[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 215: Pilihan (1)



...****************...


'Membunuh identitas Noelle sebagai Souris'. Begitu Asterisk lain mendengarnya, mereka mau tak mau langsung meragukan telinga mereka.


Permintaan Noelle yang satu ini terdengar tidak masuk akal bagi mereka. Bagaimanapun, jika mereka harus membunuh Souris, maka itu artinya mereka harus membunuh Noelle.


"Ahh, aku tahu yang kalian pikirkan, dan maksudku tidak seperti itu." Noelle segera menggelengkan kepalanya guna menghapus semua kesalahpahaman.


Kemudian, dia mengeluarkan sebuah topeng putih polos dengan corak ungu di beberapa tempat. Itu adalah topeng yang ia gunakan saat ia beraksi menjadi Souris, sebuah topeng yang dibuatkan Ethan untuknya.


"Yang aku maksud, adalah aku ingin kalian semua menunjukkan kalau 'Souris yang sebelumnya' telah mati. Dengan begitu, aku akan muncul sebagai sosok baru dan 'menggantikan identitas Souris yang lama'."


Alasan Noelle ingin melakukan ini adalah karena kesalahannya yang memberi tahu Olivia tentang identitasnya sebagai Asterisk. Berkat hal itu, Olivia jadi tahu kalau Noelle adalah Souris.


Tentu saja, jika Souris yang Olivia kenal muncul kembali ke publik, itu akan membuat Olivia sadar kalau dia masih ada. Dengan begitu, Olivia pasti akan mengejarnya tidak peduli bahaya apa yang menanti.


Noelle ingin menghindari skenario tersebut, jadi ia merancang rencana ini.


Pada saat semua orang mendengar lebih lanjut tentang rencananya, mayoritas dari mereka langsung memahaminya, tapi sisanya masih bingung dengan apa yang Noelle maksud. Tentu saja, orang-orang yang tidak memahaminya adalah Colyn dan Tania.


Lucia menyadari kebingungan mereka, jadi dia berinisiatif membantu menjelaskan.


"Ada beberapa orang terdekatnya yang sudah mengetahui identitasnya sebagai Souris. Di dunia luar, Souris dianggap sudah mati, atau menghilang tanpa kejelasan, ini membuatnya harus mengganti identitas Souris untuk membuat mereka yakin kalau dia sudah tidak ada."


Colyn mengerutkan keningnya sejenak, berusaha mencerna semua rencana itu, kemudian dia menghela napas dan menyilangkan lengannya di atas meja, lalu menenggelamkan dagunya di sana.


"Aku tidak mengerti … Bukankah akan bagus jika mereka mengetahui kalau Souris, orang yang mereka kenal masih hidup? "


"Tentu, hanya dengan asumsi kalau tidak akan ada bahaya yang terlibat," jawab Lucia dengan cepat.


Asher kemudian menyela, "Souris sudah mengatakannya sebelumnya. Dia telah terlibat dalam masalah dan harus berurusan dengan enturas yang bernama Noir itu. Noir pasti tahu kalau Souris belum benar-benar mati atau menghilang, jadi 'Dia' pasti akan terus mengejarnya. Akan sangat berbahaya jika orang-orang terdekat Souris terlibat dalam hal ini."


Karena kesamaan situasinya, Asher memahami Noelle jauh lebih baik dari semua orang di Asterisk. Dia merasakan keakraban yang kuat, sekaligus telah mengembangkan perasaan simpati yang besar terhadapnya.


Mungkin seorang pria yang memiliki obsesi tertentu terhadap seseorang memiliki radar yang dapat menemukan orang yang serupa dengannya.


Colyn mengangguk dengan penuh pengertian saat wajahnya terlihat merengut sedih, dan di sisi lain, Tania hanya diam tanpa memberikan konfirmasi apa pun.


Noelle melihat ini dan merasa senang karena tidak perlu menjelaskannya dengan lebih lanjut, jadi dia kembali menyampaikan permintaannya.


