[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 142: Firasat dan Kecurigaan



...****************...


Perbincangan dengan kelompok pangeran yang diwakilkan oleh Rico berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Selama itu, mereka telah membuat suatu kesepakatan.


Semua orang di kelompok Rico telah setuju untuk memberikan Noelle dukungan untuk rencananya dalam menyelamatkan Cryll.


Namun, ada beberapa syarat yang diberikan Rico.


Yang pertama, dan yang terpenting adalah, kelompok pangeran akan bergerak sendiri tanpa mendapatkan perintah dari Noelle. Meskipun mereka akan tetap menerima instruksi dari Noelle, mereka hanya akan mematuhinya sampai batas tertentu.


Dan persyaratan kedua adalah untuk membiarkan semua orang bertindak sendiri ketika situasi darurat tiba-tiba terjadi.


Maksud dari persyaratan itu adalah, mereka bebas untuk menghentikan kerja sama dengan Noelle ketika situasinya sangat tidak menguntungkan.


Yang artinya, mereka bisa dengan bebas memilih untuk melarikan diri saat situasi genting terjadi.


Dua persyaratan itu adalah yang paling penting karena mungkin dapat mempengaruhi rencana yang Noelle miliki. Tapi, Noelle tak memiliki pilihan lain selain menerimanya.


Noelle sedikit berkonflik ketika melihat bagaimana Rico memutuskan semua persyaratan itu sendiri, sementara pemimpin dari kelompoknya adalah Norman.


Apakah tidak masalah bagi Rico untuk membuat persetujuan atas persyaratan itu begitu saja tanpa izin atau kabar dari Norman? Bagaimanapun, itu bukanlah urusan Noelle.


Selain itu, Noelle harus merevisi beberapa bagian dari rencananya ketika menerima persyaratan itu.


Meskipun dia sudah mendapatkan gambaran kasar tentang persyaratan apa yang akan Rico berikan, Noelle tetap tidak menyangka kalau Rico akan dengan pasti memilih persyaratan yang telah Noelle prediksi itu.


Berkat itu pula, Noelle masih harus membuat beberapa rencana cadangan agar ia bisa membalikkan meja jika situasinya tiba-tiba menjadi sangat tidak menguntungkan.


Membuat satu atau beberapa rencana cadangan bukanlah masalah besar untuk Noelle. Terlebih lagi, ia sudah memiliki beberapa pion yang siap bergerak hanya dengan satu perintah darinya.


Namun, itu semua tak cukup untuk menutupi beberapa persentase kegagalan yang ada.


Karena itu, untuk beberapa jam sampai sekarang, Noelle masih disibukkan dengan berbagai pemikiran dan harus memutar otaknya untuk menemukan cara agar bisa menyelamatkan Cryll.


Dan di sinilah ia sekarang, di sebuah bar bawah tanah yang ramai akan pengunjung.


Sosok Noelle yang tampak tenang dan dalam diam menyesap minumannya di sudut ruangan itu tak begitu mencolok. Mungkin karena keramaian yang ada di sekitarnya.


Meskipun penampilannya yang bisa dibilang menarik, sama sekali tidak ada orang yang mencoba untuk mendekatinya. Itu karena suasana aneh yang telah menyelimutinya sejak beberapa saat yang lalu.


Namun, hal itu tak berlaku lagi ketika seorang pria menghampirinya.


Dia memakai jubah cokelat yang menutupi hampir keseluruhan tubuhnya. Meskipun begitu, tak dapat dipungkiri kalau sosoknya terlihat sangat tegap bahkan saat jubah itu menutupi dirinya.


Figur wajahnya bisa dibilang tampan. Dengan sorot mata tajam, dan dagu tirus, serta hidung mancung. Namun, yang paling mencolok dari semuanya adalah rambutnya yang panjang berwarna merah pekat seperti darah.


Pria itu adalah Harold. Ia datang ke tempat ini untuk memenuhi panggilan Noelle.


Dia berjalan dengan sangat ringan, mengabaikan semua keributan yang ada di sekitarnya. Begitu ia mencapai tempat Noelle, ia tanpa mengatakan apa pun lagi langsung duduk di kursi tepat di sebelahnya.


