![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Setelah menyelesaikan gilirannya dalam turnamen, Charlotte langsung bergegas untuk menemui Noelle dan Olivia yang menunggunya di luar.
Dia berjalan sambil melamun, namun tak lama kemudian, dia melihat seorang laki-laki berambut putih dan gadis dengan rambut perak melambaikan tangan padanya.
Charlotte tanpa berbasa-basi lagi langsung mempercepat langkahnya menuju kedua orang itu.
"Selamat atas kemenangannya~"
"Nn … Charl … Tidak buruk"
"A-ahh terimakasih … Kurasa? "
Noelle dan Olivia memujinya sambil tersenyum kecil dan membuat Charlotte tergagap sedikit, tapi Charlotte dengan senang hati menerima pujian itu sambil memiringkan kepalanya.
"Kalau begitu … Ayo kembali ke perpustakaan, kita akan kembali ke penginapan saat sore hari … Ada sesuatu yang harus ku lakukan juga malam nanti"
"Noelle? "
Noelle dengan tenang berbicara dan mengungkapkan rencananya pada Olivia serta Charlotte.
Olivia tidak pernah mendengar tentang rencana Noelle malam ini, jadi dia bertanya sambil memringkan kepalanya.
Rambut perak miliknya ikut berayun saat dia memiringkan kepalanya, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun selain wajah mengantuk.
Noelle menatap mata obsidian Olivia sejenak, dan segera menggelengkan kepalanya dengan senyum kecil sambil dengan lembut menepuk kepala Olivia.
"Bukan apa-apa … Aku hanya ingin mengumpulkan beberapa informasi"
"Informasi? "
Charlotte bertanya dengan penasaran terhadap kata-kata Noelle.
"Ya, informasi … Bagaimanapun, kupikir kerajaan ini sudah sedikit kacau, jadi aku ingin mengetahui apa yang terjadi … Aku akan menjelaskan detailnya di perpustakaan nanti"
"Uh … huhh … "
Charlotte hanya diam dan mengikuti Noelle berjalan ke perpustakaan sementara Olivia menyipitkan matanya dan melirik dengan curiga pada Noelle.
...****************...
"Jadi … Apa yang kau bicarakan tadi? "
Setelah mereka memasuki perpustakaan dan duduk di tempat mereka sebelumnya, Charlotte bertanya sambil menatap kuat pada Noelle seolah tidak akan melepaskannya.
Meskipun tatapan Charlotte tidak memiliki kekuatan sama sekali, Noelle anehnya masih merasa terintimidasi karena tatapan itu, jadi dia menjawabnya dengan jujur.
"Seperti yang kukatakan sebelumnya … Kerajaan ini terasa agak kacau … Atau lebih tepatnya, kerajaan ini sama sekali tidak seimbang"
"Tidak seimbang? "
Charlotte bertanya-tanya, dia sama sekali tidak merasakan keanehan, jadi dia kebingungan, sementara Olivia sudah mengerti apa yang dikatakan Noelle, jadi dia hanya mengangguk penuh pengertian.
"Maksudku … Ayolah, mereka memiliki crepe, tapi tidak dengan saus … Bukankah seharusnya mereka menemukan saus lebih dulu? "
"……! "
Kali ini Charlotte melebarkan matanya, Noelle merasa kalau Charlotte sama sekali tidak menyadari itu.
Namun, beberapa saat kemudian Charlotte kembali terkejut seolah mengingat sesuatu.
"Seingatku … Saus sudah ada, tapi itu hanya di ibukota dan sangat jarang"
"Benarkah? Itu artinya penyebarannya tidak merata … Atau mungkin … Masih dalam tahap percobaan? Kurasa tidak, jika itu masih tahap percobaan … Mereka tidak akan menyebarkannya begitu saja … Lagipula … Membuat saus seharusnya lebih mudah daripada memproduksi gula … "
Noelle terkejut, dia terus bergumam pada dirinya sendiri sambil dengan mudah mengabaikan semua yang ada di sekitarnya.
Charlotte hanya menatapnya tertegun sedangkan Olivia dengan tenang membolak-balikan halaman dan membaca tulisan yang tertera saat dia duduk.
"Apa yang raja pikirkan … Ahh percuma … Aku sama sekali tidak bisa menebaknya, pergerakannya terlalu berantakan … Bahkan meskipun aku sudah menyambungkan semua keanehan kerajaan ini, aku masih belum bisa membacanya … Terlebih lagi … Ada banyak kontradiksi juga dalam cerita Anastasia huh … "
"Keanehan? "
Charlotte bertanya sambil memiringkan kepalanya.