"Saat misi berikutnya, aku ingin kalian semua bertindak seolah tidak ada yang aneh, tapi aku akan muncul bukan sebagai Souris yang semua orang kenal, melainkan sosok yang benar-benar berbeda."


"Dan? Bagaimana kau akan melakukannya? " tanya Arnaz.


Noelle meliriknya sejenak, lalu menjawab hampir tanpa jeda, "Aku hanya akan merubah penampilanku."


Setelah dia mengatakan itu, tangan kanannya segera mengeluarkan asap hitam aneh yang menyesakkan, yang kemudian langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.


Ini adalah kekuatan 'Dominasi' yang dia dapatkan dari Noir. Dengan kekuatan ini, dia 'mendominasi' dan mengendalikan tubuhnya sendiri, lalu membuat penampilannya berubah secara paksa.


Pada tahapnya sekarang, Noelle hanya bisa 'mendominasi' hal tertentu; tubuhnya sendiri, hewan tanpa kecerdasan, tumbuhan, serta objek sederhana seperti batu atau kayu yang rapuh.


Ini belum bisa disebut kuat, tapi setelah ia berkembang nanti, mungkin saja kekuatan otoritas ini akan menjadi semakin kuat, membuatnya mampu 'mendominasi' hal-hal abstrak dan tak jelas seperti jiwa, roh, ruang, dan sebagainya.


Asap hitam menutupi tubuh Noelle selama hampir satu menit. Kemudian, mereka semua bubar, dan menunjukkan penampilan baru dari Noelle.


Rambut putihnya sudah menghilang, dan kini digantikan oleh rambut hitam mengkilap. Kulitnya masih pucat, tapi fitur wajahnya sudah berubah dengan cukup drastis meski jejak androgini masih ada di sana.


Dia memiliki fitur mata yang tajam namun terlihat ramah, hidung mancung, bibir tipis, alis tipis dengan bulu mata yang agak lentik.


Ini berbeda dari penampilannya sebagai Izaya Canaria atau bahkan Noelle Lynneheim, tapi Noelle sudah puas dengan penampilan ini.


Dibandingkan sebelumnya, dia menjadi sedikit lebih tinggi, mungkin sekitar 180 sentimeter. Dia terlihat seperti seorang pria dengan usia sekitar 20 atau 21 tahun.


Secara alami, dia masih bisa disebut tampan, tapi karakteristik wajahnya terbilang normal di sekitar Republik. Hal inilah yang diincar Noelle.


Mulai sekarang, ini akan menjadi penampilan dari identitas barunya; orang dewasa yang merupakan penduduk asli Republik, yang kehilangan rumah dan keluarganya dalam suatu insiden.


"Itu mengesankan, aku tidak mengira kau bisa mengubah penampilanmu dengan cepat. Tapi, apa kau bisa mempertahankannya untuk waktu yang lama? " Damian dengan cepat membuat komentar. Setelah melihat penampilan baru Noelle, dia sudah memiliki tebakan untuk rencana Noelle berikutnya.


Damian cukup yakin kalau destinasi Noelle berikutnya adalah Republik, itu akan menjadi basis barunya.


Noelle tersenyum tipis dan menutup matanya dengan dengusan ringan.


"Aku tidak mengubah penampilanku dengan sihir, jadi tidak perlu usaha untuk mempertahankannya. Aku bisa kembali ke penampilan asliku sesuka hati, tapi itu akan memakan sedikit waktu seperti sebelumnya."


"Begitu, ya … "


Damian tidak mengerti konsep di baliknya, tapi dia paham dengan maksud Noelle.


Pada dasarnya kekuatan otoritas 'Dominasi' bukanlah sihir, melainkan 'mendominasi' sesuatu, dan menanamkan 'perintah' agar subjek yang didominasi bisa melaksanakan semua perintah Pelaku. Dalam hal ini, Noelle mendominasi tubuhnya sendiri dan menanamkan perintah untuk mengubah penampilannya.


