![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Serbuan para Boneka tetap tidak berhenti di saat mereka bertiga dalam suasana yang bagus.
Noelle langsung melempar pedangnya ke arah kepala Boneka yang datang, dan pedang itu dengan sangat lancar meluncur lalu menembus kepala Boneka, sehingga menancap di tubuh Boneka yang ada di belakangnya.
Kemudian, pedang itu kembali ke tangan Noelle berkat benamg darah yang tersambung di gagangnya.
"Mereka terus berdatangan. Elis, senjata jenis apa yang kamu kuasai? "
"Eh? I-itu … Belati, atau pedang pendek, kurasa … "
Noelle mengangguk, dan kemudian sepasang belati berukuran sedang muncul di tangannya. Itu berwarna merah gelap, karena memang terbuat dari darahnya.
Bentuknya sedikit melengkung, tapi ujungnya yang lancip membuatnya menjadi senjata yang sangat cocok untuk membuat luka yang dalam.
"Tubuh mereka semua sangat keras, senjata biasa tidak akan bisa melukai mereka. Tapi, kalau kamu gunakan ini, kamu mungkin bisa menaklukkan beberapa dari mereka."
Berbeda dari senjata logam, senjata yang terbuat dari darah Noelle memiliki kualitas yang dapat Noelle atur sesuka hati.
Meskipun ketajamannya tidak akan bisa menyamai Langen yang memiliki kemampuan 'menebas segalanya', ketajaman maksimal yang dapat dicapai senjata darahnya adalah bisa memotong logam seperti mentega.
Felice sedikit ragu, tapi dia masih menerimanya. Pandangannya seketika menyapu seluruh bagian dari belati itu. Di saat yang sama, dia juga hampir tidak bisa menahan senyumnya.
Tania di samping hanya bisa menatap mereka dalam diam, tanpa mengerti apa yang sedang Felice rasakan.
Setelah menyerahkan sepasang senjata baru pada Felice, Noelle mengembalikan fokusnya untuk menghadapi semua Boneka yang tersisa.
Jika apa yang Tania katakan sebelumnya benar, maka para Boneka ini sudah pasti memiliki hubungan dengan dunia bawah.
Memang benar kalau Noelle tidak tertarik dengan dunia bawah, tapi dia tetap saja penasaran karena sudah terlibat dengannya beberapa kali.
『Jadi dia anggota lain dari Asterisk, ya? Dia terlihat cantik. Apa kau tidak tertarik untuk menjadikannya wanitamu? 』
Kata-kata Noir membuat alis Noelle seketika berkedut.
Jika dia ditanya apakah Tania itu cantik, maka dia akan menjawab 'tentu saja'. Namun, jika dia ditanya apakah dia tertarik untuk menjadikan Tania sebagai wanita miliknya, maka Noelle akan langsung memberikan penolakan yang keras.
(Apa kau bercanda denganku? )
『Hehe, aku hanya ingin tahu, itu saja. Selain itu, gadis bernama Tania ini juga cukup unik.』
( … Apa maksudmu?)
Noelle mengerti kalau Tania itu menarik. Bagaimanapun juga, dia adalah satu dari segelintir eksistensi fana yang mendapatkan keabadian. Namun, sesuatu yang menarik baginya belum tentu menarik bagi Noir.
『Benih dalam tubuhnya, sudah tumbuh dalam bentuk yang lain. Itu sama sekali tidak menyatu. Hehe, ini penemuan yang baru.』
(Benih? )
Noelle bertanya dalam pikirannya sambil menghabisi dua Boneka sekaligus. Dia menarik kembali pedangnya, dan langsung menebas ke belakang. Seketika, satu Boneka memiliki kepala yang terpenggal sepenuhnya.
『Hehe, kurasa tidak ada gunanya bagimu untuk mengetahui itu sekarang.』
Setelah itu, Noir sama sekali tidak mengatakan apa pun. Dia terus diam meski Noelle bertanya berkali-kali padanya.
...****************...
Para Boneka terus berdatangan. Meskipun mereka bertiga telah menghabisi beberapa, sejumlah Boneka lain muncul seolah menutupi kekurangan jumlah.
