[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 198: Kabut Mimpi (3)



...****************...


Begitu sosok Vesperi Goddess Zelica melintas di benaknya, Olivia mau tak mau memeriksanya lagi untuk memastikan apakah keduanya benar-benar sosok yang sama atau tidak.


Vesperi Goddess Zelica, yang dikenal juga sebagai Dewi Penjaga Malam. 'Dia' adalah keberadaan yang dapat disetarakan dengan Anastasia dalam hal kedudukan.


PeranNya dalam peperangan 700 tahun yang lalu memang tidak begitu mencolok, namun banyak karya sastra dan sejarah yang menyebutkan kalau 'Dia' memiliki peran yang sangat penting di tempat yang tidak diketahui.


Sampai saat ini, masih banyak misteri tentang keberadaan para dewa, termasuk dewa yang disebut Zelica itu.


Olivia menggelengkan kepalanya, dan memikirkan banyak kemungkinan. Namun, dia tetap tidak bisa menemukan kesimpulan lain selain fakta bahwa dewi itu telah muncul dalam bentuk proyeksi yang samar.


Area yang ditutupi mana kotor itu mungkin bekas pertempuran atau hal lainnya yang terjadi di masa lalu yang jauh. Bagaimana itu bisa bertahan sampai sekarang adalah misteri, tapi Olivia berpendapat kalau itu tetap bertahan karena pengaruh para dewa yang pernah bertarung di tempat ini.


Dalam potongan adegan yang terlintas di benaknya, sangat jelas kalau Vesperi Goddess Zelica saat itu sedang bertarung bersama beberapa orang lainnya. Olivia tidak tahu pasti tentang siapa mereka, tapi dia bisa samar-samar dapat mengingat sosok itu di tempat lain.


Dia ingat pernah mengunjungi museum dengan banyak patung dan mural tentang para dewa saat masih di Eisen. Sekarang, dia hampir yakin kalau sosok yang bersama Zelica di sana juga merupakan seorang dewa sejati.


Dewi Penjaga Malam Zelica, Dewi Cahaya Suci Lumine, Dewa Pengetahuan Gerben, Dewa Matahari Sejati Qulhod, dan Dewa Badai Dargon.


Totalnya ada lima, dan satu-satunya yang kurang adalah Anastasia. Mereka semua adalah dewa yang menjadi target pemujaan dari beberapa gereja yang telah diakui secara resmi di Kerajaan.


Selain 'Mereka' yang sosoknya sudah tidak asing bagi Olivia, ada lagi seorang wanita yang dia duga sebagai Ibu Kesuburan Tivania. 'Dia' adalah seorang dewi yang tidak begitu dikenal, dan hanya minoritas orang saja yang memujanya di Kerajaan.


Setelah memastikan identitas 'Mereka', Olivia langsung terhuyung mundur. Dia dengan hati-hati menyeimbangkan tubuhnya agar tak mengganggu Noelle.


Noelle melihat keanehan pada ekspresi Olivia, tapi gagal untuk menemukan kejanggalan apa pun yang tersedia di sana.


"Apa yang terjadi? "


Dia mencoba menanyakannya, tapi Olivia hnya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa pun di sini."


Dia awalnya ingin memberi tahu Noelle tentang apa yang dia lihat. Namun, mempertimbangkan Kaira yang masih ada di sini, dia segera mengurungkan niatnya. Dia memutuskan untuk memberitahukannya pada Noelle ketika dia menemukan situasi di mana hanya ada dirinya dan Noelle di sana.


Noelle dengan sangat lancar memahami maksudnya, jadi dia mengangguk singkat. Bahkan jika kemampuan fisiknya telah diturunkan secara drastis, dia masih memiliki penalaran dan cara berpikir yang sesuai sehingga bisa langsung memahami segala yang dimaksudkan Olivia.


Sebaliknya, Kaira tidak memahami apa pun. Dia hanya mengangguk, langsung menerima jawaban Olivia tanpa ada pertanyaan yang terucap darinya.


Dia kemudian diam untuk beberapa waktu, lalu berbicara, "Ayo kita asumsikan kalau semuanya sesuai dengan yang Rico katakan. Apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Noelle? "


Sebenarnya, Kaira sudah membuat beberapa perkiraan tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Itu adalah pergi menemukan Rico.


