[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 156: Cryll Rescue Act (13)



...****************...


"Bangun. Mulai hari ini, kalian harus menepati jadwal baru yang telah disediakan kemarin."


Lagi-lagi, perintah yang memuakkan.


Orang yang meneriakkan itu, seorang pria berbadan gelap dengan postur yang tegap, memegang sebuah tongkat besi besar di tangannya.


Dia memukulkan tongkat besinya ke lantai, dan membuat terkejut semua 'orang' yang ada di sana.


Tempatnya berada adalah sebuah penjara bawah tanah dengan banyak sel yang bau dan tak terurus. Dia adalah penjaga di tempat ini.


Ada sekitar 20 sel di lantai ini, dan dia adalah orang yang ditugaskan untuk menjadi sipir bagi semua tahanan yang ditempatkan di sini.


Beberapa kotoran manusia, dan air seni dapat dilihat berhamburan di sudut sel, membuat bau tempat itu menjadi semakin menyengat dan menjijikkan. Namun, semua orang di sana tampak tak keberatan dengan itu. Mereka sudah terbiasa.


Semua orang selain penjaga itu, memakai pakaian yang sama lusuhnya. Mata mereka mati, menunjukkan tanda akan kepasrahan terhadap hidup mereka.


Orang-orang yang ditahan di sini, tidak diperlakukan layaknya manusia. Bagi semua penjaga dan orang-orang yang mengatur tempat ini, semua tahanan hanyalah babi kotor yang mengambil wujud yang sama dengan mereka, yaitu manusia.


Tidak ada rasa hormat yang seharusnya ditunjukkan ke sesama manusia.


Semua sudah berjalan seperti ini selama beberapa tahun lamanya. Meskipun begitu, tak ada yang bisa menghentikan berjalannya tempat ini. Karena sejak awal, memang tak ada yang mengetahui keberadaan penjara yang mengerikan ini.


Semua tahanan, baik itu pria, wanita, tua, ataupun muda, mereka semua memiliki tubuh yang kurus tak terawat.


Mereka semua berbaris untuk mengantri keluar dari lantai tempat sel mereka berada. Dan salah satu tahanan itu, seorang pria berbadan besar dengan mata kosong tak bernyawa tampak terdiam seperti patung.


Penjaga yang menyadari itu langsung menghampiri itu dan memukul kepalanya menggunakan tongkat besi di tangannya, menyebabkan pendarahan yang sangat hebat sehingga membuatnya tewas di tempat.


"Babi yang tak patuh tidak diizinkan hidup di sini. Jadi bergeraklah atau akan akan ada lebih banyak dari kalian yang terbunuh! "


Semua tahanan kembali bergerak untuk mematuhinya. Meskipun mereka sudah pasrah dengan hidup mereka, tak ada satu pun yang berani menentang perintah penjaga. Bagi mereka, menentang perintah jauh lebih menakutkan daripada kematian itu sendiri. Tidak masuk akal? Memang, tapi itulah pemikiran yang telah ditanamkan di kepala mereka sejak lama.


"Jane? "


Seorang wanita, yang juga tahanan di sana berbalik untuk melihat pria di belakangnya.


"Jangan panggil aku dengan nama itu, Liv."


Pria itu, Jane menatap Liv dengan penuh kecemasan. Menyadarinya, Liv langsung tersenyum.


"Hehe, jangan khawatir. Aku berbicara dengan suara yang sangat pelan sehingga penjaga tidak akan mendengarnya. Dan selain itu … Bukankah kamu baru saja memanggilku Liv barusan? "


Jane dan Liv. Mereka sudah ada di tempat ini sejak mereka masih sangat kecil. Hampir semua hidup mereka dihabiskan di tempat ini, dan mereka juga yakin kalau mereka juga akan mati di tempat ini.


Kehidupan yang tak berharga, itulah bagaimana mereka memandang diri mereka sendiri.