Noelle, Felice, dan Tania hanya bisa terus menghabisi mereka, dan secara perlahan mundur ke tempat yang lebih aman.
Mengenai mayat para Boneka, Noelle langsung membakarnya dengan sihir tepat setelah Boneka itu tewas. Medan anti-sihir yang mereka miliki tidak akan aktif lagi setelah mereka mati, jadi menghilangkan mayat mereka cukup mudah.
Di saat Noelle menghabisi salah satu Boneka di dekatnya, Tania datang dari udara dan mendarat tepat di sampingnya.
"Noah, aku curiga mereka datang dari dunia bawah. Jika portalnya tidak ditutup, mereka tidak akan berhenti berdatangan."
"Dan? Bagaimana kita bisa menemukan portal itu? "
"Aku sudah menemukannya. Hanya saja … Tempatnya sangat jauh."
Noelle seketika mengerutkan keningnya.
Jika para Boneka ini memang datang dari dunia bawah, maka portalnya seharusnya tidak akan terlalu jauh dari sini.
Itu akan menjadi hal yang sia-sia jika portalnya dibuka di tempat yang jauh, sementara para Boneka harus berlari ke tempat ini.
Keributan publik juga tidak mungkin bisa diredam jika para Boneka ini berlarian di seluruh kota.
"Aku masih belum tahu bagaimana mereka bisa mengejar kita sampai ke sini, tapi … Mereka memiliki kontaminasi aura dunia bawah yang cukup kuat. Apa pun bisa terjadi."
Tania mengayunkan sabitnya secara vertikal dan menancapkan ujungnya ke kepala salah satu Boneka. Bilah sabitnya kemudian ditarik kembali, dan diayunkan secara horizontal ke arah leher Boneka terdekat.
Kepala Boneka itu langsung terpenggal, dan tubuhnya juga perlahan berhenti bergerak.
Di sisi lain, Noelle juga tidak berhenti. Satu per satu senjatanya menancap di kepala setiap Boneka, dan seketika membunuh mereka. Di saat yang sama, dia juga memikirkan banyak hal.
Sampai saat ini, Noelle masih belum terlalu mengetahui tentang dunia bawah. Tentang bagaimana Tania bisa mengetahuinya juga menjadi misteri baginya.
Noelle yang tidak memiliki pilihan lain itu pun menghela napasnya.
Dia juga sudah lelah menghadapi para Boneka di sini. Akan lebih baik jika dia bisa secepatnya menyusul tim Tian.
"Aku hanya perlu membuat jalan, 'kan? "
Para Boneka itu bertubuh besar, dan mereka juga lincah. Dengan spesifikasi tubuh seperti itu, akan sangat mudah bagi mereka untuk mengejar musuh yang melayang di udara.
Karena itulah, satu-satunya pilihan terbaik adalah menciptakan jalan sendiri dengan cara menghabisi semua yang menghalangi jalan menuju lokasi tujuan.
Itu cara yang sederhana, namun cukup sulit dilakukan mengingat para Boneka saat ini sedang mengepung mereka semua.
Noelle menarik napas panjang, dan mulai menganalisis semua yang ada di sekitarnya.
"Elis, kembali ke sini."
Felice bingung, tapi dia tetap mematuhi instruksi Noelle. Dia melompat dan mendarat tepat di samping Noelle, lalu bersiap untuk segala kemungkinan.
Salah satu boneka berlari mengejarnya, tapi itu tak lama sampai sebuah pedang menancap dengan kuat di kepalanya.
Ekspresi perlahan terhapus dari wajah Noelle, dan dia mulai memindai semua Boneka yang ada di jalan.
"Ke sini."
Setelah selesai melakukan analisis, Noelle langsung berlari memimpin dengan mengikuti rute yang baru saja dia buat.
Masih ada Boneka, tapi jumlahnya tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan rute lainnya. Selain itu, kemungkinan untuk dikepung cukup kecil di sini.
Noelle maju lebih dulu sambil terus mengayunkan pedangnya. Dia tidak melewatkan satu pun Boneka.
Namun, salah satu Boneka berhasil luput dari perhatiannya berkat kepadatan tempat itu. Dia mengayunkan tangannya dengan liar, tapi entah Noelle berhasil menghindar.
