[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 243: Kesepakatan (1)



...****************...


"Gild … "


Begitu Noelle membaca nama itu, ada banyak pemikiran yang terlintas di kepalanya.


Itu memang nama yang tidak dia kenal, tapi rekam jejak yang dimiliki orang itu membuatnya terkejut sejenak.


26 tahun yang lalu, dia berada di salah satu kota dalam Kawasan Netral Elfrieden. Namun, informasi tambahan yang Tian berikan dengan jelas menyatakan kalau dia baru saja pindah ke ibu kota Republik baru-baru ini.


"Sungguh kebetulan yang mengerikan."


Noelle hanya bisa tersenyum miris sambil melihat pada berkas itu.


"Hei, menurutmu … Apa tidak masalah jika aku pergi mencarinya? "


Noelle tahu kalau Noir sedang mengawasinya, jadi dia bertanya.


『Hehe, entahlah, aku juga penasaran apakah itu baik untukmu atau tidak. Tapi, biar kuberi kau satu petunjuk.』


"Apa itu? "


Tanpa repot-repot mengecilkan suaranya, Noelle berbicara. Matanya terus memperhatikan surat yang Tian berikan, sementara telinganya fokus mendengarkan bisikan yang keluar dari kehampaan.


『Terserah kau mau melakukan apa padanya. Tapi, pria itu adalah salah satu kunci penting untuk beberapa hal yang sedang kau cari.』


Sebisa mungkin, Noelle tidak ingin terlalu mempercayai apa yang Noir katakan. Setiap kata yang diucapkan oleh 'Dia' bisa saja menjadi tipuan yang menyesatkan.


Meskipun begitu, Noir tidak memiliki alasan untuk berbohong pada saat ini.


Dari kelihatannya, 'Dia' ingin menyaksikan bagaimana Noelle akan mencapai tujuannya.


"Kunci untuk mencapai tujuanku … Tujuan yang mana? Aku punya banyak, kau tahu? "


Noir tidak menjawabnya. Sebagai gantinya, 'Dia' justru mengeluarkan tawa yang mengerikan dari kedalaman jiwa Noelle.


'Dia' memang tidak bisa mematerialisasikan tubuh'Nya' di sini. Namun, sebagai gantinya, aura keberadaan'Nya' yang kuat bisa dengan mudah dirasakan oleh siapa pun saat itu muncul.


" ……… "


Menyadari Noir sama sekali tidak berniat menjawabnya, Noelle hanya bisa menghela napas pasrah.


Jika orang bernama Gild ini adalah salah satu kunci penting untuk mencapai tujuannya, maka hanya ada satu hal pasti yang harus Noelle lakukan.


(Sekarang … Apa aku harus memberi tahu Felice tentang ini? )


Membiarkan Felice mengetahuinya bukanlah masalah besar. Namun, Noelle menjadi sedikit lebih waspada karena dia masih belum mengetahui motif sebenarnya dari pelaku di balik kejadian ini.


Setelah pemikiran yang cukup panjang, Noelle bangkit dari sofa, dan membakar semua kertas berisi laporan itu. Semua kertas itu berisi informasi yang penting untuknya, membiarkan orang tak dikenal mengetahuinya hanya akan menjadi hal yang buruk.


Melakukan peregangan sejenak, Noelle kemudian berjalan keluar dari rumah itu. Dia berencana untuk mengunjungi bar tempat para Bounty Hunter itu berkumpul terlebih dahulu.


"Hanya empat orang yang memberikan informasi yang berguna. Itu bagus karena aku tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar … "


Menggunakan kekuatan telekinesis dari Verstand versi miniatur di tangannya, Noelle dengan mudah menutup dan mengunci pintunya.


"Hmm? "


Noelle menunduk dan melihat pada kakinya—atau lebih tepatnya pada genangan air di bawah kakinya.


Setiap kejanggalan tidak akan luput dari perhatiannya. Noelle yakin itu. Dia juga percaya diri dengan ingatannya. Noelle sangat yakin, kalau tidak ada genangan air di sini saat dia masuk.


(Hei, apa ada hujan yang tidak kusadari? )


Untuk memastikan, Noelle mencoba bertanya pada Noir, tapi Noir bahkan tidak merespon sedikit pun.


Rumah yang ia sewa ini berada di tempat yang cukup jauh dari keramaian. Orang-orang juga sangat jarang lewat sini, jadi tidak mungkin itu adalah tumpahan yang tidak disengaja.


Noelle memperluas jangkauan deteksinya salam upaya untuk menemukan sesuatu yang janggal, dan hanya satu jejak mencurigakan yang berhasil ia temukan.


Genangan air itu, masih memiliki jejak energi sihir seseorang.


...****************...


Di bar tempat para Bounty Hunter berkumpul.


