![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Haha … Bajingan itu … Dia mendapatkan lenganku."
Bersamaan dengan tewasnya semua monster, tangan kiri Noelle langsung terputus dari bahunya.
Semua orang yang ada di sana hanya bisa menatap Noelle dengan terkejut.
Itu wajar. Lagipula, di mata mereka, Noelle tiba-tiba saja menghilang dan kembali dengan para monster yang sudah terbunuh, lalu tangan kirinya terputus begitu saja.
Semua terjadi begitu cepat sehingga mereka tidak mengerti dengan apa yang sesungguhnya terjadi.
"Kau bahkan lebih cepat dariku, ya … Brengsek."
Noelle menunjukkan wajah jengkel dan menatap seorang pria yang berdiri di atas mayat sage mantis yang sudah terbunuh.
Pria itu tersenyum senang saat melihat Noelle.
"Itu cukup mengejutkan ketika melihatmu membunuh semua monster itu sendirian, tapi … Kau penuh dengan celah, ya," kata pria itu pada Noelle.
Semua orang tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Namun, ada salah satu dari mereka yang menatap pria itu dengan wajah terkejut dan mata yang melebar.
" ……… Harold … "
Charlotte tanpa sadar menggumamkan nama itu dan membuat pria itu mengalihkan pandangannya padanya.
"Hmm? Apa aku mengenalmu? "
Orang itu, Harold bertanya dengan bingung pada Charlotte.
Ia sudah menggali semua ingatannya. Namun, ia sama sekali tidak mengingat sosok gadis berambut pirang yang menatapnya dengan terkejut itu.
Menghadapi reaksi Harold, Charlotte kemudian melebarkan matanya dan tersenyum gila.
"Ahaha … Aku … Menemukanmu!! "
Meneriakkan itu, sosok Charlotte tiba-tiba menghilang dan langsung muncul tepat di hadapan Harold, lalu dengan cepat mengayunkan Centipede untuk menyerang.
Harold secara refleks melompat mundur untuk menghindari serangan itu. Namun, Centipede memanjangkan dirinya dan menyerempet dadanya yang bidang dengan duri-duri tajam.
Semburan darah segar langsung mengalir keluar dari bekas luka yang disebabkan Centipede di dadanya.
Harold tampak terkejut. Namun, ia langsung melompat jauh ke belakang sambil sesekali menggunakan pedangnya untuk menangkis bilah Centipede yang terus menggeliat dengan liar ke arahnya.
Darah Harold yang tersisa di bilah Centipede itu dengan cepat terserap dan membuat Centipede bersinar dengan mengerikan.
"Ahaha! Aku! Akhirnya menemukanmu! "
Charlotte terus meneriakkan itu sambil bergerak dengan gerakan yang terlatih untuk menyerang Harold menggunakan senjatanya.
"Serius! Aku tidak mengenalmu! Siapa kau, brengsek?! "
Meskipun serangan Charlotte bukanlah ancaman untuknya, tetap saja menjengkelkan ketika seorang gadis yang tidak ia kenal tiba-tiba menyerangnya seperti itu.
Pedang Harold beradu dengan Centipede. Hanya dengan momen itu, Harold tahu kalau senjatanya akan kalah dengan mudah.
Wajah Harold berubah kesal. Dia dengan gerakan sekilas langsung menendang Charlotte dan melompat mundur, mendarat tepat di atas salah satu bangunan besar terdekat.
Charlotte yang sebelumnya ditendang Harold langsung terpental ke belakang dan tak mampu menjaga keseimbangannya sehingga ia hanya terus terbang tak terkendali.
Namun, rantai darah yang Noelle keluarkan langsung menangkapnya dan membawanya ke posisi semula.
"Charl, apa dia orangnya? "
Setelah membawa Charlotte ke posisi semula, Noelle bertanya sambil berusaha memulihkan lengannya yang telah terputus sebelumnya.
Charlotte mengangguk dengan muram.
"Ya, dia orangnya."
