[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 233: First Day (1)



...****************...


Setelah menyelesaikan jadwal latihan hariannya, Noelle kembali ke kamar apartemen, duduk di ruang tamu untuk waktu yang tidak diketahui.


Tanpa sadar, dia menyelesaikan porsi latihan hariannya lebih cepat dari biasa. Hasilnya, Noelle hanya bisa duduk diam sambil menunggu waktu untuk pergi ke bar.


Ini adalah hari pertamanya bekerja secara resmi. Secara alami, dia cukup bersemangat, sekaligus agak gugup tentang ini. Bagaimanapun, ini adalah pekerjaan pertama yang Noelle miliki sepanjang hidupnya.


Dua ekor tikus peliharaannya sudah ia beri makan, dan dia juga sudah berganti pakaian yang siap untuk digunakan pergi ke luar kapan saja.


Satu-satunya yang harus dia lakukan sekarang adalah menunggu.


Namun, Noelle tidak dapat duduk diam. Saat menunggu waktu penting untuk datang, dia secara alami menjadi lebih gelisah, tidak dapat duduk diam, dan sedikit terlalu bersemangat sehingga akan melakukan sesuatu dengan terburu-buru.


Ini tidaklah normal untuk Noelle yang selalu bisa menjaga ketenangannya. Karena itulah, dia menjadi sedikit penasaran dengan rasa gelisah ini.


Setelah setengah jam menunggu, Noelle menyadari kalau masih ada banyak waktu sebelum jadwal pekerjaannya dimulai.


Pada akhirnya, dia tidak bisa menunggu lebih lama.


Noelle menghela napas, lalu bangkit dari kursinya. Dia kemudian pergi meninggalkan apartemen setelah mengunci semua pintu.


"Kurasa tidak ada salahnya untuk datang lebih awal … "


Justru, Noelle merasa kalau itu adalah hal yang baik.


Noelle berjalan menuruni tangga, dan melihat ke arah gedung apartemen tempat dia tinggal.


Felice sudah berangkat jauh lebih awal, jadi Noelle akan berangkat sendiri sekarang.


Dengan kedua tangannya masuk ke dalam saku mantel, Noelle berjalan meninggalkan gedung apartemen, dan langsung menuju bar.


Tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di saja. Jalanan masih cukup sepi, tapi ada banyak pedagang yang sudah menyiapkan barang-barang mereka di tempat.


Tanpa merasa terganggu akan apa pun, Noelle langsung mendorong pintu, dan memasuki bar.


Belum ada pelanggan. Tentu saja, karena memang belum dibuka.


Bar kafe ini baru akan dibuka saat pukul sembilan pagi, sedangkan shift Noelle dimulai jam delapan. Yang artinya, ada beberapa persiapan yang harus Noelle lakukan sendiri sebagai pegawai.


Setelah masuk, Noelle dengan cepat menemukan dua sosok yang berbeda.


Salah satunya adalah gadis yang sudah ia kenal dengan cukup baik; Felice, yang sedang menggunakan sehelai kain untuk membersihkan kaca tembus pandang pada lemari hias.


Yang satu lagi adalah seorang wanita yang belum pernah Noelle lihat sebelumnya. Dia adalah wanita dengan rambut kastanye yang mencolok, memiliki mata biru terang yang lebar, dan senyum yang terlihat agak kaku.


Noelle tidak mengenalinya, tapi berdasarkan seragam yang wanita itu gunakan, Noelle dengan cepat menyimpulkan bahwa wanita ini adalah salah satu pegawai di sini.


"Kamu pasti Noah yang Felice dan Kapten bicarakan. Senang bertemu denganmu, kamu bisa memanggilku Rita. Kita ada di shift yang sama, jadi mohon kerja samanya."


Wanita yang bernama Rita itu dengan cepat memperkenalkan dirinya, dan membiarkan Noelle memproses semua itu sendiri.


Detik kemudian, Noelle akhirnya tersadar. "Ahh, salam kenal. Mohon kerja samanya. Namaku adalah Noah Ashrain, kamu bisa memanggilku Noah. Senang berkenalan denganmu, Nona Rita."


"Tidak perlu terlalu formal. Usia kita tidak terlalu berbeda. Kamu bisa memanggilku Rita, dan sebagai gantinya aku akan memanggilmu Noah saja. Bagaimana menurutmu? "


"Terdengar seperti hal yang bagus."


Belum lima menit sejak mereka berkenalan, tapi Noelle dan Rita sudah terlihat akrab satu sama lain.


(Sangat mudah untuk saling mengakrabkan diri ketika dengan orang yang mudah bergaul … )


Begitulah pandangan yang Noelle miliki terhadap Rita—seorang wanita yang mudah bergaul, dan ramah terhadap semua orang.


Di belakang, Felice hanya tersenyum senang saat melihat interaksi mereka berdua.