Kursi tempat Noelle dan Harold duduk saat ini memang berada di sudut ruangan. Namun, posisi kursi mereka menghadap tepat ke meja yang sangat panjang, tempat bartender bekerja.


"Repot-repot memanggil dan menungguku di sini, bukankah kau seharusnya bisa menculikku secara paksa ke dalam tempat yang disebut《Reign》itu, Bos? "


Tidak ada kecanggungan dari kata-katanya. Semua diucapkan dengan sangat alami, seolah ia telah menghapus semua permusuhan yang dia miliki dengan Noelle.


Meskipun begitu, Noelle masih merasa sedikit keberatan ketika seseorang seperti Harold memanggilnya dengan sebutan 'bos' seperti itu.


"Diamlah. Aku tidak bisa membawamu ke dalam《Reign》sekarang. Olivia dan Chloe sedang berada di sana untuk mengumpulkan beberapa informasi dari buku yang kau bawa kemarin. Akan merepotkan jika mereka mendengar percakapan kita."


Harold mengangguk, menyetujui apa yang Noelle katakan.


"Berbicara tentang gadis bernama Chloe itu, bagaimana kabarnya? "


"Dia baik-baik saja."


"Begitu, ya … "


Harold tidak begitu mengerti, tapi anehnya ia merasakan suatu kelegaan di dadanya ketika Noelle mengatakan kalau Chloe sedang baik-baik saja.


Harold masih tidak menyadari ikatan yang dia miliki dengan Chloe. Itu mungkin karena ingatannya sudah sangat terdistorsi, sehingga ia bahkan tak sanggup untuk mengingat apa yang seharusnya menjadi sesuatu yang sangatlah penting baginya.


Noelle juga masih cukup penasaran dengan hubungan apa yang Harold dan Chloe miliki. Baik Harold, maupun Chloe sama sekali tidak memiliki ingatan tentang masa lalu mereka. Hanya berdasarkan hal itu saja sudah cukup bagi Noelle untuk membuat kesimpulan kalau mereka saling kenal di masa lalu.


Namun, meskipun Noelle sangatlah penasaran dengan mereka berdua, ia harus mengabaikannya untuk sekarang.


Itu karena ia masih memiliki sesuatu yang harus diprioritaskan.


"Baiklah, kembali ke pembicaraan utama. Aku ingin membahas sesuatu denganmu," ucap Noelle sambil mengelap bibirnya yang telah dibasahi oleh minuman itu.


"Dan? Apa itu? "


Harold masih terlihat santai. Dia menunjuk ke salah satu menu, dan meminta bartender untuk menyajikan apa yang ia inginkan.


"Ini tentang informasi yang kau berikan padaku sebelumnya. Apa itu benar-benar akurat? "


Informasi yang Noelle bicarakan itu adalah informasi tentang Cryll yang sedang ditahan sekarang.


Sebenarnya dia mendapatkan informasi itu dari Harold. Noelle tidak ingin terlalu mempercayainya, tapi saat ini ia tidak dalam situasi yang di mana ia bisa memutuskan sesuatu seenaknya.


"Apa kau meragukan informasi dariku? "


Sebaliknya, Harold terlihat sangat yakin dengan itu.


"Bagaimana jika aku mengatakan iya? Apa yng akan kau lakukan? "


"Nah, pada akhirnya terserah kau sendiri mau mempercayainya atau tidak. Tapi, aku sangat yakin dengan kemampuanku dalam mengumpulkan informasi, kau tahu? Aku hidup dengan menjual informasi sebelum aku bergabung dengan Red Eagle."


(Red Eagle, ya … Setelah dipikir-pikir, sudah lama aku tidak mendengar nama itu … )


Noelle pertama kali mendengar tentang Red Eagle saat penyerangan yang dilakukan orang yang disebut sebagai Crimson terhadap putri dari Margrave Suiren.


Saat itu ia tidak begitu mempedulikan kelompok asing itu, tapi kini semua jalan telah terbuka. Ia jadi sedikit penasaran dengannya.


"Yahh, jika kau benar-benar yakin dengan informasi yang kau berikan ini, maka aku tidak memiliki pilihan lain selain mempercayainya. Dan ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa mendapat semua informasi ini? "


Noelle menanyakan itu sambil menggigit kentang goreng yang ada di hadapannya. Dia memutuskan untuk mengesampingkan semua hal tentang Red Eagle, dan memprioritaskan penyelamatan Cryll terlebih dahulu.