Sementara mereka bedua sedang berdiskusi tentang Harold, orang yang mereka bicarakan justru menunjukkan wajah bingung sambil bergumam, "Apa aku pernah melihat gadis itu di suatu tempat? "
Charlotte tak menpedulikan apa pun lagi. Dia langsung melompat maju dan menggunakan sihirnya untuk menciptakan tombak hitam di udara.
Tombak hitam itu terbang mengarah langsung ke Harold. Namun, Harold dengan mudah menghindari itu.
Charlotte menunjukkan wajah jijik sejenak, kemudian ia langsung mengayunkan Centipede dengan kuat sambil memanjangkan bilahnya untuk mencapai tempat Harold.
Tentu saja ia tak hanya menggunakan pedangnya. Ia menciptakan beberapa pedang hitam yang juga digunakan untuk menyerang Harold dari segala sisi.
Harold yang tak melihat kesempatan untuk menghindar itu hanya mampu mendecakkan lidahnya dan menangkis semua senjata itu.
Pedang di tangan kanannya dengan suara deritan yang tak menyenangkan berusaha menahan bilah tajam Centipede, sementara tangannya yang lain menggenggam sebuah pedang panjang yang dia gunakan untuk menahan serangan sihir Charlotte.
Tentu saja Charlotte terkejut dengan itu. Namun, ia justru tersenyum puas.
Ia berpikir kalau gaya bertarung Harold yang menggunakan dua pedang itu mirip dengan Noelle, jadi ia memiliki banyak cara untuk menghadapinya.
Namun, hanya dengan pengalaman bertarung tidaklah cukup.
Ada kemungkinan perbedaan level yang cukup besar di antara mereka.
Meskipun Charlotte sudah merubah rasnya ke arah yang negatif, dan dilatih secara langsung oleh Noelle, ia tetaplah seorang gadis remaja dengan fisik yang rata-rata.
Harold dengan mudah menendang perut Charlotte untuk yang kedua kalinya, dan membuatnya terpental jauh ke belakang dan menabrak dinding.
" … Kau terlalu gegabah."
Menghela napas pasrah, Noelle menghampiri Charlotte dan menawarkan bantuan padanya. Namun, Charlotte sama sekali tidak mempedulikan Noelle dan langsung melakukan hal yang sama dengan sebelumnya untuk menyerang Harold.
Dia dengan nekat maju menerobos hanya dengan mengandalkan pedang Centipede dan sihirnya sendiri.
Harold sudah menyiapkan dirinya untuk menahan serangan yang akan diluncurkan Charlotte. Namun, serangan yang dimaksud justru tak pernah sampai padanya.
Itu karena, Charlotte yang sedang berada di udara tiba-tiba berhenti dan kembali ke posisinya sebelumnya seolah ditarik oleh sesuatu.
"Noelle! Apa yang kau lakukan?! " teriak Charlotte dengan marah pada Noelle.
Ia tak dapat menggerakkan tubuhnya sedikitpun. Ada sebuah rantai merah yang terbuat dari darah yang melilit sekujur tubuhnya dan mengunci sendinya agar ia tak bisa bergerak.
Secara alami, Charlotte tahu siapa pemilik rantai itu.
Dia dengan wajah marah menatap Noelle dengan tatapan mengancam. Seolah ia tak akan membiarkan siapa pun menghalanginya.
Noelle, bagaimanapun ia tak mempedulikan niat membunuh yang datang dari Charlotte, dan dengan tenang maju beberapa langkah.
Ia dengan wajah santainya kemudian berbicara pada Harold.
"Hei, aku tidak peduli dengan apa yang kau lakukan di kota ini. Tapi, kau harus membayar mahal untuk memotong tanganku, kau tahu? "
Harold kemudian tersenyum mengejek.
"Apa aku terlihat peduli dengan itu? Lagipula tanganmu langsung beregenerasi begitu saja, 'kan? Aku ke sini hanya karena bajingan Terneth itu yang memanggilku."