Hanya saja, efek tabrakan yang diberikan membuat Noelle terpental jauh ke samping.
Tubuhnya menabrak bangunan kosong hingga bangunan itu nyaris hancur, tapi Noelle tidak merasakan apa pun selain keterkejutan.
Bukan masalah kalau dia sedikit terpukul mundur saat menerima serangan, tapi ini benar-benar berbeda.
Kekuatan fisik yang dimiliki Boneka itu benar-benar berbeda dari yang lain. Noelle melihat ke arah Boneka itu, dan menemukan alasannya.
Felice dan Tania juga terkejut, tapi mereka tak tinggal diam. Keduanya tahu kalau keadaan Boneka itu berbeda, jadi mereka langsung mundur dan kembali ke sisi Noelle.
"Bajingan itu … "
Boneka itu memiliki keadaan tubuh yang mengerikan. Tubuhnya jauh lebih besar dari semua Boneka yang ada, dan otot-otot pada tubuhnya juga membengkak dengan tidak wajar.
Meskipun memang sudah tidak memiliki akal, wajah Boneka itu sekarang terlihat semakin tidak waras. Hanya ada kegilaan di wajahnya, dengan busa putih yang keluar dari mulutnya.
"Dia mengalami《Berserk》."
Felice mengerutkan keningnya dengan penuh kecemasan saat dia melihat ke sekeliling.
Tanpa disadari siapa pun, tempat mereka berada sudah dikepung oleh para Boneka.
Bukan Boneka biasa, melainkan para Boneka yang mengamuk. Mereka semua sudah jatuh dalam kondisi《Berserk》.
...****************...
(Ini gawat … Satu mungkin bukan masalah, tapi kalau sudah sebanyak ini … Bahkan aku akan bingung dengan bagaimana harus mengatasinya … )
Jika hanya ada satu Boneka yang mengamuk, maka Noelle masih bisa mengatasinya tanpa mengeluarkan banyak suara. Namun, satu batalyon Boneka yang mendatanginya saat ini sedang dalam keadaan《Berserk》. Sudah tidak mungkin untuk meredam keributannya.
Noelle kembali ke posisi kuda-kuda, dan secara alami menyembunyikan Felice di belakangnya.
Tania mengikuti Noelle, dan dia sudah bersiap dengan sabitnya.
Di saat mereka siap untuk serangan apa pun, salah satu Boneka tiba-tiba muncul di samping Noelle, dan memberinya cakaran yang sangat kuat dengan tangannya yang besar dan memiliki otot membengkak.
Noelle terpental cukup jauh ke arah lain, tapi dia bisa menstabilkan posisinya di udara sehingga mencegahnys dari terpental lebih jauh.
Namun, meskipun dia bisa menahan semua itu, tubuhnya tetaplah tubuh fisik yang bisa terluka.
Cakaran yang Boneka itu lakukan menciptakan luka robekan yang besar di sekujur tubuh Noelle.
Lima bekas cakaran jari dengan ukuran yang berbeda-beda dapat dilihat dari tubuh sisi kirinya.
Darah sudah mengalir dengan deras, tapi Noelle masih tidak merasakan apa pun. Dia hanya sedikit pusing karena kehilangan terlalu banyak darah dalam waktu singkat.
"Tidak hanya kekuatan, mereka juga memiliki kecepatan, ya … "
Noelle bernapas dengan agak berat, sementara Felice yang melihatnya nyaris saja menjerit ketakutan. Untungnya, Tania ada di sampingnya dan segera menenangkan Felice sebelum dia bisa berteriak.
Luka di tubuhnya perlahan menutup, tapi darah yang sudah keluar tidak akan dimasukkan lagi.
Noelle justru menggunakan semua darah itu sebagai senjata sekarang.
Saat tubuhnya selesai beregenerasi, darah yang hilang juga akan dipulihkan secara bertahap. Ini membuat Noelle dapat bertarung dengan bebas hanya dalam beberapa waktu lagi.
『Hehe, apa itu membuatmu terkejut? Kau terlalu meremehkan para pengamuk.』
Suara Noir bergema di kedalaman pikirannya, tapi Noelle mempertegas pikirannya.
(Diamlah! )
Noelle memggertakkan giginya dan memposisikan tubuhnya seperti akan menyerang langsung ke depan.