...****************...


Setelah melakukan obrolan singkat dengan Rita dan Felice, Noelle langsung masuk ke ruang staff.


Di sana, Noelle segera mengganti pakaiannya menjadi seragam yang telah ditetapkan; sebuah kemeja putih panjang dengan rompi abu-abu dan dasi hitam. Itu adalah seragam pria di bar kafe ini.


Meskipun agak canggung, Noelle tidak keberatan untuk memakainya. Lagi pula, model seragam itu mirip dengan gaya berpakaiannya yang biasa.


Memasukkan barang-barangnya ke loker yang sudah disediakan, Noelle kemudian kembali ke tempat di mana Felice dan Rita sedang sibuk mengobrol.


"Apa ada yang bisa kubantu di sini? "


Felice dengan cepat menoleh, dan tersenyum padanya. "Ahh, Noah. Terima kasih, tapi aku sudah menyelesaikan semua persiapan. Kita hanya perlu membuka kafe, dan kamu bersama Rita bisa mulai bekerja."


Rupanya, Felice lebih merasa nyaman untuk menyebut tempat ini sebagai kafe, dan bukan bar. Noelle tidak terlalu peduli tentang ini, tapi dia akan mengingatnya karena detail kecil seperti ini bisa berpengaruh dalam interaksinya dengan Felice.


"Benarkah? Apa itu artinya aku datang terlambat? " tanya Noelle dengan nada penyesalan yang jelas.


Felice dengan panik langsung menggelengkan kepalanya. "T-tidak sama sekali! Justru, kamu datang lebih awal dari yang dijadwalkan! Ini adalah hal yang bagus! Selain itu, menyelesaikan semua persiapan sebelum kafe dibuka adalah tugasku … "


"Felis, dia hanya bercanda denganmu," ucap Rita sambil terkikik kecil.


"Eh? Benarkah itu?! "


Dengan Felice yang dengan cepat meraih kedua bahunya, Noelle tidak memiliki respon lain selain senyum masam yang sudah sering dia keluarkan.


"Bicara tentang tugas … Apa Tian akan datang? "


Felice perlahan pulih dari rasa malunya, sehingga akhirnya dia bisa menjawab dengan normal. "Tian? Ahh, ini hari Rabu, jadi Tian akan bekerja di malam hari. Tapi, mungkin dia akan datang saat siang untuk mengerjakan beberapa hal bersama Kapten."


"Heee … Apa itu tidak masalah? Dari yang kutahu, pegawai shift malam akan terus bekerja setidaknya sampai jam tiga pagi. Apa dia akan baik-baik saja? "


Ekspresinya tidak berubah, tapi nada bicara Noelle sedikit berubah menjadi kekhawatiran.


Menanggapi itu, Rita hanya tertawa di tempatnya. "Yang kamu bicarakan di sini adalah Tian. Pak tua itu bisa bertahan selama tiga sampai satu minggu penuh tanpa tidur. Dia memiliki fisik dan sihir yang cukup kuat untuk mempertahankan kondisi tubuhnya sendiri di bawah tekanan."


"Siapa yang kamu panggil 'Pak tua'? "


Entah sejak kapan Tian berdiri di belakangnya. Bahkan, Noelle sendiri tidak menyadari itu.


Tidak seorang pun di sana sadar akan keberadaan Tian, sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengungkapkan keberadaannya lebih dulu.


"Pak, tolong jangan muncul tiba-tiba. Kamu mengejutkan Noah! "


Yang pertama menanggapi adalah Felice. Dia dengan raut sedikit kesal berdiri, dan menegur Tian yang masih berdiri di belakang Rita.


"H-hei, Felis … Aku juga terkejut, tahu? Kenapa kamu tidak menyebut namaku juga? "


Menghadapi teguran dari Felice, Tian hanya tersenyum lembut. Dia menganggukkan kepalanya dan melihat bolak balik antara tiga karyawan yang sedang bersantai sebelum pembukaan.


"Ada sesuatu yang harus kubahas dengan Dolf. Kalian lakukan pekerjaan kalian seperti biasa."


" " "Baiklah." " "


Meskipun posisinya belum jelas, semua orang secara alami menganggap Tian sebagai Wakil Kapten, atau orang yang bertugas untuk menjadi penghubung antara anggota dengan Kaptennya, Dolf.


Setelah Tian pergi ke ruangan Dolf, ketiganya kembali duduk.


"Tian terlihat terburu-buru. Apa yang terjadi? "


Rita, yang memiliki banyak pengalaman dan pemahaman terhadap Tian bisa dengan jelas merasakan perbedaannya. Hal ini juga sama untuk Felice, yang ingin menanyakan hal yang sama.


"Entahlah," jawab Felice sambil mengangkat kedua bahunya.