Sebagai respon, Harold mengangkat bahunya dan tersenyum dengan liar. Tak lupa ia mengambil satu potong kentang goreng, lalu melahapnya dalam sekali gigit.


"Yahh, itu cukup mudah. Kau sudah menjadikanku vampir, dan membuatku secara mutlak patuh padaku, 'kan? Aku melakukan hal yang sama dengan beberapa orang yang kuanggap mencurigakan."


Informasi itu menjadi hal yang sangat mengejutkan bagi Noelle.


Noelle melebarkan matanya dan seketika menatap Harold dengan pandangan tidak percaya.


"Apa? " Harold mencoba bertanya, tapi sama sekali tidak mendapatkan respon dari Noelle.


Tak lama kemudian, Noelle akhirnya kembali sadar.


"Apa kau baru saja mengatakan kalau kau mengubah beberapa orang menjadi vampir? "


"Eh? Ya, tentu saja. Itu dibutuhkan untuk mempercepat proses pengumpulan informasi."


" … Dasar bodoh … "


Noelle dengan putus asa memegangi kepalanya sendiri, sementara keningnya berkerut dengan cara yang tidak menyenangkan.


"Memangnya kenapa? Kau juga melakukan hal yang sama, 'kan? "


Noelle memukul meja dengan kedua tangannya. Namun, ia tetap berusaha menahan kekuatannya agar tak menimbulkan banyak keributan.


"Memang benar aku sudah mengubah orang menjadi vampir. Tapi itu hanya dua orang, yaitu kau dan Chloe. Kalian berdua adalah semua orang yang sudah kujadikan sebagai familiarku."


"Eh? Serius? Hanya kami berdua? "


Harold tampak terkejut. Meskipun begitu, ia terlihat sama sekali tidak terpengaruh dan lanjut mengunyah beberapa kentang goreng sekaligus.


" … Memangnya berapa banyak orang yang sudah kau jadikan vampir? "


"Itu sekitar … Delapan orang. Hampir semua orang itu adalah mata-mata negara lain yang kebetulan bertemu denganku dalam misi. Saat itu aku seharusnya langsung membunuh mereka, tapi kurasa mereka akan sangat sempurna untuk menjadi budak. Sangat disayangkan kalau aku harus melepaskan mereka semua begitu saja."


Jika dipikiran secara logis, itu memang alasan yang masuk akal.


Memiliki bawahan seorang pengintai profesional adalah hal yang sangat bagus bagi Noelle. Tapi, tetap saja ia masih mencemaskan beberapa hal.


Noelle menghela napas pasrah, dan tangannya yang sejak tadi mengepal mulai melonggarkan dirinya.


"Jangan lakukan itu lagi tanpa izinku. Akan berbahaya jika kau tiba-tiba meningkatkan jumlah vampir yang hidup di negeri ini. Pihak Kerajaan maupun gereja pasti tidak akan tinggal diam."


Meskipun Noelle tidak begitu mengenal gereja, ia secara samar-samar mengetahui tugas apa saja yang orang-orang itu memiliki.


Kebanyakan dari mereka akan bertugas untuk menyebarkan agama dan melakukan pemujaan terhadap Tuhan yang mereka percayai. Dan sisanya akan pergi ke tempat-tempat yang berbahaya untuk memusnahkan monster, serta mengumpulkan harta yang nantinya akan menjadi bahan sumbangan untuk rakyat kecil.


Di mata publik, pekerjaan mereka memang tampak mulia. Tapi itu tidak berlaku bagi Noelle.


Bagi Noelle, orang-orang seperti mereka adalah mimpi buruk yang sesungguhnya.


Para prajurit yang bekerja untuk gereja memiliki tingkat kekuatan yang jelas berbeda dari semua unit kesatria lainnya. Gereja juga memiliki otoritas yang tinggi di antara bangsawan kerajaan sehingga mereka dapat bergerak dengan bebas tanpa terhalang oleh masalah sepele.


Jika keberadaan vampir sampai diketahui oleh mereka semua, maka habislah Noelle.


"Apa pun yang terjadi, jangan pernah merubah orang menjadi vampir secara sembarangan. Hubungi aku jika kau ingin melakukan itu. Aku akan melakukan pengujian langsung sehingga dapat meminimalisir resiko."


