![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Aku sudah memiliki tebakan tentang ini, tapi … Aku hanya ingin memastikan. Oi, Terneth, kaulah penyebab dari semua ini, 'kan? "
Noelle tidak tahu mengapa ia menanyakan itu.
Meskipun dia mengatakannya untuk memastikan, ia tidak tahu dengan apa yang sebenarnya ia rasakan.
Biasanya, Noelle hanya akan menerobos maju dan mengambil kesimpulan darurat berdasarkan apa yang lihat. Setelah itu, barulah ia akan memikirkannya lagi dan menemukan solusi.
Tapi, kali ini Noelle tidak melakukannya. Ia justru bertanya pada Terneth tentang hal ini, meskipun ia sudah tahu jawabannya.
(Ahhh sial … Kejadian tadi mungkin masih mempengaruhiku … )
Noelle mengerutkan keningnya dengan tidak nyaman, lalu mengambil posisi bersiap sambil membawa tombak yang telah ia tangkap sebelumnya.
(Yahh, aku … Tidak peduli, sih.)
Dengan memikirkan itu, tubuh Noelle langsung menghilang dan tiba-tiba muncul tepat beberapa meter di hadapan Terneth sambil mengarahkan ujung tombaknya tepat ke kepalanya.
Noelle melempar tombak itu sekuat tenaga. Namun, Terneth hanya perlu menggerakkan sedikit bagian tubuhnya untuk menghindari itu.
Tak tinggal diam, Noelle memanfaatkan posisinya yang masih di udara untuk melempar beberapa pedang ke arah Terneth. Namun, Terneth lagi-lagi dengan mudah menghindarinya.
Belum selesai dgan itu, Noelle langsung menarik tangannya, dan semua pedang yang telah ia lempar sebelumnya langsung memutar arahnya dan berniat untuk menusuk Terneth dari belakang.
Ia tidak bisa melakukan gerakan itu dengan tombak. Karena itulah, pedang dan pisau adalah yg terbaik baginya.
Selagi dia mengarahkan ujung senjatanya ke punggung Terneth, Noelle juga menyiapkan Aligma dan mengarahkan moncongnya tepat ke arah Terneth.
Dengan jarak yang begitu dekat seperti ini, ia tidak mungkin gagal dalam membidik.
Namun, pemikirannya dengan mudah mengkhianatinya.
Terneth mengetuk lantai batu yang keras dengan ujung tongkatnya, dan posisinya segera bertukar dengan Noelle.
"?! "
Noelle yang tidak pernah mengira pergerakan itu secara refleks langsung menghentikan pengisian Aligma dan menghindari tusukan pedang yang terus datang mendekat tak terkendali.
Posisinya dan Terneth kini berubah.
Noelle berdiri tepat di atas tembok batu besar yang melindungi kota, sedangkan Terneth melayang di udara seperti yang ia lakukan sebelumnya.
"Teleportasi? Tidak, pertukaran posisi, ya … Merepotkan."
Mengatakan itu, ia langsung mendecakkan lidahnya dan menatap Terneth dengan jengkel.
(Kemampuannya sedikit merepotkan … Apa tidak ada celah …? )
Apa yang baru saja Terneth lakukan dengan kemampuannya adalah hal yang cukup menyulitkan bagi Noelle.
Jika Terneth benar-benar bisa menukar posisinya dengan orang lain, maka ia tidak boleh menyerangnya dengan gegabah karena Terneth bisa saja menukar posisinya dengan orang lain saat mereka bertarung.
Noelle bisa saja tanpa sengaja menyerang orang yang dia kenal begitu Terneth menukar posisinya.
Noelle melirik sedikit ke arah Olivia dan yang lain, lalu menganggukkan kepalanya.
Terneth tidak mengerti dengan apa yang Noelle rencanakan. Namun, ia menyiapkan tongkatnya untuk berjaga-jaga.
Sementara itu, Olivia di bawah langsung mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda, dan berbicara pada semua orang yang ada di sana.
"Kalian, bersiaplah bertarung kapan saja. Terneth bisa saja bertukar posisi dengan salah satu dari kita."
Charlotte dan Cryll langsung mengangguk menyetujuinya.
Olivia jarang menguncir rambutnya, karena itu Charlotte sedikit terkejut saat melihatnya.
