[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 289: Identitas (2)



...****************...


Setelah mengunjungi markas Red Hood, Noelle langsung pergi mengunjungi kasino yang sudah buka di siang hari. Proses pembuatan dokumen identitas memakan waktu cukup lama, jadi tidak maslah jika dia berkeliaran sedikit.


Lagi pua, meski tinggal selama beberapa minggu di Féncen, Noelle belum sempat mengunjungi beberapa tempat yang membuatnya tertarik. Salah satunya adalah kasino dan perpustakaan.


(Aku dilarang di beberapa kasino kerajaan, tapi seharusnya identitas baru ini tidak akan memiliki masalah.)


Setidaknya itulah yang ia harapkan.


Noelle berjalan memasuki kasino. Saat ini masih cukup pagi, tapi banyak orang sudah berada di kasino. Sebagian besar dari mereka berkumpul di meja poker dan roulette.


Transformasi penampilan Noelle sama sekali tidak menggunakan sihir dalam prosesnya, melainkan memanfaatkan otoritas Dominasi. Karena itulah, penghalang anti-sihir yang ada di pintu masuk tidak membongkar penyamarannya.


Mengetahui hal itu, Noelle dengan senang hati berjalan ke arah kasir untuk menukar uangnya dengan beberapa chip.


Setiap kasino berbeda, tapi kebanyakan darinya hanya menggunakan chip untuk setiap permainan. Setelah permainan selesai, orang-orang dapat menukarkan chip mereka menjadi uang sungguhan di kasir penukaran.


Noelle tidak berniat menghabiskan waktu lama di tempat ini, jadi dia akan menyelesaikan permainan dengan cepat tanpa mengambil banyak keuntungan.


Total uang yang ia tukar menjadi chip adalah 100 Lunar, atau setara dengan 10 koin emas kerajaan. Hasilnya, Noelle diberikan 10 chip berwarna hitam.


Itu merupakan jumlah yang cukup besar, tapi relatif normal di kalangan penjudi. Jumlah yang ditawarkan juga penting untuk mengendalikan permainan, karena ini bisa berpengaruh pada psikologis lawan.


Ada meja yang belum memulai permainan, dan kelihatannya masih ada tempat yang cukup untuk satu atau dua orang tambahan.


Noelle duduk di salah satu kursi itu, dan langsung didatangi oleh bandar yang tengah mempersiapkan kartu.


"Bisa saya periksa sarung tangan Anda? "


Bandar itu menunjuk pada sarung tangan merah yang menempel di tangan Noelle. Itu adalah sarung tangan yang Noelle ciptakan dengan darahnya sendiri; bukan untuk penampilan, melainkan untuk melatih fokusnya saat menjaga wujud sarung tangan itu. Cukup efektif juga jika Noelle ingin menggunakan kemampuannya dalam waktu cepat.


"Tentu," ucap Noelle saat dia melepas sarung tangannya dan dengan santai memberikan itu pada bandar untuk diperiksa.


Selama Noelle menjaga fokusnya untuk mempertahankan wujudnya, sarung tangan itu tidak akan mencair menjadi darah. Tapi tentu saja, sihir digunakan untuk melakukan hal itu, jadi kemungkinan dia akan dilarang untuk menggunakan sarung tangan itu saat bermain.


"Terima kasih, ini dia."


(Hmm? )


Noelle membeku saat dia melihat bandar itu mengembalikan sarung tangannya dan berjalan santai ke pusat meja.


Ini tak seperti yang ia duga. Pada awalnya, Noelle berpikir kalau sarung tangan itu akan dilarang, namun sepertinya tidak begitu.


(Apa aturannya berbeda? )


Noelle tidak berpikir kalau menggunakan sihir diizinkan dalam permainan. Jadi seharusnya mereka melarang segala hal yang melibatkan sihir di sini.


Dengan kebingungan melanda pikirannya, kartu akhirnya dibagikan.


Permainan pertama yang Noelle pilih adalah poker, dengan taruhan yang diberikan adalah setengah dari seluruh chip-nya.


Hasilnya, Noelle mendapatkan keuntungan seperempat dari total yang dipertaruhkan semua orang.


