![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Sekarang … Aku akan menyediakan tempat untuk kalian, dan kalian bisa istirahat sampai waktunya kita kembali."
Hampir satu jam sejak sadarnya Olivia tentang 'harta karun' yang Noelle temukan. Kini, mereka berdua sudah kembali ke tempat semua orang berkumpul, dan mulai mendirikan perkemahan.
Biarpun disebut perkemahan, itu lebih layak untuk disebut sebagai sebuah resort yang mewah di tengah hutan.
Sebuah bangunan besar yang sepenuhnya terbuat dari kayu muncul, berdiri dengan kokoh di sebuah lahan kosong.
"Bangunan ini hanya punya 10 kamar kosong, jadi aku harap kalian bisa berbagi kamar. Yahh, kurasa itu bukan masalah besar."
Jumlah orang yang hadir di sana adalah 16 orang termasuk Noelle. Jadi, sebenarnya mereka hanya perlu 8 kamar jika Noelle berasumsi semua orang mau bersama orang lain di kamar mereka.
Untuk Noelle, sudah jelas dia akan bersama Olivia, dan Cryll juga sudah tidak perlu dipertanyakan. Mereka masing-masing hanya perlu 2 kamar.
Untuk pembagian kamar orang-orang di kelompok Norman, Noelle akan menyerahkan masalah itu pada mereka yang bertanggung jawab.
Di sudut bidang pandangannya, Noelle dapat melihat Rico yang sedang berdiskusi dengan beberapa orang tentang dengan siapa mereka harus sekamar.
Noelle menghela napasnya dan kembali duduk, namun dihampiri oleh Anzu dari belakang membuatnya tak dapat tenang sama sekali.
"Kali ini apa? " tanya Noelle.
Anzu mengangkat bahunya dan menjawab pertanyaan Noelle tanpa ada perubahan pada ekspresinya.
"Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya satu hal padamu."
"Dan? Apa itu? "
"Sejujurnya … Ini adalah pertanyaan yang agak remeh. Aku ingin tahu, seberapa besar kapasitas penyimpanan spasial milikmu itu? "
"Ahh … Itu, ya … Sejujurnya, aku sendiri juga tidak tahu batas maksimalnya. Yang aku tahu … Aku selalu memasukkan semua yang kuinginkan ke sana. Jadi … Ini tidak seperti aku peduli dengan itu. Memangnya kenapa? "
Memang benar kalau Noelle sudah memikirkannya sejak lama. Tapi, setelah beberapa waktu, ia akhirnya beradaptasi dengan keanehan itu dan menerima semuanya dengan normal. Tak ada lagi kepeduliannya terhadap pertanyaan tentang seberapa besar kapasitas penyimpanan spasial itu.
Mendengar jawabannya, Anzu mengangguk sebelum akhirnya memasang senyum tipis sambil memiringkan kepalanya.
Saat melihat senyum itu, Noelle ragu sejenak apakah orang yang ada di hadapannya itu benar-benar orang yang ia kenal atau bukan. Karena, seingatnya, Anzu atau yang ia kenal sebagai Shion bukanlah seseorang yang suka memberikan senyum seperti itu.
Ekspresi yang biasanya terpancar di wajahnya hanyalah ekspresi mati dengan penuh kebosanan. Selain itu, dia sering kali memberikan senyum mengejek saat berbagi pendapat dengan Noelle.
—Ahh, dia benar-benar sudah berubah.
Saat memikirkan itu, entah mengapa Noelle merasakan sedikit sesak di dadanya. Mungkin karena sosok teman yang menjadi tempatnya untuk berkeluh kesah dan berbagi rahasianya dulu telah menjauh darinya.
Sementara Noelle masih memikirkan itu, beberapa patah kata yang diucapkan dengan nada bertanya akhirnya berhasil keluar dari bibir Anzu.
"Sebenarnya, aku membutuhkan sesuatu untuk mengembangkan senjataku. Tapi … Aku tidak bisa mendapatkannya karena benda itu cukup mahal, dan keluargaku hanyalah bangsawan kecil yang tinggal di ibukota. Jadi … Aku ingin tahu apa kau punya benda itu … "
" ……… "
Noelle terdiam, dan menatap Anzu dengan mata kosong.