Mungkin karena kondisi cuaca yang sedang hujan cukup deras, rambut Olivia menjadi basah dan sangat berat sehingga akan mengganggu pergerakannya.
Ia juga melepas beberapa logam pemberat berbentuk gelang yang selalu ia pasang di lengan dan kakinya untuk meningkatkan momentumnya.
Anzu yang tidak memahami situasinya dengan jelas terlihat kebingungan. Namun, ia tetap ikut menyiapkan senjatanya yang berupa kelereng itu.
(Apa sebaiknya aku lari dari sini? Kemampuanku tidak akan berguna, sih … )
Dengan pemikiran itu, Anzu tersenyum pahit sambil melihat ke arah Noelle dan Terneth yang mulai bergerak.
Noelle menendang permukaan dan melompat maju langsung ke arah Terneth, sementara beberapa pisau lempar kecil terlihat melayang di sisinya.
Terneth bahkan tidak repot-repot menghindari itu. Ia tetap diam di posisinya yang melayang di udara, sementara tongkatnya menangkis semua serangan Noelle.
Saat pedang dan pisaunya ditangkis, Noelle langsung memanfaatkan momen itu dan langsung menggunakan kaki kanannya untuk memberikan tendangan berputar yang mengarah ke perut Terneth.
Tulang keringnya menabrak tongkat Terneth yang anehnya sangat keras, Noelle langsung melompat mundur dengan memanfaatkan pijakan darah yang ia buat sebelumnya.
(Apa-apaan tongkat itu … Itu terlalu keras.)
Dengan kerutan di keningnya, Noelle langsung melemparkan Langen ke arah Terneth. Namun, Terneth tiba-tiba menghilang dan digantikan dengan Olivia yang langsung muncul dan terjatuh dari posisinya.
Noelle dengan panik menarik Langen kembali dan menggunakan rantai darahnya untuk menarik Olivia ke sisinya.
Setelah Terneth bertukar posisi dengan Olivia, secara alami Terneth dipindahkan ke posisi Olivia sebelumnya, yaitu di antara Cryll dan Charlotte.
Charlotte dan Cryll yang telah diperingati sebelumnya tanpa berbasa-basi lagi langsung mengayunkan pedang mereka dan menyerang Terneth yang tepat berada di samping mereka.
Namun, serangan pedang mereka berdua dengan mudah dihindari dan ditangkis oleh Terneth dengan sedikit gerakan.
Memanfaatkan celah itu, Terneth kemudian melompat jauh ke belakang dan menciptakan lingkaran sihir besar di udara.
"Aku tidak mau membuang-buang energiku hanya untuk bermain dengan kalian."
Seketika, gerombolan monster yang tak terhitung jumlahnya mengalir keluar dari lingkaran sihir itu, mulai menghancurkan segala sesuatu yang ada di sekitar mereka.
Terneth, pelaku itu semua langsung menggunakan kemampuannya untuk bertukar tempat dengan salah satu deathman yang ada di menara jam, memilih untuk mengamati bagaimana semuanya berjalan.
Noelle berniat untuk mengejar Terneth. Namun, dia dihentikan oleh Olivia yang menarik lengan bajunya dari samping.
"Noelle, itu," ucap Olivia sambil menunjuk lingkaran sihir yang sebelumnya dikeluarkan oleh Terneth.
Lingkaran sihir itu masih mengeluarkan sejumlah monster. Namun, jika dibandingkan dengan sebelumnya, jumlah monster yang keluar menjadi jauh lebih sedikit.
Tapi, bukan itu yang dipermasalahkan Olivia.
Lingkaran sihir itu terus membesar dan mulai menarik dirinya sendiri ke langit, mulai memunculkan sosok monster raksasa yang telah mereka lawan sebelumnya.
Noelle melebarkan matanya dengan terkejut saat melihat itu.
"Sage mantis … Kenapa, itu di sini … "
Kenapa ia tidak menyadari ini lebih cepat? Pemikiran seperti itu terus diulang di kepala Noelle.
Ia seharusnya sudah menyadari semua ini begitu ia diculik para wyvern dan menemukan sarang monster yang berada di tengah hutan.
Setelah ia memikirkannya lagi, sarang monster yang ia lihat sebelumnya sungguhlah aneh.
Normalnya, para monster akan hidup berdampingan hanya dengan sesama ras mereka. Namun, sarang monster yang ia temukan itu berisi ratusan atau bahkan ribuan monster dari ras yang berbeda-beda.