" … Sesuai perintahmu."


Harold tak mengatakan apa pun lagi. Dia hanya dalam diam menyesap minumannya yang telah dibawakan oleh seorang wanita dengan kostum kelinci yang menggairahkan.


"Lalu, apa aku harus membunuh mereka? "


"Tidak, tidak untuk sekarang. Akan lebih baik jika kau membiarkan mereka hidup untuk sekarang. Aku akan turun tangan langsung untuk membunuh mereka jika situasinya memang memburuk. Untuk sekarang, biarkan mereka menjadi boneka."


"Baiklah."


Harold mengangguk, lalu kembali memanggil pelayan untuk memesan makanan lain.


"Dan juga … Bisakah aku bertanya satu hal yang sedikit bersifat pribadi padamu? "


" … Apa itu? "


Untuk sejenak, kewaspadaan Harold tampak meningkat. Namun, ia langsung sadar kalau menjaga kewaspadaannya adalah hal yang sia-sia sekarang.


Dia ada di hadapan Noelle, seseorang yang telah mengubahnya menjadi vampir.


Noelle memiliki kendali penuh terhadap Harold. Dia bisa saja memaksa Harold untuk menjawab semua yang ia tanyakan, tapi Noelle justru repot-repot meminta izin untuk melakukan hal itu.


"Apa kau ingat dengan gadis yang bernama Charlotte? "


"Charlotte … Bukankah dia putri dari keluarga Zernroden? "


Harold sudah memiliki kecurigaan tentang apa yang akan Noelle tanyakan. Meskipun begitu, ia sudah siap untuk menjawab semua pertanyaannya.


Tatapan Noelle semakin menajam saat menyadari perubahan suasana di sekitar Harold. Namun, ia menghiraukannya dan melanjutkan apa yang ingin ia tanyakan sebelumnya.


"Dari yang kudengar, kau menghabisi semua anggota keluarga Zernroden, 'kan? Atas perintah siapa kau melakukan itu? Dan kenapa kau menbiarkan Charlotte bertahan hidup? "


Itu adalah pertanyaan yang selalu muncul di kepala Noelle saat dia melihat Harold. Jika ia dalam posisi Harold, ia tak akan menyia-nyiakan situasi, dan langsung membunuh Charlotte saat itu juga.


Tapi, Harold tak melakukannya dan justru dengan sengaja membiarkan Charlotte selamat. Satu-satunya kesimpulan yang dapat Noelle pikirkan adalah keterkaitan antara misinya dengan perintah yang diberikan padanya.


Jika bukan itu jawabannya, maka Harold mungkin hanyalah seorang psikopat gila yang dengan sengaja membiarkan seorang gadis kecil selamat dari pembantaian, untuk menciptakan seseorang yang penuh dengan dendam.


Jika memang begitu, maka Harold sudah berhasil. Charlotte memiliki dendam yang sangat mendalam terhadap Harold. Evolusinya menjadi seorang malaikat jatuh sudah cukup untuk menjadi bukti akan hal itu.


Harold diam sejenak, tampak bingung dengan apa yang Noelle tanyakan.


"Agak sulit untuk menjawab yang satu itu. Karena … Aku sendiri juga tidak ingin melakukan semua tindakan itu."


"Apa maksudmu? "


Noelle menyipitkan matanya dengan curiga.


"Seperti yang kukatakan. Aku sendiri juga tidak menginginkan semua itu. Sejak awal, aku berniat untuk menolak pekerjaan itu. Tapi, orang yang memberiku pekerjaan, wanita itu melakukan sesuatu dan mengendalikanku agar aku bergerak seperti yang dia perintahkan."


"Apa kau ingin mengatakan kalau saat itu kau hanyalah boneka? "


"Aku ragu bisa menyebutnya seperti itu. Semua pikiran dan kesadaranku masih utuh, dan aku bisa menggerakkan tubuhku dengan normal. Tapi, aku baru bisa bergerak ketika aku memiliki niat untuk mematuhi wanita itu."


"Begitu, ya … "


Noelle tidak begitu memahaminya, tapi itu sudah cukup jelas sehingga ia bisa membuat beberapa kesimpulan yang cocok.