" ……… "
Mereka berdua tanpa mengatakan apa pun terus saling menatap, sebelum akhirnya tawa kecil keluar secara bersamaan dari mulut mereka.
"Pfft– Ahaha … Apa-apaan itu. Aku kira itu memang sesuatu yang penting."
"T-tolong jangan tertawa. Aku benar-benar tidak memiliki uang untuk membeli itu! Kau adalah seorang raja vampir yang memiliki kekayaan besar, jadi aku berpikir kalau kau punya setidaknya satu atau dua benda itu! "
Wajah Anzu sedikit memerah, tapi bukan karena ia malu. Itu mungkin karena rasa kesal yang sudah lama tak ia dapatkan dari Noelle.
Alhasil, Noelle ikut menjawabnya sambil terus terkikik kecil. Itu membuat kata-katanya menjadi sedikit tersendat.
"M-meskipun kau mengatakan itu, kau sendiri ikut tertawa, 'kan? "
"Itu karena tawamu menular! "
Keduanya terus tertawa kecil hingga akhirnya menjadi lebih tenang setelah beberapa saat.
Noelle berusaha mengatur napas dan ekspresinya, lalu bertanya pada Anzu, "Jadi, apa benda yang kau butuhkan itu? "
Anzu juga berusaha menenangkan dirinya, dan mulai memberikan penjelasan pada Noelle.
Dia. merogoh sakunya sejenak, dan mengeluarkan beberapa kelereng kecil dari sana.
"Aku yakin kau tahu tentang ini, 'kan? " tanya Anzu sambil menunjukkan kelereng itu pada Noelle.
Jawabannya, tentu saja Noelle tahu. Ia memiliki pengalaman yang tidak terlalu mengenakkan dengan benda itu.
"Tentu aku tahu. Aku pernah kehilangan lenganku karena salah satu benda itu, Lalu, kenapa? "
Keduanya berusaha untuk tidak membahas masalah yang melibatkan Noelle dengan Lilith dalam percakapan ini. Jadi, mereka secara alami berbicara langsung ke inti.
"Seperti yang kau tahu, kelereng ini mirip seperti bola bekel. Tapi, bahannya terbuat dari logam lunak yang sudah kuperkuat dengan kemampuan alkimia milikku sendiri. Tapi … Aku membutuhkan bahan tambahan untuk meningkatkannya lebih jauh lagi."
(Peningkatan? Untuk benda yang bisa menembus lenganku dengan mudah? )
Biasanya, Noelle tidak akan memberikan bantuan untuk meningkatkan sesuatu yang dapat mengancam dirinya. Tapi, ada alasan kenapa ia tidak menolak permintaan Anzu kali ini.
Salah satu alasannya adalah hutang budi masa lalu. Dan alasan lainnya, itu karena ia tertarik dengan senjata yang Anzu gunakan itu.
Seperti yang Anzu katakan, senjatanya—kelereng itu memiliki tingkat kepadatan yang akan berubah tergantung pada tekanan yang menimpanya. Semakin kuat tekanannya, maka akan menjadi semakin lentur dan keras pula benda itu.
Memang aneh, tapi itu bisa dilakukan jika memodifikasinya sedikit dengan alkimia.
Awalnya, Anzu sudah cukup puas dengan kekuatan yang dimiliki semua kelereng itu. Tapi, pemikirannya seketika berubah ketika melewati banyak pertarungan melawan musuh yang kuat.
Ia semakin menyadari kelemahan yang dimiliki senjatanya.
Dan untuk mengatasi itu, Anzu harus meningkatkan kekuatannya entah bagaimana. Tidak mungkin dia harus mengandalkan fisiknya untuk bertarung, dan kemampuannya dalam sihir juga rata-rata. Karena itu, satu-satunya hal yang bisa Anzu andalkan adalah senjatanya.
Sedikit boros untuk mendapatkan peningkatan bukanlah masalah, tapi dia tidak memiliki sedikit pun dana yang bisa ia gunakan untuk pemborosan itu.
"Begitu, ya … Lalu, benda apa yang kau butuhkan itu? "
"Umm … Aku tidak ingin kau terlalu terkejut tapi … Aku membutuhkan estadyte."