Noelle masih baru di sini, jadi dia lebih memilih untuk hanya menanggapi, dibandingkan ikut terlibat dalam pembicaraan seperti ini.


Yang jelas, Noelle juga merasakan keanehan pada Tian.


(Langkah kakinya menjadi lebih cepat dari yang kemarin. Selain itu … Tatapannya juga sedikit berubah … )


Sebagai seseorang yang cukup sensitif dengan emosi dan perasaan orang lain, Noelle bisa dengan jelas merasakan perubahan Tian.


(Mungkin, hasilnya akan terlihat sebentar lagi.)


Bagaimanapun, Tian sedang menghadap Dolf sekarang. Ada kemungkinan kalau mereka sedang membahas sesuatu yang penting.


(Kurasa aku harus bersiap, untuk kemungkinan akan dilibatkan langsung dalam hal ini.)


...****************...


Tengah hari.


Noelle sedang berada di belakang meja konter, sedang menyeduh satu cangkir kopi untuk seorang pelanggan yang baru saja datang.


Jam istirahatnya akan datang sebentar lagi, tapi masih ada banyak pelanggan yang harus Noelle layani.


Berbeda dari yang kemarin, pelanggannya kali ini didominasi oleh orang yang baru menginjak usia kedewasaan menurut standar Republik, yakni 20 sampai 22 tahun.


Rupanya bar kafe ini sering digunakan sebagai tempat berkumpulnya para mahasiswa dari universitas lokal. Mereka sering berkumpul di tempat ini saat jam makan siang, terutama untuk mendebatkan sesuatu.


Hal ini sesuai dengan konsep yang sudah Noelle pahami. Pada awalnya, kafe dibuat sebagai tempat untuk para mahasiswa dan dosen mendebatkan suatu hal. Suatu tempat yang khas dengan kecerdasan.


Selain itu, Noelle juga baru tahu kalau ada universitas di tempat ini.


"Ini pesananmu." Noelle dengan ramah meletakkan cangkir kopi di hadapan seorang pemuda yang usianya tidak berbeda jauh dari identitasnya sebagai Noah Ashrain.


"Terima kasih," jawab pemuda itu sambil tersenyum ramah pada Noelle. Dia kemudian menoleh ke samping, lalu mengobrol dengan seorang pria tua yang ada di sana.


Meskipun Noelle tidak mau, dia tetap bisa mendengarkan semua percakapan mereka.


(Ohh, mereka sedang membahas teori gravitasi, ya? Apa ada Newton di sini? Aku penasaran, kalau aku menemukan teori gravitasi itu lebih dulu di sini, apa namanya akan menjadi Hukum Noelle? )


Membuang semua pikiran acaknya, Noelle pergi ke dapur dengan membawa sebuah nampan berisi beberapa piring dan cangkir kaca yang kotor.


Di sana, Rita sedang sibuk mencuci piring sambil mengobrol ringan dengan Felice.


Tidak ada pegawai yang benar-benar mengurus dapur. Semuanya berbagi tugas dengan porsi yang sama, dan sekarang adalah giliran Rita untuk mencuci piring.


Akhirnya, Noelle selesai melayani pelanggan terakhir.


Dia kembali ke ruang khusus pegawai untuk beristirahat sejenak. Namun, Tian tiba-tiba keluar dari salah satu pintu dengan raut wajah serius.


"Apa yang terjadi? " tanya Noelle.


Tian tanpa berbasa-basi langsung menjawabnya, "Bar akan tutup lebih awal. Jam empat sore nanti, berkumpullah di ruang rapat bersama yang lain. Aku akan membuat surat untuk memanggil anggota lainnya."


Saat dia mengatakan itu, seekor kucing hitam tiba-tiba muncul dari balik kakinya.


(Apa itu … Seekor familiar?)


Tian tidak mengatakan apa pun lagi, dan justru langsung memakai kembali mantelnya, dan berjalan cepat ke luar bar.


"Apa yang terjadi? "


Felice, dan Rita yang telah kembali untuk istirahat juga merasakan sesuatu yang aneh dari Tian. Mereka bertanya pada Noelle sebagai konfirmasi.


"Dia bilang bar akan ditutup lebih awal. Juga, kota diminta untuk berkumpul di ruang rapat saat jam empat nanti."


"Semua anggota? Apa aku juga? "


Felice hanyalah staff sipil, dan dia juga jarang berperan aktif dalam misi khusus. Tian hanya mengatakan untuk berkumpul di ruangan rapat, dan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai siapa saja yang harus ke sana.


"Mungkin … Akan lebih baik kalau kita semua datang."


Noelle sendiri tidak percaya kalau dia akan langsung ditugaskan. Bagaimanapun, dia adalah anggota baru yang masih membutuhkan banyak pengetahuan.


Apa pun permasalahan yang akan dibahas di ruang rapat nanti, Noelle cukup menantikannya.


...****************...