[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 61: Reuni tak terduga (4)



...****************...


Olivia dan Iris terus saling menatap dengan wajah terkejut. Iris tanpa sadar menjatuhkan garpu di tangannya dan mulai bertanya dengan suara bergetar.


"A-apa kau … Ayano …? "


" … Toh … Ka …? "


(Ughhh … Ini akan merepotkan … )


Saat Olivia dan Iris saling menatap dengan wajah yang penuh kejutan dan kebingungan, Noelle membuat ekspresi menyakitkan seolah ia telah melakukan suatu kesalahan yang tidak bisa diperbaiki.


"H-hey Iris, apa maksud perkataanmu tadi? Tidak mungkin dia adalah Airi kan? "


Norman dengan suara bergetar berusaha memastikan, tapi Iris sama sekali tidak menjawab dan maju beberapa langkah untuk menghampiri Olivia.


"K-kau Ayano kan?! Hey! Apa kau Ayano?! "


Iris mulai berteriak, ia sadar kalau ia tiba-tiba berteriak dan telah menarik banyak perhatian tamu lainnya, jadi ia segera meminta maaf dan kembali pada Ayano, tapi…


"Iris? Ada apa? "


Salah satu gadis yang datang bersamanya langsung menghampiri dan bertanya dengan cemas pada Iris, namun gadis itu juga terkejut saat melihat Olivia dari dekat.


"T-tidak salah lagi … Ayano … "


(Aaaahhhhhh sialan … )


Noelle secara alami mengetahui siapa sosok gadis yang baru saja menghampiri mereka.


Gadis itu langsung berlari dan menggenggam bahu Olivia dengan erat.


Olivia masih tidak berkutik, dia dengan gemetar melirik ke arah Noelle yang menunjukkan wajah pahit.


" … Tch."


Melihat situasi yang tidak akan membaik, Noelle hanya bisa mendecakkan lidahnya dengan raut kesal dan terpaksa ikut campur.


"Hey, bisakah kita melanjutkan perbincangan ini nanti? Kalian mengganggu pelanggan lain."


Begitu Noelle memperingatkannya, gadis itu langsung menegang dan menatap Noelle dengan mata bergetar, kemudian ia memperhatikan sekelilingnya.


"Ahh … Maaf … "


Setelah dia meminta maaf dengan wajah tidak nyaman, pelanggan lain langsung mengabaikannya dan melanjutkan kegiatan mereka.


"Baiklah … Biarkan aku bertanya sekali lagi … Apa kau Airi Ayano? Dan juga … "


Gadis itu kemudian melirik Noelle yang sedang menatapnya dengan mata dingin tanpa emosi.


"Kita lanjutkan pembicaraan ini nanti, makanan kami sudah sampai."


Untuk sekarang Noelle akan melarikan diri dari situasinya dan memikirkan rencana untuk mengatasi masalah yang akan terjadi nanti.


" … Baiklah … Beri aku penjelasanmu nanti."


Gadis itu dengan raut wajah kesal langsung berbalik dan kembali duduk di kursinya.


Beberapa orang yang duduk di sekitarnya langsung bertanya dengan panik saat gadis itu duduk, tapi ia tidak menjawab mereka dan justru diam sambil terus menatap Noelle.


"Olivia."


Noelle memanggil Olivia yang masih berdiri kaku sejak tadi. Olivia pun sadar dan menatap Noelle dengan wajah khawatir.


"Tidak apa."


Noelle langsung tersenyum begitu melihat wajah cemas Olivia, ia menarik Olivia duduk kembali di kursinya dan mengelus kepalanya dengan lembut.


Meski begitu, tetap saja ekspresi khawatir masih terpampang jelas di wajah Olivia.


Sama seperti Noelle yang ingin menghindari reinkarnasi lain, Olivia sama sekali tidak berharap untuk bertemu dengan mereka lagi, terutama di tempat ini.


Tapi, tdak seperti Noelle yang benar-benar tidak ingin terlibat dengan reinkarnator lain, Olivia masih merasa sedikit senang dan lega ketika melihat mantan teman sekelasnya masih hidup dengan aman.


"Hey, Noelle … Apa ini hanya perasaanku atau … "


"Itu benar-benar mereka."


Charlotte bertanya dengan cemas, namun Noelle langsung memberinya jawaban yang singkat.