" ……… Apa aku tidak salah dengar? "
"Tidak, kau tidak salah dengar. Aku memang membutuhkan benda itu. Yang berukuran seperti kerikil juga tidak masalah! "
"Tidak, tidak, tidak! Meskipun kau mengatakannya begitu, orang gila mana yang akan memberikan material yang sangat berharga itu pada orang lain?! "
"Aku kenal orang itu, dan namanya adalah Noelle! "
Noelle memgerutkan keningnya dengan tidak senang saat dia terus menghadapi penekanan dari Anzu.
Bukan berarti ia tidak mau memberikannya. Hanya saja, ia sedikit takut jika material yang ia berikan itu hanya akan berakhir dengan sia-sia di tangan Anzu.
Itu wajar. Lagi pula, estadyte yang Anzu incar itu sangatlah langkah. Benda itu mirip seperti. kristal sihir, yang cukup dikenal sebagai manadyte. Tapi, estadyte sudah berada di tingkatan yang berbeda dari material sederhana itu.
Estadyte adalah kristal sihir dengan konsentrasi yang luar biasa kuat. Kemurniannya juga sangat tinggi sehingga tidak mungkin dapat ditemukan dengan mudah di pertambangan.
Sebongkah estadyte berukuran setengah meter saja sudah memiliki nilai yang setara dengan harta nasional.
Terlebih lagi, karena kandungan sihirnya yang luar biasa murni dan terkonsentrasi, estadyte sedikit membocorkan energi sihir murni yang mana dapat membahayakan manusia jika terpapar untuk jangka waktu tertentu.
Layaknya oksigen murni yang dapat menjadi racun untuk manusia, radiasi dari estadyte memiliki efek yang akan sangat menyakitkan jika terpapar terlalu lama.
Satu-satunya yang membuat material itu unggul adalah manfaatnya dalam penguatan suatu objek.
Estadyte memiliki karakteristik khusus yang dapat memberikan suatu efek penguatan secara permanen pada objek yang diinginkan pengguna. Memang, tidak semua orang bisa mengaplikasikannya. Tapi, jika material itu bisa diaplikasikan pada suatu senjata, itu akan menjadi prestasi yang luar biasa.
Noelle memang memiliki material itu, tapi tidak dalam jumlah besar. Jika ditotal secara keseluruhan, ia hanya memiliki beberapa kilogram estadyte dengan bentuk dan ukuran seperti kerikil.
"Aku memang memilikinya, tapi kenapa aku harus memberikan benda berharga itu padamu? Dan juga, apa ada jaminan kalau kau bisa mengaplikasikannya pada senjatamu? Jika tidak, aku tidak akan memberikannya."
Akan menjadi hal yang sia-sia jika Noelle memberikan benda berharga itu pada seseorang yang tidak bisa menggunakannya.
Tapi, berlawanan dengan reaksi kecewa yang ia harapkan, Anzu justru memberinya ekspresi penuh keyakinan. Anzu mengangkat satu sudut bibirnya, dan membentuk senyuman yang selalu ada di ingatan Noelle.
"Kau pikir dengan siapa kau bicara? Tidakkah kau terlalu meremehkanku? Aku adalah Anzu sera Nokula, orang yang akan menjadi alkemis negara suatu saat nanti."
—Ahh, dia bahkan memiliki impiannya sendiri …
Itu tentu sangat mengejutkan bagi Noelle. Rasanya benar-benar aneh ketika melihat perubahan drastis pada orang yang menurutnya sangatlah ia kenal.
Itu membuat Noelle bingung, tapi dia secara alami melengkungkan bibirnya dan memberikan senyum agresif pada Anzu.
"Kurasa kau benar. Shion tak akan membuat kecerobohan yang berakibat pada kegagalan. Aku akan memberimu beberapa, jadi jangan kecewakan aku dengan hasilnya."
Dengan begitu, beberapa batu berwarna dengan ukuran yang sangat kecil muncul di telapak tangan Noelle.
Meskipun begitu, Noelle tak langsung memberikannya pada Anzu, dan justru menggunakan sebuah kain khusus untuk membungkus estadyte itu.