Para Boneka yang mengamuk masih terus berdatangan, jadi Noelle tidak bisa santai.
Dia seketika maju, meninggalkan sedikit afterimage di belakangnya.
Setelah satu kejadian itu, semua Boneka yang dalam garis lintasan Noelle langsung kehilangan kepala mereka karena tebasan cepat dari Langen.
Tania juga tidak tinggal diam. Dia memanfaatkan celah yang Noelle ciptakan, dan mulai melempar sabitnya.
Sedangkan Felice, jumlah pembunuhannya baru saja menyentuh dua digit.
Sejak awal dia bukanlah tipe petarung, dan levelnya juga tertinggal jauh dari yang lain, jadi ini bukan salahnya. Justru, Noelle dan Tania yang tidak normal di sini.
Dari sudut pandang orang luar, Noelle dan Tania terlihat seperti pemburu yang sudah sangat berpengalaman dalam menghabisi pengamuk.
Noelle mengayunkan pedangnya ke kiri, di saat yang sama juga menggunakan jarum darah berukuran besar untuk melindungi sisi kanan dan belakangnya.
Jarum besar itu menancap di kepala Boneka dengan sangat lancar, tapi gerakan mereka masih belum berhenti.
Setelah masuk ke kondisi《Berserk》, para Boneka ini dapat tetap hidup selama beberapa saat setelah mereka mati. Penambahan waktu yang tidak terlalu berarti, tapi praktis membuat mereka jadi sedikit terhambat.
"Ini terlalu lama … "
Noelle masih memikirkan kondisi di tempat lain. Saat ini, tim Tian mungkin sudah mencapai lokasi Moldy. Itu akan menjadi skenario yang buruk, mengingat informasi tentang Moldy masih sangatlah minim.
"Tania, setelah jalannya sudah sedikit dibersihkan, langsung saja lari dan bawa Elis pergi untuk menutup portalnya."
Tania sedikit ragu, tapi dia langsung mengangguk hanya setelah beberapa detik berpikir.
Saat ini, prioritasnya adalah menutup portal yang kemungkinan besar menjadi sumber kekuatan para Boneka ini.
"Apa kau punya rencana? " tanya Tania.
Noelle hanya sedikit mengangguk, lalu beralih melirik Felice yang sudah kembali ke posisinya di samping Noelle.
"Tidak layak untuk disebut rencana, tapi setidaknya akan membawa kita ke tujuan."
Felice menatap bolak-balik antara Noelle dan Tania, lalu dengan tegas mengangguk.
Dia tidak paham dengan niat Noelle, tapi sejak awal dia tidak memiliki pilihan lain selain menurutinya.
"Sekarang, sebaiknya kalian sedikit menjauh. Ini akan sedikit berantakan."
Tania dan Felice mengangguk, lalu melompat mundur menjauhi Noelle, dan di saat yang sama juga mencari posisi yang aman dari kepungan para Boneka.
Sekarang, hampir semua Boneka sudah memusatkan perhatiannya pada Noelle, dan mereka mulai menggila. Beberapa dari mereka berlari mendekat dengan niat membunuh yang kuat, sedangkan yang lain sudah siap memberikan serangan mematikan kapan pun.
Tentu saja, Noelle tidak tinggal diam.
Beberapa saat yang lalu, Noelle sempat membuat rencana dengan Noir.
Rencana ini mengharuskan Noir untuk menggunakan kekuatannya dan secara paksa menonaktifkan resistensi Noelle terhadap rasa sakit.
Setelah melalui banyak pertarungan, Noelle akhirnya memahami satu hal.
Salah satu hal yang membuat seseorang menjadi semakin kuat secara instan, adalah adrenalin.
Merasakan sakit adalah salah satu cara terbaik untuk mengumpulkan adrenalin.
Noelle sebisa mungkin tidak ingin meminta bantuan Noir, tapi dia sendiri tidak akan bisa menonaktifkan resistensi yang merupakan kemampuan pasif itu.
Mungkin dia bisa melakukannya jika dia mengembangkan potensi 'Dominasi', tapi yang menjadi masalahnya adalah dia masih belum berkembang sema sekali, ini membuatnya tidak dapat menggunakan kekuatan itu sesuka hati.