"Hanya membunuh identitas Souris? Kurasa itu akan mudah. Kita hanya perlu menunggu sampai misi berikutnya diberikan pada kita." Arnaz berkata sambil menatap kristal besar yang mengambang di tengah meja.


Kristal itu masih tetap di sana, mengubah warnanya setiap detik seolah tidak ada yang terjadi.


Kemudian, Damian berdeham dan menarik kembali perhatian semua orang.


"Lalu, apa lagi yang kau inginkan? Aku yakin permintaanmu bukan hanya itu."


Satu sudut bibir Noelle terangkat, dan dia menatap Damian dengan sedikit memiringkan kepalanya ke samping.


"Permintaan ini dikhususkan untukmu. Aku ingin kau membuatkan dokumen identitas baru untukku."


Damian sudah menduga ini, jadi dia tidak terkejut.


"Aku tidak keberatan, tapi aku yakin kau tahu kalau tidak ada yang gratis di sini."


"Aku akan membayarnya dengan harga yang sesuai nanti. Untuk sekarang, buatkan aku dokumen identitas baru. Aku akan menjelaskan sisanya nanti setelah aku berteleportasi ke Republik."


Noelle berencana menggunakan titik lokasi sejati Damian untuk pergi ke Republik dengan cepat. Ini juga bisa mempercepat semua proses yang dibutuhkan untuk mengumpulkan informasi umum di Republik.


"Baiklah, aku tidak keberatan. Setelah keluar dari tempat ini, bersiaplah untuk teleportasi, aku akan mengizinkanmu untuk muncul di tempatku."


Sebelum Damian datang ke tempat ini, dia sudah pindah ke kamar di rumahnya yang jauh dari area barak militer, jadi kemunculan Noelle yang tiba-tiba di sana tidak akan membuat siapa pun terkejut.


Karena teleportasi membutuhkan lebih dari tiga orang yang memberikan izin, Asher, Lucia, dan Ethan dengan senang hati mengajukan diri untuk mengurus perizinan teleportasi Noelle.


Setelah menyelesaikan diskusi singkatnya, Noelle kemudian menatap Ethan. "Aku minta maaf karena merepitkanmu, tapi apa aku bisa minta topeng baru? "


"Tidak masalah, aku masih punya banyak bahan tersisa di gereja," jawab Ethan dengan santai. Dia senang bisa membantu, tapi alasan lain mengapa ia dengan mudah menyetujuinya adalah karena ia menginginkan bayaran dari Noelle.


Bayaran yang diminta Ethan adalah donasi sukarela dari Noelle. Gereja tempatnya tinggal telah dalam keadaan kritis, dan penghasilannya sendiri tidak akan cukup untuk menghidupi semua orang, jadi ia mengambil kesempatan ini untuk meminta dana dari Noelle.


Tentu saja, Noelle dengan mudah setuju. Dia masih memiliki banyak uang, meski sebagian besarnya telah ia buang ke dalam《Reign》.


Noelle telah memindahkan otoritas kepemilikan《Reign》kepada Olivia dan Chloe yang sebelumnya masih memiliki hubungan kontrak darah dengannya. Karena itu, Olivia dan Chloe seharusnya tidak akan curiga mengapa《Reign》masih bertahan meski pencipta sejatinya sudah tidak ada.


Sebelum dia benar-benar memindahkan kepemilikan, Noelle telah membuang banyak hal ke sana, di antaranya adalah; ratusan galon berisi darahnya, yang merupakan persediaan yang sudah ia buat sejak lama, tumpukan emas dan harta berupa material, beberapa benda penting lainnya seperti bahan pembuatan senjata, buku, dan lainnya.


Sekarang, gudang spasial Noelle sudah hampir kosong. Dia hanya memiliki beberapa senjata di dalam, karena sebagian besar senjatanya telah ia keluarkan sebagai tsunami untuk menghadapi Noir sebelumnya.


Untuk buku yang berharga, Noelle telah membuat salinannya, jadi dia tidak perlu khawatir, sedangkan untuk material lain bisa ia dapatkan kapan saja dari pasar gelap.