Setelah membungkusnya, Noelle langsung menyerahkan estadyte itu pada Anzu.
"Jangan terlalu sering membukanya. Radiasinya akan membunuhmu. Itu bahkan sangat menyakitkan untukku, aku ragu manusia normal bisa bertahan," ucap Noelle guna memperingatkan Anzu.
"Jangan khawatir, aku tahu betapa berbahayanya benda ini. Kurasa mirip seperti radium."
" ……… Yahh, kau bisa menggambarkannya seperti itu."
Setelah itu, Anzu berbalik dan berniat pergi. Tetapi ….
"Tunggu sebentar. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu."
Anzu berniat langsung pergi setelah ia mendapat apa yang ia inginkan, tapi tak ia duga kalau Noelle akan menghentikannya.
" … Apa itu? "
Anzu dengan waspada kembali berbalik dan menatap Noelle dengan was-was, bersiap menerima pertanyaan yang mungkin tidak masuk akal.
Noelle menyadari kewaspadaannya, tapi dia hanya tersenyum masam.
"Apa menurutmu … Ada sosok lain yang tak akan bisa kita, para manusia mengerti? "
Pertanyaan yang aneh, dan sangat tiba-tiba. Tapi, meski begitu, Anzu tetap berusaha menjawabnya.
"Tentu ada. Di dunia ini, ada banyak makhluk mitos dan legenda yang hidup tanpa wujud, dan tanpa menunjukkan kesadaran akan eksistensi mereka pada diri kita. Para dewa seperti Anastasia yang mereinkarnasikan kita seharusnya termasuk ke sosok itu. Tapi … Dia memiliki wujud, dan dengan jelas menunjukkan eksistensi mereka di dunia dan kesadaran kita. Jadi, bisa diasumsikan kalau semua sosok itu terbagi dalam beberapa jenis yang berbeda. Pada akhirnya, mereka semua adalah eksistensi yang sulit untuk didefinisikan."
" …… Kau tahu cukup banyak, ya? "
"Yahh, aku sering mendengar ocehan tentang itu. Tapi, jika kau ingin mencari sesuatu yang berkaitan dengan itu, sebaiknya kau tanyakan pada Werli. Keluarganya, keluarga Augis cukup berpengalaman dalam hal seperti ini, jadi dia pasti tahu sesuatu."
Dan dengan begitu, keduanya selesai berbicara. Setelah mengucapkan salam dan selamat malam, Anzu langsung meninggalkan Noelle dan memasuki bangunan yang Noelle sediakan untuk beristirahat itu.
...****************...
"Sekarang … "
Di kamarnya sendiri, Noelle akhirnya bisa bernapas dengan lega.
Semua dinding, lantai, atap, dan semua celah yang ada di ruangan itu telah ia tutup dengan sihir. Jadi, seharusnya tidak akan ada yang bisa mengganggu konsentrasinya.
Noelle berganti pakaian menjadi sebuah baju kaus v-neck hitam berlengan panjang, dan mulai melakukan peregangan.
Bunyi retakan dari semua bagian tubuhnya terasa sangat nyaman untuk didengar dan dirasakan. Sejenak, kenikmatan duniawi yang hanya berlangsung sementara itu terus memenuhi dirinya, sebelum akhirnya Noelle menjatuhkan dirinya sendiri ke kasur.
"Ada banyak yang harus kupikirkan, huh … "
Matanya cukup berat, tapi ia berusaha agar tak tertidur. Itu semua demi memecahkan semua pertanyaan yang selama ini terlintas di kepalanya.
Ia tak sempat memikirkan semua ini karena berbagai masalah yang harus ia hadapi. Tapi, ia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk memikirkan semuanya sekaligus.
Noelle bangun dari tempat tidur, dan mengambil posisi duduk sambil memeluk kedua kakinya. Dagunya ia taruh tepat di atas lututnya, dan mata kelabunya dialihkan ke luar jendela.
Dalam situasi seperti ini, biasanya Olivia akan tiba-tiba muncul dan memeluknua dari belakang. Tapi itu tak akan terjadi dalam waktu dekat.
Saat ini, Olivia sedang berada di dalam《Reign》dan sedang memeriksa kondisi Chloe, Levina, serta Lilith yang ada di sana.
