![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Aku kembali~"
Di kamar penginapan yang disewa Noelle dan Olivia, suara ceria Noelle muncul dari sudut ruangan disertai dengan kabut hitam yang membentuk tubuhnya.
"Selamat datang kembali~"
Olivia langsung menyambutnya dengan memeluk erat tubuh Noelle dan menenggelamkan wajahnya di dada Noelle.
Charlotte dan Chloe yang juga ada di kamar itu tampak tercengang dengan tingkah Noelle dan Olivia yang begitu alami dan benar-benar mengabaikan semua yang ada di sekitarnya.
Noelle dengan senyum hangat terus membelai rambut Olivia yang halus itu sementara Olivia menikmatinya dengan sepenuh hati.
Noelle sudah menyelamatkan Chloe sebelum ia menemui Bruce, dan Chloe juga sudah memperkenalkan dirinya pada Olivia dan Charlotte.
Selama Noelle pergi menemui Bruce, mereka bertiga sudah cukup banyak mengobrol tentang berbagai hal, namun Chloe yang kehilangan ingatan itu masih menarik perhatian Olivia.
"Noelle … Apakah Chloe benar-benar Abyss Clanman? "
"Nn … Aku tahu kau akan ragu, tapi dia benar-benar klan itu, aku juga sudah memastikan kemampuannya dalam mengendalikan bayangan"
"Tapi … Mereka seharusnya sudah musnah dalam perang besar … Bagaimana dia masih hidup? "
"Ntahlah … Aku juga masih penasaran tentang itu … "
Tentu saja Noelle memikirkan adanya kemungkinan Abyss Clanman masih bertahan hidup di suatu tempat di dunia ini, namun ia merasa itu tidak mungkin.
Jika Abyss Clanman benar-benar masih hidup, maka mereka pasti akan berada di tempat yang sangat jauh dari benua Gardiant, yang menjadi lokasi peperangan antara umat manusia dan Raja iblis, dan kemungkinan dimana Lindsey atau Republik mengetahui keberadaan mereka adalah 0%.
Namun Republik dengan jelas mengetahui keberadaan Chloe dan berniat menculiknya dengan menggunakan Lindsey sebagai boneka, itu menimbulkan pertanyaan lain tentang bagaimana mereka bisa mengetahui keberadaan Chloe.
Dan kemungkinan lain yang dibuat Noelle adalah, Chloe entah bagaimana berhasil bertahan dari perang besar dan bersembunyi di suatu tempat, lalu menyegel dirinya sendiri dengan menggunakan sihir, dia bisa bertahan jika dia menggunakan trik itu, dan secara kebetulan Republik menemukan lokasi tempatnya berada.
Tentu saja itu terlalu fantasi untuk dipercaya, namun ini adalah dunia dimana seseorang bisa menggunakan sihir, Noelle berpikir kalau tidak akan ada yang mustahil di dunia ini selama ia memiliki cara atau trik untuk melakukan sesuatu.
Noelle bisa saja mendapatkan lebih banyak informasi tentang Chloe jika Chloe membicarakannya, tapi Chloe justru tidak mengingat apapun selain namanya sendiri. Itu menjadi masalah untuk Noelle yang ingin melakukan penyelidikan.
Berpikir kalau masalah telah berubah menjadi merepotkan, Noelle dan Olivia duduk di sofa dan menatap Chloe yang ada di hadapannya.
"Chloe, katakan padaku … Apa kau ingat bagaimana ketika pertama kali kau sadar? "
Noelle bertanya dengan serius, lalu Chloe pun menutup matanya dan mengingat-ingat apa yang terjadi padanya.
"Aku tidak terlalu ingat … Tapi itu adalah tempat yang sangat gelap … Tubuhku tidak bisa bergerak, dan banyak suara aneh yang bergema di sekitarku … Setelah itu … Aku tidak ingat … Saat aku sadar, aku sudah bersama mereka yang menculikku"
(Begitu … Itu artinya, kemungkinan besar Chloe masih dalam keadaan setengah sadar untuk sementara waktu setelah ia bangun, tubuhnya mengalami kelumpuhan atau koma, tapi … Apa yang dia maksud dengan suara? )
Berpikir sejenak, Noelle kembali bertanya.
"Lalu … Apakah ada hal lain yang kau ingat? Seperti … Tempat asalmu? Kau ingat namamu, jadi kau seharusnya juga mengetahui dari mana kau berasal"
Chloe tampak memeras kepalanya dengan sudah payah, namun satu-satunya yang dia ingat adalah nama yang tak sengaja keluar dari bibirnya tanpa ia sadari.
