[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 58: Reuni tak terduga (1)



...****************...


"Ahh ya … Cryll, bisa kau bawa aku ke guild sekarang? Aku harus membuat laporan."


Setelah melewati pemeriksaan di gerbang, Noelle tiba-tiba meminta Cryll untuk mengantarnha ke guild.


"Huh? Aku tidak keberatan sih, tapi … Bagaimana dengan mereka? " kata Cryll sambil menunjuk rombongan Olivia yang menjadi pusat perhatian.


" … Sepertinya akan menjadi masalah jika kita meninggalkan mereka, jadi lebih baik kita bawa saja sekalian, dan juga … Kurasa mereka akan sangat bersemangat di kota ini."


Jika Noelle dan Cryll meninggalkan Olivia dan yang lain dan meminta mereka untuk pergi lebih dulu, itu akan menjadi masalah yang menyakitkan untuk diurus oleh Noelle, jadi Noelle dengan berat hati harus membawa mereka agar dia bisa mengawasi mereka setiap saat.


Lagipula, di kota tempat mereka berada saat ini, rombongan para gadis akan semakin tidak terkendali.


Kota yang mereka singgahi saat ini, Eisen, adalah kota perdagangan yang sangat besar sehingga ukurannya mampu menyaingi kota Suiren.


Dan bukan hanya itu, kota ini juga memiliki ciri khasnya, yaitu kota ini dibangun di atas danau yang terhubung langsung dengan laut di utara.


Selain itu, bentuk pemukiman di kota Eisen terdiri dari puluhan hingga ratusan pulau yang dipisahkan oleh kanal-kanal dan dihubungkan dengan ratusan jembatan.


Karena kota Eisen tidak memiliki banyak daratan yang saling terhubung, semua orang di kota melakukan sebagian besar kegiatan mereka dengan menggunakan perahu kecil yang sanggup menampung keluarga empat orang.


Selain menggunakan perahu pribadi, ada juga perahu besar yang dijadikan sebagai alat transportasi umum dan siap mengantar semua orang ke tujuan yang sudah ditentukan.


Bagian gerbang dan benteng batu yang mengelilingi kota itu dibangun di atas pulau buatan yang dibangun dengan sangat kokoh dan rapih sehingga tidak akan rusak hanya karena kelembaban di bawah air, atau bahkan gempa kecil sekalipun.


Puluhan perahu dalam berbagai ukuran dengan kecepatan konstan berlayar mengitari sekitaran kanal untuk mengantarkan orang-orang yang menaikinya, dan berbagai transaksi juga terlihat dilakukan diatas perahu yang berjejeran rapih, dengan jelas mengatakan kalau itu adalah pasar terapung.


Bahkan saat Noelle dan yang lain masih di gerbang, mereka sudah terpesona hanya dengan melihat pemandangan itu.


" … Ini benar-benar mirip dengan Venesia … "


"Kau mengatakan sesuatu? "


Noelle tanpa sadar bergumam ketika ia melihat pemandangan sekelilingnya. Cryll yang saat ini sedang membantunya berjalan sempat mendengar itu dan bertanya untuk memastikan, tapi Noelle hanya menggelengkan kepalanya.


"Tidak, tidak ada."


Dalam pikiran Noelle, ia benar-benar membayangkan kalau Eisen sebenarnya adalah Venesia versi dunia lain.


Walaupun sebenarnya Noelle belum pernah mengunjungi Venesia, jadi ia tidak terlalu mengetahu tentang kota itu.


Tapi Eisen jelas mirip dengan gambar-gambar yang pernah ia lihat tentang kota paling romantis kedua setelah Paris itu.


Di belakangnya, Olivia dan Charlotte menatap pemandangan di depan mereka dengan mata berbinar.


(Yahh … Wajar untuk para gadis menyukai kota semacam ini, tapi … Bahkan Charl juga? )


Olivia sama seperti Noelle, ia belum pernah mengunjungi kota Venesia, tapi hanya melihat dari gambar, ia bisa dengan jelas membayangkan kota seperti apa itu. Jadi ia benar-benar bersemangat saat dia melihat kota Eisen yang merupakan Venesia versi dunia lain.


Sedangkan Charlotte, dia belum pernah mengunjungi Venesia, tapi dia sudah mengunjungi Eisen beberapa kali saat ia mengikuti keluarganya dalam perjalanan, tapi ia tetap tidak bisa menahan decak kagum ketika melihat pemandangan itu sekali lagi.


"Baiklah, sudah cukup mengagumi pemandangannya, sekarang ayo kita pergi." kata Noelle sambil menepuk bahu Cryll.


Cryll tanpa mengatakan apapun langsung membawa Noelle dan yang lain ke stasiun, atau lebih tepatnya pelabuhan untuk menaiki perahu yang akan mengantar mereka ke guild.