Dengan situasi seperti ini, Rico pasti akan bertindak dengan serius, dan berusaha menemukan beberapa orang lainnya. Dalam hal ini, dia pasti akan mencari Norman.


Jadi, akan lebih baik bagi Kaira jika dia mengikutinya.


Noelle juga memikirkan hal yang sama. Namun, pada akhirnya dia hanya menggelengkan kepalanya dengan pasrah.


"Livia, apa kamu bisa terhubung dengan Chloe dan Brackas? "


Koneksi yang dimiliki Chloe dan Brackas sepenuhnya tersambung dengan Noelle, namun itu tak menutup kemungkinan kalau Olivia juga bisa merasakannya. Sesama vampir mungkin bisa menemukan keberadaan satu sama lain.


Namun, ini menimbulkan masalah. Dalam penjelasan Rico, dia mengatakan kalau para petualang yang dia temukan itu menjawab semua pertanyaannya tanpa perlawanan. Jelas kalau itu adalah hal yang mencurigakan.


Jadi, kemungkinan besar, orang-orang yang ditemui Rico hanya dalam kondisi setengah sadar, sehingga mereka menjawab semua pertanyaan Rico tanpa melakukan tindakan apa pun.


Seseorang akan sangat patuh jika mereka dalam kondisi yang setengah sadar. Itu adalah hal yang Noelle ketahui dari pengalaman pribadinya.


Tentang bagaimana mereka bisa bergerak bebas di sini, itu mungkin terkait dengan berkah Anastasia yang menetralisir efek tidur di alam mimpi ini.


Di saat ini, Noelle tiba-tiba memikirkannya. Jika berkah Anastasia tidak melekat padanya sekarang, lalu bagaimana dia bisa mempertahankan kesadarannya, dan bahkan bisa bergerak dengan bebas? Bagaimanapun, jawabannya mungkin menjadi sesuatu yang rumit. Jadi, Noelle memutuskan untuk mengesampingkannya sejenak.


Diam sejenak, Olivia kemudian mengangguk. "Aku tidak punya hubungan batin dengan Chloe dan Brackas, tapi … Aku masih bisa merasakan kehadiran mereka tidak jauh dari sini. Dari kelihatannya, mereka sedang bersama, dan tetap diam di tempat untuk beberapa waktu."


Untuk membuktikan kesimpulannya, Noelle akhirnya membuat keputusan. "Baiklah, kita akan memeriksa Chloe lebih dulu. Apa yang akan kau lakukan? " Noelle kemudian menoleh pada Kaira.


Untuk sementara, Kaira hanya diam tanpa bisa menjawabnya. Baginya, ini benar-benar menjadi dilema. Jika bisa, dia ingin menemukan Norman atau Rico secepat mungkin, tapi meninggalkan sisi Noelle dan Olivia sama artinya dengan membuang tempat teraman yang bisa dia dapatkan.


Akhirnya, Kaira hanya bisa pasrah dan mengikuti keputusan Noelle.


Noelle mengangguk dengan puas, lalu meminta Olivia yang telah kembali menggendongnya untuk berjalan ke arah di mana Chloe dan Brackas berada.


Sebenarnya, ada hal lain yang membuat Noelle dan Olivia khawatir, dan itu adalah tentang Levina. Dari fisiknya, dia masih anak-anak, dan bahkan lebih muda dari Noelle yang sekarang.


Meskipun dia memiliki banyak misteri yang mengelilinginya, Noelle dan Olivia tetap tidak bisa menghapus perasaan khawatir mereka pada Levina yang entah seperti apa kondisinya sekarang.


Sayangnya, tidak ada satu pun di antara mereka berdua yang memiliki hubungan batin dengan Levina, dan hawa kehadiran Levina bahkan tidak begitu kuat sehingga sulit untuk dirasakan.


Setelah hampir setengah jam berjalan melewati berbagai keanehan yang disebabkan penggabungan mimpi semua orang, mereka akhirnya tiba di lokasi Chloe dan Brackas.