" … Kekaisaran El-Gustavia"
" " "Eh? " " "
Noelle, Olivia dan Charlotte tanpa sengaja menyuarakan keterkejutan mereka. Dan setelah mengucapkan nama itu tanpa sadar, Chloe justru terlihat kebingungan.
Melihat kebingungan Chloe, Noelle langsung mengerutkan kening lalu bertanya pada Chloe yang kebingungan itu.
"Chloe, kau tadi menyebutkan Kekaisaran El-Gustavia? "
"Eh? Kurasa … Aku tidak tahu kenapa, tapi nama itu langsung terlintas di pikiranku begitu aku mencoba mengingat … "
"Olivia, Charl … Apa kalian mengetahui Kekaisaran mana itu? "
Noelle bertanya untuk memastikan, namun baik Olivia maupun Charlotte hanya menggelengkan kepalanya dengan penuh tanda tanya.
Tidak satu pun dari mereka yang mengenal Kekaisaran El-Gustavia, jadi kebingungan mereka itu wajar.
Noelle berpikir sejenak dan mengingat-ingat apakah ia pernah melihat atau mendengar nama itu di suatu tempat, namun tidak ada apapun di ingatannya yang mencatat tentang Kekaisaran itu.
Noelle sudah cukup banyak menghafal isi buku yang ada di perpustakaan kastil, namun dia tidak pernah menemukan nama Kekaisaran El-Gustavia di catatan manapun.
Namun ia berpikir itu wajar, lagipula kastil Vampir itu awalnya dimiliki oleh Raja Vampir yang berasal dari dunia Iblis, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan dunia Manusia.
(Tapi ini merepotkan karena harus menghadapi sesuatu yang tidak kuketahui)
Noelle menghela nafas dengan lemah saat ia memijat pelipisnya sambil menguatkan cengkramannya pada topeng yang dia pegang sejak kembali dari menghukum Bruce.
"Chloe … Apa kau benar-benar tidak mengingat apapun? "
" … Tidak", Jawab Chloe dengan kepala tertunduk karena sedikit kecewa.
Melihat itu, Noelle hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Chloe.
"Yahh, jangan memaksakan diri untuk mengingatnya … Katakan saja jika kau ingat sesuatu, itu akan sangat membantu"
"Baiklah … "
Chloe sedikit tersenyum ketika dia menjawab. Charlotte menatap mereka dari samping dan mulai berbicara pada Noelle.
"Ngomong-ngomong Noelle … Topeng apa itu? ", Charlotte berkata sambil menunjuk topeng Noelle.
"Ahh ini? Seseorang memberikannya padaku kemarin, tapi orang itu benar-benar aneh … "
Noelle menjawab sambil mengerutkan keningnya dan membuat Charlotte dan Olivia memiringkan kepalanya kebingungan.
"Aneh? Apa maksudnya? "
Begitu Olivia bertanya, Noelle pun langsung menceritakan pertemuannya dengan Jasper dan bagaimana Jasper memberikan topeng itu padanya.
Noelle juga menjelaskan tentang topeng yang menjadi warisan di keluarga Jasper itu.
"Terdengar sulit dipercaya", Gumam Olivia sambil menatap topeng yang Noelle pegang itu.
Charlotte tidak berkata apa-apa, tapi dia hanya menatap topeng itu tanpa berkedip sedikitpun.
Begitu juga dengan Chloe, dia sudah bangun dari kebingungannya dan ikut menatap topeng itu bersama Charlotte.
"Charl? Chloe? Ada apa? "
Merasa cemas dengan mereka berdua, Noelle pun bertanya, tapi Charlotte tetap diam dan akhirnya berbicara padanya dengan suara yang sangat rendah.
"Hey, Noelle … Bisakah aku melihat topeng itu dengan lebih jelas? "
"A-aku juga ingin melihatnya! "
Chloe pun tersadar dan dengan semangat memohon pada Noelle. Noelle tidak mengerti, tapi dia menyerahkan topeng itu pada mereka berdua.
Dan tepat saat Charlotte dan Chloe menyentuh topeng itu—
"Huh? Nghhh—" "Urrghhh—"
"Charl?! " "Chloe! "
Mereka berdua menjerit kesakitan sambil memegangi kepala mereka dengan erat dan membuat Noelle bersama Olivia memanggil nama mereka dengan khawatir.
Noelle terus memegangi mereka dengan cemas, namun Charlotte dan Chloe tidak berhenti mengerang kesakitan sambil menggertakkan gigi mereka.
Tak lama kemudian, mereka berdua pingsan.
...****************...
