![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Jadi itu pilihanmu, ya … "
Di dunia nyata. Noelle sedang duduk di tanah, dengan pangkuannya yang menjadi bantal untuk Olivia.
Olivia masih dalam keadaan tidur karena pengaruh kekuatan Dewi Malam Zelica yang dikendalikan Noir, dan sekarang dia sedang berada di alam mimpinya sendiri setelah Noelle berhasil mengeluarkannya dari alam mimpi kolektif.
Setelah pertarungan yang menyakitkan melawan Noir, Noelle berhasil mendapatkan beberapa hal baru.
Hal baru yang dia dapatkan, di antaranya adalah sebagian kecil otoritas yang dimiliki avatar Noir yang dia lawan sebelumnya,
Dia sudah sadar, kalau Noir yang bertarung melawannya sebelumnya hanyalah seorang avatar, dan memiliki kekuatan yang kurang dari seperempat dari tubuh sejatinya.
Setidaknya, Noir memberikan sedikit kekuatan otoritas pada avatarnya, itu membuat Noelle yang mengalahkannya berhasil merebut otoritas itu.
Otoritas yang dimiliki Noir masih belum jelas, dan Noelle tidak tahu detailnya karena ia hanya mendapatkan sebagian kecil dari itu. Namun, dia sudah memahami beberapa kekuatan yang dimilikinya.
Kekuatan otoritas Noir meliputi 'Pencurian', dan 'Dominasi'. Itu terdengar sangat sederhana, tapi sebenarnya merupakan kemampuan yang sangat kuat.
'Pencurian' dari kekuatan otoritasnya membuatnya mampu 'mencuri' sesuatu yang bersifat material maupun abstrak. Dalam hal ini, Noelle sudah melihatnya; itu pada saat Noir 'mencuri' sistem yang dimilikinya.
Sedangkan kekuatan 'Dominasi' masih berada di bidang yang sama dengan 'Pencurian'. Kekuatan ini membuatnya mampu 'mendominasi' sesuatu sehingga ia dapat mengambil alih kendalinya. Kekuatan inilah yang Noir gunakan untuk mengendalikan sisa kekuatan Dewi Zelica.
Hal lain yang ia dapatkan dari pertarungan melawan avatar Noir adalah informasi, dan 'kemerosotan'.
Informasi yang ia dapat dari hal ini sepenuhnya berisi tentang situasi yang ia hadapi sekarang. Karena itulah, setelah mengetahuinya, Noelle tidak bisa tinggal diam.
Informasi dan 'kemerosotan' yang diberikan Noir padanya hanya memiliki dampak yang bersifat negatif.
Kemerosotan itu ia dapatkan karena ini bukanlah waktu yang tepat baginya untuk menerima kekuatan otoritas. Ini semua masih terlalu cepat, dia belum memenuhi syarat untuk menerima kekuatan otoritas, tapi otoritas itu sendiri telah meresap ke dalam jiwanya.
Karena itulah, kekuatan otoritas yang ia dapat dari Noir memberikan banyak efek negatif padanya.
Saat ini, Noelle bisa merasakan ada banyak keberadaan tak terlihat yang sedang menatapnya. Di sisi lain, dia bisa mendengar banyak sekali bisikan yang menyesatkan.
Namun, di antara semua bisikan itu, ia bisa merasakan adanya sesuatu yang sangat mencolok.
Salah satu bisikan itu datang dengan suara yang sangat mirip dengan suaranya. Tidak salah lagi, itu adalah suaranya sendiri.
Sejak lama, Noelle sudah memiliki firasat kalau hal serupa akan terjadi di masa depan. Namun, dia tidak mengira kalau semua akan terjadi secepat ini.
Suara-suara itu, berasal dari semua kepribadiannya yang tak terkendali, dan berusaha memisahkan diri darinya.
Noelle sudah tahu kalau dia memiliki kepribadian yang tidak terkendali. Terkadang dia akan menjadi orang yang baik, dan terkadang ia akan menjadi orang jahat yang hanya ingin memuaskan dirinya.
Namun, itu semua bukanlah gejala kepribadian ganda. Dia memiliki karakteristik seperti itu karena pengaruh pikirannya sendiri yang selalu memikirkan hal yang berbeda, dan semua kepribadian itu bukanlah sesuatu yang akan tiba-tiba muncul, lalu membuat kepribadian sejatinya memasuki kondisi 'tidur'.