Seharusnya semua monster yang ada di sana akan memusuhi ras monster yang berbeda dari mereka.
(Ohh, itu rasis.)
Noelle tersenyum kecut saat memikirkannya. Namun, wajahnya mendadak langsung suram begitu ia melihat sage mantis.
Saat ini mereka berada di kota, yang artinya, akan ada banyak orang yang terluka atau bahkan mati.
Meskipun para warga sudah dievakuasi ke bawah tanah, itu tetap tidak menjamin tingkat keamanan mereka.
Gelombang monster bisa saja memberikan kerusakan yang cukup parah sehingga mampu menghancurkan penghalang yang melindungi tempat evakuasi.
Noelle masih tidak tahu motif Terneth melakukan tindakan kudeta ini. Namun, itu sudah tidak ada artinya.
Karena, Terneth sudah menjadi musuhnya sekarang.
...****************...
Beberapa menit setelah gelombang para monster menyerbu kota Eisen yang sudah kosong dari penduduk.
Situasi benar-benar memburuk. Sudah ada belasan petualang yang mati dalam waktu singkat karena tidak sanggup menahan gelombang monster itu.
Kelompok Noelle dan Norman telah berpencar untuk menghadapi gerombolan monster di berbagai titik. Namun, itu masih belum cukup.
Meskipun petualang kelas atas seperti Mioku dan Glantz sudah ikut bertarung bersama mereka, para monster terus berdatangan dan menghancurkan semua yang ada di sekitar mereka.
Dan yang terburuk dari semua itu, adalah, sage mantis yang mengayunkan sabitnya dengan bebas dan menciptakan bilah angin yang memotong semua materi yang menghalangi.
Noelle sudah menggunakan Aligma beberapa kali untuk menghadapi sage mantis itu. Namun, pertahanan yang dimiliki sage mantis itu jelas merupakan versi upgrade dari yang ia lawan sebelumnya.
Ia kehabisan mana dan harus menghisap darah Olivia beberapa kali secara diam-diam demi meregenerasi semua luka dan sihirnya.
Ia juga sudah mencoba menebas tubuh sage mantis itu dengan Langen. Namun, penghalang yang melindungi sage mantis itu terus beregenerasi setiap kali itu dihancurkan.
Setelah beberapa menit pertarungan bersama puluhan petualang lain, gelombang monster akhirnya menjadi lebih tenang.
Semua orang berkumpul di satu tempat dan mencoba melumpuhkan sage mantis itu entah bagaimana caranya.
"Noelle, apa kau punya rencana? " tanya Cryll.
Meskipun sudah bertarung dengan sengit melawan para monster di tengah hujan seperti ini, Cryll masih memiliki banyak stamina yang tersisa. Itu sedikit mengejutkan bagi Noelle mengingat kalau Cryll belum lama pulih dari luka dari pertarungan sebelumnya.
"Aku punya, tapi … Sulit untuk mencapai tubuhnya ketika kita tidak bisa menembus penghalangnya," jawab Noelle sambil menunjukkan wajah frustasi.
Sebelumnya, sage mantis sudah meluncurkan serangan yang mengarah langsung ke Balai kota. Namun, entah bagaimana mereka bisa menahan serangan itu dan berhasil melindungi pulau bagian pusat kota.
"Jika kau memiliki rencana, maka katakan saja. Aku tidak keberatan untuk memberikan bantuanku."
Tuan tanah tiba-tiba muncul di samping mereka dan memberikan persetujuannya untuk rencana Noelle.
Selama pertarungan melawan para monster, tuan tanah, Earl juga membantu menghabisi sebagian besar monster dengan sihirnya.
Dari sudut pandang Noelle, Margrave Suiren mungkin jauh lebih kuat dibandingkan Earl. Namun, itu karena perbedaan pada gaya bertarung mereka.
Earl tidak begitu bagus dalam pertarungan jarak dekat, tapi kemampuan sihirnya adalah kelas satu.
"Aku juga tidak keberatan untuk membantu, tapi … Bergantung pada seberapa besar resikonya aku akan menolak ini," ucap Mioku yang juga mulai datang berkumpul dengan mereka.
Menghadapi tekanan dari mereka, Noelle hanya bisa menghela napas pasrah sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
Noelle kemudian menjentikkan jarinya sekali.
