![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Itu adalah kamar yang sederhana, berukuran 3 × 3 meter, dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik. Atau setidaknya begitulah seharusnya.
Namun, tumpukan buku dan mertas, yang tidak hanya memenuhi rak dan meja, melainkan nyaris keseluruhan lantai telah membuat ruangan ini terasa begitu sempit dan menyesakkan.
Ranjang satu orang yang seharusnya tertata rapi, kini nyaris tak dapat ditiduri karena adanya tumpukan buku yang berserakan di sana. Bahkan, sebuah mesin ketik dan botol tinta pun tak jelas di mana posisinya.
Tinggal di ruangan yang begitu menyesakkan ini, seorang penulis dan jurnalis terkenal, Fuu Kafhka sedang berbaring di lantai, menjadikan lembaran kertas tak terpakai sebagai alas dan selimut yang menutupi wajahnya.
baru saja menyelesaikan naskah yang ia kerjakan semalaman, tubuh Kafhka yang sudah tidak kuat akhirnya menyerah, membiarkan rasa lelah mengambil alih, dan membuatnya tertidur meski berada di tempat yang tak layak.
Welton Daily baru-baru ini memberinya begitu banyak beban kerja, sehingga rasanya dia ingin mengundurkan diri. Uang adalah satu-satunya alasan mengapa ia masih bertahan di perusahaan yang memperbudak pegawainya ini.
Rasa lelah telah memenuhi tubuhnya, sehingga dia bahkan tak bisa bergerak satu inci pun. Namun, saat suara ketukan bergema dari bawah, tepatnya dari pintu masuk, dia langsung bangun.
Dia hapal ritme ketukan semua orang, dan ketukan pintu yang datang ini, dia belum pernah mendengarnya. Yang artinya, pelaku yang menunggu di balik pintu adalah orang baru yang mungkin saja belum Kafhka kenal.
Berusaha melawan rasa lelah sekaligus malasnya, Kafhka mengintip melalui celah jendela, dan seketika bersemangat saat melihat sekilas sosok yang menunggu di luar itu.
Orang yang belum lama ini dikenalnya, seseorang yang terlihat keji, namun sebenarnya cukup ramah dan bersahabat pada orang yang tidak memusuhinya.
"Ahh, akhirnya! "
Seolah rasa lelah telah diangkat dari tubuhnya, Kafhka langsung berdiri, dan berlari menuruni tangga menuju pintu tempat Grei Noctis menunggu.
...****************...
Noelle yang kini sedang menunggu pintu terbuka pun sadar apa yang sebenarnya terjadi pada Kafhka.
Awalnya dia heran karena kehadiran Kafhka begitu hampa seolah dia sudah mati, tapi setelah memeriksa dengan《Clairvoyance》, kekhawatiran Noelle menghilang.
Noelle tidak mengetuk lagi, dan pintu langsung terbuka, menunjukkan seorang wanita muda dengan pakaian dan rambut yang berantakan, disertai kacamata berbingkai tipis yang melengkapi wajahnya yang mengantuk.
"Selamat datang, aku sudah menunggumu." Kafhka langsung tersenyum pada Noelle dan membuka pintu lebar-lebar agar Noelle masuk.
Namun, perhatiannya seketika teralih seolah dia baru saja menyadari kehadiran seorang gadis yang berdiri di samping Noelle.
"Apa aku boleh membawa tamu lain? "
(Seharusnya kamu bertanya padaku lebih dulu sebelum membawanya ke sini, wahai Tuan Wajah Batu.)
Diam-diam mencerca, Kafhka kemudian tersenyum pada Tania.
"Tentu saja dia diizinkan. Masuklah, aku akan menyajikan teh untuk kalian."
Membiarkan Grei dan Tania masuk, Kafhka kemudian menutup pintu, dan buru-buru berlari ke arah dapur, sementara Grei dan pasangannya telah dipandu menuju ruang tamu.
Rumah ini tidaklah besar, tapi setidaknya cukup untuk segala kepentingan pekerjaan Kafhka yang membutuhkan banyak riset dan sesi tanya jawab dengan pihak lain. Karena itulah, meski enggan, Kafhka tetap merawat ruangan yang digunakan untuk menyambut tamu.
"Baiklah, aku tidak akan berbasa-basi lagi. Ayo mulai sesi wawancaranya."
Usai meletakkan nampan dengan tiga cangkir porselen di atas meja, Kafhka langsung membuka percakapan dengan sebuah buku catatan di tangannya.
Noelle dan Tania dengan tenang meminum teh mereka di sofa, tapi sayangnya ketenangan itu tak akan bertahan lama. Semua hancur sesaat setelah Kafhka mengeluarkan pertanyaan pertamanya.