Ini benar-benar berbeda. Semua kepribadiannya saling menyatu, dan akhirnya membentuk satu kepribadian yang abstrak. Inilah yang membuatnya terkadang melakukan beberapa hal yang di luar kendali.
Membedah otak seseorang, melakukan uji coba cuci otak, dan rasa kejam yang terkadang muncul, semuanya disebabkan oleh karakteristik ini.
Yang membedakannya dari kepribadian ganda, adalah Noelle sepenuhnya menyadari keadaan ini. Dia juga tidak menolak mereka, melainkan menerima semua itu sebagai bagian dari dirinya.
Semua seharusnya akan baik-baik saja, karena ia bisa mengontrol kepribadiannya dengan baik. Namun, sekarang semuanya berbeda.
Kemerosotan dari otoritas Noir memberinya banyak polusi mental, membuat keadaan psikisnya menjadi tidak stabil.
Kepribadian lain itu bisa saja tiba-tiba kehilangan kendali dan mulai mengambil alih tubuhnya. Itulah yang sekarang sedang terjadi; beberapa kepribadian dalam keadaan 'pemberontakan' dan bisa lepas kendali kapan saja.
Namun, bukan berarti tidak ada cara untuk mengatasinya. Pada dasarnya, masalah ini muncul karena ia tidak bisa menahan efek samping dari kekuatan otoritas, dan Noelle sudah mengetahui penyebab utamanya.
Dia sedang kelelahan, dan kekuatan sihirnya juga hampir habis sepenuhnya, sehingga dia kehilangan kendali atas ketahanan pikirannya. Hal itu semua menyebabkan Noelle tidak dapat berpikir dengan jernih, dan gejala pusing yang disebabkan juga membuatnya tidak dapat fokus menekan efek samping kekuatan otoritas itu.
Yang artinya, dia akan baik-baik saja setelah beristirahat dan memulihkan kekuatan sihirnya. Untuk mempercepat proses pemulihan, dia sudah meminum darah Olivia, sehingga sekarang dia menjadi lebih fokus dan bisa menjaga kesadarannya dengan lebih baik.
Pemberontakan dari 'dirinya yang lain' telah berkurang, dan sekarang Noelle akhirnya bisa melakukan hal lain.
Noelle melihat ke bawah, menatap langsung pada wajah Olivia yang masih tertidur.
Berkat kekuatan yang baru saja dia dapatkan, Noelle dapat mengendalikan sedikit kekuatan di alam mimpi kolektif, membuatnya bisa mengambil alih kendali yang digunakan Noir untuk membuat semua orang masuk ke alam mimpi.
Berkat kekuatannyalah Olivia bisa memasuki alam mimpinya sendiri.
Sekarang, setelah dia berbicara dengan Olivia melalui mimpi itu, dia sudah tidak memiliki keraguan lagi. Noelle menjadi semakin yakin dengan keputusannya.
"Kurasa perpisahan memang tidak bisa dihindari … "
Noelle mengerutkan keningnya saat keinginan untuk bangun mulai memberinya tenaga. Namun, tidak peduli seberapa keras dia mencoba, dia tidak bisa berdiri.
Ini hanya bisa berarti satu hal; dia masih merasa enggan untuk meninggalkan Olivia.
Tentang mengapa ia harus berpisah dengan Olivia, itu semua karena Noir masih mengejarnya.
Meskipun Noir sudah melihat Olivia dan yang lain, Noelle yakin kalau dia pasti tidak akan menyentuh mereka. Bagaimanapun, Noir dan Noelle cukup mirip dalam beberapa hal, wajar bagi Noelle untuk memahami cara berpikirnya.
Noir pastinya mengincar kesenangan yang bisa ia dapatkan dari bermain kejar-kejaran dengan Noelle. Karena itulah, keberadaan lain hanya akan mengganggu kesenangannya. Dia tidak akan pernah melibatkan mereka. Noelle yakin itu.
Hanya dengan menyandera Olivia dan menunggu Noelle untuk datang dengan sendirinya adalah hal yang membosankan, jadi Noir pasti tidak akan menyentuh Olivia, setidaknya untuk sekarang.
Noelle telah menjadi peluit pemangil bahaya yang bisa aktif kapan saja, jadi dia tidak bisa terus berada di sisi Olivia. Hal itu hanya akan membuat Olivia dalam bahaya.
Setelah memastikan situasinya, Noelle segera menguatkan hatinya. Dia menghapus semua keraguan, menjadikan ucapan lembut Olivia dan keinginan untuk melindunginya sebagai satu-satunya penopang kewarasannya.