Hanya dari itu Charlotte sadar kalau kondisi pikiran Noelle sama sekali tidak bagus, jadi dia tidak lanjut mengatakan apa-apa dan hanya diam sambil mengerutkan keningnya.


Disisi lain Noelle benar-benar merasa bersyukur karena Charlotte tidak membahas masalah itu lebih jauh karena itu akan mengganggu konsentrasinya dalam memikirkan sebuah solusi.


"Baiklah, ayo kita nikmati makanan kita sambil menunggu laporan ku selesai diproses."


Noelle berkata sambil tersenyum.


Meskipun senyuman yang ia miliki benar-benar kontras dengan ekspresi dingin yang ia miliki sebelumnya, itu tetap membuat Cryll merasa tenang.


(Syukurlah semuanya kembali normal, tapi … Apa Noelle memiliki hubungan dengan Yang Mulia Pangeran? Aku tidak ingat itu … )


Cryll tidak tahu-menahu tentang masalah pribadi Noelle.


Tentu secara alami ia mengetahui kalau Noelle, Olivia, dan Charlotte memiliki hubungan yang baik hingga sekarang karena suatu kejadian tertentu, tapi ia tidak tahu kejadian apa yang dimaksud itu.


Cryll dengan mudah mengetahui kalau masalah yang baru saja melibatkan Noelle dan Olivia juga secara langsung memiliki pengaruh pada Charlotte.


Mengapa Norman dan Iris tampak merasa mengenal Noelle meskipun mereka tidak pernah bertemu, mengapa Iris dan gadis itu sangat terkejut ketika melihat Olivia, siapa itu Airi Ayano, dan apa hubungan mereka, Cryll benar-benar tidak bisa menemukan jawabannya meskipun ia telah menandai semua titik pentingnya.


Meskipun mereka berdua cukup dekat untuk disebut 'teman', masing-masing dari mereka secara alami menghindari masalah kehidupan pribadi yang lain.


Tentu Noelle senang jika dia bisa membantu Cryll meskipun sedikit, dan Cryll juga merasa seperti itu, tapi mereka berdua memastikan untuk menjaga urusan yang bersifat 'terlalu pribadi' hanya pada diri mereka sendiri tanpa melibatkan yang lain.


Karena bagi mereka berdua, itu adalah kunci untuk memiliki hubungan 'pertemanan' yang awet.


Jadi Cryll tidak bisa memaksa Noelle untuk menjelaskan situasinya pada orang luar seperti dirinya karena itu berkemungkinan besar akan melibatkan dirinya dan Stella ke dalam masalah yang merepotkan dengan para bangsawan kelas tinggi seperti Norman dan Iris meskipun dia merasa sangat penasaran tentang itu.


(Yahh, aku yakin Noelle akan menjelaskannya sendiri begitu waktunya tiba … )


Itulah yang Cryll pikirkan saat ia dalam diam menyantap hidangan mewah yang telah disajikan di hadapannya.


Untuk sekarang ia akan menikmati menu spesial di sini sebisa mungkin karena ia tidak tahu kapan Noelle akan mentraktirnya lagi.


...****************...


Saat Noelle sedang menikmati makanan penutup, seorang pelayan menghampirinya dan berbisik perlahan di telinganya.


"Tuan, ada utusan dari guild yang meminta kehadiran Anda dan yang lain segera, apa Anda akan menolaknya? "


"Ahh … Sudah dua jam, ya … Tidak masalah, kami akan bersiap sebentar lagi."


Noelle mengambil serbet di meja dan mulai membersihkan bibirnya.


"Noelle? "


Cryll di depannya bertanya dengan penasaran tentang apa yang terjadi. Setelah membersihkan bibirnya untuk beberapa saat, Noelle kemudian memberitahu Cryll dan semua orang di meja tentang panggilan mereka ke guild.


"Ahh, sudah waktunya, ya … Baiklah, tapi … Apa semua orang akan ikut? "


Cryll berkata sambil ikut membersihkan bibirnya.


Tidak aneh jika Noelle dan Cryll yang diminta datang, tapi pelayan itu mengatakan 'semua orang', yang artinya tidak hanya Noelle dan Cryll, melainkan para gadis juga.


Itu aneh karena Noelle mendatangi konter hanya dengan Cryll, dan dia sama sekali tidak memasukkan nama para gadis di surat laporannya sehingga seharusnya pihak guild sama sekali tidak akan melibatkan mereka di misi ini.


Jelas itu terasa janggal bagi Noelle dan Cryll.