Selagi mereka berdua terus berbicara, Charlotte berulang kali mencoba melepaskan dirinya dari lilitan rantai darah Noelle. Namun, rantai itu justru semakin mengencang dan membuatnya kesulitan bernapas.
Memperhatikan percakapan yang terjadi di antara Noelle dan Harold, Earl pun maju dan menyela mereka.
"Kalau tidak salah, gadis ini menyebutmu sebagai Harold, 'kan? Itu nama yang aneh, tapi kau adalah buronan besar yang sedang dicari di semua kota sekarang ini."
Mendengar itu, Harold melebarkan matanya dengan terkejut, namun ia langsung tersenyum tak lama kemudian.
"Serius? Kabar tentangku sudah menyebar sangat luas, ya~"
Bukannya merasa terancam karena informasi tentangnya telah menyebar ke semua penjuru negara, Harold justru tersenyum seolah dia sedang bersenang-senang.
Charlotte yang melihat itu tak mampu menahan amarahnya dan dengan paksa melepaskan rantai darah yang melilit tubuhnya.
Melihat orang yang telah menghancurkan kehidupannya dan keluarganya justru sedang bersenang-senang tepat di hadapannya sekarang benar-benar tak tertahankan untuk Charlotte.
Noelle tersenyum pahit saat melihat itu.
"Livia, Chloe … Bisakah kalian bantu aku untuk menahan Charl? Rantaiku sudah pada batasnya."
Sangat jarang bagi Noelle untuk menghadapi situasi seperti ini.
Rantai yang melilit tubuh Charlotte itu terbuat dari darahnya, dan diperkuat dengan skill-nya. Karena itu, Charlotte seharusnya tak bisa menghancurkannya dengan mudah.
Tapi, rantai itu justru mulai retak dan seolah akan hancur hanya dengan sentuhan.
Kekuatan seorang malaikat jatuh yang disertai dengan salah satu skill dosa memang mengerikan.
Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Charlotte mengeluarkan semua kekuatan yang dia miliki. Namun, ia dapat memastikan kalau setidaknya itu akan menjadi penghancuran berskala besar.
Noelle menghela napas pasrah saat menyadari kenyataan itu.
Di belakangnya, tubuh Charlotte kini dililit oleh beberapa tali dan tangan bayangan yang dikeluarkan Chloe, sementara rantai es yang terlihat berduri dari Olivia itu mengekang titik vitalnya agar ia tak banyak bergerak.
Noelle segera melepaskan kendalinya akan rantai darah itu, dan melompat maju ke arah Harold.
Hanya dengan gerakan sekilas, ia menghilang dari pandangan semua orang, dan tiba-tiba muncul di hadapan Harold sambil bersiap memberikan tendangan horizontal ke arah lehernya.
"Earl bilang kalau kau sudah menjadi buronan nasional di negara ini, kalau begitu … Harga kepalamu pasti mahal, 'kan? " kata Noelle sambil tersenyum.
"Benarkah? Jika kau mau kepalaku, kau harus berusaha lebih keras untuk mendapatkannya! "
Tidak hanya diam, Harold menggerakkan tangannya untuk menangkap kaki Noelle dan melemparnya ke dinding bangunan terdekat.
Tubuh Noelle dengan cepat terbang tak terkendali sambil sesekali menabrak dan menghancurkan tiang lampu jalanan yang ia tabrak dengan tubuhnya.
Di sisi lain, ia melihat Glantz dan Mioku tampak akan bergerak untuk menyerang Harold bersama. Namun, tatapan dari Noelle menghentikan mereka.
Jika bisa, ia ingin bertarung sendiri melawan Harold. Tentu saja, alasannya bukan karena ia maniak pertarungan, tapi untuk membantu Charlotte.
Jika ia membantu Charlotte membalaskan dendamnya sekarang, maka kepercayaan Charlotte padanya akan semakin meningkat.
Kepercayaan yang ditujukan padanya akan sangat berguna suatu saat.
Noelle tanpa mengatakan apa pun lagi langsung menarik Langen dan Verstand yang sudah disatukan, lalu melompat turun ke tanah.