Setelah Noelle menyetujui permintaan pembayaran dari Ethan, Lucia langsung menepukkan tangannya sekali. Hal ini menarik perhatian semua orang dan mereka kini fokus padanya.


Lucia tetap tersenyum saat mata di balik kain hitam yang menutupinya itu berkeliaran memindai ekspresi semua orang.


"Baiklah, karena Souris sudah tidak memiliki permintaan lain, bagaimana kalau kita bertukar informasi sekarang? "


"Itu ide bagus. Aku sudah terjebak di tempat itu untuk waktu yang tidak kuketahui, jadi aku ketinggalan banyak berita." Noelle tanpa ragu-ragu langsung menyetujui usulan Lucia. Justru, dia benar-benar bersyukur karena Lucia membuat usulan ini secara pribadi.


Sebelumnya Noelle sudah memiliki niat untuk mengajukan usulan ini, namun dia merasa agak ragu karena dia sudah mengajukan banyak permintaan dari pertemuan ini dan pertemuan sebelumnya, jadi dia menunggu waktu sampai seseorang dengan sendirinya membuka sesi pertukaran informasi gratis.


Tentu saja, jika tidak ada yang berinisiatif memulainya, maka Noelle sendiri yang akan melakukan itu.


Tania, yang duduk hanya dipisahkan satu kursi dari Lucia mengangguk dengan kuat. Dia sudah berada di salah satu dungeon yang berada di Zeltis untuk waktu yang tidak diketahui, jadi dia juga tidak mengetahui hal apa saja yang terjadi di dunia luar.


Lucia telah kehilangan koneksinya dengan Voyager, jadi dia sudah tidak bisa mengorek informasi dari mereka lagi. Tapi, dia masih bisa menggunakan kekuatan matanya untuk menganalisis berita di koran.


"Aku ingin memberi kalian informasi, tapi aku sendiri masih terjebak di labirin sekarang," ucap Arnaz dengan santai sambil meletakkan kedua kakinya di atas meja.


Dagu Colyn masih menempel di atas meja, dan matanya terlihat bosan saat dia melirik ke samping.


"Jangan tanya aku. Aku tinggal jauh dari peradaban mana pun, jadi aku hampir tidak tahu apa yang terjadi di dunia luar."


Mereka sudah tahu tentang ini. Colyn pernah menceritakannya pada mereka; bahwa dia tinggal di sebuah rumah pohon yang terletak jauh di timur, berlokasi di ujung timur Kekaisaran Alacrylia.


Kebanyakan dari mereka telah terjebak dalam situasi yang tidak memungkinkan mereka untuk mengumpulkan informasi. Yang artinya, orang yang bisa menjadi harapan mereka untuk hal ini hanyalah Damian, Asher, dan Ethan.


Damian seorang petinggi militer di Republik, dia bisa mengakses informasi dari luar lebih cepat dari orang biasa. Sedangkan Asher adalah seorang kesatria suci, pengawal Saint yang harus terjebak bersamanya hampir 24 jam penuh. Secara alami, kesempatannya untuk mencari informasi sendiri sangatkah rendah, tapi dia memiliki hak istimewa untuk mengakses berita dari luar kapan saja dia mau.


Ethan sejak awal hanyalah seorang anak yatim yang tinggal di gereja yang terletak di area kumuh ibukota Kerajaan, jadi informasi yang bisa dia dapatkan hanya terbatas pada informasi umum, dan informasi yang biasa tersebar melalui jaringan ilegal.


(Organisasi rahasia yang sangat kuat, tapi miskin informasi … )


Noelle tidak bisa memikirkan apa pun saat ia menghela napas dengan pasrah.


"Aku mendengar ini dari beberapa pelanggan bar. Mereka mengatakan kalau unit militer Kerajaan akan mengerahkan unit mereka dalam skala besar untuk menemukan keberadaan kita. Belakangan situasinya menjadi semakin sulit, terutama setelah beberapa masalah terjadi pada pembangunan ulang Rondo."