...****************...


"Noelle, apa kau bisa berjalan sekarang? "


Setelah menaiki perahu dan berlayar melalui kanal-kanal yang memenuhi kota, Kelompok Noelle akhirnya tiba di suatu pulau yang tampak dipenuhi orang-orang dari berbagai ras.


Noelle hanya diam dan mengerutkan keningnya saat ia mencoba berdiri.


"Aku bisa jika aku memaksakannya, tapi … Kakiku masih belum bekerja dengan baik."


Noelle mencoba berdiri tanpa bantuan Cryll, tapi kakinya terus gemetar sebelum akhirnya jatuh lagi.


Nampaknya sebagai efek dari kelelahan mental yang dia alami setelah menggunakan Verstand dalam waktu yang lama, kedua kakinya ikut terpengaruh dan akhirnya menjadi lumpuh.


Itu bukanlah hal yang aneh, bagi penderita trauma berat, bukanlah hal yang baru lagi jika ada bagian tubuh mereka yang ikut terganggu.


Itu hanya efek psikologis hipnosis yang biasa terjadi dalam jangka waktu tertentu.


Tapi tetap saja, Noelle yang begitu tidak berdaya yang bahkan tidak bisa berjalan dengan kedua kakinya sendiri, adalah hal yang baru bagi Cryll, jadi ia menatap Noelle dengan pandangan sedikit khawatir.


Lagipula masalah psikoligis tidak bisa disembuhkan dengan regenerasi.


Memperhatikan kekhawatiran Cryll, Noelle hanya berbicara sambil merasa sedikit tidak nyaman.


"Aku akan baik-baik saja setelah beberapa saat, untuk saat ini kau harus membawaku ke guild untuk membuat laporan."


" … Baiklah baiklah." Cryll akhirnya dengan pasrah menuruti perkataan Noelle dan membawanya ke guild.


guild berada di pulau yang cukup besar dengan banyak bangunan lain mengelilinya, berbagai aktivitas publik juga dilakukan di tempat itu sehingga pulau itu terlihat sangat ramai.


Setelah melewati keramaian dan padatnya bangunan yang dibangun di atas pulau kecil, Cryll akhirnya berhasil membawa Noelle ke guild, diikuti dengan Olivia dan yang lain di belakangnya.


Setelah mereka menemukan bangunan besar dengan pintu besar yang dilapisi logam tebal, Cryll tanpa berkata apa-apa langsung berjalan dan masuk melalui pintu itu.


"Olivia dan yang lain bisa menunggu di sana, aku akan memanggil kalian setelah urusan kami selesai."


Noelle berkata dan menunjuk bagian yang tampaknya dijadikan kafetaria di bagian sudut bangunan guild.


"Nn, kalau begitu kami akan pergi lebih dulu." Olivia mengangguk dan berbalik meninggalkan Noelle dan Cryll.


Charlotte, Chloe, dan Stella hanya dengan diam mengikutinya.


"Bagaimana aku harus mengatakannya, tapi … Bukankah Nona Olivia tampak mendominasi dan menjadi pemimpin para gadis di sana? " kata Cryll sambil menatap punggung Olivia yang semakin menjauh.


"Jangan tanya aku, aku sendiri tidak ingin mengetahui itu." Noelle hanya membalasnya dengan senyum kecut.


Setelah itu, Cryll membawa Noelle mengantri di barisan meja pengurus.


Mereka berdua mengantri di konter yang antriannya paling pendek dari yang lain, itu karena Noelle benar-benar tidak ingin membuang waktunya hanya untuk dilayani seorang gadis cantik yang menjadi resepsionis di konter yang lebih ramai dari yang ia tempati saat ini.


Dan benar saja, yang melayani mereka di depan adalah seorang pria tua berseragam butler lengkap dengan aksen hitam-hijau yang menjadi simbol guild.


"Selamat siang tuan, apa ada yang bisa saya bantu? "


pria itu bertanya dengan sopan dan menggunakan nada formal pada Noelle dan Cryll yang jelas lebih muda darinya. Cryll sama sekali tidak keberatan dengan itu karena dia terbiasa dengan aksen seorang pelayan, tapi tidak dengan Noelle.


Ia benar-benar merasa aneh ketika ada orang yang lebih tua berbicara sopan dan formal padanya.


Tapi Noelle mengusahakan agar ekspresinya tetap tenang dan menjaga suaranya agar tidak bergetar karena gugup.


"Aku di sini untuk memberikan laporan ku, detail-nya ada di surat ini." kata Noelle sambil menyerahkan sebuah surat yang ia ambil dari sakunya.


Selain surat, ia juga mengeluarkan kartu Tanda pengenal yang diberikan guild padanya saat ia mendaftar.


Di sana tertera kalau ia adalah peringkat-C.