"Mereka benar-benar nyata, huh … "
Alasan mengapa Noelle tiba-tiba menanyakan hal itu pada Anzu, adalah karena ia terus memikirkan sosok misterius yang dihadapi oleh Tania, Arnaz, serta Ethan di Rondo.
Singkatnya, sosok fisiologis non-eksistensi.
Jika pernyataan Anzu tentang makhluk mitos yang tidak menampakkan dirinya itu benar, maka sosok fisiologis non-eksistensi yang Asterisk temukan saat itu pasti termasuk ke salah satunya.
Sebenarnya, Noelle tidak mau menerimanya, kenyataan itu. Bahwa ada banyak sosok lain yang jelas melampaui pengetahuan dan akal sehatnya.
(Tapi, kalau mereka benar-benar ada, kenapa tak pernah ada tanda akan keberadaan mereka selama ini? )
Apa ada sesuatu yang menahan mereka dari membuat gerak-gerik yang mencolok? Entahlah, Noelle tidak tahu jawabannya.
Hanya saja, kemunculan dirinya dan anggota Asterisk lain pasti menjadi pemicu mengapa sosok makhluk fisiologis non-eksistensi itu menunjukkan tindakannya.
(Yahh, aku akan menyimpan topik pemikiran itu untuk nanti. Sekarang … Tentang manipulasi waktu, huh … )
Dari sekian banyak masalah yang ia pikirkan, hanya masalah inilah yang membuatnya benar-benar merasa pusing.
Bagaimana tidak? Ia telah menemukan suatu kesimpulan gila yang kemungkinan akan merubah semua hidupnya.
Itu adalah tentang manipulasi waktu, yang Noelle sadari ketika berbicara dengan Harold di bar.
Mengesampingkan semua detail tidak penting, Noelle dapat melihat suatu kesimpulan dari masalah ini.
Yang jelas, Charlotte pasti ada hubungannya.
Karena, ia benar-benar baru mengalami semua kejadian aneh itu ketika ia sudah bertemu dengan Charlotte.
Noelle tidak tahu alasannya, tapi tampaknya Chloe juga terlibat. Mengingat tentang ingatan Charlotte dan Chloe saat itu digantikan dengan ingatan mereka yang melompati waktu dari 3 bulan sebelum stampede dimulai di Suiren.
Dan sejak saat itu, berbagai hal aneh mulai terjadi pada Noelle. Jelas saja, Noelle pasti akan berpikir kalau itu ada kaitannya dengan Charlotte.
Hanya saja, yang menjadi pertanyaannya, mengapa ada yang mau mengulang waktu? Apa karena ada sesuatu yang buruk di masa depan? Atau karena hasil yang ia dapatkan di masa depan tidak begitu memuaskan, sehingga ia ingin mengulangnya dengan mengendalikan waktu? Yang jelas, bukan itu jawaban yang Noelle pikirkan.
Semua terkait dengan Charlotte. Dan Noelle juga sudah menemukan kesimpulan sederhananya.
Tatapan Noelle berangsur-angsur menjadi semakin kosong ketika pikirannya mengembara di labirin ingatan untuk menemukan kepingan puzzle jawaban itu.
Setiap detail yang terjadi di masa lalu terus bermunculan di pikiran Noelle. Dan yang paling menonjol dari semuanya, adalah percakapannya dengan Harold di bar itu.
Berdasarkan pengakuan Harold, Harold menyerang kediaman keluarga Zernroden karena permintaan dari seorang wanita.
Tak ada ciri khusus yang disebutkan Harold tentang wanita itu. Itu sedikit menyulitkan karena Noelle jadi harus membayangkan semuanya sendiri.
Dan di sinilah Noelle mendapatkan jawaban pertamanya.
Wanita yang memberi Harold perintah untuk menghancurkan keluarga Zernroden, adalah Charlotte itu sendiri.
Semuanya sangat membingungkan. Bahkan kesimpulan yang Noelle buat di kepalanya sudah seperti sebuah benang kusut yang sulit ditemukan ujungnya.
Dia bisa mendapatkan jawaban itu karena topeng yang ia miliki.