Seperti yang sudah mereka pikirkan. Keduanya tidak dalam kondisi sadar, dan hanya duduk diam di tempat, memandangi pohon raksasa yang tumbuh di hadapan mereka.


Pohon itu menjulang tinggi ke atas hingga menembus awan, sehingga puncaknya tidak dapat dilihat dari tempat mereka berdiri.


Noelle tiba-tiba teringat dengan pesan yang ditinggalkan Rico sebelumnya. Untuk memastikan itu, ia mencoba bertanya sedikit pada Chloe.


"Hei, siapa namamu? " tanya Noelle.


Chloe tetap diam selama beberapa detik, lalu menjawab, "Chloe. Chloe Vanpille."


(Kelihatannya tidak ada masalah dengan ingatannya, kalau begitu … )


"Apa kamu ingat dari mana kamu berasal? "


" ………… Kekaisaran El-Gustavia."


Ada jeda panjang sebelum jawaban itu keluar dari mulutnya, seolah ia sendiri tidak yakin dengan jawaban itu.


Jawaban yang Chloe berikan itu sesuai dengan yang pernah Chloe katakan. Jadi, bisa dipastikan kalau yang ada di hadapannya saat ini adalah Chloe asli.


"Kekaisaran El-Gustavia … "


Di belakangnya, Kaira tiba-tiba bergumam dan mengerutkan keningnya.


"Apa kau tahu sesuatu tentang itu? "


Noelle sudah lama berusaha untuk menemukan kebenaran tentang masa lalu Chloe. Untuk melakukan itu, ia akan menerima segala macam petunjuk yang ada.


Sejauh ini, petunjuk yang ia miliki adalah sejarah yang tersimpan di kastil vampir, yang menyatakan kalau para pengendali bayangan adalah keturunan dari Abyss Clanman. Selain itu, ada juga Harold yang kemungkinan besar bisa menjadi bukti nyata untuk keberadaan Kekaisaran dan klan itu.


Harold dan Chloe sudah dipastikan memiliki suatu hubungan di masa lalu, dan sepertinya tidak ada satu pun di antara mereka berdua yang bisa memastikannya. Selain Harold, sepertinya hanya Chloe yang tidak memiliki rasa keakraban apa pun dengannya.


Kaira diam sejenak, lalu menjawab, "Aku tidak tahu pasti. Aku mungkin pernah mendengar nama serupa dari beberapa buku sejarah, tapi aku tidak yakin. Kau mungkin bisa bertanya pada Anzu tentang ini."


Begitu nama Anzu keluar, kerutan yang cukup jelas muncul di kening Olivia. Untungnya posisinya sekarang yang sedang menggendong Noelle membuatnya berhasil menyembunyikan ekspresi itu.


Namun, bahkan tanpa melihatnya, Noelle bisa dengan jelas merasakan perubahan pada suasana hati Olivia.


(Kurasa aku mengatakannya di waktu yang buruk … )


Kaira sepenuhnya memahami permasalahan yang dimiliki Olivia dengan Anzu, jadi dia tanpa sadar langsung menutup mulutnya, berjalan mundur beberapa langkah, dan mulai membuat pose berpikir.


"Mungkin … Kekaisaran yang kau sebutkan itu terkait erat dengan Kekaisaran Minerva … "


Ini adalah pertama kalinya Noelle mendengar nama Kekaisaran Minerva. Apa itu ada hubungannya dengan bahasa Minerva yang digunakan untuk ritual? Dia secara alami berpikir begitu.


Sekarang, Noelle telah menemukan petunjuk lainnya. Dia bisa memprioritaskan yang ini karena kemungkinan besar Kekaisaran ini mencakup banyak hal yang terjadi pada abad kekosongan sebelum penyerangan Raja Iblis.


Sama sekali tidak ada catatan tentang Kekaisaran Minerva dan Kekaisaran El-Gustavia di kastil vampir. Namun, melihat dari urutan sejarahnya, Kekaisaran El-Gustavia memiliki banyak anggota dari Abyss Clanman, yang kemudian dihancurkan oleh Raja Iblis itu sendiri.


Yang artinya, Kekaisaran El-Gustavia setidaknya sudah ada sejak kemunculan Raja Iblis, tapi itu kemudian mengalami keruntuhan sehingga semua sejarah tentangnya lenyap bak ditelan bumi.