"11F! Apa yang kau lakukan?! Cepat jalan! "


Jane dan Liv tak bergerak, hanya dengan hal itu saja sudah membuat penjaga kesal. Dia langsung menghampiri Liv dan menggunakan cambuk untuk menghukumnya.


Adegan itu disaksikan oleh semua orang, termasuk Jane. Meskipun begitu, tak ada yang menghentikannya. Jane hanya menatap diam pada Liv yang terjatuh ke lantai dan meringis kesakitan.


Sebenarnya, dia beruntung. Penjaga hanya menggunakan cambuk untuk menghukumnya, dan bukan menggunakan tongkat besi untuk memukulnya. Jika tidak, dia pasti sudah mati.


"Kalian semua! Bergeraklah! "


Semua orang termasuk Jane mulai bergerak sesuai dengan perintah penjaga. Liv yang tertinggal hany mampu meringis dan berdiri dengan susah payah untuk mengejar Jane.


...****************...


"Kau bodoh."


Begitu semua pekerjaan mereka selesai, semua tahanan dikembalikan ke sel mereka.


Jane dan Liv berada di sel yang sama, jadi mereka saling membantu untuk mengobati luka masing-masing.


Jane dengan dingin mengomentari kebodohan yang Liv lakukan sebelumnya sambil mengoleskan obat pereda sakit ke punggung Liv yang penuh luka.


Meskipun begitu, Liv hanya tersenyum masam.


"Aku sedikit ceroboh. Tapi untungnya penjaga hanya menggunakan cambuknya."


"Yahh, itu lebih baik dari hukuman mati di tempat."


Liv hanya bisa tertawa kecil.


Sel yang mereka tinggali tidak lebih baik dari semua tempat. Itu benar-benar kotor, dan dindingnya juga penuh dengan coretan. Genangan darah yang telah mengering di sudut ruangan masih mengeluarkan bau amis yang menjijikkan. Sehingga, orang normal mana pun pasti akan mengernyitkan dahi begitu mencium baunya.


Namun, hal seperti itu tidak berlaku bagi semua tahanan di sini. Bagi mereka, bau busuk yang memenuhi sel mereka adalah sesuatu yang menjadi bagian hidup mereka sendiri, jadi mereka tak keberatan dengannya.


Dan meskipun disebut sebagai tahanan, mereka semua berada di tempat ini bukan karena melanggar hukum, atau apa pun.


Tempat ini lebih seperti peternakan. Makhluk dari berbagai ras dikumpulkan dan ditempatkan di sel yang berbeda-beda sesuai dengan ras mereka.


Mereka tidak diizinkan untuk benar-benar menjalani kehidupan. Mereja juga tidak diberikan kebebasan.


Jangankan semua itu, mereka bahkan tidak diizinkan untuk memiliki nama.


Satu-satunya cara untuk memanggil mereka adalah dengn menggunakan nama kode. Untuk Liv, nama kodenya adalah 11F, sedangkan Jane memiliki kode 41C.


Hanya dengan itu saja sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa Jane sudah berada di tempat ini jauh lebih lama dari Liv.


Jane mendapatkan namanya karena Liv yang memutuskan itu. Begitu pula dengan Liv. Jane-lah yang memberikan nama itu padanya.


Meskipun, mereka hanya bisa saling memanggil nama masing-masing di saat tak ada yang mendengarnya. Tetapi, itu semua sudah cukup bagi mereka.


Menjalani kehidupan mereka sampai mati di tempat ini, bukanlah hal yang buruk jika mereka terus bersama.


Atau setidaknya itulah yang seharusnya terjadi.


Namun, suatu hari, terjadilah satu penyimpangan yang akan mendistorsi takdir mereka.


Itu adalah kemunculan kelompok yang dinamakan Asterisk.


Asterisk, awalnya tak ada yang menyadari keberadaan mereka. Namun, ketika kekacauan di Rondo pecah, barulah semua orang menyadari masalah sejatinya.