Damian mengangguk pada Ethan, dan melanjutkannya, "Kemungkinan besar Kerajaan telah mengerahkan unit Royale Chamber mereka yang berharga. Seharusnya mereka juga akan bekerja sama dengan unit dari tim Diamond Heart Order dari beberapa wilayah. Dengan tingkat pengeluaran sebesar itu, seharusnya tidak sulit bagi mereka untuk mengendus keberadaan kita."


Royale Chamber dan Diamond Heart Order yang Damian sebutkan itu adalah nama untuk organisasi yang bekerja di bawah kuasa pihak tertentu. Royale Chamber adalah unit khusus militer Kerajaan, yang hanya akan dikerahkan untuk situasi darurat tertentu, sedangkan Diamond Heart Order adalah unit pribadi milik Gereja Dewi Cinta dan Harapan Anastasia.


Setiap organisasi di balik pihak penting seperti militer, atau bahkan Gereja memiliki tingkat prioritasnya masing-masing. Normalnya, mereka hanya akan bekerja untuk mengurus masalah yang berkaitan dengan tugas mereka. Namun, dalam kasus tertentu, beberapa organisasi akan saling bekerja sama untuk memecahkan suatu masalah.


Yang membedakan organisasi milik militer dengan organisasi milik Gereja adalah jumlah dan lokasi keberadaan mereka. Royale Chamber hanya memiliki pusat, cabang, dan anggota yang sepenuhnya berada di area ibukota Kerajaan, Zeltis. Sedangkan untuk organisasi milik gereja, mereka memiliki cabang di satu gereja atau katedral di setiap wilayah yang bersangkutan.


Agama mayoritas di Kerajaan adalah agama yang memuja Dewi Anastasia, jadi Diamond Heart Order memiliki kuasa dan jangkauan yang lebih besar untuk penyelidikan jika dibandingkan organisasi gereja lainnya.


Noelle berusaha mencerna informasi itu sambil mengikuti percakapan. Kemudian, Asher menambahkan, "Tentang itu, aku sudah memiliki konfirmasi tambahan."


Asher memberikan jeda sejenak, lalu melanjutkan, "Light Sanctuary secara resmi sudah membuat kesepakatan kerja sama dengan pihak Kerajaan dan Gereja Dewi Anastasia. Organisasi Gereja kami akan ikut serta dalam penyelidikan dan pencarian Asterisk."


(Ini buruk … )


Informasi yang diberikan Asher memiliki bibit yang sama dengan informasi dari Damian dan Ethan. Namun, tambahan darinya membuat semua orang mulai memikirkan kembali bahaya yang sebenarnya.


Jika tiga organisasi kuat seperti itu bekerja sama, maka kemungkinan besar akan ada beberapa jejak mereka yang berhasil diendus. Ini membuat identitas mereka menjadi terancam.


Berdasarkan cara Asher mengatakannya, Noelle segera menyimpulkan kalau Light Sanctuary adalah organisasi di balik Gereja Holy Light Goddess Lumine.


Agama yang memuja Dewi Lumine cukup sedikit penganutnya di Kerajaan, dan basis terbesar mereka terletak di kawasan netral di selatan. Ini seharusnya membuat mereka tenang. Namun, mendengar bahwa mereka telah memutuskan untuk bergabung dalam pencarian Asterisk, Noelle mau tak mau memikirkan beberapa hal.


Alasan mengapa Gereja Lumine mulai bergerak sekarang pastinya ada hubungannya dengan Asher, karena pada dasarnya, hanya Asher yang memiliki keyakinan kuat terhadap dewi tersebut.


Saat di penyerangan Rondo sebelumnya, Asher telah menghancurkan satu-satunya Gereja Holy Light Goddess Lumine di area sekitar Rondo. Hal ini sudah cukup untuk memprovokasi semua penganut Dewi Lumine yang berbasis di selatan sana.