Dengan mudah ia mendarat seolah berat tubuhnya sama sekali bukan masalah.
Tidak hanya diam, Harold juga langsung menendang tanah dan melompat maju ke arah Noelle sambil tersenyum.
Ia menggerakkan kakinya untuk memberikan tendangan vertikal dari atas ke bawah. Namun, tendangan itu dihalangi oleh pergelangan tangan Noelle.
Tak berhenti sampai di situ, Harold memanfaatkan kesempatan saat Noelle menggunakan kedua tangannya dan berputar di udara, lalu menggunakan kakinya yang satu lagi untuk menendang ke arah leher dari samping.
Tendangan kapak dengan suara yang terdengar seperti siulan itu dengan mudah membelah udara dan mendarat di leher Noelle, menyebabkannya terpental sejauh beberapa meter ke samping.
Namun, hal itu tidak cukup untuk mengalahkan Noelle.
Seolah ia sama sekali tidak terganggu dengan tendangan itu, Noelle bangun dan membalas serangan Harold dengan tendangan lain yang akhirnya dihindari Harold dengan mundur selangkah ke belakang.
Mendarat di tanah, Noelle langsung menggunakan kakinya dan mengarahkan telapak kakinya ke dagu Harold.
Harold menggunakan tangannya sendiri untuk menahan tendangan dari Noelle, dan Noelle memanfaatkan momentum dan posisi tubuhnya untuk melakukan salto ke belakang, lalu maju untuk memberikan pukulan jab pada Harold.
Pukulan dari Noelle dihindari Harold hanya dengan mengerakkan kepalanya sedikit, namun Noelle kembali menggunakan kakinya untuk menendang titik pusat gravitasi tubuh Harold.
Tubuh Harold menjadi kehilangan keseimbangannya. Namun, dia dengan cepat menggunakan kedua tangannya yang telah menyentuh tanah untuk melompat jauh ke belakang.
Ia juga melemparkan satu pisau ke arah Noelle yang pada akhirnya Noelle tangkap dan lempar kembali ke arahnya.
Pisau itu menancap dengan kuat di dinding tepat di samping kepala Harold.
Noelle lagi-lagi memanfaatkan kesempatan itu untuk melompat ke depan dan menggunakan kakinya untuk menendang kepala Harold dari atas.
"Kau benar-benar suka menendang seseorang, ya?! " teriak Harold sambil meraih kaki Noelle dengan tangannya.
Harold memanfaatkan kekuatan fisiknya dan melemparkan Noelle jauh ke depan, lalu ia mencabut pisau yang sebelumnya Noelle lemparkan sebelum akhirnya ia dengan cepat berlari ke arah Noelle.
Noelle yang masih di udara mencoba menyeimbangkan dirinya dan bersiap untuk mendarat. Namun, melihat Harold yang sedang berlari menghampirinya sambil membawa pisau membuat Noelle langsung melemparkan jangkar rantainya ke samping.
Jangkar yang ia lemparkan dengan mudah menancap di tanah di seberang kanal. Noelle dengan cepat menarik tubuhnya ke arah itu sehingga ia dapat menghindari serangan dari Harold.
Mereka berdua saling tersenyum dengan gila sambil terus menyerang satu sama lain.
Harold menembakkan beberapa pedang hitam yang tampaknya ia ciptakan dengan sihir kegelapan seperti Charlotte, sedangkan Noelle juga melemparkan beberapa pedang ke arah Harold.
Mereka berdua dengan mudah menghindari serangan masing-masing dan membalas dengan cepat.
Masing-masing serangan mereka menghasilkan kekuatan destruktif yang sangat besar sehingga menghancurkan beberapa bangunan kecil di sekitar mereka.
Senyum Harold semakin melebar. Ia tampak tak akan menahan diri lagi.
Bayangan tepat di bawahnya mulai bergerak dan mengeluarkan aura yang tidak menyenangkan, lalu beberapa bayangan berbentuk manusia mulai keluar dari sana.