(Yahh, kita tidak akan mengetahui apapun jika kita hanya diam … )


Noelle setuju dengan Cryll, dan dia juga sedikit waspada tentang apa yang pihak guild rencanakan, tapi ia akan menuruti mereka untuk saat ini.


"Mhmm … Apa kalian sudah siap? "


Noelle bertanya sambil melihat meja yang penuh dengan piring kotor. Berikutnya beberapa suara menjawabnya secara berurutan.


"Nn, aku siap."


"Aku juga~"


"Mmhf, tholong sebwentar lagi … "


Olivia, Charlotte, dan Stella menjawab secara berurutan dan sudah menyeka bibir mereka menggunakan serbet sementara Chloe masih terus menikmati makanan penutup berupa kue kecil dengan jumlah banyak.


"Telan dulu sebelum kau berbicara, kami tidak akan meninggalkanmu begitu saja … Untuk sekarang, aku akan pergi membayar tagihannya terlebih dahulu."


Noelle terkikik ketika melihat Chloe yang dengan mudah melahap semua makanan yang ada di hadapannya sementara ia berjalan menjauhi mereka dan menuju konter pembayaran.


"Tolong tagihannya atas nama Noelle Lynneheim … "


"Ini dia, Tuan … Tolong silahkan dipastikan apakah itu benar-benar tagihan Anda atau bukan."


Resepsionis itu dengan ramah memberikan Noelle secarik kertas panjang yang dipenuhi dengan tulisan tangan yang sangat rapih.


Setelah Noelle membaca semua daftar pesanan yang sesuai dengan apa yang ia pesan, ia akhirnya sampai ke bagian paling menegangkan.


( ……… Brengsek … Bajingan itu benar-benar tidak menahan diri … )


Noelle menahan kedutan yang seolah akan muncul di dahinya begitu saja jika ia lengah.


Diam-diam ia mengutuk Cryll karena tagihan yang membengkak menjadi barisan angka yang tidak normal meskipun itu adalah kesalahannya sendiri yang meminta Cryll untuk tidak menahan diri.


Bagaimanapun, Noelle dengan pasrah mengeluarkan uang yang sesuai dengan yang tertulis di tagihannya.


Resepsionis itu dengan senyum bisnis menerima semua uang Noelle dan mengambil sebuah kotak dari loker di belakangnya.


"Tolong nikmati hadiah dari kunjungan pertama Anda."


"Ahh, ya."


Noelle tetap memasang senyum ramah yang biasanya ia miliki dan menerima kotak itu dengan senang hati (?).


(Apa ini … Wine yang sebelumnya? Yahh, ini cukup bagus.)


Meskipun ia merasa ketakutan terhadap tagihan itu, tapi hadiah yang diberikan pihak restoran padanya membuatnya senang kembali.


Noelle memasukkan kotak itu ke gudang spasial-nya dan menghampiri Olivia yang sudah menumpuk semua piring menjadi rapih di meja.


Meskipun sebenarnya ia tidak perlu melakukan itu, ia sudah terbiasa merapihkan sisa makanannya sendiri di restoran berkat pengalamannya di kehidupan sebelumnya.


(Yahh, sulit untuk mengubah kebiasaan … )


"Baiklah, apa kita bisa pergi sekarang? "


"Nn, tentu."


Olivia menjawabnya sambil tersenyum.


"Tunggu! "


Ketika Noelle ingin meninggalkan meja mereka dan pergi ke luar, dia dihentikan oleh seorang gadis yang tiba-tiba menarik lengan bajunya.


(Ahhh merepotkan … )


Itu adalah gadis yang sebelumnya datang bersama Iris dan memanggil nama Olivia di kehidupan sebelumnya.


"Kali ini apa? "


Noelle dengan jengkel menepis tangan gadis itu dari lengan bajunya dan bertanya dengan nada monoton.


"Bukankah kau sudah berjanji untuk menjelaskan semuanya? Kenapa kau pergi sekarang? "


"Aku tidak ingat pernah menjanjikan itu, dan kami memiliki urusan mendesak sekarang, jadi … Bisakah kau menyingkir? "


Noelle ingin membentak dan mengarahkan pedangnya pada gadis itu untuk memberikan ancaman, tapi ia menahan dirinya dan berusaha terdengar se-sopan mungkin.


Tentu aktingnya itu terlalu bagus untuk disadari gadis itu, jadi gadis itu hanya tampak terkejut sedikit.