Permainan poker memang tidak sulit. Itu hanya mengandalkan strategi dan kelicikan pemain dalam menjalankan rencananya.


Tentu saja, ada faktor penggerak lain seperti kecurangan yang dilakukan satu atau dua pihak. Namun, semakin banyak kecurangan yang dilakukan, justru semakin baik bagi Noelle.


Permainan terus berlanjut, hingga akhirnya Noelle mendapatkan kemenangan berturut-turut. Jumlah chip-nya sekarang beberapa kali lebih banyak dari chip-nya sebelumnya.


Beberapa putaran kemudian, akhirnya giliran Noelle lagi. Noelle memeriksa kartu di tangannya, dan tanpa ekspresi apa pun mendorong chip hitam yang ditumpuk di sisi kanannya. Jumlah chip itu sekitar enam puluh, merupakan jumlah terbesar dalam taruhan ini.


"Kau benar-benar akan melakukan raise? "


Seorang pemain di urutan setelahnya mengangkat satu alis sambil melirik Noelle. Noelle, bagaimanapun hanya merespon dengan mendenguskan napasnya.


"Untuk seukuran anak baru, kau terlalu percaya diri. Call."


"Dasar bocah yang merepotkan," ucap pemain lain sambil meletakkan semua kartunya di atas meja dengan posisi muka menghadap ke bawah.


"Fold."


Sebagai catatan, Noelle yang dalam wujud Grei Noctis adalah yang termuda dari semua pemain. Kebanyakan dari mereka adalah pria paruh baya yang usianya sekitar empat puluh tahun, manusia dengan banyak pengalaman hidup. Karena itulah, mereka sedikit meremehkan pemain muda yang terlihat tidak begitu ahli dalam siasat dan kelicikan.


Dengan santainya, mereka melakukan beberapa kecurangan tak terlihat.


Akhirnya tiba pada giliran Noelle. Noelle memberikan taruhan terakhirnya sambil berucap, "Call."


Pemain setelahnya adalah pemain dengan giliran terakhir.


Pria itu mengeluarkan taruhan dengan jumlah yang sama, dan memilih untuk bertahan dengan kartunya saat ini.


Putaran telah selesai, kini pemain dengan giliran pertama bebas menentukan ingin check atau open. Dan pilihannya kali ini adalah open.


Semua pemain yang bertahan akhirnya meletakkan kartu mereka di atas meja, dan masing-masing membukanya untuk diperlihatkan pada bandar.


Noelle juga tak luput dari aturan itu. Dia meletakkan kartunya di atas meja, dan membaliknya hingga kombinasi kartu itu terlihat oleh semua orang.


"T-tidak mungkin! Bagaimana kau! "


Salah satu pemain dengan panik berdiri dan membuka kartunya. Yang terpajang di sana bukanlah kombinasi seperti yang ia harapkan, melainkan kombinasi kartu lemah yang tidak seharusnya.


"Royal Flush. Pemenangnya adalah Tuan Noctis."


Pengumuman bandar itu membuat para pemain di meja menatap Noelle dengan berbagai macam perasaan; ada yang iri, marah, kebingungan, dan banyak lagi.


Namun, sebagian besar dari mereka memiliki ekspresi marah bercampur kebingungan yang jelas.


Kombinasi di tangan Grei Noctis saat ini adalah Royal Flush. Itu tidak terlalu mengejutkan jika dia beruntung. Namun, keberuntungan saja tidak cukup.


Mereka yang bekerja sama selama permainan sangat yakin, bahwa mereka telah menyingkirkan semua kartu yang memungkinkan Grei untuk mendapatkan kombinasi terbaik. Karena itu, Grei seharusnya tidak pernah mendapatkan Royal Flush.


Beberapa mulai protes pada bandar, memaksakan pendapat mereka bahwa Grei telah curang. Namun, Grei membalas dengan senyum penuh celaan yang disertai tatapan dingin.


"Curang? Sayang sekali, aku ini bukan pecundang seperti kalian yang hanya mengandalkan kecurangan dalam bermain."