"Baiklah, jadi … sudah berapa kali kau berhubungan badan dengan gadis? "
Nyaris menggigit dan menghancurkan tepi cangkir tehnya, Noelle berusaha memaksakan senyum sambil menjaga pengeluaran tenaga agar tak menghancurkan apa yang dia pegang. Sementara Tania di sampingnya, hanya menunjukkan raut yang sama, tanpa perubahan, seolah ia sama sekali tidak tertarik.
Ini baru mulai, tapi Kafhka sudah mengebomnya dengan pertanyaan yang menyulitkan.
Meski begitu, untuk menjaga citra karakter Grei Noctis, Noelle berusaha menjaga ekspresinya tetap senetral mungkin, dan dia pun melirik Tania. Meski Tania tidak menunjukkan ketertarikan apa pun, Noelle tetap tidak ingin membicarakan ini dengan santai di hadapan seorang gadis 'asing' seperti Tania.
Karena itulah, dengan jentikan jari, Noelle memasangkan penghalang yang meredam suara dari dalam pada dirinya dan Kafhka. Jadi, apa pun atau bagaimanapun jawaban Noelle, Tania tidak akan mampu mengetahuinya karena dia tidak bisa mendengar.
Sementara itu, Tania yang melihat percakapan bisu antara Noelle dan Kafhka pun heran. Karena dia tidak bisa merasakan sihir dengan baik, dia tidak tahu kalau ada penghalang yang meredam percakapan Noelle dan Kafhka.
Tapi tentu saja, Tania dengan jelas menyadari keanehan pada situasi itu. Karena itulah dia bisa menentukan tindakan yang cocok untuk mengatasinya.
Tania mengeluarkan sabit Zephiroth yang dalam wujud mini, dan melemparnya ke nampan yang di atasnya ada cangkir teh milik Kafhka. Sabit itu mendarat tanpa suara di nampan, tapi efek yang disebabkan kehadirannya dapat dirasakan dengan jelas oleh Noelle.
Sihir yang dia gunakan untuk menciptakan penghalang itu telah menghilang, dan kini semua percakapannya dapat terdengar langsung oleh Tania.
"Pertanyaan selanjutnya, seberapa rutin kau melakukannya? "
Begitulah, Kafhka sama sekali tidak menyadari situasinya. Dia tidak peduli apakah Tania mendengar atau tidak, yang terpenting dia mendapatkan bahan yang menarik untuk artikelnya.
Noelle pasrah, membiarkan Tania mendengar semua jawabannya. Itu berlanjut sampai pertanyaan ketiga, yang disebut Kafhka sebagai pertanyaan terakhir.
"Apa yang biasanya terjadi sebelum kalian melakukan aktivitas itu? "
Hanya tiga pertanyaan, tapi semuanya mengandung unsur yang tak sehat bagi sebagian orang. Noelle pun menjawab hanya karena dia dalam mode Grei Noctis. Jika tidak, maka dia tanpa ragu akan langsung pergi setelah pertanyaan pertama dikeluarkan.
Melihat Kafhka menuliskan semua jawaban serta pemikirannya sendiri di buku membuat Noelle menghela napas lega. Dia kemudian melirik pada Tania, yang hanya menatapnya dengan mata penasaran.
"Baiklah, terima kasih atas kerja samamu. Ini mungkin tidak seberapa, tapi terimalah." Kafhka mengeluarkan kantung kecil yang ketika dibuka akan mengeluarkan belasan koin putih yang berkilau.
"Aku tahu kamu suka berjudi, jadi gunakan itu untuk modal, dan cobalah untuk menggandakannya. Oh, aku juga berterima kasih untuk semua kritik dan saran yang kamu berikan untuk novelku ini."
Sebelum sesi tanya jawab dimulai, Noelle telah memberi tahu Kafhka bahwa dia sudah membaca salah satu novelnya, dan dia juga sudah menuliskan berbagai komentar untuk satu buku itu. Kafhka memang belum membaca semua komentarnya, tapi menerima pujian, kritik dan saran adalah apa yang membangun kemampuan seorang penulis.
Sebelum Noelle benar-benar pergi, Kafhka memanggilnya untuk mendekat, lalu berusaha membisikkan sesuatu padanya.
"Aku tidak tahu apa kamu menyadarinya atau tidak, tapi gadis ini benar-benar tidak punya pengalaman. Kamu bisa memberinya pengalaman itu kalau kamu mau."
Tidak diragukan lagi, yang Kafhka maksud adalah Tania.
"Baiklah, semangat," ucap Kafhka sambil tersenyum sebelum akhirnya mendorong Grei keluar, dan menutup pintu rumahnya sendiri.
(Seolah itu akan terjadi.)
...****************...