"Rencana yang kumiliki sebenarnya cukup sederhana. Aku hanya ingin kalian menghancurkan pertahanan sage mantis itu meskipun hanya sebentar. Selama itu belum beregenerasi, aku akan mencoba untuk menghabisinya secepat mungkin," jelas Noelle.
Cryll mengerutkan keningnya.
"Tapi, untuk melakukan itu … Kau harus bergerak dengan sangat cepat. Kemampuan regenerasi monster itu terlalu cepat bahkan untukmu."
Noelle tersenyum dan menjawab.
"Justru itu yang menjadi masalahku sekarang. Tapi, seharusnya itu tidak masalah."
"Hei, Glantz. Apa kau sudah menyelesaikan apa yang kuminta saat itu? "
Glantz mengangguk dengan ringan. Namun, wajahnya dengan jelas menunjukkan rasa cemas.
"Aku sudah menyelesaikannya, tapi … Itu baru tahap percobaan. Akan sedikit beresiko untuk menggunakannya."
"Tidak masalah. Berikan saja padaku."
Menghadapi permintaan Noelle, Glantz dengan patuh mengambil dua gelang logam yang berwarna hitam pekat dengan permata biru kecil yang tampak berkilau di beberapa bagiannya, lalu memberikannya pada Noelle.
"Nn, ini bagus."
Noelle mengangguk sambil tersenyum sambil memperhatikan sepasang gelang itu.
Olivia yang berada di sampingnya kemudian bertanya sambil terlihat penasaran.
"Noelle, apa itu? "
"Ahh, ini … Sebenarnya aku berniat menunjukkannya nanti, tapi … Aku harus menggunakannya sekarang."
Usai mengatakan itu, Noelle langsung memasang satu gelang itu di pergelangan tangannya, dan memberikan yang satu lagi pada Cryll.
"Ini, gunakan ini."
" … Apa ini? "
Cryll bertanya dengan curiga. Meskipun begitu, ia tetap memakainya seperti yang Noelle katakan.
"Untuk sekarang, sebut saja namanya [Proto-Channeling]. Untuk penjelasannya … Kupikir akan lebih mudah untuk langsung memberikan contoh."
" ……? "
Memiringkan kepalanya dengan bingung, Cryll menatap ke gelang Proto-Channeling yang sudah ia kenakan.
"Cryll, kau hanya bisa menggunakan《Accel》pada dirimu sendiri, 'kan? Dengan bantuan alat ini, kau jadi bisa menggunakannya padaku juga."
Cryll melebarkan matanya dengan terkejut begitu ia mendengar penjelasan Noelle. Ia kemudian tersenyum.
"Jadi, kau berniat memintaku untuk menggunakan《Accel》padamu dengan bantuan alat yang belum dijamin tingkat keamanannya? "
"Ya, itu bisa saja meledak dan membuatmu kehilangan tanganmu," ucap Noelle dengan santai sambil mengangkat bahunya.
Cryll terlihat ingin memprotes lebih jauh. Namun, Noelle menatap sage mantis itu dan mengabaikan protes dari Cryll.
"Akan ku jelaskan sisanya nanti. Untuk sekarang, kita harus cepat."
Pembicaraan mereka bahkan memakan waktu hampir lima menit penuh.
Rantai hitam keemasan dan duri bayangan raksasa yang Charlotte dan Chloe keluarkan untuk menahan tubuh sage mantis itu terlihat akan kehilangan ketahanannya tak lama lagi.
"Aku akan senang jika kalian bisa membantuku untuk mengalihkan perhatian monster itu begitu penyegelan Charl dan Chloe terlepas. Apa kalian bisa melakukannya? " tanya Noelle pada semua orang yang berkumpul di sana.
Earl tanpa ragu mengangguk, diikuti dengan Mioku dan Glantz, serta Olivia dan yang lain.
"Noelle … Bisa melakukannya? " tanya Olivia dengan wajah khawatir.
Tidak menjawab kekhawatirannya, Noelle tersenyum pada Olivia.
" … Pertanyaan yang bodoh, ya … " gumam Olivia sambil tersenyum hangat.
Noelle kemudian menghadap sage mantis itu bersama Cryll.
"Apa kau tahu cara menggunakannya? "
"Ya, entah bagaimana."
