
Tepat di atas salah satu armada pesawat tersebut, tampak Cyffredinol sedang berdiri dengan mengangkat busur panah yang dipegangnya ke depan. Dengan mengakses kekuatan elemen esnya, pria Elfman itu seketika menciptakan sebuah anak panah es, kemudian dengan cepat langsung meluncurkannya ke arah Valenvatia serta empat Contient Venerate Fugonia lain yang sedang melayang beberapa kilometer di depan.
Melihat serangan anak panah es tersebut Valanvatia dan empat Continent Venerate yang lain langsung bersiaga, namun disaat bersamaan mereka lantas terkejut melihat anak panah es tersebut memecah menjadi ribuan bagian.
“Flame projection…” Dengan sigap kelima Continent Venerate tersebut secara bersamaan langsung melancarkan serangan elemen api dalam skala yang besar, hingga ribuan anak panah es tersebut seketika menguap diterjang panasnya kobaran api yang meluncur tersebut.
Akibatnya sebagian langit kota Realmton ditutupi oleh sebuah kabut yang cukup tebal, serta langsung menutupi pandangan dari kelima Contient Venerate Fuegonia itu.
**
Tak berapa lama setelahnya, Raquille pun naik ke bagian atas salah satu armada pesawat tersebut, dan menghampiri Cyffredinol.
“Waktunya giliranmu…” Ucap Cyffredinol.
Ternyata serangan yang diluncurkan oleh Cyffredinol sebelumnya hanyalah sebuah pengalihan saja, dimana ketika Raquille datang, Elfman tersebutlah yang akan melancarkan sebuah serangan yang sebenarnya kepada para Contient Venerate tersebut.
Raquille mengangkay kedua tangannya ke depan kemudian langsung mengakses kekuatan sihirnya.
“Ice aura… Winter slashes…”
**
“Ukh…” Seketika Valanvatia bersama dengan keempat Continent Venerate Fuegonia langsung menerima serangan tebasan secara beruntun di dalam kabut tebal yang menutupi mereka.
“Flame projection… Howling cyclone…” Dengan sigap, Valenvatia pun langsung menciptakan sebuah pusaran elemen api berukuran besar, hingga kabut tebal tersebut dalam sekejap langsung lenyap.
Akan tetapi, karena terlambat menyadari serangan dari Raquille, membuat kelima Continent Venerate tersebut mendapatkan luka tebasan di beberapa bagian tubuh mereka.
**
Setelah Cyffredinol serta Raquille, kini giliran Ackerlind, Achilles, serta Aguirre yang naik ke bagian atas pesawat menemui kedua saudara mereka.
Ketiga Elfman tersebut kemudian memunculkan senjata suci mereka masing-masing, dimana Ackerlind dan Achilles kembali memunculkan sebuah pedang serta tombak mereka yang sebelumnya pernah dipakai. Sementara Aguirre tampak memunculkan sebuah kapak dengan bilah yang berukuran besar.
Mereka bertiga kemudian langsung meluncur ke depan mendekati kelima Continent Venerate tersebut, untuk mencoba menyerang mereka dari dekat.
Melihat kedatangan para ras Elfman tersebut, Valenvatia beserta keempat Continent Venerate Fuegonia langsung memunculkan senjata suci mereka masing-masing yang terdiri dari pedang, tombak serta kapak.
Para Continent Venerate, baik dari pihak Blueland maupun Fuegonia seketika saling melancarkan serangan secara langsung bahkan serangan proyeksi dalam skala yang besar, hingga memancarkan tekanan kekuatan, serta hempasan angin yang kuat.
**
Sementara itu, Aisling serta para Venerate Ierua yang berada dibawah nampak terkejut melihat kedatangan pasukan Blueland ke kota tersebut, yang beberapa dari para Venerate tingkat atas mereka langsung berhadapan dengan para Venerate tingkat atas Fuegonia.
“Kupikir hanya kita saja yang bertamu ke negeri ini…” Ucap Barnedict.
Akan tetapi, sembari memperhatikan pertarungan dari para Venerate tingkat atas Blueland maupun Fuegonia, tiba-tiba mereka semua merasakan tekanan kekuatan besar, yang ternyata merupakan Boulet nampak sedang meluncur menuju ke arah mereka.
Melihat hal tersebut, Barnedict pun maju lebih depan diantara mereka semua, kemudian berkosentrasi untuk melancarkan sebuah serangan.