Bayangan itu kemudian berubah bentuk dan meniru penampilan Harold dengan sempurna.
"Klon? Tidak, bayangan, ya … Merepotkan … "
Mengabaikan erangan tidak nyaman dari Noelle, Harold meraih pergelangan tangan salah satu bayangannya dan melemparnya ke arah Noelle.
Noelle tidak pernah melihat teknik menciptakan bayangan seperti itu sebelumnya, karena itulah ia sedikit terkejut.
Tak memakan waktu lama, bayangan yang terbang ke arahnya dengan mudah mendarat dan langsung mengarahkan serangan pada Noelle.
Noelle mencoba menghindari itu dengan melompat mundur. Namun, kakinya seperti ditarik oleh sesuatu sehingga membuatnya tersandung.
Dalam keadaan terbaring terlentang, Noelle langsung menggunakan kedua tangannya sendiri untuk menopang tubuhnya, lalu melempar dirinya sendiri ke udara.
Noelle berhasil menghindari serangan tusukan dan tebasan yang dilancarkan Harold palsu yang ada di depannya. Tapi, Harold lainnya muncul tepat di belakang Noelle dan menusukkan sebilah pisau ke punggungnya sebelum akhirnya menendangnya jauh ke depan.
Berkat tendangan itu, Noelle terpental beberapa puluh meter ke depan dan menghancurkan beberapa bangunan yang ia tabrak.
Guncangan yang begitu kuat telah ditransfer ke otaknya sehingga membuatnya mati rasa sejenak. Namun, Noelle entah bagaimana mampu mempertahankan kesadarannya dan berusaha berdiri dengan susah payah.
Pisau yang Harold tusukkan di punggungnya menancap begitu dalam sehingga dapat menyentuh tulang rusuknya. Namun, ia hanya merasakan getaran dan rasa kesemutan kecil di sana.
Noelle dengan mudah menarik pisau itu dan membiarkan lukanya beregenerasi dengan sendirinya. Meskipun begitu, itu tetap tak menghentikan semburan darah yang mengalir cukup deras dari punggungnya.
"Hoo? Kau memiliki regenerasi yang luar biasa. Apa kau masih bisa lanjut? "
Harold mendatanginya sambil tersenyum.
"Brengsek … "
Menghapus tetesan darah yang mengalir dari sudut bibirnya, Noelle langsung menarik pedangnya yang masih tersambung dengan rantainya.
(Akan buruk jika aku tidak menghabisinya segera … )
Begitu ia memikirkan itu, ia langsung melepaskan jubah zirah yang sejak tadi menutupi tubuhnya.
Karena kondisi yang sedang hujan, itu mempengaruhi berat pada zirahnya sehingga sempat membuatnya kehilangan keseimbangan beberapa kali.
Noelle butuh waktu yang cukup lama hanya untuk beradaptasi dengan situasi pertarungan yang baru, dan karena itulah, akan lebih efektif jika ia melepas zirahnya dan bertarung dengan tubuh yang ringan.
Harold menaikkan alisnya sedikit karena terkejut begitu melihat Noelle yang sudah melepas zirahnya. Namun, ia kembali tersenyum.
Tanpa mengatakan apa-apa lagi, mereka berdua langsung menghilang dari pandangan semua orang dan muncul dalam keadaan saling menahan serangan.
Noelle dalam posisi untuk memberikan tendangan sabit ke arah Harold. Kaki kanannya membentang ke atas dan membuat bentuk sudut hampir mencapai 180 derajat dengan kedua kakinya.
Namun, tampaknya Harold memiliki pikiran yang sama dengannya karena Harold juga melakukan gerakan itu.
Kaki mereka saling terkunci dan membuat mereka masing-masing melompat beberapa meter ke belakang.
Tak berhenti di situ, Noelle langsung dalam posisi berjongkok dan menggunakan tangan kanannya sendiri untuk menjadi tumpuan agar ia bisa melemparkan dirinya sekali lagi.