Terlebih lagi, resistensi rasa sakit adalah salah satu hal yang tidak ia mengerti konsepnya. Jika dia tidak memahami konsepnya, maka 'Dominasi' tidak mungkin bisa dilakukan.
" ……… "
Noelle menyipitkan matanya, dan di saat yang sama juga memasangkan akselerasi untuk mempercepat persepsinya sendiri.
Pergerakan semua Boneka terlihat lambat di matanya, tapi itu kembali normal setelah dia berkedip sekali.
(Sekarang.)
Setelah menemukan waktu yang tepat, Noelle langsung memberikan sinyal pada Noir.
Untuk sejenak, tidak ada perubahan yang ia rasakan. Namun, setelah salah satu Boneka mendaratkan pukulan di perutnya, rasa sakit yang luar biasa tiba-tiba muncul.
Ini berbeda dari semua yang pernah ia rasakan. Rasa sakit ini begitu nyata, sangat berbeda dari yang biasanya ia rasakan.
Noelle memang belum pernah ditabrak sebuah truk dengan kecepatan penuh, tapi mungkin beginilah rasanya
Seperti sebelumnya, dia terpental ke belakang, tapi entah bagaimana Noelle masih bisa sadar dan menjaga dirinya agar tidak terdorong terlalu jauh.
Rentetan serangan dari para Boneka tidak berhenti.
Para Boneka itu terus menyerangnya dengan berbagai cara. Namun, mayoritas dari serangan itu adalah pukulan dan cakaran.
Tubuhnya kini menjadi samsak untuk para Boneka, namun Noelle bahkan tidak memberikan perlawanan apa pun.
Dia tetap diam, meski luka cakaran besar muncul dan mengoyak dadanya.
Di saat seperti ini, Tania dan Felice yang melihat dari kejauhan mau tak mau meragukan mata mereka.
Felice benar-benar tidak ingin mempercayainya, sedangkan Tania memiliki sedikit pemahaman tentang apa yang Noelle lakukan.
Bagaimanapun, di sana hanya ada Tania seorang yang mengetahui tentang keabadian Noelle.
Felice tidak mengetahuinya, karena itulah dia panik saat para Boneka menyerangnya secara membabi buta.
Felice berniat membantu Noelle, tapi Tania lagi-lagi menghentikannya.
"Serahkan saja ini pada Noah. Kita hanya perlu menunggu sinyal darinya."
Pergi sekarang bukanlah hal yang buruk, tapi itu akan mengacaukan rencana yang sudah Noelle persiapkan. Karena itulah Tania dengan tenang menunggu sampai waktu yang telah ditentukan itu tiba.
Tak lama kemudian, beberapa Boneka di kepungan itu diam membatu, sementara yang lain terus mengamuk dan mencabik-cabik tubuh orang yang menjadi korbannya.
Di saat itulah, belasan duri raksasa berwarna merah darah muncul.
Itu muncul seolah tumbuh dari tanah, dan menjulang ke atas setinggi beberapa meter.
Masing-masing duri raksasa itu memiliki beberapa tubuh para Boneka yang menancap padanya.
Darah dari tubuh Boneka itu keluar menyembur tak terkendali, menghujani semua yang ada di bawah.
Tania bisa merasakan niat membunuh yang luar biasa kuat dari sana, tapi dia sama sekali tidak dapat melihat sosok yang menjadi sumbernya.
Tak lama kemudian, terlihatlah sosok yang sudah dia cari.
"Noah! " Felice seketika memanggilnya, tapi tak ada respon dari Noah.
Itu adalah Noah Ashrain, namun entah bagaimana dia terlihat seperti orang yang berbeda.
Penampilan Noah yang sekarang membuat Felice takut. Dia tanpa sadar mundur ke belakang, dan berakhir dengan tersandung batu sehingga jatuh terduduk.
『Uwaahh … Dia benar-benar kehilangan akalnya.』
Di kedalaman pikiran Tania, suara Navi bergema. Membuat Tania yang mendengar kata-kata itu hanya bisa mengangguk kecil sambil melihat sosok Noah dengan wajah tanpa ekspresi.
