tingkatan di atas mereka.


Baru saja Auremil bersiap untuk menahan serangan dari tiga Venerate tersebut, seketika prajurit bernama Vyalko dengan sekejap bergerak melewati tiga Venerate tersebut, membuat mereka tiba-tiba terdiam.


“God lightning… Deadly lightning…”


“Akh…!” Dengan sekejap petir menyambar ketiga orang itu secara bersamaan, hingga membuat mereka tak berdaya.


Auremil sedikit terkejut melihat kecepatan prajurit Geracie itu. Dia bahkan mampu menandingi kecepatan dari para Venerate Tsureya yang tidak bisa diserangnya sejak tadi.


***


Kemudian, pesawat tempur Graina yang masih meluncurkan tembakan tiba-tiba saja mendapatkan serangan beruntun dari armada pesawat tempur Geracie, yang membuat pesawat tersebut jatuh diluar kota dan kemudian meledak.


***


“Geracie… Bagaimana mungkin?” Venerate dari Graina yang sedang berhadapan dengan Silvensi seketika terkejut melihat armada pesawat Geracie datang membantu pasukan Nascunia.


“Akh…!” Disaat yang bersamaan, ketika Venerate tersebut lengah, Silvensi langsung menyerangnya hingga membuat Venerate itu terhempas.


“Geracie… Kenapa mereka bisa datang kemari?” Silvensi juga nampak kebingungan melihat pasukan Geracie datang membantu mereka.


“Hmph… Sepertinya keadaan sudah berbalik sekarang.”


“Kau…?” Silvensi tampak terkejut ketika melihat Spirgios tiba-tiba telah berada tepat disampingnya.


“Jangan salah paham dulu tuan, kami kemari hanya untuk membantu kalian melawan pasukan musuh,” ucap Spirgios.


“Yah, aku bisa melihatnya… Tapi, pasukan kalian sekarang yang terlihat lebih menakutkan,” balas Silvensi, melihat jumlah pesawat Geracie.


***


Beberapa saat kemudian, pasukan Graina serta pasukan aliansi mereka akhirnya berhasil dikalahkan. Merekapun akhirnya ditangkap oleh para prajurit Nascunia dan Geracie.


Silvensi serta Spirgios datang menghampiri Venerate pemimpin dari Graina yang tertangkap tersebut.


“Wah, lihatlah ini… Kita bahkan berhasil menangkap salah satu Venerate terkuat negeri Graina, Arvorys Cheverno,” ucap Spirgios.


“Prajurit senja, ada apa kau mencampuri permasalahan kami disini… Kau mau mencari masalah dengan Graina rupanya,” balas pria bernama Arvorys.


“Hei, Silvensi… Kau pikir aliansimu ini bisa dpercaya. Mereka adalah pasukan yang sering menginvasi negeri-negeri lain dengan kejamnya… Tsereya dan bangsa-bangsa Seremoschan pun bahkan sangat membenci mereka…” Lanjut Arvorys menjelaskan kepada Silvensi bahwa pasukan Geracie sebenarnya tidak dapat dipercaya.


“Aku yakin mereka pasti mengincar pemilik kekuatan kekangan jiwa, sama seperti kami…”


“Sudahlah, jangan banyak bicara lagi… Sekarang terima saja bahwa kau akan menjadi tawanan kami,” ucap Silvensi memotong pembicaraan pria bernama Arvorys tersebut.


Namun disamping itu, setelah mendengar perkataan Venerate Graina, Silvensi memang merasa ragu bahwa pasukan Geracie dan rajanya tersebut datang menolong pasukan mereka tanpa mengharapkan sesuatu.


Pria itu tidak bisa berbuat apa-apa, dikarenakan mereka saat ini sangat membutuhkan pasukan Geracie untuk membantu mereka memukul mundur pasukan aliansi musuh.


–13 sampai 15 Februari 1431–


Setelah pasukan Graina dan aliansinya dikalahkan, pasukan Nascunia dibantu dengan pasukan Geracie kemudian pergi ke kota Nascunia yang diduduki oleh pasukan Aliansi musuh.


Dikarenakan Venerate pemimpin mereka, Arvorys Cheverno telah dikalahkan, dan hanya menyisakan Venerate yang berasal dari Ledyana sebagai prajurit terkuat mereka, maka pasukan Nascunia bersama dengan pasukan Geracie, berhasil memukul mundur pasukan aliansi musuh tersebut keluar dari negeri Nascunia.


–16 Februari 1431–


Empat hari setelah kepergian Sirozovia bersama Auremil ke medan perang, kedua orang itu pun akhirnya kembali ke kota Dupstepa bersama dengan pasukan Nascunia serta pasukan Geracie.


Setelah menginformasikan kemenangan mereka, tiba-tiba saja sang raja Nascunia terkejut melihat Spirgios bersama dengan salah satu prajurit Geracie, Vyalko memasuki ruang singgasana.


Spirgios menjelaskan bahwa mereka datang membantu Nascunia karena ingin mengucapkan terima kasih karena tidak memperpanjang masalah pria itu saat tertangkap oleh para prajurit Nascunia sebelumnya di kota perbatasan Nascunia dan Geracie.


Raja Nascunia pun paham dengan penjelasan Spirgios dan akhirnya bisa sedikit mempercayai pria itu bersama dengan pasukannya yang datang ke negerinya tersebut.


***


Berpindah ke ibukota negeri Graina. Kabar tentang kekalahan Graina bersama dengan aliansinya akhirnya didengar oleh presiden Graina.


“Jadi Arvorys telah ditangkap oleh Nascunia… Dan lebih dari itu ternyata Geracie membantu mereka.” Terlihat presiden Graina tampak kesal mendengar informasi tersebut.


Dengan kesal, orang itu seketika mengeluarkan tekanan kekuatannya yang sampai membuat ibukota tersebut berguncang.


Pria yang merupakan presiden tersebut tidak lain adalah Arvhen Horyenko, pemimpin negeri Graina yang masih hidup sampai abad tiga puluh satu, dan menjadi salah satu pemimpin dari kubuh timur.