![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Brengsek! Cryll! Pertahankan penghalangnya! "
Noelle dengan raut panik berteriak pada Cryll yang sedang sibuk mengerahkan kekuatannya untuk mempertahankan penghalang.
Meskipun begitu, jelas Cryll tidk akan dapat bertahan lebih lama lagi, karena tangannya mulai gemetar dan darah mulai menetes dari sudut bibirnya.
"Berapa lama aku harus mempertahankan penghalang sialan ini?! "
Cryll balas berteriak pada Noelle.
"Sampai semua persiapanku selesai! "
Noelle dengan panik menggunakan kemampuan telekinesis untuk mengendalikan pedang dan melukai tangan kirinya yang ia arahkan ke langit.
Luka tebasan di tangannya membuat cairan darah mengalir bebas ke lantai kayu kapal yang masih utuh berkat perlindungan Cryll, namun jelas kapal itu akan hancur tidak lama lagi.
Sementara itu, situasi di sekitar mereka sama saja. Dyland dengan panik menarik Norman dan Iris ke dalam pelukannya sedangkan tangannya yang lain mengerahkan penghalang cahaya kecil yang cukup untuk melindungi semua orang yang ada di kelompok Norman.
(Seperti yang diharapkan dari kesatria suci brengsek! Tapi … )
Noelle tersenyum sengit saat melihat Dyland di sudut pandangannya yang sedang melindungi semua orang dengan sihir penghalang.
Namun wajah Noelle langsung berubah suram setelah menyadari kalau itu semua hanya tindakan sementara.
Ketika Cryll dan Dyland sedang sibuk mempertahankan penghalang, pilar cahaya yang menimpa mereka justru semakin membesar dan mulai menguapkan semua air sungai yang ada di sekitar mereka.
"Brengsek! Noelle! Apa kau sudah menyelesaikan persiapanmu?! Aku sudah hampir mencapai batas! "
Cryll berteriak ketika penghalang yang ia buat mulai retak karena intensitas pilar cahaya yang melebihi kemampuannya.
Pilar cahaya itu semakin membesar dan menguat, membuat retakan pada penghalang cahaya yang melindungi mereka semakin menyebar.
Tidak hanya Cryll, tapi penghalang yang dikeluarkan Dyland juga tampak hampir pada batasnya.
"Aku sudah selesai! Oy kalian! Berkumpullah di dekatku jika kalian tidak mau mati! Cryll! Maaf, bertahanlah sebentar lagi! Livia, bantu Cryll! "
Noelle mulai mengeluarkan perintah, dan Olivia tanpa ragu langsung membantu Cryll untuk menyuplai energi sihir dan mempertahankan bentuk penghalang yang melindungi mereka.
Namun, tidak dengan David. Ia berteriak pada Noelle, "Apa yang akan kau lakukan sialan?! "
"Sudahlah! Ikuti saja kata-kataku dan mendekat ke sini! Apa kau mau Pangeran dan yang lain berubah menjadi daging panggang?! "
"Khh– Tapi–"
"Dyland, kita ikuti kata-katanya," ucap Norman,
Meskipun ia sendiri merasa takut dan terkejut dengan situasi yang tiba-tiba ini, ia tidak boleh membuat pemikiran dan cara yang akan membahayakan semua orang.
Norman berusaha mempertahankan ekspresi tenangnya meskipun tangan dan kakinya mati rasa karena ketegangan yang tiba-tiba.
" … Baiklah … "
David dengan wajah tidak senang menuruti ucapan Norman dan perlahan berjalan mendekati Noelle sambil berusaha mempertahankan penghalang.
Seiring dengan gerakannya, orang-orang yang berlindung di penghalang yang sama dengannya perlahan mengikuti gerakannya untuk mendekati Noelle.
"Oi! Kenapa kalian sngat lama?! Cepatlah ke sini dasar brengsek! "
"Bisakah kau bersabar?! Sulit untuk bergerak sambil mempertahankan penghalang ini! "
"Seolah aku peduli dengan itu! Cepatlah ke sini atau kau akan mati sekarang! "
"Khh–"
Noelle dan Dyland terus saling berteriak dengan ekspresi geram di wajah mereka.
Sementara Noelle sudah menyelesaikan persiapannya, Dyland yang perlahan mendekatinya sempat melirik ke arah Charlotte yang membantu Cryll untuk mempertahankan penghalang tanpa diperintahkan siapa pun.