Dengan sigap Boulet seketika melancarkan serangan proyeksi elemen api berskala besar, hingga membuat serangan elemen air dari Barnedict seketika menguap diterjang oleh kobaran api tersebut.
Akan tetapi, Barnedict ternyata dengan sengaja melancarkan serangan proyeksi elemen air tersebut untuk membuat Boulet dengan sigap langsung melancarkan serangan elemen api, hingga ketika serangan dari Venerate Ierua itu seketika menguap, maka pandangan di sekitar Continent Venerate tersebut langsung tertutup oleh uap air yang tebal itu.
Boulet pun kini hanya bisa mengandalkan kemampuan observasi miliknya, yang mampu mendeteksi keberadaan dari para Venerate Ierua melalui tekanan kekuatan mereka.
**
Di sisi lain, Aisling bersama dengan Venerate bernama Galdhra dan Naos dengan sigap langsung meningkatkan kekuatan, hingga mampu membuat mereka memiliki kemampuan melihat di dalam kabut yang tebal tersebut.
Ketiga Venerate Ierua itu pun dalam sekejap meluncur ketika melihat Boulet yang masih berdiam diri menunggu serangan kejut dari mereka di dalam kabut tersebut.
Ketika Aisling dan dua Venerate Ierua itu menyerang dalam kecepatan tinggi ke arah Boulet, pria Fuegonia itu dengan refleks langsung menghindari segala serangan dari mereka.
Namun, karena serangan yang begitu cepat, ditambah batas penglihatannya, membuat Boulet pun perlahan-lahan mulai kewalahan menangani para Venerate tersebut.
Ketika sedang merasakan hawa keberadaan dari Aisling dan yang lain, tiba-tiba Venerate bernama Galdhra dalam kecepatan penuh muncul di depan Boulet sambil mengacungkan sebuah tombak ganjur yang dipegang olehnya.
Untung saja dnegan refleks Boulet mampu menghindar, hingga Venerate Ierua itu hanya mampu melewatinya.
“Eh…” Akan tetapi, tiba-tiba dari arah lain Aisling pun muncul sambil melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar dari tombak senjata suci miliknya.
“Ukh…” Karena tidak mengira serangan dri perempuan itu, membuat Boulet pun langsung terhempas ke atas, keluar dari kepungan kabut yang tebal itu.
Tiba-tiba, dari jarak yang jauh, pria Fuegonia itu melihat Galcael nampak meluncurkan serangan proyeksi anak panah ke arahnya.
“Akh…” Karena tidak bisa berbuat apa-apa karena sedang terhempas, Boulet pun langsung menerima serangan dari Galcael, dan membuatnya langsung terhempas ke jarak yang jauh.
**
Kembali kepada Cyffredinol serta Raquille yang masih berada di atas salah satu armada pesawat tempur mereka.
“Apa-apaan itu?” Disaat yang bersamaan, Cyffrredinol nampak kebingungan melihat Continent Venerate Fuegonia yang sempat diserangnya itu, menerima sebuah serangan dari Venerate lain.
“Raquille… Sepertinya musuh Fuegonia bukan hanya kita saja… Barusan tadi salah satu Venerate Fuegonia yang terpisah dari yang lain, menerima serangan dari Venerate yang memegang sebuah busur panah di sebelah sana,” ucap Cyffredinol, memberitahukan hal tersebut kepada adiknya Raquille.
“Apa mungkin dia adalah Venerate Lightio?” Ucap Raquille, nampak bertanya-tanya mengenai musuh yang dihadapi oleh para Venerate Fuegonia selain mereka para pasukan Blueland.
“Kurasa tidak… Karena negeri Lightio adalah aliansi mereka,” ucap Cyffredinol, menyangga pernyataan dari Raquille.
Ketika sedang kebingungan mengenai Venerate yang menjadi musuuh Fuegonia selain pasukan Blueland, tiba-tiba Drannor naik kebagian atas pesawat tersebut menemui Cyffredinol dan Raquille.
“Kakak, bagaimana dengan misi tambahan kita?” Tanya Drannor.
“Tentu saja kita akan mencari senjata itu… Kalau begitu, apa kau bisa memeriksa kediaman khusus clan besar di kota ini…” Jawab Cyffredinol, sambil memeritahkan Drannor menuju ke kediaman dari clan Fungle.