Pada waktu ini, Noelle telah membuat beberapa pemikiran yang jelas tentang masa lalu Chloe dan Harold. Hanya saja, dia belum memecahkan misteri yang sebenarnya.


Noelle melirik sedikit pada Olivia, dan yakin kalau Olivia berbagi pemikiran yang sama dengannya. Tatapan mereka berdua saling bertemu untuk beberapa waktu, lalu mengangguk secara bersamaan.


"Chloe, apa kamu tahu sesuatu tentang masa lalumu? "


Noelle menanyakannya untuk memastikan yang sebenarnya. Chloe mungkin tidak mengingatnya secara langsung, tapi mungkin akan ada pecahan ingatan yang tersisa sehingga bisa saja muncul ke permukaan sebagai 'naluri' dan deja vu yang akrab.


Chloe diam sejenak, lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak tahu."


...****************...


Setelah sedikit dikecewakan dengan jawaban yang diberikan Chloe, Noelle memutuskan untuk membawa semua orang pergi menuju destinasi selanjutnya. Itu adalah lokasi Norman atau Rico.


Dari kelihatannya, Kaira bisa terhubung langsung dengan Norman, membuatnya dapat merasakan lokasinya dengan cukup mudah.


Akhirnya, mereka bertiga sampai di tempat lain setelah melewati lembah yang dipenuhi dengan monster dari berbagai jenis.


Mereka bertiga dengan bingung melihat ke sekitarnya, dan menemukan kalau itu adalah pemandangan yang benar-benar aneh!


Namun, Kaira sadar kalau pemandangan yang ada di hadapannya ini saling tumpang tindih dengan apa yang ada di ingatannya. Ini semua adalah bagian dari ibu kota Kerajaan, Zeltis!


Tidak salah lagi, lokasi ini identik dengan kota Zeltis yang ada di ingatan Kaira. Mereka sekarang ada di tempat yang mirip dengan Zeltis, atau lebih tepatnya ini adalah bagian selatan dari wilayah sub-distrik Celle, tempat yang dijadikan pusat aktifitas dari rakyat kelas menengah ke bawah.


Namun, ada hal yang membuat pemandangan itu menjadi sangat berbeda dari seharusnya.


Dalam ingatan Kaira, Celle adalah kota yang sangat padat, dengan tingkat penyebaran pendidikan dan kekayaan yang tidak begitu merata. Pada bagian selatan, kondisinya menjadi jauh lebih buruk lagi. Seseorang yang tidak memiliki pekerjaan bisa dipastikan akan sengsara di sana. Mereka tidak bisa menjadi bandit karena ada banyak penjaga yang berpatroli.


Bahkan jika mereka memiliki pekerjaan, uang upah kerja mereka hanya bisa digunakan untuk membeli makanan yang hampir tidak layak makan, tanpa ada sisa uang untuk menyewa tempat tinggal.


Ada terlalu banyak hal negatif di sana, dan Kaira lebih memilih untuk tidak melihat dan mengabaikannya.


Pemandangan Celle yang ia lihat sekarang, sangat berbeda dari Celle yang ada di ingatannya.


Celle yang ada di hadapannya sekarang ini memiliki struktur yang lebih rapih, penduduk yang lebih sehat, jalanan dan bangunan yang telah diperbarui, dan beberapa hal lainnya yang tidak mungkin untuk ditemukan di sana.


"Ini seperti zaman uap … "


Semua orang yang lewat di sana akan langsung menghilang setelah mendapatkan sentuhan, jadi bisa disimpulkan kalau mereka semua hanyalah ilusi. Namun, mimpi siapa ini? Siapa yang pernah membayangkan Celle akan masuk ke era zaman uap? Hanya ada satu orang di pikiran Kaira.


"Norman … "


Secara alami Noelle merasakan ada sesuatu yang salah, tapi ia tidak bisa menemukan apa itu.


Dalam pelukan Olivia, dia mencoba untuk bergerak dan menuju salah satu persimpangan jalan yang memiliki banyak kereta kuda melewatinya.