Apa yang Asterisk lakukan di sana telah menjadi pemicu untuk menjatuhkan semua domino yang telah disusun oleh Voyager, kelompok yang membangun peternakan ini.


Beberapa orang anggota utama dari Voyager bahkan harus turun tangan langsung ketika kekacauan di Rondo pecah.


Secara alami, runtuhnya 'domino' yang telah Voyager susun itu akan sangat berpengaruh terhadap peternakan ini.


Hari itu, satu hari setelah kekacauan di Rondo ….


'Peternakan' dalam keadaan kacau. Semua penjaga dengan wajah cemas bergerak dengan panik untuk mengemasi barang-barang mereka. Selain itu, semua pengurus yang ada di San juga melakukan hl yang sama.


Mereka hanya mengemasi barang mereka sendiri, dan tak mempedulikan keadaan para ternak yang masih tidak memahami situasinya.


Beberapa atasan yang sebelumnya hampir tak pernah muncul di peternakan itu justru datang dengan raut tak senang di wajahnya. Beberapa penjaga dan pengurus bangunan dengan wajah takut mencoba untuk meredakan kemarahannya, tapi mereka semua hanya mengabaikan hiburan yang diberikan dan langsung pergi ke reaktor energi di bagian inti bangunan ini.


Para tahanan yang masih bekerja di sana bingung dengan situasinya. Mereka tidak mengerti mengapa semua orang yang menjadi atasan mereka kini berlarian dan dengan panik mengemasi barang-barang mereka.


Ketika semua atasan telah meninggalkan pulau kecil itu, barulah mereka menyadari situasinya.


Para Voyager telah memprediksi kalau akan ada orang atau kelompok yang menyerbu tempat ini tak lama lagi, jadi mereka bergegas pergi untuk pindah ke markas mereka yang lain.


Semua aset penting yang tak begitu mereka butuhkan ditinggalkan, dan mereka hanya membawa beberapa surat-surat dan hasil penelitian yang mereka lakukan di tempat ini.


Tentu saja, para 'ternak' ditinggalkan tanpa perlindungan.


Alat yang menyegel kebebasan mereka masih terpasang di tubuh mereka, jadi mereka tidak bisa meninggalkan pulau. Mereka hanya bisa menuruti satu perintah terakhir yang diberikan. Yaitu untuk bertarung di tempat ini, dan mengulur waktu.


Beberapa 'ternak' dengan kekuatan yang besar diizinkan untuk berkeliaran bebas di sekitar pulau, tapi tak diizinkan untuk meninggalkannya.


Jane, Liv, dan semua orang yang sudah dikalahkan oleh kelompok Noelle dan Norman yang datang adalah bagian dari para ternak yang diberikan sedikit kebebasan.


Namun, ada satu pengecualian untuk satu orang.


Dia adalah orang yang menjaga titik akhir dari kelompok penyerang. Dia memang bukan anggota langsung Voyager, tapi dia adalah bawahan yang telah dipilih langsung untuk menghabisi semua penyerang yang datang, sekaligus menjaga sandera yang dengan sengaja ditinggalkan di tempat ini.


Para Voyager, dan para pembebas yang bekerja sama dengan mereka, dengan sengaja meninggalkan Cryll sebagai subjek uji coba mereka.


Detail tentang uji coba itu tak diketahui, tapi sempat terjadi perpecahan antara Voyager dengan para pembebas. Hal itu saja sudah cukup untuk memperkeruh situasi.


Namun, pada akhirnya mereka semua tetap pergi bersama, karena menyadari bahaya yang akan datang ….


...****************...


"Yang Mulia! "


Eisen, gedung pemerintahan sementara.


Di salah satu ruangan itu, Earl Eisen—Moretti sera Eisen—sedang duduk mengerjakan pekerjaannya.


Tepat di atas meja kerjanya, tumpukan kertas yang sebenarnya adalah dokumen yang harus ia periksa itu tampak tak terurus.


Ketenangan yang Moretti manfaatkan untuk menyelesaikan semua pekerjaannya seketika terganggu karena teriakan itu.