"Apa maksudmu? "


"Berjudi dengan mengandalkan kecurangan sama sekali tidak membawakan kesenangan. Tapi yahh, aku tidak memaksa kalian untuk bermain jujur. Hanya saja … sebelum kalian mulai menipu, lebih baik kalian pelajari dulu teknik-teknik yang dibutuhkan. Ohh, semua chip ini sekarang milikku, 'kan? "


"Tentu," jawab bandar itu dengan santai. Kelihatannya hal ini sudah sering terjadi di kasino, sehingga dia tidak terlalu terkejut.


Noelle mengumpulkan semua chip yang ada di tengah meja, dan sekali lagi mendengus kasar. "Kecurangan yang kalian lakukan begitu jelas, sehingga aku bisa memanfaatkannya dengan mudah. Raise terakhir yang kulakukan itu hanya untuk meningkatkan jumlah chip yang akan kudapatkan. Aku sebenarnya sudah menang sejak putaran kedua."


Dihadapkan pada kenyataan itu, mereka tidak bisa membantah. Percuma melapor pada bandar kalau Grei telah berbuat curang. Justru, laporan itu hanya akan berbalik melawan diri mereka sendiri.


Akhirnya, semua pemain yang sebelumnya protes hanya bisa kembali duduk di tempat mereka, dan dengan penyesalan harus melepaskan semua chip berharga itu.


"Itu masuk akal. Sekarang pergilah, aku sedang tidak ingin melihatmu sekarang."


Setidaknya, mereka adalah para pemain yang rasional, dan tidak mudah terpancing emosi. Noelle diam-diam mensyukuri hal itu, dan pergi menuju kasir penukaran dengan kantung yang penuh akan chip berharga.


Noelle keluar dari kasino dengan perasaan yang entah mengapa tidak banyak berubah. Itu kemenangan yang besar, Noelle tahu itu. Dia awalnya hanya mengeluarkan 100 Lunar, tapi berakhir dengan menerima 3.400 Lunar, yang jelas melebihi pendapatan rakyat kelas bawah selama satu tahun.


"Mendapatkan uang di zaman ini terlalu mudah."


Setelah menghela napas pasrah, Noelle berjalan menuju perpustakaan, seperti yang sudah ia rencanakan sebelumnya.


...****************...


Masih belum sore, tapi Noelle sudah cukup bosan dengan menunggu dokumen isentitasnya selesai dibuat.


Untuk membunuh kebosanan, Noelle memilih untuk mencari tahu beberapa hal di perpustakaan kota. Mungkin saja ada informasi yang ia cari di sini; informasi mengenai perjalanan ke dunia lain.


Meskipun sulit, Noelle tidak menyerah akan keinginannya tersebut. Noir juga tidak melarangnya, jadi bisa disimpulkan kalau dia diizinkan untuk mencari tahu beberapa hal terkait perjalanan ke dunia lain.


Sekarang dia bertanya-tanya, apa tujuannya melakukan itu? Pada awalnya, Noelle ingin pergi ke dunia lain karena dia sadar akan banyaknya bahaya yang menyelimuti dunia ini. Namun, dia sedang berhadapan dengan sebagian kecil bahaya itu sekarang.


Terlebih lagi, perjalanan ke dunia lain tidak akan memberikan jaminan keberhasilan seratus persen. Bisa saja dia hanya akan terkirim ke tempat yang berbeda namun masih di dunia yang sama. Bahkan, jika dia dikirim ke dunia yang berbeda, ada kemungkinan besar kalau dia akan sampai di dunia yang lebih berbahaya lagi.


Sudah sampai sejauh ini, Noelle tidak akan dengan naif berpikir bahwa hanya ada dua dunia saja; dunia ini dan bumi yang ia kenal.


Noelle mengambil banyak buku, dan memilih untuk duduk di sudut yang jauh dari perhatian semua orang.


Buku-buku yang ia ambil kebanyakan melibatkan teori sihir yang dikemukakan orang-orang tertentu, dan beberapa buku yang berisi informasi mengenai sihir-sihir yang ada.


Percuma jika dia mencari cara untuk pergi ke dunia lain di buku, karena informasi seperti itu tidak mungkin akan dibiarkan beredar secara bebas. Karena itulah, Noelle memilih untuk memeriksa teori-teori sihir yang para peneliti kemukakan. Jika dia menemukan teori yang bersangkutan, maka dia bisa mencobanya sendiri.