(Kurasa aku pernah melihat gadis itu di suatu tempat … )
"Bisakah kau lebih cepat?! Kami tidak memiliki waktu lagi! "
Dyland terus berjalan sambil berusaha mempertahankan penghalang dan mengabaikan teriakan Noelle dengan konsentrasi penuh.
Stella, Olivia, dan Charlotte tetap fokus untuk menyuplai energi sihir agar Cryll dapat mempertahankan penghalang buatannya, sedangkan Chloe mengendalikan semua bayangan yang ada di dekatnya untuk melingkari area sekitar mereka dan melindungi Noelle dan yang lain dari sisa-sisa proyektil yang terbang ke arah mereka akibat gelombang kejut.
Pilar cahaya yang menghantam kapal mereka sudah semakin besar dan menghancurkan bagian kapal lain yang tidak terlindungi.
"Sekarang apa? "
Dyland dengan tenang bertanya pada Noelle setelah ia tiba di dekatnya.
"Kalian hanya perlu diam dan bersiap untuk situasi terburuk! "
Darah yang menetes dari tangan Noelle dan membentuk genangan di lantai itu dengan cepat melayang di udara dan membentuk kubah yang melapisi penghalang Cryll.
"Dengan begini setidaknya kita bisa menambah waktu beberapa detik! "
Darah Noelle yang melapisi kubah penghalang itu kemudian mengeras dan menutupi pandangan mereka dari silaunya pilar cahaya.
"Cryll! Lepaskan penghalangnya begitu aku memerintahkan! "
Teriakan perintag Noelle yang tiba-tiba membuat Cryll hampir meragukan telinganya, namun ia tetap mengangguk dan menjawab, "Aku mengerti! "
"Sekarang …《Reign》"
Begitu Noelle mengucapkan mantranya, sebuah lingkaran sihir besar muncul tepat di atas mereka dan mengejutkan semua orang.
"Apa yang kau lakukan?! "
Barangkali karena ia tidak pernah melihat tipe lingkaran sihir seperti itu, Dyland langsung mengarahkan pedangnya pada Noelle dengan gerakan yang mengancam.
"Diamlah! "
Noelle berteriak sambil terus memasukkan sejumlah besar mana ke dalam lingkaran sihir itu.
Lingkaran sihir yang Noelle keluarkan berputar semakin cepat dan mengeluarkan cahaya yang berbeda dari pilar cahaya itu, kemudian menyelimuti dia dan semua orang di sekitarnya.
"Cryll! Sekarang! "
Begitu Noelle memerintahkannya, Cryll tanpa mengatakan apa pun lagi langsung melepaskan mantra penghalang yang selama ini ia pertahankan.
Kubah cahaya yang melindungi mereka hancur menjadi butiran cahaya, dan pilar cahaya itu dengan cepat menenggelamkan mereka.
Untungnya,《Reign》yang Noelle lakukan berhasil tepat waktu telah lebih dulu memindahkan dia dan semua orang ke dalam dimensi mini buatannya.
Tentu saja, dengan sedikit pengorbanan.
...****************...
"Ughh … Di mana kita … "
Cryll berusaha menahan rasa sakit yang menyerang kepalanya dan berusaha bangun untuk melihat sekitar.
(Tampaknya hampir semua orang ada di sini … )
Cryll menganggukan kepalanya setelah ia melihat semua orang yang ia kenal berada di tempat yang sama dengannya saat ini.
"Sekarang … Noelle … Tempat apa ini? "
Dengan mengerutkan keningnya, Cryll menanyakan hal yang ingin ditanyakan semua orang di sana.
Olivia dan Charlotte juga terlihat bingung ketika mereka melihat sekitarnya.
Tempat mereka saat ini adalah ruangan yang sangat luas yang dipenuhi dengan rak dan dipenuhi dengan buku dalam berbagai ketebalan dan ukuran.
Singkatnya, itu adalah perpustakaan.
Mereka semua berdiri tepat di atas altar yang ada di salah satu sisi ruangan itu.
" … Noelle? "
Cryll berusaha memastikan dengan memanggil namanya, namun Noelle tetap tidak menjawab.
Ekspresi khawatir jelas tercetak di wajah Cryll, dan ia memperhatikan sekelilingnya dengan panik.
"Hey! Di mana kau sialan?! "
" … Noelle … Di sana … "
Olivia dengan tubuh gemetar berucap, kemudian perlahan berdiri dan dengan gerakan yang tertatih-tatih, ia berusaha mencapai tempat Noelle.
