
Vahal maju perlahan-lahan mendekati perempuan itu sambil memunculkan sebuah pedang. Dia mengangkat ke atas pedang itu lalu melapisinya dengan proyeksi energinya.
“Uakh…!” Belum saja Vahal akan mengayunkan pedangnya untuk mengakhiri perempuan itu, tiba-tiba Gazou terhempas ke dalam bangunan itu menghantam pria tersebut.
“Tuan Vahal, kenapa kau berada di tempat ini dan tidak bertarung bersama kami?” Tanya Gazou sambil kembali berdiri.
“Aku harus mengakhiri perempuan itu karena sudah berani berkhianat kepada kita,” jawab Vahal sambil menunjuk perempuan yang berada di depan mereka.
“Entah dia akan membelot ataupun tidak, yang pasti masalah tahan sebentar dulu… Lihat, di depan kita.” Namun, Gazou masih belum mau mempermasalahkan tentang hal tersebut karena tepat juga di depan mereka Frodor nampak mendekat untuk melancarkan serangan kembali.
“Ukh…!” Saat Gazou akan melancarkan sebuah serangan, tiba-tiba Aguirre muncul dengan langsung menendang pria itu dengan kuatnya sampai terhempas.
“Akh…!” Disaat yang bersamaan juga Raquille dari arah yang berlawanan muncul dan melakukan hal yang sama kepada Vahal.
Alhasil dua Venerate Pavonas itu terhempas ke jarak yang jauh keluar dari bangunan tersebut.
“Raquille, kau datang kemari?” Tanya Aguirre, terkejut melihat saudaranya tersebut berada di kota Vinks.
“Tentu saja, aku juga mau menolong kakak Achilles dan kakak Cyffredinol, serta mengakhiri peperangan ini secepatnya,” jawab Raquille.
Bukan hanya Aguirre yang terlihat terkejut, World Venerate Frieden yang berada di depan juga tampak terkejut melihat dua orang yang akan diserangnya tiba-tiba didahului oleh dua Elfman bersaudara tersebut.
“Tuan-tuan Elfman, jika kalian sudah berada disini, apakah mungkin negeri-negeri kubuh timur yang kalian serang sudah dikalahkan?” Tanya Frodor.
“Memang sedikit aneh, tapi negeri Riemic memutuskan untuk membelot ke kubuh barat… Sebelumnya aku tidak mempercayai mereka, namun setidaknya itu membuat pasukan kita bertambah lagi,” jawab Aguirre.
“Dan untuk negeri Gimoscha, Geracie dan Graina tenang saja, semua pasukan itu sudah dikalahkan dan memutuskan untuk keluar dari kubuh timur…” jawab juga Raquille.
“Begitu yah… Akhirnya musuh kita tinggallah pasukan Pavonas… Aku menjadi semangat karena ini adalah pertempuran terakhir kita,” ucap Frodor, tampak senang menerima informasi yang diberikan oleh dua ras Elfman itu.
Ekspresi Frodor tiba-tiba berubah menjadi serius ketika menyadari bahwa ada lagi seorang musuh yang berada di dekat mereka.
Pria itu menghadap ke belakang dan langsung menghunuskan tombak kapaknya kepada perempuan yang hampir diakhiri oleh Vahal sebelumnya.
“Apa keputusanmu sekarang nona? Sepertinya kau bukanlah World Venerate… Jadi itu membuatmu mustahil untuk melawan kami ataupun melarikan diri,” ucap Frodor dengan ekspresi serius, mengancam perempuan Pavonas itu agar menyerah.
“Pertama-tama perkenalkan namaku Anatoliv Yermovna, aku sebenarnya adalah Continent Venerate yang menjabat sebagai pemimpin kota…”
“Aku tidak peduli siapapun kau… Aku hanya ingin mendengar apakah kau akan menyerah sekarang atau tidak.”
Frodor langsung memotong ucapan perempuan itu karena mengatakan hal yang tidak penting baginya. Pria Frieden itu lebih mengancam perempuan tersebut dengan mendekat dan menodong bilah tajam ke leher perempuan itu.
“Eh…” Tiba-tiba sebuah gelang pengekang kekuatan energi dari Venerate terpasang di tangan Frodor akibat ulah perempuan itu.
“Akh…” Dengan mudah perempuan itu merebut tombak kapak Frodor sambil menendangnya hingga tersungkur.
Perempuan itu dengan cepat meluncurkan tombak kapak yang direbutnya ke arah Aguirre, namun dengan mudahnya juga Aguirre menangkap senjata itu.
Raquille yang tidak mendapatkan serangan dengan cepat maju ke arah perempuan itu hendak menyerangnya.