Noelle tidak begitu bodoh untuk tidak bisa mempraktekkan teori yang ia lihat. Tapi tentu saja, itu semua bergantung pada teori yang ia baca.


Noelle mengambil salah satu buku di antara tumpukan, dan membuka halamannya satu per satu. Buku itu berisi daftar peneliti yang bnyak berpengaruh terhadap perkembangan sihir di Republik. Namun, Noelle sendiri sangat menyayangkan bahwa tidak ada yang tahu kalau sihir itu bebas dikreasikan oleh pengguna. Tampaknya pernyataan 'sihir memiliki batasan kuat' itu telah mengakar di hati dan pikiran semua orang.


Pada dasarnya, hanya ada dua batasan untuk sihir. Itu adalah imajinasi pengguna, dan kekuatan untuk mencapainya. Semua orang terlalu terpaku pada elemen yang sudah ada, sehingga tidak menyadari hal ini.


Tapi Noelle pun begitu juga pada awalnya. Sekarang, dia hanya menjadikan elemen-elemen yang sudah ada sebagai dasar untuk pengembangan yang lebih lanjut.


Jika dia ingin melakukan perjalanan antar-dunia, maka dasar yang digunakan adalah sihir spasial. Spekulasinya itu juga sesuai dengan teori yang baru saja dia temukan, dikemukakan oleh seorang dosen di sebuah universitas ibukota Republik, Alten.


Profesor Claude van Dirkenbum menyatakan bahwa perjalanan antar-dunia bukanlah hal yang mustahil, asalkan kastor memiliki kekuatan yang cukup untuk merealisasikan bayangannya. Untuk melakukan itu, diperlukan sejumlah material yang mungkin sangat berharga, dan tidak diketahui juga seberapa banyak bahan bakar yang dibutuhkan untuk merealisasikannya.


Tambahan dari teori itu, orang yang sama juga menyatakan kalau kastor harus menembus hambatan-hambatan spasial yang akan ditemui. Yang menjadi masalahnya, tidak diketahui apa hambatan yang dimaksud ini.


Noelle memeriksa biografi orang yang menulis teori itu, dan menemukan kalau teori itu dikemukakan sekitar 27 tahun yang lalu. Yang artinya ada kemungkinan kalau Profesor Claude van Dirkenbum itu masih hidup di suatu tempat.


(Hanya dia yang membahas tentang perjalanan melintasi dunia. Tapi … apa mencoba menemuinya adalah hal yang bagus? Aku tidak yakin.)


Karena bisa saja, orang bernama Claude van Dirkenbum ini memiliki hubungan dengan organisasi Hermit Cult.


Noelle tidak tahu banyak tentang organisasi itu, tapi Mona pernah berkata kalau itu adalah organisasi yang benar-benar terobsesi dengan sihir. Bisa jadi peofesor yang mengeluarkan teori ini sebenarnya merupakan anggota mereka.


(Ini terlalu beresiko.)


Noelle mengerutkan keningnya, dan membuka buku lain.


Masih ada banyak buku untuk diperiksa. Namun, semua sia-sia saat waktu sudah banyak berjalan.


Sekarang sore hari, dan Noelle tanpa sadar telah membaca habis beberapa buku tebal yang berisi teori-teori tentang sihir.


Ini adalah kebiasaan yang sudah melekat sejak lama. Noelle selalu terhanyut dalam lautan kata yang ada di sebuah buku, sehingga tanpa sadar dia telah menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengisi kepalanya dengan berbagai informasi baru.


Kehadiran mendekat, dan Noelle langsung berbalik untuk berhadapan dengan sosok itu.


Yang mendatanginya adalah seorang pria, menggunakan jubah bertudung merah yang mencolok, namun memiliki hawa keberadaan yang cukup tipis. Dia mungkin dengan sengaja menipiskannya agar tak dilihat oleh siapa pun.


"Apa Kino mengirimmu? "


Noelle ingat dengannya. Pria ini adalah salah satu anggota Red Hood yang ia ubah menjadi vampir.


Pria itu mengangguk. "Bos bilang dia sudah menyelesaikan permintaanmu, kau boleh langsung menemuinya di markas."