Pria tua yang menjadi resepsionis itu tampak terkejut saat melihat peringkat Noelle yang tidak sesuai dengan penampilannya, tapi ia segera memulihkan ketenangannya dan membaca surat itu.


(Pengendalian ekspresi yang sempurna, terlebih lagi … Dia tidak menanyakan apapun tentang peringkatku … Benar-benar profesional … Aku penasaran sudah berapa lama dia bekerja sebagai resepsionis …?)


Noelle dengan cepat menganalisa pria tua itu sementara dia terus membaca surat Noelle sampai akhirnya ia segera menutup kembali suratnya.


"Saya sudah menerima laporannya, sekarang saya mohon untuk menunggu sampai saya menyerahkan laporan ini pada atasan."


"Berapa lama yang dibutuhkan untuk menyelesaikan laporannya? " Noelle bertanya pada pria itu.


" … Itu tergantung pada seberapa sibuk atasan, pada saat seperti ini, mungkin akan memakan waktu sekitar dua jam atau lebih."


Pria itu menjawab Noelle setelah ia berpikir sejenak.


Karena hanya dua jam yang dibutuhkan untuk menyelesaikan laporannya, itu artinya guild tidak begitu sibuk hari ini.


Normalnya itu akan memakan waktu sekitar tiga sampai lima jam hanya untuk menyampaikan laporan pada atasan.


"Nn, baiklah, kami akan menunggu di restoran."


...****************...


"Baiklah, di mana kita harus makan sekarang? "


Noelle memperhatikan sekelilingnya dan mengerutkan kening.


"Karena kita sudah datang ke kota yang cukup mewah … Kenapa kita tidak menikmati makanan di restoran mewah juga? "


Noelle kemudian memutuskan. Ia bertanya pada Cryll mengenai keputusannya dan memperhatikan para gadis yang nampaknya setuju tentang ide itu.


"Aku tidak keberatan dengan itu, tapi … Aku yakin itu cukup mahal."


Cryll berkomentar sambil mengerutkan keningnya. Bagaimanapun, saat ini Cryll tidak memiliki banyak uang. Ia berhasil mempertahankan gaya hidup yang cukup mewah berkat tabungan yang ia miliki, untuk menikmati makanan di restoran mewah adalah hal yang berlebihan untuknya.


Noelle memperhatikan itu dan kemudian berbicara lagi sambil memperkirakan pengeluarannya.


"Anggap saja jika aku akan mentraktirmu sepuasnya, restoran mana yang akan kau pilih? "


"Tentu saja yang itu."


Cryll tanpa berbasa-basi langsung menunjuk sebuah bangunan mewah yang dibangun di pulau yang jaraknya cukup dekat dengan tempat mereka saat ini.


Hanya perlu beberapa menit berjalan melewati jembatan, atau berlayar menggunakan perahu kecil, mereka bisa sampai ke tempat itu.


Noelle melihat ke arah yang ditunjuk Cryll, dan dahinya langsung berkedut saat itu juga.


" … Kau memang tidak pernah melewatkan kesempatan untuk ditraktir, ya … "


"Gunakan dan manfaatkan kesempatan yang ada di hadapanku dengan baik, itu adalah prinsipku." kata Cryll sambil menyombongkan diri.


Stella yang ada di belakang mereka terlihat bermasalah, namun Olivia segera menenangkannya dan mengatakan kalau Noelle memiliki banyak uang yang ia hasilkan dari berpetualang sendirian.


"Yahh, aku tidak keberatan jika kita makan di sana, tapi … Apakah tempat itu punya kode berpakaian khusus? Bagaimanapun itu adalah fasilitas mewah 'kan? "


Noelle mengangguk dan bertanya lagi, tapi kali ini Cryll langsung diam dan berbisik.


" … Kau benar … Aku tidak memikirkan itu."


Kebanyakan restoran mewah sangat memperhatikan 'kualitas' pelanggannya, terutama dari cara berpakaian mereka.


Itu adalah hal yang biasa di bumi, tapi di dunia ini, mungkin kode etik berpakaian saat mengunjungi restoran mewah adalah hal yang wajib dilakukan.


Bagaimanapun, mereka mungkin menganggap kalau mereka hanya menerima pelanggan berupa keluarga bangsawan atau keluarga kaya lainnya.


Cryll adalah anggota keluarga bangsawan kelas Ksatria, jadi ia seharusnya bisa masuk dengan mudah, tapi sebisa mungkin ia tidak ingin menggunakan posisinya sebagai bangsawan, jadi ia menolak untuk membawa harta maupun pakaian mewah yang pernah ditawarkan keluarganya pada dirinya.


Lagipula ia tidak memiliki cara untuk membawa semua barang tidak berguna itu.


Noelle memperhatikan itu dan kemudian menghela nafas.