Cryll melihat ke arah yang dituju Olivia, dan benar saja, ada tubuh seorang yang sudah cukup ia kenal sedang terbaring di lantai karpet beludru dengan bersimbah darah.
"Noelle?! "
Teriakan panik Cryll menyadarkan semua orang dan membuat mereka sontak melihat ke arahnya.
Semua orang tak terkecuali dengan Dyland benar-benar terkejut ketika melihat sosok Noelle yang penuh dengan darah.
Olivia yang lebih dulu sadar telah sampai di tempat Noelle dan menggoyangkan tubuhnya seolah untuk membangunkannya.
Cryll tanpa berkata apa pun lagi langsung berlari ke tempat Noelle berada, diikuti dengan Dyland, Norman, dan yang lain di belakangnya.
Sedangkan Chloe …
" … Bukankah ini《Reign》milik tuan? Ini tampak berbeda dari terakhir kali … "
Setibanya Cryll di tempat Noelle berada, ia segera mengulurkan tangannya untuk memeriksa detak jantung dan denyut nadi Noelle.
" … Dia masih hidup … " ucap Cryll dengan tercengang.
Tidak peduli seberapa kuat Noelle, ia seharusnya tidak dapat kembali hidup-hidup dalam keadaan seperti itu.
Setidaknya itu lah yang Cryll dan semua orang pikirkan.
Tapi Olivia dan Charlotte dengan mudah membantah pemikirannya.
"Tentu saja … Noelle … Tidak akan mati dengan mudah," ucap Olivia.
"Mmhmm … Noelle tidak mungkin mati hanya karena hal itu," timpal Charlotte.
Cryll bertanya pada mereka berdua dengan wajah heran.
" ……… "
Olivia tidak menjawab. Dia hanya terus menatap Noelle dan membersihkan wajah dan rambut putihnya yang tersiram oleh darahnya sendiri.
(Begitu, ya … Dia sangat yakin)
Cryll tersenyum saat memikirkannya.
Sedangkan Charlotte, ia dengan wajah datar berniat menyela pemikiran Cryll dengan kalimat 'Tidak, itu karena dia abadi', namun segera kembali menelan kata-katanya karena ia tidak ingin mengganggu suasana.
Lagi pula, Charlotte tertarik dengan perkembangan kesalahpahaman yang akan terjadi selanjutnya.
Tanpa ia sadari, rasa ketertarikan Noelle terhadap suatu kesalahpahaman sosial telah menular pada dirinya sendiri.
Beberapa saat setelah itu, Noelle perlahan membuka matanya dan mengambil posisi duduk dengan tubuh yang masih berlumuran darah.
"Ughh … Kepalaku … "
Meskipun semua luka luarnya telah beregenerasi, dan dia tidak merasakan sakit apa pun, efek kejut yang ditransfer ke otaknya benar-benar menyakitkan.
Noelle dengan linglung meliht ke sekelilingnya dan menemukan Olivia dan Cryll yang menatapnya dengan khawatir.
" ……? "
Noelle memiringkn kepalanya dengan bingung. Namun, ia segera merasakan keanehan di tubuhnya.
" … Apa Noelle baik-baik saja? "
Mengabaikan Olivia yang bertanya padanya, Noelle meraba tubuhnya sendiri, kemudian menggerakkan bibirnya untuk memanggil Brackas.
Setelah Noelle memanggil namanya, seekor serigala raksasa muncul di hadapan semua orang dan membuat Dyland menarik pedangnya dengan waspada.
"Brackas, kau lihat tangan kiriku? "
"Hm? "
Olivia dn Cryll secara bersamaan memiringkan kepala mereka dengan bingung saat mendengar pertanyaan Noelle.
Noelle yang melihat mereka kemudian menghela napas lelah dan melepas jubah yang selama ini ia pakai.
"Lihat, tangan kiriku hilang dan belum beregenerasi. Itu artinya tangan kiriku masih ada di suatu tempat dalam keadaan utuh … Seharusnya … "
Mungkin karena jubah zirah yang selalu ia gunakan memiliki efek restorasi otomatis, baik Olivia maupun yang lain tidk tahu kalau Noelle telah kehilangan lengannya.
Saat tangan kiri Noelle terpotong, jubah zirah itu secara otomatis memperbaiki bagian lengan yang ikut terpotong. Karena, zirah itu hanya akan memperbaiki dirinya sendiri tanpa memberikan efek regenerasi pada pengguna.
Olivia dan Cryll mengangguk dengan penuh pengertian saat mendengar penjelasan Noelle.