"Ughh~"
Matanya sangat berat, tenggorokannya terasa kering, dan tubuhnya benar-benar lemas tak berdaya.
Namun Charlotte tetap memaksakan tubuhnya untuk bergerak, menahan semua rasa sakit dan berhasil bangun untuk duduk di ranjang.
" … Di mana aku? "
Charlotte melihat sekelilingnya dan melihat kamar tidur yang tampak tidak asing.
(Kalau tidak salah, kemarin … Ughh … Topeng itu … )
Dia mulai menggerutu begitu dia mengingat kejadian yang menyebabkannya pingsan. Saat Charlotte menggerakkan tangannya untuk bangkut dari tempat tidur, dia mendengar suara erangan tepat di sebelahnya.
"Nghh … Ehehe~"
Charlotte menoleh ke samping dan melihat seorang gadis dengan rambut hitam yang sangat gelap, sedang tidur dengan senyum dan air liur menjijikkan di wajahnya.
"Gadis ini … Chloe kan? "
Charlotte menatap Chloe yang sedang tertidur pulas itu, lalu pintu kamar terbuka dan sebuah suara datang dari arahnya.
"Ahh, kalian sudah bangun? "
Noelle masuk bersama Olivia yang membawa nampan dengan mangkuk di tangannya. Ada dua mangkuk, dan keduanya mengeluarkan uap putih, jadi Charlotte berpikir kalau itu untuk dirinya dan Chloe.
"Ini untuk kalian", Kata Olivia sambil meletakkan nampan itu di meja, lalu dia berjalan ke sofa dan duduk bersama Noelle.
"Ah, terimakasih … Ngomong-ngomong, apa yang terjadi saat kami pingsan? "
Charlotte berterimakasih dan mulai bertanya pada Noelle yang sedang meminum teh-nya dengan tenang.
"Hmmm … Pembersihan sisa pertempuran sudah dilakukan oleh petualang dan Ksatria yang bertugas, pengumpulan bahan monster yang dibunuh juga selesai dilakukan, dan besok akan diadakan pembagian hasil sesuai dengan kontribusi masing-masing"
"Eh? "
Atas jawaban Noelle itu, Charlotte mau tidak mau menyerukan keterkejutannya secara spontan dan melebarkan matanya karena terkejut.
(Apa … Apa-apaan)
Chloe yang sudah bangun di sampingnya juga menatap Noelle dengan mata penuh tanda tanya.
"Apa? ", Noelle bertanya saat dia mengangkat satu alisnya dengan penuh pertanyaan pada Charlotte dan Chloe, namun mereka berdua hanya terdiam seribu bahasa sambil menatapnya.
Berhasil pulih dari keterkejutannya, Charlotte kembali bertanya dengan suara bergetar.
"No-Noelle, katakan! Apa yang terjadi sebelum kami pingsan? "
"Eh? Ahh, kalian berdua pingsan tepat setelah pertempurannya selesai", Noelle hanya menjawab dengan nada santai seolah tak terganggu dengan kegugupan Charlotte.
"Eh? "
Charlotte benar-benar menunjukkan wajah kebingungan dan membuat Noelle sert Olivia bertanya-tanya apa yang terjadi.
"Charl, apa yang terjadi? "
" ……… Noelle … Pertempuran apa yang kau maksudkan tadi? "
Setelah hening sejenak, Charlotte kembali bertanya. Noelle hanya dengan santai menjawabnya.
"Ha? Tentu saja penyerbuan monster … Mereka menyebutnya ‘Stampede’, kita menahan serangan monster selama 3 hari penuh 'ingat? "
" "Eh? " ", Baik Charlotte maupun Chloe tidak mampu menahan keterkejutan mereka, mereka melebarkan mata mereka dan bergetar saat Charlotte bertanya kembali pada Noelle.
" Noelle … Berapa lama kami pingsan? "
"Eh? Ahh … Seharian penuh, kalian berdua pingsan tepat saat ‘stampede’ selesai"
"Eh? … Ti-tidak … Itu tidak mungkin … "
Charlotte bergumam saat tubuhnya bergetar kuat dan kilauan cahaya di matanya mulai panik.
Chloe juga tidak mengerti apa yang terjadi, namun ini juga sangat aneh untuknya.
Melihat keadaan mereka berdua, Noelle dan Olivia menyipitkan mata mereka dengan curiga saat menatap Charlotte dan Chloe.
" … Charl … Katakan, apa yang terjadi? "
" … Ti-tidak … Itu … "
Charlotte mencoba menolak untuk menjelaskan, namun Noelle terus menekannya dan meminta jawaban dari Charlotte.