Pintu terbuka dengan suara yang keras, dan menampilkan seorang prajurit dengan wajah pucat pasi. Jelas kalau dia sedang panik.


Moretti bisa merasakan ketegangan yang dimiliki prajurit itu, jadi dia bertanya tanpa mempedulikan ketidaksopanan yang baru saja prajurit itu lakukan.


Prajurit itu berkeringat deras di balik zirah pelindungnya, dan dia juga memiliki napas yang tersenggal-senggal.


Hanya dengan hal itu saja sudah cukup bagi Moretti untuk menyimpulkan kalau sesuatu yang buruk telah terjadi.


Masih ada dua jam sebelum akhirnya lonceng tengah hari dibunyikan, dan tak ada alasan bagi prajurit itu muncul di sini. Seharusnya memang begitu. Tapi, apa yang prajurit itu katakan selanjutnya akan menjadi mimpi buruk untuk Moretti.


Usai meredakan napasnya yang sesak, prajurit itu dengan penuh ketakutan menatap Moretti, dan akhirnya mengatakan semuanya.


"P-Pangeran … Dan kelompoknya … Mereka menghilang! "


Semua tiba-tiba berhenti. Tak ada satu pun di antara mereka yang mampu bergerak. Waktu seolah berhenti di sana. Namun, tak butuh waktu lama hingga akhirnya teriakan penuh kemarahan Moretti memecahkan keheningan itu.


Kenapa itu bisa terjadi? Apa masalahnya? Semua pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.


Tentu saja, jika seorang pangeran dan orang-orang yang tergabung dalam kelompoknya tiba-tiba menghilang di wilayah kekuasaannya, dialah yang akan bertanggung jawab penuh. Kepanikannya adalah hal yng logis.


Justru akan jadi sangat berbahaya jika Moretti tidak merasakan apa pun dari kenyataan menghilangnya Norman dan yang lain.


Moretti adalah seorang penyihir hebat yang bahkan menjadi kandidat untuk penyihir istana di masa lalu, jadi kekuatannya sudah dipastikan. Ekspresi penuh ketakutan dari prajurit di hadapannya adalah hal yang normal mengingat semua kejayaannya yang berkuasa.


Mengabaikan rasa takut dari prajurit itu, Moretti langsung maju dan meraih bahunya.


"Bagaimana dengan Sword Star Noelle Lynneheim, dan kelompoknya? Apa mereka ada?! "


Prajurit itu dengan gagap menjawabnya. "I-itu, ketika rekan saya pergi memeriksanya, mereka semua juga tidak ada. Rumah yang mereka tempati sepenuhnya kosong, tampaknya telah ditinggalkan sejak dini hari."


(Jadi itu benar.)


Moretti sudah memiliki firasat untuk hal ini, tapi ia tetap merasa takut kalau situasi ini benar-benar terjadi.


Hal yang ia takutkan telah menjadi kenyataan ….


Ia tahu kalau Noelle pasti sudah merencanakan sesuatu, tapi tak menyangka kalau ia akan mengeksekusi rencananya dalam waktu yang sangat dekat.


Jika Norman dan orang-orang di kelompoknya menghilang, pasti Noelle-lah yang menjadi alasannya.


(Kau bocah sialan. Jika kau ingin melakukan sesuatu, jangan pernah melibatkanku ke dalamnya.)


Berbagai umpatan dan caci maki diam-diam ia lemparkan pada Noelle yang tak berada di sana. Sementara itu, prajurit di hadapannya masih kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Sangat jela kalau ia tak menyadari bahwa Noelle adalah dalang dibalik menghilangnya kelompok pangeran.


Dan meskipun Moretti mengutuk Noelle dengan berbagai macam kata kasar, pada kenyataannya dia tidak berhak melakukan itu.


Karena, dialah yang menjadi sumber utama dalam masalah ini.