Perjuangan batin ini memakan waktu hampir lima menit. Setelah lewat dari waktu itu, Noelle segera bangkit dan dengan lembut membaringkan Olivia ke tanah.
Dia melihat ke sekeliling sejenak, lalu kembali menatap sosok Olivia.
Noelle berjongkok, dan meraih tubuh Olivia, diam-diam memeluknya dengan erat, berusaha memastikan agar kehangatan tubuhnya tidak menghilang.
Meskipun dia tersenyum, senyum itu terasa begitu menyakitkan. Dia tidak pernah merasakan ini sebelumnya, tapi dia mulai yakin kalau kepedihan yang ia rasakan sekarang adalah karena keputusannya untuk meninggalkan sisi Olivia.
Matanya mulai panas, tapi dia berusaha untuk tidak menangis. Noelle menggigit bibir bagian bawahnya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Olivia.
Dia mencium Olivia di bibirnya sekali, lalu pindah ke kening. Setelah selesai, dia segera memisahkan wajahnya dari wajah Olivia, lalu menatap wajah gadis itu dari dekat.
" … Aku harap kecantikanmu ini tidak ternoda air mata nanti … "
Setelah mengatakan itu, Noelle kembali membaringkan Olivia di tempatnya. Dia kemudian berjalan ke sisi lain, dan sampai di hadapan suatu sosok.
Itu adalah tubuh Erwin, yang telah berubah menjadi dingin dan sangat pucat. Dia sudah mati, Noelle tahu itu.
Sebelum dia sempat menggunakan kekuatannya untuk mengambil alih kekuatan Noir untuk sedetik, Noelle telah melihat Erwin mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Olivia.
Tombak yang Noir tembakkan berhasil menembus dadanya, dan membuat jiwanya lenyap dalam seketika.
Secara otomatis, Erwin juga akan mati di dunia nyata.
Meskipun ini bukanlah salahnya, Noelle tetap merasa pedih saat melihat seseorang harus mengorbankan dirinya untuk menyelamatkannya sosok yang seharusnya ia lindungi sendiri.
Bahkan meski ia cenderung dingin, Noelle masih memiliki rasa kepedulian yang cukup besar pada Erwin, terutama karena Erwin telah memberinya beberapa pencerahan kecil.
Karena itulah, meskipun sedikit, Noelle ingin membantu Erwin untuk memenuhi harapannya.
Dia tidak bisa membawa mayat Erwin dan menguburnya di kampung halamannya, karena itu akan membawakan kecurigaan pada Norman dan yang lain. Jadi, Noelle hanya bisa melakukan satu hal.
Noelle menggeledah semua saku Erwin, dan menemukan satu amplop yang mulai menguning.
Amplop ini berisi surat, dan segelnya juga memiliki lambang Gereja Dewi Malam Zelica. Ini adalah surat yang sudah Erwin siapkan jika situasi terburuk muncul. Dia ingin seseorang membawakan surat ini ke salah satu cabang Gereja Dewi Malam Zelica yang ada di Republik.
Noelle bukanlah penganut yang taat, jadi dia tidak akan berdoa pada saat ini. Namun, untuk menghormati Erwin, dia hanya dapat berharap agar Erwin bisa sampai ke 'Kerajaan Ilahi' Sang Dewi seperti yang ia bicarakan di ruang makan sebelumnya.
Noelle meremas surat itu dengan tangannya, lalu memasukannya ke gudang spasial.
Setelah itu, dia berbalik dan melihat semua orang satu per satu. Sapuan pandangannya kemudian berhenti, dan dia fokus menatap langit.
"Aku yakin kau sedang mengawasiku. Aku ingin membicarakan sesuatu."
Noelle kemudian mengeluarkan botol kecil dari sakunya, dan menuangkan semua isinya ke tanah.
Tak lama kemudian, debu berkilau yang Noelle keluarkan itu mulai bergerak seolah sesuatu sedang mengendalikannya.
Setiap titik debu itu bergerak dan membentuk suatu pola di tanah. Itu adalah beberapa huruf yang disusun dengan ukuran kecil, sehingga membentuk suatu kalimat.
"Apa? " Debu itu membentuk kalimat yang sesuai.
Noelle diam sejenak, lalu menjawab pada debu, "Aku ingin kau membuka gerbang menuju dungeon-mu dan membawa mereka kembali. Apa kau bisa melakukannya? "
Debu mulai bergerak dan membentuk kalimat baru, "Itu mudah. Tapi, mempertahankannya untuk waktu yang lama akan sulit."