Di kamarnya yang berantakan, Kafhka menyingkirkan tumpukan kertas yang berserakan di atas meja, dan mulai meninjau ulang hasil wawancara yang ia dapatkan hari ini.
Sebenarnya, dia sedikit kesal pada Grei karena baru datang hari ini. Bagaimana pun, lusa adalah tenggat waktunya, dan itu artinya dia hanya memiliki waktu sehari untuk menyelesaikan artikel yang diminta.
Meski begitu, dia tidak berada di posisi yang bisa marah akan hal itu.
Menelan bulat-bulat rasa kesalnya, Kafhka mulai membuat catatan tambahan untuk setiap jawaban yang Grei berikan dalam wawancara.
Dia sama sekali tidak peduli dengan keseharian atau 'kehidupan malam' seorang Grei Noctis. Dia hanya menginginkan data riset. Namun, melihat ini semua mau tak mau membuat Kafhka penasaran.
Grei terlihat seperti seorang pria yang memiliki banyak pengalaman. Wajahnya juga tidak terlihat seperti orang baik-baik. Justru, dilihat dari mana pun dia terlihat seperty playboy yang brengsek.
Namun, nyatanya dia hanya memiliki pengalaman dengan satu orang, dan itu adalah gadis yang tak disebutkan namanya di sepanjang sesi wawancara.
Ini memang tak terduga bagi Kafhka, yang pada awalnya menduga Grei sebagai bajingan yang sudah banyak meniduri gadis.
(Ahh, mataku berat …. Baiklah, akan kuurus kau nanti. Untuk sekarang … )
Kafhka hanya berniat beristirahat sebentar, tapi dia tanpa sadar tertidur saat masih di meja.
Kepalanya menimpa buku catatan yang berisi data riset yang sudah dia kumpulkan, dan beberapa kertas lain masih berserakan di atas mejanya. Mungkin, itu adalah sebuah kesalahan.
Tanpa dia sadari, pena bulu yang biasa ia gunakan untuk menulis mulai bergetar, memancarkan cahaya redup sejenak, dan melayang seolah ada yang mengangkatnya. Namun, tak ada siapa pun yang melakukan itu.
Pena bulu itu melayang, berdiri di atas selembar kertas kosong, lalu mulai bergerak seolah sedang menari.
Gerakannya terlihat indah, dan setiap gerakan itu menghasilkan goresan tinta yang unik pada kertas—tidak, itu sama sekali tidak unik. Jelas, pena bulu itu telah menuliskan sesuatu dengan sendirinya, tanpa dikendalikan oleh siapa pun.
"Perilaku subjek sulit untuk dipahami. Adanya ketidakcocokan membuat kesimpulan lebih lanjut tidak dapat dibuat. Pengamatan akan terus dilanjutkan, sampai subjek dinilai layak untuk digunakan."
Pena bulu terangkat, dan beralih untuk menuliskan kalimat pada paragraf yang berbeda.
"Informasi tambahan ditemukan: subjek terkait dengan sejarah? Waktu? Dunia yang tak tercatat. Tidak dapat dimengerti, mencoba menemukan cara pendekatan yang lebih cocok. Hasil: tidak ditemukan. Mencari cara untuk melakukan pendekatan tak langsung. Hasil: ada 4.962 kemungkinan. Melakukan perhitungan untuk menemukan cara yang paling tepat untuk mengatasi subjek."
"Hasil: subjek memiliki keterikatan yang sulit dijelaskan dengan 'sifat anomali' dan 'kehendak semesta'. Tingkat kekuatan: tak diketahui. Tingkat pertahanan: tak diketahui. Kemungkinan: kelas pahlawan atau dewa minor. Hasil masih belum pasti, dapat berubah seiring waktu."
"Penggunaan kekuatan dari Quill of Mazour: dimungkinkan. Jumlah penggunaan: minimal. Larangan: mengacaukan semua anomali. Kemungkinan berhasil: 37%. Tindakan lanjutan akan menyesuaikan respon target untuk setiap tahapan yang dilakukan."
Setelah menuliskan kalimat yang teramat panjang hingga nyaris memenuhi kertas, pena bulu itu akhirnya lanjut ke paragraf berikutnya, hanya saja dengan kalimat yang lebih pendek dan lebih sulit untuk dipahami.
"Rencana yang cocok telah ditemukan. Sudah waktunya."
Akhirnya, pena bulu itu berhenti menulis. 'Dia' melayang ke arah Kafhka yang sedang tertidur, lalu jatuh dan mendarat tepat di samping kepalanya.
Kertas yang sudah penuh dengan kalimat yang sulit dimengerti itu pun terbakar, hangus tanpa sisa, dan tanpa menyebabkan kerusakan apa pun pada sekitarnya.
...****************...