"Yahh, ukuran tubuh kita tidak terlalu berbeda … Jadi seharusnya pakaianku masih cocok untukmu, dan untuk Stella … Olivia, apa kau masih memiliki setelan gaun yang tidak pernah kau gunakan? "


Usai ditanya begitu, Olivia langsung membusungkan dadanya dan berkata dengan bangga.


"Tentu saja aku memilikinya, itu adalah satu dari sekian banyak gaun yang ku buat sendiri."


"Mhm, baguslah … Lalu untuk Charl dan Chloe … Ku rasa gaun-mu juga masih cocok, dan berikan gaun lama milikmu pada Chloe karena ukuran tubuhnya cukup kecil."


"Baiklah~"


Olivia dengan senyum cerah mengangguk dan menggandeng Stella dan Chloe pergi sementara Charl mengikuti dari belakang mereka.


Wajar ia bersemangat, lagipula dia adalah seorang gadis normal yang tertarik pada fashion. Secara alami ia juga tertarik untuk mendandani seorang gadis.


Menatap mereka dari belakang, Cryll kemudian bergumam dengan wajah tercengang.


"Aku sudah memikirkan ini sebelumnya, tapi … Sebenarnya seberapa kaya keluarga Lynneheim dan Landlüven itu? "


" ……… "


Noelle tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Lagipula keluarga Lynneheim dan Landlüven itu tidak pernah ada sejak awal. Itu tidak lebih keisengannya semata.


Tapi nama itu berfungsi terlalu baik sehingga ia berkeringat dingin saat Cryll dan semua orang percaya kalau ia dan Olivia berasal dari keluarga itu.


"Baiklah, ayo kita pergi untuk mengganti pakaian kita."


Noelle mengalihkan pembicaraan untuk melarikan diri dari topik sebelumnya. Ia melepas pegangan Cryll dn berusaha berdiri dengan kedua kakinya sendiri.


"Mhm, masih sulit, tapi setidaknya aku bisa berjalan dengan ini."


" … Kau tidak perlu memaksakan dirimu tahu? "


Cryll menatapnya dengan cemas dari belakang, namun Noelle tidak menghiraukannya dan berjalan meninggalkan Cryll.


Menatap Noelle dari belakang, Cryll kemudian menghela nafas lelah sambil mengacak-acak rambutnya dan berniat pergi mengikuti Noelle.


Namun sesuatu yang diluar perkiraannya tiba-tiba terjadi.


"Hmm? Apakah itu … Kau? Cryll? "


Cryll terdiam kaku ketika ia mendengar suara itu.


Normalnya ia akan langsung menoleh dan menatap orang yang memanggilnya, namun kali ini Cryll benar-benar tidak ingin melakukannya.


Ia masih berdiri diam saat pikirannya bekerja dengan kecepatan penuh untuk menemukan kesimpulan mengapa orang itu bisa ada di sini dan menemukannya.


" … Hey? Apa kau baik-baik saja? Aku ingin bertanya sesuatu … "


"-!!! "


Saat Cryll sedang terdiam dan panik di pikirannya, orang itu menepuk bahunya dari belakang.


Tentu saja Cryll secara refleks menoleh kebelakang untuk meresponnya.


"Ah! Sudah kuduga kau memang Cryll! Kemana saja kau?! "


"-Tch … Sialan."


Cryll mendecakkan lidahnya dan bergumam dengan suara rendah sehingga orang itu tidak mendengarnya.


(Aku benar-benar membenci respon otomatis insting-ku … )


Saat ia menghela nafas jengkel, ia menatap orang itu dan menyapanya dengan senyum kaku.


"L-lama tidak bertemu … Yang Mulia."


(Ahhh sialan … )


Laki-laki yang memanggilnya, memiliki penampilan yang terlihat seumuran dengan Cryll, memiliki rambut coklat almond yang menenangkan, dan mata hijau jade yang tampak bersinar.


Dia adalah orang yang benar-benar ingin Cryll hindari saat ini.


Dia adalah pangeran ke-4 dari barisan takhta kerajaan Nothernos, Norman vilce Nothernos.


"Kenapa kau memanggilku dengan begitu formal? Panggil saja aku Norman seperti biasa."


"Itu-"


"Oy, Cryll! Berapa lama kau akan membuatku menunggu? "


Sebelum Cryll menyelesaikan kalimatnya, Noelle berteriak memanggilnya dari kejauhan.


"Ah, baiklah! Aku datang! Maaf Yang Mulia, saya masih memiliki beberapa pekerjaan, kalau begitu … Sampai jumpa."


Cryll memanfaatkan panggilan Noelle dan melarikan diri dari Norman.


Ia membungkukkan punggunya dan langsung berlari meninggalkan Norman sambil diam-diam berterimakasih pada bantuan Noelle.


...****************...