The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 107 - Serangan susulan



Tanpa pikir panjang, para prajurit yang berubah dengan cepat menyerang rekan-rekan mereka serta para warga, yang berada di dekat mereka dengan membabi buta.


Sivensi, Auremil, serta prajurit lain yang tidak terpengaruh, tampak kebingungan untuk mengatasi para prajurit yang berubah. Mereka kali ini tidak tegah untuk melancarkan serangan pemusnah mereka kepada para prajurit tersebut.


Karena itu para prajurit yang tersisa berusaha untuk melawan mereka dengan melancarkan serangan yang hanya membuat mereka terhempas ataupun menahan pergerakkan mereka.


Ditengah konflik, Sirozovia hanya bisa terkejut melihat hal tersebut. Perempuan itu tampak menutup kedua telinganya dan memejamkan matanya. Dia tidak kuat lagi untuk menyaksikan kekejaman yang diperbuat oleh musuh terhadap prajurit-prajurit Nascunia.


Disaat prajurit yang menahan pergerakkan para rekannya yang dikendalikan tersebut telah mulai kewalahan, mereka pun akhirnya mendapatkan serangan hingga membuat jumlah mereka berkurang sedikit demi sedikit.


“Hentikan…!” Tidak tahan lagi, Sirozovia sontak berteriak dengan kuat sampai membuat perempuan itu mengeluarkan sebuah pancaran cahaya putih.


Pancaran cahaya tersebut seketika membuat semua prajurit yang berubah terhempas secara bersamaan.


***


“Akh…”


Entah apa yang terjadi, Venerate Ledyana yang menjadi akar dari berubahnya para prajurit Nascunia sontak mendapatkan efek dari pancaran kekuatan Sirozovia juga. Lingkaran cahaya yang diciptakannya seketika meledak hingga membuat Venerate itu terhempas dan terkapar.


***


“Eh? Apa yang terjadi?”


Efek dari pancaran cahaya yang dikeluarkan oleh Sirozovia secara ajaib membuat para prajurit tersadar dan kembali wujud normal mereka.


Para prajurit yang berubah tidak mengingat apa yang terjadi, serta apa yang mereka lakukan sebelumnya.


Mereka tampak tidak percaya setelah melihat beberapa rekan dan beberapa warga pun telah tidak berdaya akibat serangan mereka sebelumnya.


“Zovia kau tidak apa-apa?” Tanya Auremil, menanyakan keadaan perempuan itu.


“Jangan khawatir, aku baik-baik saja,” jawab Sirovia.


Setelah memastikan bahwa prajurit yang tersadar kembali tidak akan menjadi brutal lagi, semuanya pun lega karena kekacauan tersebut sudah berakhir.


Namun, dampak yang mereka terima kejadian sebelumnya sangat besar. Nascunia kini kehilangan sebagian besar pasukan mereka untuk berperang. Mereka tidak bisa lagi untuk mengimbangi kekuatan pasukan aliansi musuh, bahkan jika mereka mendapatkan serangan yang sebenarnya, maka mereka saat itu juga akan mengalami kekalahan.


***


Di kota tempat pasukan Graina dan aliansinya, Venerate Ledyana yang sebelumnya terhempas akibat efek kekuatan dari Sirozovia mencoba kembali tekniknya tersebut.


Dia kembali mengucapkan kata-kata yang sulit diucapkan seperti sebelumnya, namun tidak terjadi apa-apa.


“Sialan, apa yang sebenarnya terjadi?” Keluh Venerate tersebut merasa kesal sedari mantranya tidak bisa diaktifkan.


“Hei, ada apa denganmu?” Tak berapa lama, Venerate pimpinan dari Graina pun menghampirinya dan bertanya.


“Aku juga tidak tahu. Entah mengapa kekuatanku tiba-tiba bisa diaktifkan,” ucap Venerate Ledyana tersebut.


Mendengar pernyataan dari orang itu, Venerate dari Graina tersebut seperti memikirkan sesuatu yang menjadi penyebab kekuatan yang tidak bisa diaktifkan oleh orang Ledyana itu.


“Aku hanya perkiraanku saja, tapi sepertinya pengguna kekuatan kekangan surgawi sudah datang.”


“Kekangan surgawi? Maksudmu Venerate yang kalian incar itu?” Tanya Venerate dari Ledyana.


“Iya benar,” jawab Venerate dari Graina.


“Kurasa kau lebih baik beristirahat saja. Kekuatanmu sekarang tidak lebih dari tingkatan Tribe Venerate…”


“Aku akan pergi menyerang mereka…” Setelah mengatakan bahwa Venerate Ledyana tersebut harus, Venerate pimpinan itu sontak pergi meninggalkannya untuk berencana pergi menyerang pasukan Nascunia.


–12 Februari 1431–


Waktu pun berlalu, tidak terasa hari matahari akan segera terbit. Di kota tempat pasukan Nascunia, terlihat Sirozovia duduk sambil melihat para prajurit mengangkat jasad-jasad rekan-rekan mereka yang gugur akibat kejadian tadi malam.


“Disini kau rupanya…” Beberapa saat kemudian, saudara perempuan itu datang menghampirinya.