Mendesah pelan, Charlotte kemudian menyerah dan menjawab Noelle dengan suara rendah.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi … "
"Apa maksudmu? "
"Itu … Kau tadi mengatakannya 'kan? Tentang penyerbuan monster, dan kita menahan serangan itu selama 3 hari … "
"Nn … Ya"
Noelle mengangguk, dia terus memfokuskan telinganya untuk mendengarkan semua penjelasan Charlotte.
"Kau mengatakannya begitu, tapi … Aku tidak ingat aku pernah mengikuti penyerbuan itu … Aku bahkan tidak tahu kalau kemarin adalah hari penyerbuan"
"Benarkah? "
Noelle menatap Charlotte dengan curiga, sedangkan Charlotte hanya bisa mengangguk dengan canggung saat dia terus berbicara.
"Yang kuingat terakhir kali adalah saat hari terakhir turnamen, itu saat malam hari setelah kau membuat keributan di pesta penutupan"
" … Olivia, bagaimana menurutmu? "
Noelle tidak membalas Charlotte dan justru menanyakan pendapat Olivia yang sedang menatap Charlotte dengan mata sayu-nya yang biasa. Ia kemudian membuka mulut dan berbicara.
"Nn … Itu aneh … Hari turnamen … Sudah berakhir lebih dari 3 bulan yang lalu … Suhu udara juga mulai meningkat belakangan ini"
" "Eh? " "
Sekali lagi Charlotte dan Chloe terdiam. Wilayah Margrave Suiren adalah wilayah yang memiliki empat musim. Musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur.
Menurut Olivia, cuaca mulai memanas belakangan ini. Jika menggunakan kalender bumi sebagai perbandingan, maka pastinya sekarang adalah bulan Juli.
Sedangkan turnamen diadakan pada musim semi, atau lebih tepatnya bulan April.
Charlotte hanya ingat tentang dirinya yang berada di colloseum dan mengikuti pertarungan, sedangkan Chloe hanya ingat tentang dia sedang menonton Noelle dari bangku penonton di colloseum.
"Chloe, apa kau juga seperti itu? "
Saat Noelle mengalihkan pandangannya pada Chloe, Chloe tersentak seolah tersetrum oleh sesuatu dan dengan gagap menjawab.
"Eh? I-iya … Kami mungkin mengalaminya bersamaan"
"Begitu ya … "
(Dalam hal ini … Jelas kalau mereka mengalami masalah ingatan … Tapi … Apa penyebabnya? Mereka berdua tiba-tiba pingsan setelah stampede selesai, dan mereka kehilangan ingatan mereka saat bangun)
Noelle mengusap dagunya sendiri sambil terus berpikir, kemudian dia terus bergumam sambil mengerutkan keningnya karena kesal.
"Apakah mereka mengalami kemunduran ingatan? Apa penyebabnya? Dan kenapa ingatan mereka kembali ke saat turnamen hari terakhir? Apakah itu tanda? Kebetulan? Ahh sial! Berpikirlah Noelle! Tidak mungkin kemunduran ingatan seperti itu bisa dialami oleh dua orang yang berbeda pada saat yang sama! Terlebih lagi, lokasi kami saat itu saling berdekatan, tapi kenapa aku dan Olivia masih normal? Itu terlalu bagus untuk menjadi kebetulan! Pasti ada pemicunya! "
Noelle dengan pikiran yang cepat langsung mengolah informasi itu menjadi penjelasan yang singkat, namun dia tidak menemukan kesimpulan apapun hanya dari informasi ambigu dari Charlotte dan Chloe.
(Ayoo berpikirlah Noelle, raja Vampir yang cerdas dan keren! Tidak mungkin aku akan dibuat kebingungan hanya karena hal sepele seperti ini !! )
"Aahhh sial! "
Noelle mengacak-acak rambutnya dengan kesal saat ia terus mencoba untuk membuat kesimpulan, dia kemudian menatap lurus pada Charlotte dan Chloe yang menatapnya dengan cemas.
"Charl, Chloe … Apakah kalian ingat sesuatu yang bisa menjadi pemicu kemunduran ingatan kalian? Jika ada, tolong katakan"
Noelle bertanya, Charlotte dan Chloe membuat gerakan berpikir sejenak dan kemudian menjawab Noelle secara serentak.
" "Topeng! " "
"Nn? "
Olivia langsung memiringkan kepalanya saat mendengar itu dari Charlotte dan Chloe.
"Topeng … Maksud kalian topeng ini? ", Kata Olivia sambil mengambil suatu benda dari spatial storage-nya.