"Tidak masalah, aku ingin kau membukanya hanya setelah mereka semua terbangun dan siap untuk pergi."
Noelle terus berbicara tanpa mempedulikan sopan santunnya.
Sebenarnya, dia tidak perlu sopan santun. Itu karena dia tahu siapa yang sedang 'berbicara dengannya.
Sosok yang ada di balik debu itu, sebenarnya adalah Dewa Luar yang menciptakan dungeon tempat Noelle dan yang lain terjebak sebelumnya.
Noelle tahu kalau dia bisa menghubungi Dewa Luar ini di sini karena penyebutan nama kehormatan'Nya' berhasil menciptakan reaksi.
Sekarang, Noelle akan mencoba untuk bernegosiasi dengan sosok ini.
Setelah beberapa saat keheningan, debu berkilau di tanah kembali bergerak dan membentuk kata-kata baru.
"Baiklah, itu bisa kulakukan. Tapi, kau seharusnya tahu kalau ini tidak akan gratis."
"Aku tahu itu. Apa yang kau inginkan? "
"Itu sederhana. Aku hanya ingin kau membebaskanku."
" ……… "
Meskipun Noelle sudah bersiap untuk segala kemungkinan, dia tetap terkejut karena permintaan dari Dewa Luar ini merupakan hal yang sangat sederhana.
Namun, jelas kalau ini tidak akan sesederhana kedengarannya.
Dewa Luar ini dalam keadaan tersegel, dan segel yang mampu menahan seorang dewa pastilah sangat kuat. Akan sulit bagi Noelle untuk membebaskan'Nya'.
Setelah memikirkannya sejenak, Noelle akhirnya mengerutkan keningnya.
"Bagaimana aku melakukannya? "
Mendapat pertanyaan itu, sosok di balik debu mulai mengendalikan debu berkilau itu dan membentuk beberapa kalimat baru..
"Tidak perlu terburu-buru. Dengan kekuatanmu sekarang, itu mustahil untuk dilakukan. Simpan ini sebagai hutang budi."
"Baiklah. Lalu, bagaimana aku harus menghubungimu nanti? "
"Selama kau ada di Kerajaan, kau bisa menyebut nama kehormatanku, aku akan menanggapinya dengan cepat."
Noelle memikirkannya sejenak, lalu segera menggeleng. "Sayangnya, aku tidak akan kembali ke Kerajaan untuk waktu yang tidak kuketahui."
"Begitu, ya? Lalu, kau bisa menghubungiku dengan perantara. Saat kau menemukan tempat tinggal baru nanti, peliharalah setidaknya satu ekor tikus putih. Tanamkan simbol ini pada tubuhnya sambil melafalkan nama kehormatan lengkapku, dan kau bisa menghubungiku melaluinya nanti."
Setelah kalimat itu muncul, debu berkilau yang tersisa membentuk suatu simbol di tanah. Simbol itu terbentuk dari susunan gulungan kertas yang saling terkait satu sama lain, yang kemudian dilingkari oleh garis benang yang saling terhubung dengan setiap gulungan.
Noelle tidak tahu jawaban yang benar, tapi dia memiliki firasat kalau ini adalah simbol yang mewakili diri'Nya'.
Sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk menguraikan simbol itu, jadi dia menghafalnya dengan cepat sampai akhirnya simbol itu menghilang sepenuhnya.
"Apa kau sudah mengerti sekarang? "
"Ya, terima kasih atas bantuanmu. Aku akan menanyakan beberapa hal nanti, tapi aku tidak punya waktu."
"Kalau begitu baguslah. Aku juga harus menyiapkan kekuatanku untuk membuka gerbangnya."
Setelah kalimat itu terbentuk, kekuatan yang mengendalikan debu berkilau itu segera menghilang. Noelle sekali lagi terdiam sambil menatap ke sekelilingnya.
"Sekarang … "
Noelle menoleh dan menatap pada sosok Olivia yang masih tertidur. Dia kemudian tersenyum masam dan menghela napas pasrah.
"Seperti yang kuduga. Benar-benar berat rasanya harus meninggalkanmu … "
Dia menghabiskan hampir satu menit penuh hanya untuk menghilangkan rasa dilema yang memenuhi dirinya. Setelah itu, senyumnya berubah menjadi senyum sedih. Dia menatap Olivia dengan penuh kasih sayang, lalu berbalik.
"Selamat tinggal, Livia … "
...****************...