"Hm"
Menghadapi pertanyaan itu, Noelle hanya mendengus kecil dan mengangkat Olivia untuk duduk di pangkuannya dengan gerakan yang sangat alami.
Olivia tidak menolaknya, justru dia dengan nyaman menyandarkan kepalanya ke dada Noelle.
Menghela nafas kecil, Noelle dengan tenang menjawab Charlotte sambil mengelus kepala Olivia yang sedang duduk dan membaca buku di pangkuannya.
"Kau sama sekali tidak menyadarinya? Aku sudah mengatakannya saat mendaftar surat izin perpustakaan tadi"
"Yang mana? "
Noelle tercengang, dia sama sekali tidak menyangka kalau Charlotte akan melupakannya begitu saja.
"Aku sudah mengatakannya bukan? Sebelum diizinkan memasuki kota ini, aku dan Olivia harus menghabiskan seharian penuh di sel, namun setelah itu aku dibebaskan hanya dengan peringatan kecil"
"Eh? Ya kau mengatakannya … Lalu? "
Noelle semakin tercengang, dia menghela nafas untuk yang kesekian kalinya dan lanjut berbicara sementara Olivia terus membaca buku seolah mengabaikan mereka.
"Haahhh … Bagini, aku akan menjelaskannya sesederhana mungkin … Wilayah kekuasaan Margrave Suiren berbatasan dengan republik bukan? "
"Aku mendapatkan perasaan kalau kau menganggapku bodoh, tapi aku akan mengabaikannya untuk sekarang"
Mengabaikan protes spontan Charlotte, Noelle terus berbicara.
"Wilayah Margrave Suiren berbatasan dengan Republik, karena itulah seharusnya keamanan di sini menjadi lebih ketat, terutama semenjak hubungan antara Kerajaan dan Republik semakin memburuk … Tapi keamanan di sini sangatlah rendah, mereka memang menolak bayaran yang menandakan kalau wilayah ini bebas korupsi, namun keamanan mereka terlalu rendah"
" "………" "
Charlotte diam dan menyimak, Olivia juga dengan senang hati mendengarkan suara Noelle tanpa memperhatikan apa yang dia bahas.
"Maksudku … Kami hanya ditahan selama seharian penuh, dan kami segera dibebaskan begitu saja? Dan kami juga tidak dilarang membawa senjata yang bisa berakibat fatal pada warga sipil … Itu seolah mereka dengan sengaja mengundang mata-mata Republik dan menyebarkan informasi mereka begitu saja"
" "………" "
Charlotte terdiam. Bagaimanapun, normalnya senjata akan disita saat memasuki kota dan baru dikembalikan ketika mereka memiliki keperluan atau mendapatkan izin dari pihak yang lebih tinggi.
Mengabaikan kedua gadis yang terdiam, Noelle terus menjelaskan.
"Terlebih lagi … Alat pengenalan diri kan? Kita menggunakannya saat membuat surat izin tadi, tapi benda itu sangat mudah dimanipulasi … Jika alat itu benar-benar membaca identitas kami, seharusnya kami tidak mendapatkan nama keluarga, dan ras kami akan dituliskan sebagai Vampir"
"Setelah kau mengatakannya … Kurasa memang seperti itu"
Charlotte akhirnya mengangguk dengan penuh pengertian. Melihat itu, Noelle tersenyum singkat dan kembali berbicara.
"Jika keamanan mereka sudah seperti ini … Mata-mata dari Kerajaan lain bisa dengan bebas berkeliaran di sini sambil memungut infromasi"
Ketik Noelle mengatakan itu, dia menunjukkan ekspresi lelah dengan senyum miris seolah menghadapi sesuatu yang tidak bisa diharapkan.
Charlotte merasa khawatir tentang apa yang akan terjadi pada mereka di masa depan, sedangkan Olivia … Meskipun dia juga khawatir, dia memiliki kepercayaan mutlak terhadap Noelle, jadi dia bisa merasa aman.
Merasakan kekhawatiran mereka, Noelle menunjukkan senyum lembut sambil mengelus rambut Olivia yang dibiarkan tergerai bebas, dan berbicara untuk mengalihkan topik.
"Baiklah, tidak akan ada habisnya jika kita membahas tentang celah Kerajaan ini … Sekarang ada banyak yang ingin ku tanyakan setelah mendengar cerita Anastasia semalam"
"Ahh … Memangnya apa yang salah? "
Setelah Noelle berkata begitu, Charlotte akhirnya tersadar dan bertanya pada Noelle. Olivia tiba-tiba menjawab.