Meskipun Cryll secara samar mampu mengetahui apa yang Noelle pikirkan. Ia tersenyum pahit dan mulai menghampiri Noelle yang sedang ditahan gadis itu.


"Permisi Nona Lilith, kami sedang memiliki urusan mendesak sekarang, jadi bisakah kau membiarkan kami pergi? "


Cryll berusaha membantu Noelle dengan cara memisahkannya dari gadis bernama Lilith itu, tapi Lilith justru memelototi Cryll dengan marah dan berbicara.


"Aku tidak tahu urusan apa yang kau maksud, tapi aku tidak akan membiarkan kalian pergi sebelum kalian menjelaskan semuanya padaku."


(Ahh sial … )


Cryll benar-benar ingin membenturkan dahinya ke dinding sekuat yang ia bisa sekarang, karena ia menyadari kalau Noelle sudah merasa sangat jengkel pada gadis di depannya.


Gelang dengan ornamen pedang perak di tangan Noelle mulai bersinar dan membuat Cryll semakin tegang.


"Ahh, u-untuk saat ini tolong biarkan kami pergi! Aku berjanji akan menjelaskan situasinya padamu! "


Cryll dengan panik mulai meminta Lilith untuk melepaskan Noelle, namun Lilith tampak tidak goyah dan terus memelototi Cryll.


Kemudian, barulah ia merasa telah melakukan kesalahan karena telah menghalangi mereka di sini.


(Aaaaaaahhhhh siaaallll … )


Cryll hanya mampu berteriak di pikirannya sendiri sementara suhu udara di ruangan itu mulai menurun secara drastis.


Wine yang ada di gelas pelanggan di sekitar mereka serta semua makanan di meja mulai membeku satu per satu karena suhu yang dingin.


Tentu saja pelaku dari itu semua adalah Olivia dengan aura putih yang meluap dari tubuhnya yang sedang menatap Lilith dengan mata kosong.


Cryll mulai panik dan dengan paksa melepaskan tangan Lilith dari Noelle dengan kekuatannya.


"N-nah Noelle, bukankah tidak sopan jika kita harus membuat pihak guild menunggu terlalu lama? Ayo kita pergi sekarang! "


...****************...


"Ahhh … Nona Olivia benar-benar menakutkan … "


Setelah beberapa saat, Cryll akhirnya mampu membawa Noelle dan yang lain keluar dari restoran.


Tentu saja dengan 'sedikit' paksaan.


Tapi Cryll telah menyelamatkan semua orang dengan membuat Noelle dan yang lain keluar dari restoran.


Bagaimanapun, jika ia membiarkan situasi seperti itu terus berlanjut, seluruh ruangan di restoran itu akan membeku dalam seketika karena sihir es Olivia.


"Kerja bagus~"


Stella yang menghampirinya mulai mengelus kepalanya dengan lembut sambil tersenyum.


Itu membuat wajah Cryll sedikit memanas dan dengan paksa melepaskan tangan Stella dari kepalanya.


Bukannya ia keberatan dengan itu, ia hanya merasa malu jika harus dimanjakan Stella di tempat umum seperti ini.


"Fufu~ Baiklah, ayo kita pergi sekarang, Cryll."


Stella dengan senyum cerah mengulurkan tangannya pada Cryll.


Melihat senyum cerah Stella seperti itu adalah hal yang menyenangkan bagi Cryll. Ia merasa akan melakukan apapun demi menjaga agar senyuman itu bisa ada di wajahnya setiap saat.


Tanpa sadar Cryll tersentak dan mulai berbicara dengan gagap.


"Setelah dipikir-pikir … Aku sama sekali belum berkomentar tentang itu ya … "


"Hmm? "


Stella nampak bingung dengan apa yang Cryll gumamkan, namun itu hanya beberapa saat sebelum wajahnya benar-benar memerah karena apa yang Cryll katakan selanjutnya.


"Gaun itu … Itu benar-benar cocok untukmu."


Pujian yang kaku dan sederhana itu sudah cukup untuk membuat Stella gemetar karena rasa malu.


Pupilnya mulai berkeliaran dan akhirnya Stella memukul Cryll dengan ringan dengan berlinang air mata.


Lebih dari ini akan membunuh tidak hanya Stella, tapi juga Cryll, jadi ia segera menghentikannya dan berlari mengejar Noelle yang sudah menunggunya di perahu utusan guild.


...****************...