Setelah pergi agak jauh dari posisi Olivia, Noelle segera mengangkat tangan kanannya.
Segera, sebuah kristal berwarna keunguan muncul dan mengambang tepat di atas telapak tangannya.
Itu adalah kristal Souris, yang ia dapatkan setelah bergabung dengan Asterisk.
Ini adalah solusi lain yang ia temukan agar bisa keluar dari tempat ini. Tentu saja, dia tidak pernah mengatakannya pada siapa pun.
Jika ia memberi tahu ini pada semua orang, maka itu sama artinya dengan meledakkan bom waktu yang sudah menunggu untuk dinyalakan.
Teleportasi menuju dunia kabut tempat Asterisk pertama berkumpul adalah hal pertama yang terlintas di benak Noelle saat itu. Dia sudah memastikan kalau tempat itu ada di suatu tempat di dunia nyata, dapat dibuktikan dengan semua anggota Asterisk yang datang dengan tubuh fisik mereka.
Sekarang, Noelle akan memanfaatkan kekuatan itu untuk melarikan diri dari tempat ini. Dia sengaja untuk tidak menggunakan Gerbang Roh untuk keluar, karena itu bisa menyebabkan insiden seperti 'bertemu secara tidak sengaja' dengan Olivia dan yang lain.
Selain itu, pilihan ini juga lebih aman untuk semua orang.
Untuk sejenak, kristal ungu yang mengambang di atas telapak tangan Noelle terus berputar dengan kecepatan yang konstan, lalu putarannya menjadi semakin cepat saat benang cahaya transparan mulai dimuntahkan dari kristal itu.
Benang cahaya mulai mengelilingi tubuh Noelle, dan tak lama kemudian, sosok Noelle telah menghilang dari tempatnya sebelumnya berdiri.
Begitu Noelle membuka matanya, dia segera menemukan pemandangan yang asing, namun terasa akrab.
Dia sedang duduk di salah satu kursi yang mengelilingi meja bundar berukuran besar, dan tepat di tengah meja, ada sebuah kristal besar yang warnanya terus berubah setiap detiknya.
Noelle melihat ke sekeliling, dan menemukan beberapa sosok lain yang duduk di tempatnya masing-masing.
Setelah memastikan kehadiran mereka, Noelle segera berdiri dan membuka pembicaraan dengan sebuah salam singkat.
"Selamat siang, semuanya. Maaf karena meminta pertemuan ini diadakan secara mendadak."
Noelle tidak tahu jam berapa di dunia luar sekarang. Lagi pula, tempat dia berada sebelumnya hanya memiliki langit malam sepanjang hari.
Semua orang, dimulai dari Damian, Lucia, Tania, Asher, Colyn, Ethan, dan Arnaz kemudian mengangguk.
Dibandingkan sebelumnya, sudah tidak ada lagi keraguan di wajah mereka. Setelah kejadian terakhir, mereka berhasil mengembangkan perasaan sentimentil terhadap satu sama lain.
Akhirnya, Damian bertanya mewakili semua orang, "Apa yang terjadi? "
Untuk beberapa saat, Noelle terdiam sambil memikirkan jawabannya. Sebenarnya, dia sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan ini, namun ia masih mencari cara untuk menjelaskannya dengan cara yang sederhana.
Kemudian, dia memutuskan untuk menceritakan hal-hal yang terjadi, dan memutuskan untuk menyembunyikan beberapa detail seperti dirinya yang berhasil mendapatkan kekuatan otoritas Noir.
"Kau benar-benar menjalani hari yang aneh … "
Setelah mendengar semua cerita Noelle, masing-masing dari mereka hanya bisa menghela napas dengan heran sambil mempertanyakan mengapa Noelle bisa terlibat dalam semua situasi itu.
Lucia entah bagaimana bisa menyuarakan kebingungannya, tapi tidak dengan yang lain. Bagi mereka, pengalaman yang Noelle ceritakan benar-benar terdengar tidak nyata. Lagi pula, tidak ada yang mengira kalau mereka akan terlibat dengan keberadaan tersembunyi seperti Noir secepat ini.
"Jadi, pada dasarnya, apa yang kau butuhkan? " Asher bertanya untuk memastikan.
Noelle diam, senyumnya membeku, dan dia hanya menatap ke bawah untuk beberapa waktu.
Kemudian, dia mengangkat wajahnya kembali, menunjukkan wajah yang dipenuhi dengan kepasrahan sekaligus kesiapan.
"Aku ingin kalian membunuh identitasku sebagai Souris."
...****************...