
Sheafear pun kembali melancarkan serangan ke arah Raquille, yang juga langsung diladeni oleh pemuda Elfman tersebut dengan kembali membalas serangan dari sang raja negeri Ierua tersebut.
***
“Ukh…” Sementara itu, Cyffredinol yang sedang berhadapan dengan Ailis, tiba-tiba menerima sebuah serangan proyeksi, hingga membuat pria Elfman itu pun langsung terhempas.
“Galcael…” Ailis pun sontak terkejut melihat Galcael, yang ternyata melancarkan serangan ke arah Cyffredinol sebelumnya.
“Nyonya Ailis… Sepertinya kau tidak serius melawan Elfman itu…” Ucap Galcael.
“Jangan mengganggu pertarunganku… Setidaknya kau cari lawan yang lain saja,” balas Ailis, menyuruh pria tersebut untuk tidak ikut campur ketika dirinya berhadapan dengan Cyffredinol.
“Maaf sekali, nyonya Ailis… Aku kemari bukan untuk memilih-milih lawan… Ketika melihat kau nampak setengah-setengah berhadapan dengan Elfman itu, aku pun berpikir bahwa aku juga harus ikut campur untuk mengalahkan Elfman itu,” ucap Galcael, menjelaskan kepada Ailis bahwa dirinya tidak akan beranjak dari tempat itu setelah terlebih dahulu mengalahkan Cyffredinol.
***
Di sisi lain, tampak Magelline merasa khawatir ketika melihat keadaan dari pasukan kubuh barat yang terlihat sedang kesulitan melawan pasukan dari negeri Ierua karena memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan pasukan kubuh barat sendiri.
Namun, World Venerate negeri Brizora itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu mereka akibat kini pergerakannya telah ditahan oleh Aisling.
***
Kembali pada Raquille yang tengah berhadapan dengan Sheafear. Ketika fokus bertarung dengan pemuda Elfman itu, Sheafear sontak tidak menyadari bahwa Harmae datang mendekati mereka, dan hendak melancarkan sebuah serangan pada sang raja negeri Ierua tersebut.
“Flame spell…”
Sheafear pun sedikit terhentak ketika dirinya menerima serangan proyeksi elemen api yang dilancarkan oleh Harmae. Kesempatan itu pun langsung dimanfaatkan oleh Raquille, dengan sigap menepis pedang yang dipegang oleh Sheafear hingga terlepas dan jatuh ke permukaan.
“Ukh…” Raquille seketika mengaktfkan kekuatan dari pedang yang dipegangnya membuat Sheafear tidak bisa bergerak walaupun masih tetap mampu untuk melayang di udara.
“Sial…” Sheafear pun lantas mengumpat dengan kesalnya, ketika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa setelah menerima teknik dari pedang yang dipegang oleh pemuda Elfman itu.
“Kalau begitu Yang mulia… Mari kita buka apa saja yang kau simpan di dalam kotak penyimpananmu,” ucap Raquille.
Pemuda Elfman itu pun mengakses kekuatan pedang miliknya, yang seketika membuat Sheafear dengan sendirinya memunculkan semua benda yang disimpannya ke dalam ruang dimensi spasial miliknya, yang tidak lain, sebuah papan catur, keranjang makanan dan sebuah kereta kuda, yang merupakan tiga belas harta karun, serta sebuah tombak dan tombak ganjur, yang merupakan senjata suci miliknya.
Raquille mengakses kekuatan telekinesis miliknya, membuat tiga harta karun tersebut melayang ke arahnya, sembari dua senjata suci milik Sheafear dibiarkan jatuh ke permukaan.
Setelah mendapatkan tiga harta karun tersebut, Raquille kemudian menyimpannya ke dalam ruang spasial miliknya.
Pemuda Elfman itu kemudian langsung beranjak dari tempat itu meninggalkan Sheafear untuk ditangani oleh Harmae, sembari dirinya akan mencari dua harta karun lain yang sebelumnya direbut oleh Cadhan dari tangan Phyton.
“Sheafear… Lebih baik kau menyerah saja karena sekarang tidak ada satupun harta karun yang kau pegang,” ucap Harmae.
“Heh, jangan khawatir, ketika semua harta karun itu berada di tangan Elfman tersebut, aku tinggal memaksanya untuk mengakses dimensi Valenhall,” balas Sheafear.