Dengan keyakinan penuh di wajahnya, Cryll menanggapi pertanyaan Noelle sambil memutar pergelangan tangannya beberapa kali.
"Kalau begitu, langsung saja."
Cryll kemudian mengucapkan nama skill-nya.
"《Accel》"
Begitu nama skill diucapkan, gelang yang Cryll gunakan tiba-tiba bersinar.
Di mata Noelle, pemandangan sekitarnya tiba-tiba berubah.
Dunia mengubah warnanya menjadi monokrom, dan tetesan air hujan dapat dengan jelas ia lihat di sekitarnya.
Ini pertama kalinya ia menggunakan《Accel》. Namun, hasilnya tidak begitu buruk.
Ia tidak tahu apakah itu berhasil atau tidak, tapi, semua yang ada di sekitarnya menjadi sangat lambat sekarang.
Untuk sekarang, ia hanya perlu menunggu sampai penghalang yang melindungi sage mantis dihancurkan oleh Olivia dan yang lain dari luar.
Durasi untuk penggunaan《Accel》adalah 30 detik di dunia nyata. Sedangkan, waktu tampak tak bergerak baginya.
Yang artinya, Noelle harus menunggu sampai beberapa waktu hanya untuk menunggu celah dari pertahanan sage mantis.
( … Ini akan sangat membosankan … Harusnya aku minta mereka menghancurkan petahanannya lebih dulu sebelum menggunakan《 Accel 》.… )
...****************...
(Yahh, tidak ada cara lain.)
Noelle mengangkat bahunya dengan pasrah, dan menyiapkan Langen di tangannya.
Karena perbedaan pandangan waktu yang cukup drastis, Noelle hanya bisa dengan pasrah menunggu Olivia dan yang lain menghancurkan penghalangnya.
Namun, ia sedikit tidak sabaran dan mencoba untuk menembus penghalang itu dengan sendirinya menggunakan Langen.
Begitulah yang ia pikirkan. Sampai, penghalang yang melindungi tubuh sage mantis tiba-tiba retak dengan sendirinya.
Noelle mengangkat alisnya dengan terkejut sambil memperhatikan sekelilingnya.
Sama sekali tidak ada tanda-tanda pergerakan dari orang di kelompoknya, dan juga tidak ada orang yang menyerang sage mantis di matanya.
Noelle menatap retakan itu dengan wajah curiga.
Skill《Accel》yang Cryll aktifkan padanya hanya memiliki efek untuk sang pengguna. Karena itulah orang-orang selain pengguna tidak akan merasakan perubahan kecepatan waktu yang tiba-tiba terjadi.
Itu hanya skill yang mempengaruhi kecepatan pengguna, dan tidak ada kaitannya dengan 'waktu' itu sendiri.
Noelle yang sudah dipasangkan dengan《Accel》seharusnya dapat melihat semua pergerakan yang terjadi di sekitarnya.
Namun, penghalang sage mantis itu mulai hancur tanpa seorang pun menyentuhnya.
Noelle melirik ke arah Olivia dan yang lain, dan melihat Olivia menunjukkan sedikit senyum padanya.
"Apa itu …《Lust》…? "
Jika ia memikirkan kemungkinan itu, maka itu masuk akal.
Bahkan, sampai saat ini ia dan Olivia masih belum terlalu mengerti dengan fungsi skill《Lust》yang Olivia miliki.
Apakah itu serangan super cepat? Atau bahkan serangan yang melewati batas persepsi manusia? Noelle masih tidak mengerti kemampuan itu.
Ia hanya tahu kalau《Lust》akan memiliki pengaruh yang kuat pada serangan dengan tipe racun dan hipnotis.
"Yahh, ayo manfaatkan kesempatan ini."
Noelle tersenyum dan terus memperhatikan retakan pada penghalang yang sudah semakin membesar.
Tak lama kemudian, retakan pada penghalang lansung hancur, bersamaan dengan Noelle yang telah bergerak melompat maju ke arah sage mantis.
Noelle langsung menggunakan Langen untuk memotong semua kaki sage mantis, dan melompat tinggi ke atas untuk langsung memotong sabitnya.
Sage mantis itu terlihat kehilangan keseimbangan dan akan terjatuh. Namun, karena gerakannya yang sangat lambat di mata Noelle, Noelle dapat dengan mudah menghindarinya dan menyerang tubuh sage mantis itu melalui celah yang ada.