Seperti yang dijelaskan Navi, Noelle sekarang benar-benar terlihat seperti sudah kehilangan akalnya.
Luka di tubuhnya sudah menghilang, tapi masih ada jejak darah yang sebelumnya membasahi seluruh tubuhnya seperti air hujan.
Noelle tersenyum, namun bukan senyum yang biasa ia keluarkan.
Itu adalah senyum yang sepenuhnya berbeda. Sebuah senyum yang jelas tidak akan pernah ia tunjukkan pada siapa pun. Benar-benar seringai yang mengerikan.
Kedua matanya sendiri juga melebar, seolah merespon senyum di bibirnya.
Ekspresinya sekarang hanya bisa digambarkan sebagai kegilaan.
Noelle tanpa menunjukkan pertanda apa pun langsung maju ke salah satu Boneka yang mengamuk, lalu meraih kepalanya.
"Beri aku darahmu! "
Kalimat itu ia ucapkan sambil terus mempertahankan seringai kejinya. Dia kemudian menarik kepala Boneka itu ke atas, dan di saat yang sama juga menahan agar tubuh Boneka itu tetap di bawah.
Akhirnya, kepala Boneka itu terputus, dan tetes demi tetes darah mengalir keluar dari lukanya.
Noelle tanpa ragu langsung membawa kepala Boneka itu ke atas kepalanya, dengan dia yang sedikit mendongak, lalu membiarkan darah menetes sedikit demi sedikit ke dalam mulutnya.
Darah dari Boneka yang mengamuk itu membasahi wajah Noelle, tapi Noelle bahkan tidak menunjukkan sikap yang seolah terganggu akan hal itu.
Justru, dia terlihat sangat menikmatinya.
Tak lama kemudian, darah berhenti menetes, dan Noelle langsung membuang kepala Boneka itu ke tumpukan mayat Boneka di sekelilingnya.
"Masih kurang … Aku mau lagi! "
Noelle tertawa keras dan langsung berlari ke arah Boneka yang formasinya mulai kacau.
Dia menebas leher Boneka itu, dan langsung menghisap semua darah dari tubuhnya.
"Ehehe … Ahaha! Apa ini?! Rasanya sangat busuk! Tapi kenapa ini sangat nikmat?! "
Matanya yang sudah merah sejak awal menjadi semakin merah. Itu tidak menunjukkan tanda kewarasan sedikit pun.
"Beri aku lagi! "
Dia terus menggila dan membunuh semua Boneka satu per satu, lalu meminum habis semua darahnya.
Sekarang, jumlah Boneka sudah sangat berkurang jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Beberapa yang tersisa seolah mulai membangkitkan akal mereka sendiri, dan mulai berlari menghindari Noelle.
Mereka berlari dan melompati atap dengan kelincahan yang sulit dipercaya. Meskipun begitu, Noelle terus mengejar mereka tanpa merasa kesulitan sedikit pun.
Tania yang tertinggal melihat ini dan menganggap ini sebagai sebuah kesempatan.
Dia melirik pada Felice, dan menemukan gadis itu sedang duduk diam tak bergerak seolah tidak mempercayai apa yang baru saja dilihatnya.
Tentu saja, itu terlalu berat untuk dipahami secara tiba-tiba. Tania tidak terlalu terkejut karena dia tahu kalau Noelle adalah vampir.
"Tidak ada waktu untuk bingung. Ayo pergi."
Tania langsung menarik tangan Felice, dan memaksanya untuk berlari mengikuti Noelle.
Dilihat dari arah larinya, Tania dapat memastikan bahwa Noelle sedang menuju arah yang benar. Memang sedikit melenceng, tapi keberadaan portal bisa dirasakan di dekat sana.
"Sebenarnya … Apa yang terjadi di sini? "
Tania mengerutkan kening sambil melirik pada Felice yang berlari di sampingnya.
Mayat para Boneka dibiarkan berserakan di sana karena baik itu Tania maupun Felice tidak memiliki cara untuk melenyapkan mereka.
Yahh, lagi pula itu adalah urusan tim 'pembersih'. Tania benar-benar tidak ingin terlibat dengan apa pun selain dengan tugasnya untuk menutup portal menuju dunia bawah.
...****************...