“Hei kakak, apa mungkin ini sering terjadi dalam peperangan?” Tanya perempuan itu.


“Haah… Aku baru ingat ternyata kau baru pertama kali melihat langsung hal seperti ini… Kau selama ini bisa mencapai tingkatan Continent Venerate karena bantuan kekuatan makhluk suci, tanpa harus berlatih keras dan mendapatkan pengalaman melawan Venerate musuh,” ucap Auremil.


“Disaat seperti ini, kita harus siap oleh serangan musuh… Aku ingat saat pertama kali, aku mengalami hal yang sama seperti denganmu…”


Baru saja Sirozovia ingin menyetujui permintaan Auremil, tiba-tiba pesawat tempur dari pasukan Graina tiba di atas kota mereka.


Semua prajurit Nascunia pun sontak terkejut melihat serangan susulan Graina ternyata lebih cepat dari perkiraan mereka.


“Sial…” Umpat Auremil melihat kapal perang tersebut.


Para prajurit Nascunia yang tersisa bersama dengan Silvensi pun berkumpul. Mereka telah bersiap untuk melawan pasukan musuh yang datang tersebut, walaupun hasilnya mereka akan mengalami kekalahan.


“Tidak perduli apapun hasilnya nanti, kita harus tetap melawan dan menahan mereka…” Ucap Silvensi menyemangati para prajurit.


“Mengerti…!” Teriak para prajurit secara bersamaan.


Pasukan aliansi negeri Graina, Ledyana serta Tsureya pun seketika melompat keluar dari pesawat tempur mereka, dan seketika melancarkan serangan ke arah pasukan Nascunia.


Tidak sampai disitu, pesawat tempur tersebut juga melepaskan beberapa tembakan kuat, menghancurkan bangunan-bangunan hingga membuat suasana di kota itu menjadi lebih kacau lagi.


***


Di sisi lain, Auremil dengan sigap menghalangi serangan prajurit aliansi musuh agar para warga bisa dengn mudah keluar dari kota tersebut.


“Ukh…” Namun, tiba-tiba saja pria itu mendapatkan sebuah serangan secara mendadak hingga membuatnya terhempas dan menabrak sebuah tembok yang berada di dekatnya.


Terlihat setelahnya tiga orang Venerate yang berasal dari Graina datang menghampiri pria itu.


“Hahaha… Lihat siapa ini, Auremil Krozoff. Bukankah kau adalah putra mahkota kerajaan Nascunia? Padahal aku tidak mengeluarkan serangan yang kuat, tapi kau sepertinya sudah terdesak…” Ucap salah satu Venerate menganggap enteng pria Nascunia itu.


“Hanya kalian? Tiga orang Land Venerate masih belum cukup untuk bisa mengalahkanku.” Auremil pun membalas karena tidak mau kalah dengan perkataan Venerate Graina itu.


“Mari kita buktikan…”


Ketiga Venerate itu lantas maju dan menyerang Auremil secara bersamaan.


***


Di sisi lain Sirozovia yang terpisah dengan Auremil berlari melewati lorong kota. Dia menyaksikan pasukan aliansi musuh satu per satu mengalahkan prajurit Nascunia.


Melihat hal tersebut Sirozovia kini tidak mau diam saja, perempuan itu akhirnya datang membantu prajurit Nascunia melawan pasukan musuh.


“God aura… Superior pushing…” Namun, tanpa dia sadari Venerate dari Tsureya tiba-tiba datang dan langsung menyerangnya hingga terhempas.


Tidak mau kalah, Sirozovia berdiri kembali dan berkonsentrasi mengaktifkan kekuatannya.


“Tekhnika ekzortsista… Flame exterminator…” Sirozovia seketika melancarkan serangan elemen api ke arah Venerate Tsureya itu.


“God aura… Superior boost…” Akan tetapi, dengan sigap Venerate Tsureya itu langsung membalasnya dengan memancarkan proyeksi energinya hingga serangan api Sirozovia seketika lenyap.


***


Berpindah ke sisi lain kota, terlihat Silvensi sedang berusaha berkonsentrasi untuk melancarkan sebuah serangan mengarah ke pesawat tempur Graina.


“Tekhnika ekzortsista… Shadow punisher…”


“Ukh…”


Tetapi, Venerate pemimpin dari Graina menggagalkan usaha Silvensi dengan memunculkan sebuah bayangan, yang langsung menyerang sisi belakang pria itu.


“Arvorys Cheverno…” Ucap Silvensi.


“Heh… Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu,” balas pria bernama Arvorys tersebut.


***


“Akh…!”


Berpindah pada Sirozovia yang ternyata mengalami kesulitan saat melawan Venerate Tsureya.


Venerate tersebut dengan lincah menghindari setiap serangan Sirozovia, dan langsung membalas serangan perempuan itu.


Sirozovia dibuat tak berdaya oleh kemampuan bertarung Venerate tersebut hingga membuat tersungkur.


Disaat Venerate itu akan menyerangnya kembali, seketika sebuah serangan api menyambar Venerate tersebut hingga terhempas.