"Benar … "
Benda yang sedang dipegang Olivia itu tidak salah lagi adalah Topeng milik Noelle yang dia dapatkan dari Jasper.
"………"
Noelle dan Olivia menatap topeng itu sejenak, lalu Olivia menyerahkannya pada Charlotte dan Chloe yang menatap topeng itu dengan pandangan tertegun.
*gulp…
Charlotte tanpa sadar menelan ludahnya dengan gugup saat tangannya meraih topeng itu, namun saat tangannya dan topeng itu saling bersentuhan, tidak terjadi apapun.
Benar, tidak terjadi apapun. Itu tidak seperti saat pertama kali dia dan Chloe menyentuhnya.
"Topeng itu … Apakah benar-benar itu pemicunya? ", Noelle bertanya dengan suara kecil saat dia melihat Charlotte dan Chloe yang terus menatap topeng itu tanpa suara.
"Ya, tidak salah lagi … Dalam ingatanku, aku pingsan setelah menyentuh topeng ini untuk pertama kalinya"
" … Aku juga"
Charlotte dan Chloe menjawab setelah berpikir sejenak. Dalam ingatan mereka, mereka berdua mengalami rasa sakit yang hebat dan kehilangan kesadaran pada saat yang bersamaan ketika mereka menyentuh topeng hitam itu untuk pertama kalinya.
"Begitu … "
Noelle bergumam pelan, dan Olivia pun berbicara saat ia menatap pantulan wajahnya di cairan kemerahan dari teh hangat yang ada di cangkirnya.
"Nn … Memang ada saat kalian berdua pingsan ketika kalian menyentuh topeng itu di hari terakhir turnamen … Tapi kalian hanya pingsan selama beberapa jam"
"Eh? Be-benarkah?! "
"Nn, tidak salah lagi … Saat aku dan Noelle bertanya tentang apa yang terjadi? kalian hanya kelihatan bingung dan tidak ingat apapun tentang itu"
(Ini semakin rumit), Pikir Noelle saat dia menggigit kukunya.
"Ahh baiklah! Jadi kemunduran ingatan kalian ada hubungannya dengan topeng ini kan? ", kata Noelle dengan lesu sambil mengambil kembali topeng itu dari Charlotte dan Chloe.
Charlotte dan Chloe menatapnya dengan bingung, tapi Noelle tidak peduli dan mengembalikan topeng itu pada Olivia dan berkata 'Simpan ini', setelah itu dia langsung kembali berbicara.
" Baiklah! Kita tunda dulu penyelidikan ini untuk sementara waktu! Kalian pasti bingung dengan apa yang terjadi sekarang, jadi kalian lebih baik istirahat, aku akan memikirkan tentang ini nanti"
...****************...
Malam harinya.
Itu adalah tempat yang sangat gelap, terlalu gelap sehingga orang akan berpikir apakah cahaya bisa memasuki tempat itu.
(Gelap … Apa ini … ?)
Kesadaran Noelle terbangun di tempat yang sangat gelap itu.
(Apakah aku masih tidur? Apa ini … )
Dia tidak bisa merasakan tubuhnya, tapi Noelle entah bagaimana masih menjaga kesadarannya di tempat ini.
"A-apa … Apa-apaan ini?! "
"Ahh berisik … ", Noelle tanpa sadar berbisik saat ia mendengar erangan dari belakangnya.
(Hm? Erangan? )
" "Eh? " "
Suara Noelle tumpang tindih dengan suara seorang gadis yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Meskipun tempat itu sangat gelap, Noelle entah bagaimana bisa melihat gadis itu dengan jelas.
Rambut putih yang sama dengan milik Noelle itu memiliki panjang sampai menyentuh kaki, wajah yang cantik dan polos layaknya boneka, kulit putih porselen yang tidak manusiawi, dia juga memiliki warna mata yang berbeda, hijau di mata kanan dan warna amber di mata kirinya. Ciri mata yang 'Heterochromia' itu sangat kontras dengan rambutnya yang putih dan gaun merah anggur yang dia gunakan.
"Siapa? "
Dia mencoba bertanya pada gadis di depannya, tapi gadis itu hanya melebarkan matanya saat ia melihat Noelle.
"Ti-tidak mungkin … Seharusnya … Ti-tidak mungkin … "
Matanya bergetar dan mulai berkaca-kaca saat ia menatap Noelle dengan matanya yang heterokrom itu.
Noelle tidak mengenal gadis ini, tapi dia anehnya merasakan suatu kerinduan aneh hanya dengan memandanginya sehingga dia tanpa sadar bertanya.
"Siapa? "
...****************...