" … Zirah yang tidak berguna."
"Setuju."
Mereka berdua tersenyum kecut saat memikirkannya, sementara Brackas sudah menghilang untuk mencari tangan Noelle.
"Tunggu, kenapa kalian begitu tenang?! Tangannya baru saja terpotong, 'kan?! "
Norman dengan kesal menyela percakapan santai mereka.
"Hey, apa kau baik-baik saja? " tanya Dyland pada Noelle.
Noelle hanya melirik mereka sebentar, kemudian menjawab dengan acuh.
"Tidak masalah, tanganku akan langsung beregenerasi saat Brackas kembali dengan tanganku yang terpotong itu."
Bagaimanapun, tipe regenerasi tubuh milik Noelle dan Olivia tidak sekuat yang ada di deskripsi skill mereka.
Mereka baru akan beregenerasi jika potongan tubuh mereka telah tersambung. Tentu saja mereka bisa langsung beregenerasi tanpa perlu menyambungkan potongan tubuh mereka yang lain, hanya saja, itu memerlukan kekuatan sihir yang sangat besar dan akan merepotkan untuk melakukannya.
Namun, jika potongan tubuh itu telah hancur dalam keadaan yang mengerikan, Noelle dan Olivia bisa dengan bebas untuk memilih beregenerasi tanpa perlu menyambungkan organ atau bahkan tanpa memerlukan energi sihir yang begitu besar.
"Tapi … Tetap saja aku penasaran … Siapa yang menyerang kita? "
Pertanyaan yang dilontarkan oleh salah satu orang di kelompok Norman itu memecahkan keheningan dan membuat semua orang berpikir keras.
Tentu saja, Noelle sudah memiliki perkiraan tentang pelaku penyerangan itu. Tapi, tetap saja ia merasa ragu akan pemikirannya. Karena, ia menetapkan Terneth sebagai pelaku utama yang berada dibalik penyerangan itu.
Noelle mengembangkan keraguan itu karena pilar cahaya yang menyerang mereka tadi bukanlah sihir, melainkan sesuatu yang lain.
Ia sama sekali tidak menemukan jejak sihir di pilar cahaya itu. Lagi pula, jika pilar cahaya itu benar-benar sebuah sihir, Noelle bisa langsung membatalkan serangannya dengan menggunakan《Magic Interference》.
Noelle sudah mencobanya selagi ia menyiapkan《Reign》. Namun, itu sama sekali tidak menghentikan serangan dari pilar cahaya.
"Apa itu … Terneth …? "
Tak lama setelah keheningan kembali mendominasi ruangan, Dyland bergumam dengan suara yang cukup rendah, namun, itu justru dengan mudah didengar oleh semua orang di sana.
"Tunggu, Dyland. Kenapa kau berpikir kalau Tuan Terneth menjadi pelakunya? "
Norman bertanya dengan menyipitkan matanya pada Dyland.
Dyland kemudian menjawabnya setelah berkonflik di pikirannya untuk beberapa saat.
"Itu … Aku tidak tahu kenapa, tapi … Instingku hanya memiliki mengatakan kalau Terneth itu bukanlah orang yang baik. Tentu saja ada kemungkinan perkiraanku salah, karena Terneth adalah seorang penyihir, dia seharusnya tidak memiliki cara untuk mengeluarkan serangan seperti itu … Tapi … Tetap saja aku yakin kalau dia pelakunya … "
(Jadi dia juga menyadarinya, huh … )
-–Seperti yang diharapkan dari kesatria suci.
Noelle ingin mengatakan itu, tapi ia segera menelan kata-katanya kembali karena ia baru saja mengoreksi kesimpulan yang telah ia buat beberapa saat yang lalu.
" … Seharusnya … Ada lebih dari satu pelaku … "
Noelle tiba-tiba berkata dan membuat semua orang menatapnya.
(Ughh … Jangan menatapku seperti itu … Aku tidak sedang bermain peran detektif di sini … )
Sangat menyakitkan ketika semua reinkarnasi mantan teman sekelasnya menatapnya seperti itu.
Namun Noelle tetap mempertahankan ekspresi datarnya dan menjelaskan alasan mengapa ia dapat membuat kesimpulan seperti itu.
"Lihat, tangan kiriku bisa terpotong karena sesuatu yang tajam. Itu sangat berbeda dari serangan pilar cahaya tadi."
Noelle menunjukkan bekas tebasan yang rapih di pangkal sikunya.