Penghalang yang melindungi sage mantis itu perlahan mulai kembali seperti semula.
Tentu saja Noelle tidak akan membiarkan kesempatan itu. Jadi ia langsung menarik keluar Aligma dan menembak ke arah bola mata sage mantis yang besar itu.
Peluru energi yang ditembakkan Aligma melesat dengan cukup lambat karena tidak terpengaruh langsung dengan kecepatan Noelle.
Namun, itu sudah cukup mengingat kecepatan gerak sage mantis itu jauh lebih lambat dari gerakan peluru sihirnya.
Usai menembak menggunakan Aligma, Noelle langsung mengeluarkan dia pedang lainnya dan memotong sayap sage mantis dengan rapih.
Noelle menggunakan rantai darahnya untuk membelit sabit sage mantis yang masih mengambang di udara karena perbedaan kecepatan.
Sabit sage mantis yang dipengaruhi kecepatan Noelle itu dengan gerakan sekilas langsung terbang kembali ke bagian perut dari sage mantis itu.
Bagian lancip dari sabitnya langsung menancap di perut Sage mantis, dan mengeluarkan cairan hijau kekuningan yang menjijikkan.
Noelle membiarkan sabit itu menancap di perut sage mantis, dan langsung menembakkan rantai darahnya untuk membelit leher sage mantis yang berada beberapa puluh meter di atas dari posisinya berdiri saat ini.
Tidak lupa, ia menggunakan Langen yang disambungkan dengan rantai darah untuk memotong kedua kaki pelompat sage mantis itu saat tubuhnya dengan cepat melesat ke atas karena tarikan dari rantai darah sebelumnya.
Noelle mendarat di punggung sage mantis dan langsung menggunakan Langen dan beberapa pedang lainnya untuk menebas punggung sage mantis itu sambil berlari menuju bagian leher.
Langen yang sudah menancap di punggung sage mantis itu dengan cepat menebas dan merobek semua bagian punggung seiring dengan langkah yang diambil Noelle.
Tak memakan waktu lama, Noelle akhirnya tiba di bagian leher sage mantis itu.
Ia tanpa mengatakan apa pun langsung menebas leher yang dilapisi dengan sisik hijau super keras dengan menggunakan Langen.
Bilah hitam Langen dengan mudah menembus dan memotong leher sage mantis tanpa meninggalkan jejak sedikit pun pada bilahnya.
"Satu sudah beres. Seharusnya masih ada beberapa detik lagi … "
Memikirkan itu, Noelle langsung melihat ke arah gerombolan monster yang tampak sedang bertarung dengan sekelompok petualang.
Di sisi lain, ada Norman dan kelompoknya yang juga ikut menghabisi para monster.
Melihat kesempatan itu, Noelle langsung melompat mundur dan menjauh dari sage mantis.
Ia menggunakan jangkar dan rantai darahnya untuk mencapai kelompok petualang terdekat dan menghabisi semua monster menggunakan pedangnya dengan sekali lewat.
Ada beberapa monster yang jaraknya cukup jauh dari mereka, dan Noelle tidak memiliki waktu untuk langsung mengejar ke sana.
Noelle lagi-lagi menembakkan rantai pengaitnya ke arah Norman dan yang lain, sementara menggunakan Verstand untuk mengendalikan beberapa pedang dan pisau untuk menghabisi monster yang berjarak cukup jauh darinya.
Noelle menggunakan pedangnya untuk membunuh monster humanoid terdekat yang tampak sedang mengayunkan kapaknya pada Iris, lalu bergerak lagi untuk melemparkan pisaunya ke arah monster lainnya.
Di saat yang sama, Noelle juga memasukkan darahnya ke tubuh para monster yang tidak sempat ia bunuh, dan menggunakan kemampuan manipulasi darah untuk membunuh mereka dari dalam.
Setelah menghabisi semua monster yang ia lihat. Noelle langsung kembali ke posisi semula, bersamaan dengan berakhirnya aktifasi《Accel》yang dipasangkan Cryll padanya.
Pemandangannya sudah kembali normal. Semua pergerakan sekitarnya menjadi lebih jelas dan bergerak seperti biasanya.
Noelle kemudian tersenyum pahit sambil memegangi bahu kirinya.
"Haha … Bajingan itu … Dia mendapatkan lenganku."
...****************...