***
Berpindah ke ibukota negeri Pavonas, ternyata perempuan itu menggunakan sebuah teknik yang dapat mengantikan posisinya dengan benda yang berada di dalam kota itu.
“Anatoliv… Apa yang terjadi?” Di tempat lokasi perempuan itu muncul terlihat Erissa langsung datang menghampirinya.
“Nona Erissa, pasukan kubuh barat sudah menyerang kota Vinks…” Ucap perempuan yang ternyata bernama Anatoliv itu.
Mendengar pernyataan perempuan itu, Erissa pun tersenyum karena hal tersebut memanglah salah satu hal diinginkannya untuk bisa membuat Rumen Sayruz, pemimpin negeri Pavonas dikalahkan.
“Tapi, Vahal Izumir sudah mengetahui kebenaran kita… Aku bahkan hampir saja dibunuh olehnya,” ucap perempuan bernama Anatoliv.
“Vahal Izumir yah… Kita hanya bisa serahkan hal itu pada kubuh barat. Berharap saja jika orang itu akan dikalahkan sebelum dia datang melaporkan kebenaran kita pada Rumen Sayruz.” Erissa sedikit khawatir mendengar pernyataan Anatoliv, namun dia tetap tenang karena memprediksikan bahwa pria itu akan segera dikalahkan oleh Venerate kubuh barat.
***
Kembali ke kota Vinks, dimana Raquille terkejut perempuan yang akan diserang tiba-tiba berubah menjadi patung.
“Dia jadi patung… Bukan, kurasa ini adalah teknik pergantian tempat,” gumam Raquille langsung mengetahui bahwa perempuan itu sudah melarikan diri.
“Tuan Frodor, kenapa kau dikalahkan dengan muda?”
Disamping itu, Aguirre membantu Frodor berdiri kembali. Elfman itu nampak bingung mengapa Frodor yang adalah seorang World Venerate bisa dikalahkan oleh seorang Continent Venerate.
“Aku juga tidak mengerti, tapi kemungkinan ini karena gelang yang dipakaikannya padaku… Rasanya kekuatanku seperti hilang, bahkan senjata yang kupegang ini terasa lebih berat.”
“Karena gelang itu mengunci kekuatan energi di dalam tubuh kita…” Bingung mengapa hal tersebut bisa terjadi, Raquille lantas menjelaskannya kepada mereka berdua.
Raquille menjelaskan bahwa sumber kekuatan dari gelang itu berasal dari Venerate yang memegang kekuatan kekangan surgawi dari seekor makhluk suci… Salah satu Venerate yang memiliki kekuatan tersebut adalah perempuan Nascunia bernama Zitkavena, sedangkan yang satunya adalah salah satu Venerate Pavonas, namun masih belum diketahui identitasnya oleh mereka.
“Jangan khawatir, selama kau bersama dengan Venerate yang tidak menggunakan gelang ini, maka kau akan dengan cepat bebas… Karena dengan menyalurkan kekuatan saja maka gelang ini akan hancur.”
Raquille meremas gelang yang dipakai oleh Frodor menggunakan kekuatan energi sihirnya sehingga gelang tersebut hancur berkeping-keping.
“Wah… Benar aku kembali bersemangat lagi… Ternyata kau tahu banyak tentang ini tuan Elfman,” ucap Frodor terkesima dengan apa yang dilakukan serta diketahui oleh pemuda Elfman itu.
“Jika kau pergi bersamaku ke negeri Nascunia dan Graina, maka kau akan langsung mengetahuinya juga.”
Disamping pembicaraan mereka tentang gelang kekangan surgawi, tiba-tiba sebuah petir yang sangat besar meluncur dari langit ke tempat dimana Gazou terhempas.
Perhatian tiga World Venerate itu kemudian tertuju pada Gazou yang ternyata sedang menyerap petir tersebut masuk ke dalam tubuhnya, hingga membuat kedua matanya memancarkan cahaya.
“Kalian berdua saja yang urus World Venerate itu, karena aku mau bereuni dengan seseorang,” ucap Raquille langsung pergi dari tempat itu.
“Maaf aku tidak bisa membantumu tuan Frodor. Ada beberapa orang yang harus kucari,” ucap Aguirre yang juga pergi meninggalkan pria Frieden itu.
“Setidaknya ini memang pertarunganku sejak awal tadi.” Walaupun sedikit kecewa melihat dua Elfman itu tidak membantunya, namun Frodor bahwa sebenarnya World Venerate yang menjadi lawannya dari awal itu memang harus ditangani oleh sendiri.