"Dilihat dari mana pun, pilar cahaya tadi memiliki tipe serangan destruktif yang akan menghancurkan semua subjek maupun objek yang mengenainya dengan menggunakan cahaya yang super panas. Kurasa akan tepat untuk menggambarkannya seperti … Hyperion atau serangan laser panas di film fiksi ilmiah … "
Noelle mengucapkan bagian akhir dari kalimatnya dengan suara rendah sehingga tidak akan didengar oleh siapa pun kecuali orang-orang dengan pendengaran super tajam seperti Olivia dan Charlotte.
(Tapi … Jika pelakunya bukanlah Terneth … Lalu siapa? Apakah Harold dan [Red Eagle] mulai bergerak? Tidak … Kurasa itu terlalu cepat … Pesan yang dikirimkan Terneth pada mereka memang berisi permintaan untuk datang secepat mungkin, tapi … Tetap saja itu terlalu cepat.)
Noelle mengerutkan keningnya dalam frustasi. Ia memiliki terlalu sedikit informasi untuk membuat kesimpulan.
(Penjahat mana yang nekat ingin menghabisi Pangeran dan penerus rumah bangsawan lainnya … Bajingan itu benar-benar menjengkelkan … )
"Yahh, lupakan itu. Brackas sudah menemukan tanganku."
Tepat seperti yang ia katakan, Brackas tiba-tiba muncul dari bayangannya dengan membawa lengan Noelle yang dalam keadaan mengenaskan di mulutnya.
"Kerja bagus."
Noelle mengambil tangannya dari mulut Brackas dan mengelus kepalanya untuk beberapa saat.
"Uwaahh~ Ini benar-benar dalam keadaan mengerikan … "
Noelle meringis saat melihat tangannya yang sudah hampir tak berbentuk itu. Itu sudah tidak memiliki jari, dan kulitnya juga sudah meleleh di beberapa bagian, menunjukkan bagian daging yang menjijikkan.
(Untungnya aku tidak menggunakan cincin di jariku dalam perjalanan ini … )
Noelle selalu berhati-hati dalam menyimpan cincin pertunangannya dengan Olivia. Untuk berjaga-jaga, ia selalu menggunakannya sebagai kalung yang selalu ia simpan di kantung dalam jubah zirahnya.
"Sekarang … "
Noelle mengalirkan energi sihirnya ke tangannya yang sudah tak berbentuk itu. Dan seketika, tangan yang tak bisa disebut tangan itu langsung memulihkan penampilannya dan perlahan menyatu dengan bekas tebasan yang ada di siku Noelle.
"Dan … Regenerasi selesai … "
Tangan Noelle telah kembali seperti semula. Ia dengan riang mencoba melakukan beberapa gerakan dengan tangannya untuk peregangan.
"Mhmm, sihir sangat luar biasa, 'kan? "
(Tidak, hanya kau yang bisa melakukan itu.)
Cryll dengan wajah masam memikirkan itu.
Saat mereka semua masih terdiam, Lilith perlahan maju dan membuka bibirnya untuk berbicara dengan Noelle, namun …
"Umhmm … Iz–Noelle … "
"Dan kurasa kita juga harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, huh … "
Noelle dengan mudah mengalihkan pembicaraan dan berpura-pura tidak mendengar panggilan Lilith.
"Aku sudah melihat situasi di luar melalui Brackas, dan … Kapal yang kita naiki sebelumnya sudah hancur sepenuhnya. Dan semua staff yang bertugas di sana juga sudah tewas karena serangan pilar cahaya atau pun tenggelam saat mencoba melarikan diri."
Noelle dengan ekspresi yang seolah mengatakan ia sama sekali tidak mendengar atau bahkan melihat keberadaan Lilith berdiri mengambil salah satu buku di rak yang ada di dekatnya.
(Untungnya aku sudah mengubah isi《Reign》beberapa waktu lalu … )
Senyum lega mulai terbentuk di wajah Noelle yang kini fokus pada bukunya.
"Untuk sementara kalian bisa beristirahat di sini, aku juga masih harus memulihkan diriku."
Penggunaan mana untuk aktifasi《Reign》maaih cukup besar bagi Noelle untuk melakukannya secara rutin. Karena itu ia harus beristirahat untuk memulihkan kekuatan sihir yang ia gunakan untuk《Reign》.
Yahh, suatu saat dan entah bagaimana Noelle akan melakukan sesuatu untuk mantra sihir yang satu itu.
Lagi pula《Reign》memiliki banyak keuntungan dalam pertarungan …
...****************...