Betapa tidak sopan, pikir Noelle. Namun, dia tidak keberatan dengan itu karena sopan santun di sini hanya akan membuatnya terdengae kaku. Lagi pula, sopan santun sepertinya tidak begitu cocok dengan persona Grei Noctis.


...****************...


Noelle kembali ke markas Red Hood, dan tanpa berbasa-basi langsung menemui Kino di ruangan khusus yang ada di bawah tanah.


Selama renovasi, sebuah ruangan khusus ditambahkan untuk kepentingan pribadi pemimpin. Jadi begitulah, hanya Kino dan orang-orang yang diizinkan yang boleh memasukinya.


Ruangan itu juga berfungsi sebagai kamar tidur untuk Kino, jadi Noelle tidak begitu terkejut saat melihat ranjang satu orang yang ada di kamar kecil yang terhubung dengan ruangan ini.


Noelle tidak mengatakan apa pun, dan dengan santai duduk di kursi sambil menyaksikan Kino menyelesaikan pekerjaannya.


Di sana, Kino terlihat agak gugup saat dia mengambil amplop cokelat dan menyerahkannya pada Noelle.


"Tolong diperiksa. Jika ada kesalahan, tolong katakan," ucapnya saat amplop itu lepas dari tangannya.


Noelle membuka amplop, dan menarik keluar dua lembar kertas keras yang ada di dalamnya.


Di kertas itu, terpajang nama Grei Noctis, beeserta detail identitas lainnya.


Grei Noctis, usia 22 tahun, lahir pada tanggal 18 Februari 719. Lahir di kota perbatasan Altmark Republik Waldenholt, dan beberapa detail lain.


Noelle dengan hati-hati memeriksa semua isinya, dan dengan cepat menghapalnya agar ia tidak memiliki masalah saat ditanya langsung mengenai identitas.


Sementara itu, Kino dengan gugup bertanya padanya, "B-bagaimana? "


"Yahh, ini bagus. Aku tidak akan protes." Noelle bangkir dari kursinya, dan melemparkan sebuah kantung kain yang sepertinya penuh akan sesuatu pada Kino.


"Ahh—! " Kino dengan gagap menangkapnya, dan melihat isi kantong tersebut. Seketika, dia terkejut.


"T-tunggu! Ada apa dengan jumlah ini?! "


Kantung yang baru saja Noelle lemparkan itu berisi puluhan koin putih mengkilap yang dikenal sebagai Lunar. Setiap koinnya cukup berat sehingga Kino harus menggunakan kedua tangan untuk menjaga agar kantung yang penuh dengan koin itu tidak jatuh ke lantai.


"Apa? Bukankah itu jauh lebih sedikit dari total bayaran yang kau terima dulu? "


Sebenarnya, itu hanya sebagian kecil dari uang yang Noelle dapatkan di perjudian tadi siang. Dia masih memiliki lebih banyak, tapi dia tidak tertarik untuk menyerahkannya pada Kino.


"Sejak awal aku tidak akan menagih uang dari pekerjaan ini. Kita tidak membuat kesepakatan untuk ini," ucap Kino sambil dengan kuat menatap Noelle.


Noelle suka sikap ini. Namun, di saat yang sama ia juga khawatir.


Jika Kino terlalu terfokus pada kesepakatan langsung yang dilakukan sebelum pekerjaan atau transaksi, maka menipunya akan menjadi hal yang mudah. Tapi tentu saja, hal itu tidak akan terjadi jika Kino benar-benar hati-hati saat membuat kontrak dengan seseorang.


Noelle mendengus kasar dan lanjut berjalan ke pintu keluar. "Anggap saja itu modal untuk mengembangkan bisnismu. Red Hood juga milikku sekarang, jadi aku ingin sedikit berinvestasi. Tentu saja, kau bebas menagihku jika aku memiliki permintaan di masa depan."


Selangkah keluar dari pintu, Noelle berbalik dan tersenyum sinis pada Kino yang masih berdiri diam dengan kantung yang penuh uang.


"Karena aku mungkin saja akan membuatmu bekerja dengan sangat keras nanti."


...****************...