"Pihak gereja mulai bergerak, huh … Aku benar-benar tidak menyukai mereka. Mereka selalu membuat masalah di masa lalu, tapi anehnya tidak ada satu pun orang di sekitarku yang mengetahuinya … "


Arnaz dengan raut tidak senang mulai mengatakan banyak hal. Noelle yakin kalau dia memiliki banyak masalah dengan gereja di masa lalu.


"Kau tidak mengerti, itu karena kontrol informasi. Berbeda dengan kejadian yang dibiarkan bebas sehingga publik mengetahuinya, segala hal yang berkaitan dengan organisasi di balik gereja selalu memiliki kerahasiaan yang ketat. Jika ada orang luar yang mengetahuinya, maka akan ada dua pilihan; bergabung untuk menjaga kerahasiaan, atau dibungkam secara paksa."


Kedua pilihan tersebut pada dasarnya sama saja. Orang luar yang terlibat dalam masalah dengan organisasi gereja selalu memiliki jalan masa depan mereka tertutup rapat. Ini membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain bergabung. Paling tidak, dengan bergabungnya mereka, mereka akan tetap hidup dengan tingkat kebebasan tertentu.


"Gereja, ya … "


Tania tampaknya memikirkan sesuatu. Ekspresi wajahnya masih datar seperti biasa, tapi dia telihat tenggelam dalam pikirannya sendiri.


(Navi, apa ada kemungkinan mereka akan menemukan jejak keberadaanku? )


{Entahlah. Sudah puluhan tahun sejak insiden itu, jadi kemungkinan mereka sudah melupakannya. Tapi, masih ada kemungkinan yang cukup besar kalau mereka akan menghubungkan semua kejadian ini dengan peristiwa di masa lalu. Tetap hati-hati, Tania.}


(Aku mengerti.)


"Serius … Aku baru tahu kalau gereja memiliki organisasi lain di bawahnya … " Colyn tidak repot-repot menyembunyikan keingintahuannya.


Bagi Noelle, ini adalah hal yang baik. Itu karena ia juga tidak tahu apa pun tentang organisasi di bawah gereja, jadi dia juga ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumpulkan pengetahuan kecil.


Damian menghela napas sejenak, kemudian melirik pada Asher. Melihat Asher tidak memiliki niat untuk menjawabnya, Damian mau tak mau kembali menjelaskan.


"Itu karena mereka jarang terekspos. Keberadaan mereka sendiri sangatlah dirahasiakan, dan publik tidak akan mengetahuinya. Berbagai organisasi milik gereja memiliki penyamarannya masing-masing untuk menyembunyikan diri mereka dari publik, dan mereka hanya akan muncul sesuai dengan tugas mereka dalam 'penyamaran' itu."


Noelle sedikit bingung, tapi otaknya perlahan mulai mencerna informasi itu, sedangkan Colyn masih tidak mengerti, namun berpura-pura kalah dia sudah paham.


"Singkatnya … Organisasi milik gereja akan memakai kedok untuk menutupi diri mereka dari publik. Ambil Diamond Heart Order sebagai contoh; di publik, mereka memiliki sejumlah rumah sakit yang dijadikan sebagai basis operasi."


"Jangan heran kalau kepolisian atau gereja menyumbangkan banyak uang untuk beberapa rumah sakit, karena pada dasarnya itu semua adalah bentuk pendanaan untuk organisasi tersebut."


"Aku mengerti … " Colyn akhirnya mengangguk dengan ekspresi serius. Bukan berarti informasi itu akan berguna baginya. Dia tinggal jauh dari peradaban manusia, dan hanya berkoneksi dengan mereka sesekali untuk mengisi persediaan di rumahnya.


Lucia yang melihat semua orang sudah mencapai pemahaman dasar terhadap informasi yang dibagikan tentu saja merasa senang. Dia kemudian menepuk tangannya sekali, lalu kembali berbicara.


"Baiklah, aku ingin menanyakan satu hal. Apa ada pergerakan mencurigakan dari Voyager dan semua pihak yang terlibat dari misi terakhir? "


...****************...