Masalah pribadi yang ia miliki dengan Terneth, bersama semua orang di regu pembebas yang dikendalikan oleh Voyager dari balik layar adalah sumbu dari masalah yang sekarang sedang terjadi.


Jika ia menyelesaikan masalahnya bersama Terneth dengan benar, dan seandainya Cryll tak ditahan sebagai sandera oleh musuh, ini semua tidak akan terjadi.


Dia dengan penuh keyakinan sudah menebak kalau Noelle pasti akan mengunjungi markas musuh untuk menyelamatkan Cryll, dan dia membawa kelompok pangeran sebagai bantuan.


Jika Cryll tidak ditahan oleh musuh, maka Noelle pasti tidak punya alasan untuk pergi ke sana. Cryll ditahan karena ia pergi untuk menjalankan misi penyelidikan yang Moretti berikan secara khusus padanya.


Jadi, secara teknis, penyebab semua masalah ini, nyatanya adalah dirinya sendiri.


Menyadari itu, Moretti dengan panik memberikan perintah pada prajurit di hadapannya.


"Jaga ini sebagai rahasia! Jangan sampai informasi tentang menghilangnya mereka tersebar sampai ke ibu kota! "


Jika tidak, dia akan terkena masalah besar.


"B-baik! "


...****************...


『Oohh! Kota ini benar-benar ramai seperti yang dikabarkan! 』


Salah satu kota besar yang berada dalam wilayah kerajaan Nothernos, Tania tampak sedang berjalan dengan santai melewati kerumunan.


Di satu tangannya, ia memegang sebuah apel yang sudah setengah digigit, dan di tangan yang lain memegang sebuah keranjang kecil berisi beberapa roti hangat yang baru saja ia beli.


Navi dengan semangat berkomentar sementara menggunakan bidang visi Tania untuk melihat pemandangan di sekitarnya.


Itu benar-benar kota yang besar dan ramai. Hanya itu komentar yang Navi berikan. Namun, itu sudah cukup jelas untuk menggambarkan betapa baiknya suasana yang sedang ia rasakan sekarang.


Kota ini berada tak jauh dari ibu kota, dan memiliki alur perdagangan yang baik, sehingga membuatnya menjadi sangat ramai akan para pedagang.


Dibandingkan itu, jumlah petualang di sini cukup sedikit. Mungkin karena lokasi kota yang cukup jauh dari tempat berbahaya. Para petualang biasanya hanya menjadikan kota ini sebagai tempat peristirahatan mereka, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke kota lain.


Para petualang tak mungkin menetap di satu tempat untuk waktu yang lama, jadi alur perputaran uang dan populasi tempat ini menjadi lebih stabil.


Sudah dua hari sejak ia mendatangi kota ini. Sebelumnya, ia berada di ibu kota, mencoba menaklukan salah satu dungeon yang sangat terkenal di sana, Dungeon of Greed.


Namun, usahanya gagal. Jumlah dan kekuatan para monster mulai menggila ketika ia memasuki lantai 90, jadi Tanka memutuskan untuk mundur sampai ia meningkatkan kekuatannya lebih jauh lagi.


Dan di sinilah ia berada, sedang mengisi kembali persediaannya yang mulai menipis. Dia juga memilih untuk menjauh dari ibu kota untuk sementara. Alasannya? Tentu saja, karena ketegangan di sana telah meningkat belakangan ini.


Itu disebabkan oleh munculnya kelompok bernama Asterisk yang melumpuhkan Rondo dalam satu malam.


Dan sejak saat itu, foto beserta informasi minim tentang anggota para Asterisk telah menyebar dengan sangat cepat seperti angin. Harga yang cukup tinggi telah disematkan untuk kepala mereka, dan membuat banyak orang menjadi semangat untuk memburu mereka.


Tania melarikan diri ke tempat ini karena ia khawatir identitasnya akan terbongkar di sana. Untuk sementara, ia telah menyimpan Zephiroth di penyimpanan spasial, dan hanya akan mengeluarkannya saat dia sedang sendirian.