"Charl … Cerita Anastasia … Terlalu banyak kontradiksi dengan sejarah yang sudah resmi"
"Kontradiksi? "
(Apa orang ini benar-benar tidak mengerti atau dia memang bodoh? Tidak, kurasa itu sama saja … )
Noelle menghela nafas berat ketika dia memikirkan itu, dia menatap Charlotte dan menjawabnya.
"Ah … Aku mengerti … "
(Tidak, kau belum)
Noelle hampir meneriakkan itu saat melihat wajah kebingungan Charlotte, tapi dia menahan lidahnya.
"Dan juga … Ini adalah sesuatu yang membuatku penasaran semenjak bereinkarnasi di dunia ini … Kita mati karena sihir yang tidak sengaja ditembakkan ke arah kita kan? "
"Uh? huh … Benar … Ada apa dengan itu? "
Charlotte kembali memiringkan kepalanya dan Noelle kembali menjelaskan tentang pertanyaannya selama ini.
"Anastasia mengatakan kalau dia tidak sengaja menembakkan sihir pada kita … Yang artinya adalah dia memiliki niat untuk mengarahkan sihir itu pada target lain … Dan yang menjadi masalahku adalah, kepada siapa dia menargetkan sihir itu? Berdasarkan yang kita alami sendiri, itu adalah sihir ofensif yang akan membunuh targetnya … Jadi targetnya pastilah musuh"
'Sekarang kau mengatakannya … ' Charlotte bergumam seperti itu dan berpikir saat dia menutup matanya.
"Tapi … Saat ini adalah masa damai kan? Tidak ada alasan bagi Anastasia untuk menembakkan sihir serangan sebesar itu"
"Yep, itu dia masalahnya"
Charlotte berbicara dengan suara kecil ketika dia membuat kesimpulan. Noelle setuju dengannya.
"Nn … Itu … "
Olivia yang sejak tadi diam tiba-tiba berbicara dan membuat Noelle bertanya kesimpulan apa yang dia buat.
"Ini hanya kemungkinan … Mungkin saja … Anastasia menembakkan sihir itu 700 tahun yang lalu … Lihat ini … "
Olivia dengan wajah mengantuknya yang biasa berbicara sambil menunjukkan sebuah buku.
Di buku tersebut tertulis 'Selama Perang melawan raja iblis, tidak hanya para manusia dan pahlawan yang bertarung, tapi juga para dewa. Raja iblis memiliki kekuatan yang sangat besar sehingga dia bisa menghancurkan dunia dan membunuh dewa jika dia mau. Namun tidak diketahui apakah ada korban di pihak dewa'.
"Jadi ada banyak dewa di dunia ini ya … Maka itu menjelaskan kenapa Anastasia menembakkan sihir sebesar itu sehingga menyebabkan kematian kita … Tapi … "
Noelle mengangguk pada penjelasan itu, tapi dia menunjukkan ekspresi kebingungan saat berbicara, itu membuat Charlotte memiringkan kepalanya.
Memperhatikan kebingungan itu, Olivia kembali berbicara.
"Nn … Ada kontradiksi waktu … Jika Anastasia menembakkan sihir itu saat perang, maka … Seharusnya kita bereinkarnasi saat perang juga, dan bukan 700 tahun setelahnya"
Olivia menjelaskan dengan suara kecil saat dia termenung, lalu lanjut berbicara.
"Tentunya … Ada kemungkinan dimana Anastasia menahan jiwa kita … Dan baru me-reinkarnasikan kita setelah 700 tahun kedamaian"
"Woah, seperti yang diharapkan dari Olivia-ku! Kau hebat! "
Noelle memeluk Olivia dengan penuh kegembiraan.
"No-Noelle?! "
Olivia menjerit karena terkejut setelah tiba-tiba dipeluk Noelle. Terlihat jelas rona merah di pipinya.
"Apa kau tidak menyukainya? "
"I-itu terlalu mendadak … "
Noelle tertawa kecil ketika melihat Olivia yang yang dipeluknya secara tiba-tiba.
"Serius … Bisakah kalian berhenti"
"Hehe"
Noelle tiba-tiba menyadari Charlotte yang menatapnya dengan mata dingin. Dia berdeham sejenak dan kembali berbicara untuk meredakan suasana.
"Baiklah, lagipula itu semua hanya hipotesis … Ada juga tentang makhluk luar angkasa sialan itu dan tentang iblis … Sebaiknya kita bersiap jika kita harus melawan mereka di masa depan"
"Bagaimana kau bisa yakin kalau mereka akan menyerang? "
" ……… Alur klise"
" "………" "
Tidak ada yang bisa membantah Noelle, bagaimanapun … Alur klise sangatlah mengerikan.