"Lalu? Siapa wanita itu? Apa kau tahu identitasnya? "


Harold menggeleng.


"Awalnya aku berpikir kalau dia itu musuh dari keluarga Zernroden, tapi keluarga Zernroden adalah keluarga dengan reputasi yang sangat baik di kalangan masyarakat dan bangsawan. Aku ragu dia akan memiliki musuh yang mau membunuh semua keluarganya seperti itu. Terlebih lagi, sama sekali tidak ada keuntungan yang akan didapat dengan menghancurkan Zernroden."


Apa yang Harold katakan itu memang benar, tapi itu baru akan menjadi kesimpulan yang benar-benar valid jika dia melakukan seleksi besar-besaran terhadap semua orang di Kerajaan.


"Lalu, apa kau punya perkiraan tentang siapa wanita itu sebenarnya? "


Harold lagi-lagi menggeleng, jelas tidak mengetahui informasi yang Noelle inginkan.


"Ah, tapi … Aku bisa mendeskripsikan penampilannya untukmu."


"Lakukan," ucap Noelle sambil mengeluarkan selembar kertas dengan sebuah ballpoint.


Harold tanpa mengatakan apa-apa lagi langsung mulai menggambar sambil menjelaskan detail yang dia ingat.


"Aku tidak bisa mengenalnya karena wanita itu menggunakan jubah panjang. Tapi, aku samar-samar bisa mengenali bentuk tubuh dan ciri lainnya."


Jarinya dengan lincah mengendalikan ballpoint itu dan menggores kertas dengan tinta yang tipis, menciptakan sebuah ilustrasi wanita dewasa dengan berbagai perlengkapan menempel di tubuhnya.


"Rambutnya pirang dan sangat panjang sehingga bisa menyentuh lantai. Aku tidak tahu bagaimana wajahnya karena dia memakai topeng, tapi aku bisa menebak kalau dia cantik. Kalau tidak salah, topengnya seperti ini."


Harold kembali menggambar detail yang sempurna di kertas itu. Dia tak terduga memiliki bakat yang luar biasa dalam menggambar.


Yang dia gambar adalah sebuah topeng yang mirip dengan topeng pesta. Namun, topeng itu sama sekali tidak memiliki lubang untuk mata, dan tampak menonjol dan membentuk sudut yang lancip mengarah ke atas. Untuk detail lainnya, Harold menambahkan deskripsi warna dan apa saja yang terdapat pada topeng itu.


Warnanya hitam, dan itu memiliki beberapa permata kecil berwarna merah gelap di pinggirnya.


Sejenak, Noelle merasa sangat tak asing dengan topeng itu, sebelum akhirnya menyadari sesuatu.


Dia segera mengaktifkan sihir penyimpanan yang berbasis elemen spasial miliknya, lalu mengeluarkan suatu benda dari sana.


Begitu Harold melihat benda yang Noelle keluarkan, dia langsung berdiri dengan terkejut, membuat gelas yang ia ada di mejanya terjatuh karena guncangan yang tiba-tiba.


Suara pecahan dari gelas itu membuat orang-orang memandangi mereka sejenak, sampai akhirnya Noelle menjentikkan jarinya, dan membuat semua orang kembali ke urusan mereka masing-masing.


"Tenangkan dirimu," ucap Noelle dengan matanya yang menatap tajam pada benda di tangannya.


"Tidak mungkin aku bisa tenang! Benda itu! Kenapa kau bisa memilikinya?! "


Apa yang ada di tangan Noelle sekarang adalah sebuah topeng. Topeng yang selalu ia pakai saat melakukan aksinya menyelinap di malam hari.


Wajar jika Harold terkejut. Lagipula, topeng yang ada di tangan Noelle sekarang memiliki ciri-ciri yang hampir identik dengan topeng yang ia gambarkan.


Hanya saja, topeng yang Noelle miliki tidak memiliki permata merah di pinggirnya, melainkan beberapa lubang kecil dengan ukuran yang sama dengan permata itu.


"Tidak salah lagi. Topeng itu … "


Noelle mengangguk.


(Apa-apaan ini … )


Sekarang, Noelle mulai meragukan apa yang ada di hadapannya.


Dia mendapatkan topeng itu dari seseorang bernama Jasper. Orang itu berkata kalau topeng itu telah diwariskan oleh keluarganya dari generasi ke generasi, ditinggalkan oleh seseorang yang teramat berjasa bagi mereka.