Jalanan telah diaspal dengan cukup rapih sehingga tidak membuat pejalan kaki dan kuda kesulitan, trotoar di pinggir juga cukup luas, membuat para pejalan bisa melihat-lihat dan berjalan dengan cukup leluasa.


Berbagai bangunan batu dengan model yang terlihat agak tidak biasa tersebar di penjuru kota, dan semuanya memiliki karakteristik yang cukup mirip. Kebanyakan darinya adalah penginapan atau apartemen murah, dan hampir semuanya memiliki asap kehitaman keluar dari cerobong asap di atap.


Kabut hitam kekuningan yang agak samar dapat dirasakan tersebar di semua bagian, membuat jarak pandang sedikit berkurang, tapi kelihatannya hampir tidak ada masalah yang tercipta dari hal itu.


Barulah kemudian Noelle menemukan keanehan yang ia rasakan. Itu adalah inkonsistensi yang cukup jelas dari mimpi ini.


Pada awalnya kota yang bermanifestasi dari mimpi ini cukup damai dan tenang, tapi perlahan itu berubah menjadi semakin buruk setiap saat. Kabut hitam kekuningan menjadi lebih tebal, dan orang-orang ilusi yang lewat juga terlihat semakin tidak sehat.


Beberapa orang bahkan mulai menggunakan masker sederhana yang akan melindungi diri mereka dari asap industri yang tebal.


Tentu saja, itu semua hanyalah ilusi, jadi baik Noelle, Olivia, atau Kaira tidak merasakan dampak apa pun dari itu semua.


Tak lama kemudian, perubahan lainnya mulai terjadi. Perkembangan pada kota itu menjadi semakin cepat.


Jalanan mulai menggunakan aspal yang lebih awet, dan struktur bangunan di sekitar juga mulai banyak berubah.


Benteng berukuran raksasa yang dapat dilihat bahkan dari kejauhan itu juga perlahan mulai menghilang, digantikan dengan banyak bangunan yang berkaitan dengan industri pertanian.


Secara bertahap, pemandangan kota itu berubah, dari yang sebelumnya benar-benar kota yang kuno, menjadi sebuah kota yang sepertinya berlatar di era Victoria.


" " " ……… " " "


Selama semua ini berlangsung, tidak ada satu pun di antara ketiganya yang berbicara. Ketiganya fokus pada apa yang ada di depan mereka, suatu perubahan yang mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat.


Udara menjadi lebih jernih, dan kabut yang merupakan hasil dari limbah industri itu juga mulai menipis.


Di saat semuanya mulai berkembang, suatu hal yang tak pernah mereka duga sebelumnya langsung terjadi.


Kota itu lenyap, tanpa sisa, seolah memang tidak pernah ada di sana sebelumnya.


Secara perlahan, semua pemandangan yang ada di sekitar mereka juga mulai menghilang saat kabut abu-abu sekali lagi muncul.


Selanjutnya, mereka merasa kalau kabut abu-abu itu mencoba menarik diri mereka menuju dunia nyata, dunia di mana tubuh asli mereka berada.


"Seperti yang diduga, ini adalah dunia mimpi, huh … "


Suara Noelle perlahan memudar saat sosoknya bercampur dengan kabut di sekitarnya. Hingga akhirnya, tak ada apa pun lagi di sana.


Detik kemudian, Noelle membuka matanya, dan menyadari kalau dia sudah kembali ke taman bunga yang dipenuhi kabut abu-abu itu.


Dia melihat ke bawah, dan menemukan sosok Olivia yang perlahan membuka matanya, dan menatapnya dengan bingung.


Noelle juga melihat ke tubuhnya sendiri, dan menghela napas lega ketika menyadari kalau tubuhnya telah kembali normal.


Di saat yang sama, berbagai reaksi datang dari orang-orang di sekitar mereka.


Noelle melirik Kaira sedikit, dan saling mengangguk seolah mencapai suatu pemahaman bersama.


Kaira beralih ke kerumunan di sekitarnya, dan bertepuk tangan, membuat perhatian semua orang diarahkan padanya.


Setelah itu, dia akhirnya berbicara, "Semuanya, aku memiliki sesuatu untuk dibicarakan. Bisakah kalian berkumpul? "


...****************...