"Dan juga … Setelah ini aku berniat mengumpulkan informasi sebentar, kalian bisa pulang lebih dulu … Bagaimanapun, ada batas berapa banyak informasi yang bisa didapatkan familiar-ku"
" "………" "
...****************...
"Sedikit lagi! Hanya sedikit lagi! Biarkan aku bermain sedikit lagi!!! "
Noelle terus meronta pada 2 pria yang menahannya dari belakang, di depannya adalah seorang pria dengan penampilan yang mewah namun sederhana sedang membungkuk padanya dan berbicara.
"Mohon maafkan kami! Kami sudah kehabisan uang saat ini! Maaf, tapi nama anda akan kami masukkan ke dalam daftar hitam! "
Alasan dia bisa terjebak dalam situasi ini adalah karena Noelle yang pergi sendirian untuk mencari informasi, justru tertarik ke suatu tempat yang ramai dengan orang-orang dengan pakaian mewah.
Tempat itu adalah sebuah Kasino.
Noelle merasa tertarik, jadi dia masuk dan bermain sebentar. Setidaknya itu adalah rencananya.
Namun, setelah dia mendapatkan banyak kemenangan berturut-turut, pemilik dan staff beserta beberapa pelanggan memohon ampun padanya dan meminta dia untuk keluar.
Itu wajar, karena dia merampas semua kemenangan dan mendapatkan semua uang milik mereka.
Terlihat jelas sebuah kantung besar yang terisi penuh dengan ribuan koin emas. Noelle benar-benar menjadi kaya secara mendadak.
"Mohon ampuni kami, setidaknya silahkan pergi dan jangan menyiksa kami! "
Pria itu sekali lagi membungkuk dan berteriak sambil menangis pada Noelle.
"Mereka benar-benar pelit … Hanya karena aku mendapatkan win streak bukan berarti aku akan merampas semua milik mereka"
Noelle dengan cemberut bergumam pada dirinya sendiri ketika dia berjalan sendirian.
Meskipun sudah malam hari, tempat yang Noelle kunjungi masih cukup ramai.
Tidak, akan lebih tepat untuk mengatakan kalau tempat itu justru lebih ramai dari siang hari.
Bagaimanapun, Noelle sedang berada di distrik merah.
Noelle menilai kalau tempat paling cepat untuk mendapatkan informasi adalah distrik merah. Ada banyak cara untuk mendapatkan informasi di tempat itu.
Salah satunya adalah dengan mengunjungi tempat pr*stitusi atau rumah bordil. Hanya dengan memuaskan beberapa pelacur, seseorang akan mendapatkan informasi yang diinginkan.
Tentu saja Noelle tidak akan mendatangi tempat itu, karena itu sama saja dengan mengkhianati kepercayaan Olivia.
Ketika dia memikirkan itu, hawa dingin menjalari punggungnya. Dia tidak tahu mengapa, tapi dia merasa akan sangat berbahaya jika dia mengunjungi tempat itu.
Bagaimanapun, cara lain untuk mendapatkan informasi di distrik merah adalah dengan membeli informasi dari informan atau penjual di pasar gelap.
Meskipun begitu, Noelle akan lebih suka jika dia memiliki intel pribadi. Bagaimanapun, informan akan memuntahkan semua informasi yang diinginkan pelanggan jika mereka dibayar.
Jadi, secara otomatis privasi pelanggan sebelumnya akan dalam bahaya.
Dan cara lainnya adalah cara yang paling mudah, namun cukup lama untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
Yaitu, dengan duduk di bar, dan menyimak percakapan orang lain, terutama petualang yang sedang bersantai di bar. Ini adalah cara yang digunakan informan untuk mengumpulkan informasi.
Namun cara ini cukup sulit karena para petualang cenderung membahas sesuatu yang acak dan mengatakan sesuatu yang tidak berdasar sehingga kesempatan untuk mendapatkan informasi yang benar cenderung kecil.
Dan juga, kebanyakan orang cenderung memiliki pola pikir yang sederhana. Saat mereka berniat membahas sesuatu yang bersifat 'rahasia' di ruangan yang penuh orang, mereka hanya akan pergi ke sudut ruangan dan mulai berbicara.
Hanya dengan memfokuskan telinga dan mata, seseorang akan dengan mudah mengerti apa yang mereka bicarakan dengan mendengarnya atau membaca gerak bibirnya.
Bagaimanapun, mengumpulkan informasi adalah hal yang sederhana bagi Noelle.
...****************...