Berdasarkan pengakuan itu saja sudah cukup untuk membuat kesimpulan kalau itu adalah topeng yang sangat berharga.


Desainnya cukup unik, dan sihir serta aura yang terkandung di dalamnya seharusnya tidak mungkin bisa ditiru.


Jika dilihat berdasarkan waktunya, tetap saja Noelle hanya bisa memikirkan kesimpulan yang sama dengan sebelumnya.


Hanya ada satu topeng itu.


Noelle mendapatkan topeng itu dari Jasper tepat tiga bulan sebelum stampede di Suiren dimulai. Saat itu, Charlotte sudah ada bersamanya.


Dan berdasarkan pengakuan Harold, wanita dengan topeng yang sama muncul dan memberikan perintah untuk 'menghabisi keluarga Zernroden' padanya.


Akan masuk akal untuk mengatakan kalau topeng yang sama telah digunakan oleh wanita itu, sebelum akhirnya dikembalikan kepada Jasper yang memang seharusnya memiliki itu.


Waktunya cocok, tapi di saat yang sama juga tidak.


Noelle kambali memperhatikan ilustrasi itu. Namun, tak peduli berapa kali ia melihatnya, ia hanya bisa menemukan kesimpulan kalau topeng yang saat ini ada padanya, dan topeng yang digunakan wanita itu, adalah topeng yang sama.


Noelle ingin mengabaikan hal aneh yang ia pikirkan, dan kembali pada kesimpulan yang logis. Tapi, beberapa hal terus mengganggunya selama ini.


"Harold, apa perintah yang wanita itu berikan padamu? "


"Itu … Aku yakin kalau saat itu dia memerintahkanku untuk menghancurkan keluarga Zernroden, dan membiarkan gadis bernama Charlotte tetap hidup. Dia juga memberiku perintah sampingan untuk menghancurkan mental gadis itu dengan berbagai cara."


Cara yang Harold pilih untuk menghancurkan mental dan akal sehat Charlotte adalah dengan melecehkan ibunya, dan membunuh adiknya yang sangat ia sayangi dengan cara yang mengerikan, tepat di depan matanya.


Itu benar-benar cara yang biadab, tapi terbukti efektif mengingat betapa besarnya dendam yang Charlotte miliki terhadap dirinya.


"Wanita itu menyuruhmu untuk membiarkan Charl hidup, ya … "


Noelle menutup bibirnya dengan tangannya sendiri, tampak sedang berusaha menahan senyum lebar yang hampir terbentuk itu.


Dalam pikirannya saat ini, dia telah menghubungkan semua kejadian, dan membentuk suatu kesimpulan gila yang bahkan tak pernah ia kira.


Ada banyak kejadian aneh yang melibatkan topeng itu. Salah satunya adalah tentang bagaimana Charlotte dan Chloe kehilangan ingatan mereka tentang 3 bulan yang mereka lewati setelah menyentuh topeng itu.


Setelah Noelle memikirkannya, ia berhasil menemukan fakta kalau mereka sama sekali tidak kehilangan ingatan.


Sejak awal, mereka memang tidak memiliki ingatan tentang semua hal yang terjadi dalam kurun waktu 3 bulan setelah menyentuh topeng itu.


Singkatnya, kesadaran mereka telah melompati waktu saat mereka menyentuh topeng itu.


Bersentuhan dengan topeng itu mungkin menjadi semacam pemicu bagi mereka. Itu terbukti dengan bagaimana ingatan mereka bisa melompati waktu, dan merasuki diri mereka yang ada di waktu 3 bulan setelah kejadian.


Noelle berusaha menahan tawanya sekuat tenaga. Namun, tawa mengerikan itu tetap bocor sedikit.


(Ohh, sialan … Ini benar-benar gila … )


"Ahaha … AHAHAHAAHA!!!! Brengsek! Jadi begitu rupanya! Tidak heran aku selalu merasakan banyak keanehan selama ini! Jadi begitu, ya! "


Kesimpulan yang Noelle dapatkan setelah menghubungkan semua peristiwa yang dia alami sampai saat ini, adalah …


"Bermain-main dengan waktu, itu benar-benar gila! "


...****************...