Mencapai tempat tepat di hadapan Harold, Noelle langsung memberikan pukulan dan tendangan yang mengarah langsung ke titik vital. Namun, Harold dengan mudah menangkis semua itu.
Mereka berdua terus berasu tinju dan tendangan sampai akhirnya beberapa bayangan Harold kembali muncul dan menyerang Noelle dari belakang.
Noelle langsung menggerakkan kakinya untuk mundur selangkah dan berganti posisi menjadi berdiri dengan kedua tangannya.
Kedua kakinya yang kini berada di atas dengan cepat berputar dan menabrakkan tulang keringnya ke leher semua bayangan.
Noelle juga menjepit leher Harold dengan kedua kakinya sebelum akhirnya ia melemparnya ke belakangnya dengan posisi itu.
Sementara Harold masih ada di udara, Noelle langsung menembakkan beberapa pedang dari gudang spasialnya dan mengarahkan semuanya ke arah Harold.
Beberapa pedang berhasil menancap di punggung dan punggungnya. Namun, itu sama sekali tidak menghasilkan luka yang fatal.
Sebelum beberapa pedang itu menancap di tubuhnya, Harold segera menggerakkan tubuhnya sedemikian rupa sehingga tidak ada pedang yang menancap di bagian yang vital.
Harold menabrak dinding dengan cukup keras sehingga menghasilkan retakan yang besar. Namun, ia langsung kembali berdiri dan mengambil salah satu pedang yang ada di dekatnya, dan maju dengan posisi yang siap menyerang pada Noelle.
Seolah tak mau kalah, Noelle juga kembali menggunakan pedangnya untuk bertarung langsung dengan Harold.
Pedang mereka saling bertabrakan beberapa kali dan menghasilkan suara bising serta memercikkan beberpa bunga api yang tampak akan memicu kebakaran.
Noelle membuat gerakan menebas secara diagonal dari kiri bawah, lalu mengayunkannya lagi beberapa kali dengan kuat sehingga menghasilkan tebasan kotak silang yang sempurna.
Semua tebasan itu ditujukan ke semua bagian vital di tubuh Harold, namun Harold menangkis semua itu dengan relatif mudah.
Meskipun mereka melakukan pertarungan yang serius di sana, senyum gembira di wajah mereka sama sekali tak menghilang, dan justru semakin melebar.
Bilah pedang mereka sekali lagi bertabrakan dengan sangat kuat sehingga menghasilkan gelombang kejut yang menghancurkan lingkungan sekitar mereka.
Tubuh mereka berdua secara alami tak dapat menahan gelombang kejut yang mengalir dari tangan mereka sehingga keduanya terlempar ke belakang secara bersamaan.
Dan tepat saat mereka berdua berdiri, lalu mengambil posisi siap menyerang sekali lagi, sebuah pilar cahaya hitam keemasan tiba-tiba muncul dari sisi lain dan membuat mereka secara refleks langsung melompat mundur dengan wajah berkedut.
Noelle yang pikirannya selama ini hanya tertuju pada pertarungannya dengan Harold tiba-tiba menyadarinya.
"Charl! "
Di dalam pilar cahaya itu, ada sosok Charlotte yang menampilkan ekspresi kosong dengan sayap hitam tumbuh di punggungnya.
Matanya benar-benar kosong tak bernyawa, dan tato hitam mulai terbentuk di sisi lehernya.
Dalam keheningan semua orang karena keterkejutan, Charlotte bergumam.
"Ein … "
Suaranya begitu kecil dan dingin, namun anehnya dapat terdengar sampai ke penjuru kota.
Lingkaran halo berwarna hitam pekat di atas kepalanya mengeluarkan aura yang tidak menyenangkan, dan terus berputar dengan cepat, menghasilkan semburan cahaya yang mengerikan.
Noelle yang melihat sosok itu mau tak mau langsung menelan ludahnya dengan gugup.
"Ahh, sial … Aku benar-benar lupa kalau dia itu pemilik《Wrath》"
Senyum pahit terbentuk di bibirnya begitu ia mengatakan itu.
...****************...