Topeng hitam itu, yang ia dapatkan dari pria bernama Jasper. Benda itu seharusnya hanya ada satu di dunia, mengingat itu adalah harta keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.
Jadi, seharusnya tak akan ada orang lain yang bisa memiliki topeng itu. Kecuali, jika Jasper yang memberikannya langsung.
Tapi, itu justru mustahil. Saat Jasper memberikan topeng itu pada Noelle, sangat jelas kalau kotaknya sudah usang, dan Jasper berkata kalau ramalannyalah yang membuatnya memberikan topeng itu pada Noelle.
Itu artinya, pemikiran kalau Jasper memberikan topengnya pada wanita itu bisa dicoret dari daftar kecurigaan.
Hanya ada satu jawaban yang bisa Noelle dapatkan.
Saat wanita itu memberi Harold perintah untuk menghancurkan keluarga Zernroden, topeng itu memang belum ada di tangan Jasper.
Jika ada benda yang sama dari waktu yang berbeda saling bertemu, maka itu akan menyebabkan kekacauan yang sulit untuk didefinisikan. Sesuatu seperti paradoks pasti akan terjadi.
Singkatnya, wanita itu pasti melakukan perjalanan waktu lagi setelah ia memberi perintah pada Harold. Dan waktu tujuannya adalah, saat di mana leluhur Jasper akhirnya menerima topeng dari wanita itu.
Jika begitu, maka semua akan menjadi lebih masuk akal.
(Tidak, tunggu. Bukankah itu justru akan menyebabkan percabangan? Tapi … Apa benar wanita itu adalah Charlotte? Apa dia benar-benar melakukan perjalanan waktu? Kalau begitu … Apa tujuannya pergi ke waktu yang jauh itu? )
Memikirkan semua butterfly effect itu sangat memusingkan. Tapi, di sini akhirnya Noelle mendapatkan pertanyaan baru.
(Sejak awal, apa mungkin untuk melakukan perjalanan waktu ke masa sebelum kau dilahirkan? )
Secara teori, itu tidak mungkin.
Kembali ke masa sebelum kau dilahirkan adalah hal yang mustahil. Itu karena, pada masa itu, tubuh si penjelajah sama sekali belum ada. Jadi, seharusnya tidak akan ada dasar yang menjadi unsur pembentuk tubuh si penjelajah.
"Ah! "
Noelle kemudian menyadarinya. Akhirnya, dia bisa menemukan sedikit ujungnya.
(Apa mungkin … Tujuannya memerintahkan Harold untuk menghancurkan keluarga Zernroden, adalah demi mengevolusikan Charlotte? )
Charlotte memang berevolusi karena polusi mental yang ia miliki. Jadi itu masuk akal.
Dan karena satu jawaban sederhana itu, Noelle akhirnya menemukan jawaban lainnya.
"Dimungkinkan untuk kembali ke masa sebelum dilahirkan, jika tubuhmu sudah bukan tubuh fisik manusia lagi, ya … "
Setelah berevolusi, Charlotte menjadi seorang Fallen yang termasuk ke ras malaikat. Evolusi itu menyebabkan perubahan pada jiwa dan tubuh fisiknya. Itu artinya, Charlotte sudah tidak memiliki keterikatan dengan tubuh fisiknya saat ia masih menjadi manusia.
Penampilannya memang tidak jauh berbeda dari dirinya saat masih menjadi manusia, tapi itu adalah tubuh yang sepenuhnya berbeda.
"Tubuh dan jiwanya … Sudah tidak terikat dengan hukum waktu, ya … "
Saat ini, Noelle hanya bisa mengangkat bahunya dengan pasrah, dan menjatuhkan tubuhnya kembali ke tempat tidur.
Sambil berbaring, ia pun mengeluarkan tawa kering yang terdengar seolah ia sudah pasrah.
"Ahaha … Ini gila … "
Kesimpulan akhir yang ia dapatkan dari semua pemikiran itu, membuatnya maju selangkah lebih dekat dengan kegilaan.
Namun, entah bagaimana, Noelle akan mengatasi masalahnya, dan melanjutkan kehidupannya dengan normal.
Meskipun, itu mungkin adalah hal yang mustahil.
...****************...