“Bagaimana cara kau melakukannya? Kau sekarang telah kehilangan pedangmu yang bisa mengandalikan Elfman itu,” tanya Harmae mengenai cara bagaimana sang raja Ierua itu mengendalikannya.
“Aku masih memiliki satu cara… Tapi, aku tidak terlalu yakin jika Elfman itu mampu bertahan menerima serangan yang akan segera dilancarkan,” jawab Sheafear.
Mendengar hal tersebut, Harmae pun lantas kebingungan, namun seketika sang ratu Brizora itu pun langsung mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh pasukan Ierua dari perintah raja mereka tersebut.
“Sial…” Ucap Harmae, tiba-tiba mengumpat.
***
Beberapa kilometer dari tempat tersebut, tampak beberapa Venerate Ierua memperhatikan pergerakan Raquille yang sedang menuju ke suatu tempat.
Para Venerate tersebut lantas langsung mengakses kekuatan mereka, melancarkan sebuah serangan dari sebuah senjata artileri berukuran besar, yang tidak lain merupakan senjata penghancur, yang pernah dicuri oleh para Venerate Ierua dari negeri Fuegonia delapan belas tahun yang lalu.
Dalam sekejap sebuah tembakan proyeksi energi dalam skala yang besar meluncur dengan cepatnya menuju ke arah Raquille.
“Uakh…!” Raquille yang sedang menuju ke tempat Cadhan untuk berusaha merebut harta karun yang dipegang oleh perdana menteri Ierua itu, sontak langsung menerima serangan proyeksi tersebut, hingga menghempaskannya ke jarak yang sangat jauh.
Seketika serangan proyeksi energi yang membawa Raquille hingga ke jarak yang sangat jauh tersebut, menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar, dan membuat para Venerate yang sedang bertarung seketika terkejut melihat ledakan tersebut.
Walaupun ledakan tersebut berada puluhan kilometer dari tempat mereka, namun hempasan angin dari hal tersebut lantas membuat sebagian besar dari mereka pun langsung terhempas.
**
“Kakak… Aku sempat melihat bahwa kakak Raquille menerima serangan itu,” ucap Haltyrg kepada Hyphilia.
“Apa katamu?” Hyphilia pun lantas terkejut, mendengar hal tersebut, karena walaupun Raquille merupakan World Venerate, pemuda Elfman pasti hanya memiliki kemungkinan kecil untuk bisa selamat dari ledakan yang sangat besar tersebut.
“Tunggu kakak… Kau mau kemana?” Melihat Hyphilia hendak pergi mendekati ledakan yang masih berlangsung tersebut, Haltryg pun langsung menahan Elfman perempuan itu.
****
Berpindah pada Raquille yang tiba-tiba terbangun, kini telah berada di sebuah lembah yang sangat luas digenang air yang dangkal.
“Dimana ini? Apa mungkin aku sudah mati menerima serangan sebelumnya? Kalau seperti ini, mereka pasti akan mencari cara mengincar Elfman lain seperti ibu untuk mengakses dimensi itu,” gumam Raquille, nampak bertanya tentang keberadaannya, serta merasa khawatir jika ibunya kini akan diincar untuk mencari penggantinya mengakses dimensi Valenhall.
“Jangan khawatir Raquille… Kau masih memiliki kesempatan untuk hidup.”
Tiba-tiba seekor naga putih muncul dihadapannya, yang membuat pemuda Elfman itu pun seketika menjadi terkejut.
“Nandin…” Ucap Raquille, mengetahui bahwa naga tersebut merupakan makhluk suci yang memberikan salah satu kekuatan kepadanya.
“Dimana ini?” Tanya Raquille.
“Ini adalah alam bawah sadarmu, ketika kau akan bertemu denganku…” Jawab naga putih bernama Nandin tersebut.
“Jika dipikir-pikir tempat ini memang mirip seperti tempat yang berada di negeri Cielas, dimana merupakan tempat kau menetap…” Ucap Raquille sambil memperhatikan ke sekitaran.
“Kau mengatakan bahwa aku masih hidup… Tapi, bagaimana caranya? Kau memiliki semacam kemampuan untuk mampu menyelamatkanku walau berada di tempat yang jauh?” Lanjut Raquille, bertanya kembali kepada naga putih tersebut.