Tania hampir tidak pernah menunjukkan sabitnya di hadapan orang lain, jadi tidak akan ada yang mengenalinya. Setidaknya, tidak untuk sekarang.


" ……… "


Belum 10 menit sejak ia meninggalkan toko terakhir, tapi ia sudah merasakan suatu kejanggalan. Navi juga merasakannya.


『Tania, terus berjalan. Aku akan membimbingmu.』


Tania diam-diam mengangguk, dan berjalan mengikuti rute yang telah Navi tentukan.


Memanfaatkan keramaian, dan tubuhnya yang ramping, Tania dengan sangat mudah menyelinap di antara kerumunan, dan seketika menghilang dari pandangan pengejarnya.


"Sialan! Di mana dia?! "


"Dia menghilang dengan sangat cepat! "


Yang diam-diam mengikuti Tania adalah tiga orang pria. Tania dan Navi tidak mengetahui tujuan mereka, tapi ada baiknya untuk menghindari masalah.


"Gadis itu terlihat sangat kaya, akan sangat disayangkan jika kita melepaskannya."


Rupanya mereka hanyalah kelompok perampok biasa. Tidak ada gunanya mewaspadai mereka.


Tania menghela napas lega, dan akhirnya memasuki penginapannya.


Setelah meletakkan semua barang-barangnya di atas meja, Tania kemudian menatap tujuh lembar kertas yang menempel di jendela kamarnya.


Di atas ketujuh kertas itu, terpampang wajah-wajah yang telah akrab di matanya.


Hampir semua orang di gambar itu memakai topeng. Hanya ada dua orang yang digambarkan dengan sangat jelas sesuai dengan rupa asli mereka.


Di bawah gambar wajah itu, ada keterangan yang menjelaskan tentang mereka.


Mereka semua adalah buronan negara, Asterisk.


Foto Tania ada di salah satu kertas itu, tapi ia menggunakan topengnya, jadi ia aman. Namun, Lucia dan Colyn dengan sangat jelas menunjukkan wajah mereka, ia khawatir kalau mereka mungkin tidak akan bisa beraktifitas dengan normal.


Navi tampaknya menyadari pemikiran Tania, jadi ia dengan cepat menyela.


『Berhentilah mengkhawatirkan mereka, Tania. Seperti yang sudah ketahui, mereka semua kuat. Selain itu, bukankah kalian semua sudah setuju untuk menghindari ikut campur masalah pribadi?』


" … Kau benar … "


Tania menghela napasnya, dan menatap foto itu satu per satu. Pikirannya tiba-tiba membawanya ke ingatan tentang terbukanya 'gerbang dunia bawah' di Eisen.


"Menurutmu … Kenapa gerbang itu bisa terbuka di sana? "


『Entahlah. Bahkan meskipun aku terlahir di sana, bukan berarti aku mengetahui banyak hal tentang semua itu.』


Keduanya masih bingung dengan gerbang dunia bawah yang tiba-tiba terbuka di Eisen. Tak ada jawaban yang masuk akal. Semua menghasilkan jalan buntu.


" … Sudah berapa lama sejak aku keluar dari sana? "


『Aku sudah berhenti menghitungnya. Mungkin … Sekitar 40 tahun? Wow, kau benar-benar sudah tua, Tania.』


Bahkan meskipun Tania bukanlah tipe orang yang akan keberatan terhadap hal-hal sepele, ia tetap tersinggung saat Navi membicarakan usianya yang sebenarnya.


Sebenarnya, ia sendiri juga tidak tahu pasti tentang usianya. Berada di dunia bawah benar-benar mengerikan. Indera perasanya akan waktu telah mati sepenuhnya sejak ia memasuki tempat itu.


Banyak yang terjadi, hingga ia akhirnya terjebak dalam neraka itu, untuk waktu yang sangat lama.


Tanpa sadar, pikiran Tania mulai mengembara ke ingatan masa lalunya yang jauh ….


...****************...