Ini masih cukup dini bagi semua orang untuk berkumpul, jadi tidak terlalu banyak orang di sana. Meskipun begitu, itu tetap saja ramai.


Saat ini, beberapa topik percakapan sedang tersebar ke seluruh bagian bar, dan topik terhangatnya adalah tentang permintaan yang diajukan seorang pria bernama Grei Noctis.


Topik ini juga membuat seorang mantan petualang yang kini menjadi Bounty Hunter, Logan Smith bersemangat.


Logan duduk di salah satu meja bersama teman-temannya, dan dia terus meneguk minuman sambil mendengarkan setiap percakapan di sekitar.


Banyak hal terjadi di masa lalu, yang membuatnya harus meninggalkan Kerajaan dan tinggal di Republik.


"Logan, kau ada di sini saat kejadian kemarin. Apa yang sebenarnya terjadi? "


Saat kemunculan pertama Grei Noctis di bar, teman-teman Logan sedang tidak ada di tempat. Baru hari inilah mereka mendengar kabar tentang misi yang diberikan Grei Noctis.


"Hanya misi pencarian biasa. Dia meminta kota menyelidiki seorang wanita bernama Feran Cerces. Aku yakin kalian mengenal wanita itu."


"Feran Cerces … Bukankah dia … Buronan yang membawa kabur uang dalam jumlah besar? "


Logan mengangguk. "Benar. Entah apa yang diinginkan orang bernama Grei itu. Aku sempat menduga kalau dia adalah agen dari kepolisian lokal, tapi rasanya tidak mungkin."


Dalam benak Logan, dia mulai membayangkan sosok Grei Noctis yang penuh dengan intimidasi.


Tubuh besar yang terlihat ramping, namun aura dan kekuatan yang mendominasi itu sempat membuat Logan tidak dapat bergerak.


"Apa kau mengambil misi itu? "


Logan dengan mudah menggeleng. "Aku sempat tertarik, tapi segera kehilangan niat saat menyadari kalau misi ini punya terlalu banyak resiko. Sejauh yang kutahu, hanya ada sekitar delapan orang yang mengambil misi, dan hanya empat orang yang berhasil mengirimkan informasi."


"Hee … Bukankah itu berarti … Dia akan datang untuk memberikan bayarannya? "


"Itu yang seharusnya terjadi, tapi … Aku yakin, akan ada sedikit kekacauan di sini."


Melihat Logan yang menampilkan ekspresi cemas, tidak seorang pun di barisan itu dapat menebak apa yang Logan pikirkan.


Namun, mereka akan mengerti alasannya tak lama lagi.


Sebenarnya, Logan memiliki sedikit kekhawatiran. Itu karena dia tahu ada beberapa Bounty Hunter 'nakal' yang mencoba menyelidiki Grei Noctis itu sendiri.


Beberapa orang telah mendatangi rumah di alamat yang dia berikan, tapi tidak menemukan apa pun. Meskipun begitu, beberapa orang tidak menyerah begitu saja. Dengan menggunakan beberapa metode, mereka berencana mengikuti Grei Noctis dan menyelidiki latar belakang orang itu.


Di arah lain, Logan dapat melihat sekelompok pria sedang sibuk dengan topik diskusi mereka masing-masing.


Satu orang pria bertubuh besar duduk di sofa dengan dua wanita di setiap sisinya, sementara para pria lain bertingkah liar di sekitarnya.


Yang menjadi perhatian Logan bukanlah mereka, melainkan seorang gadis muda dengan penampilan dan kesan tertutup yang sedang duduk di satu kursi terpisah dari pria itu.


Dari tempatnya duduk, Logan dapat mendengar semua percakapan mereka.


"Leyn, Bagaimana pelacaknya? "


Pria berbadan besar yang duduk di sofa itu bertanya pada gadis yang duduk di kursi lain.


Leyn memegang sebuah gelas berisi air di tangannya, lalu menjawab pria itu dengan volume yang nyaris tidak dapat Logan dengar. Untungnya, Logan telah memperkuat pendengarannya dengan sihir, jadi dia bisa mendengar setiap kata yang diucapkan gadis itu.


"Dia sudah menginjaknya."


"Kalau begitu, sisanya kita hanya perlu menunggu, 'kan? Dia akan datang ke sini tidak lama lagi. Setelah itu, kau bisa mulai melacaknya."


" … Ya."


Leyn sama sekali tidak menunjukkan tanda penolakan. Jawaban singkat yang disertai anggukan kecil itu adalah seluruh respon yang mampu ia berikan.


Dari kejauhan, Logan mulai memikirkan isin percakapan itu.


Dia mengerti sebagian besarnya, tapi tidak mengerti di beberapa bagian kecil.


'Dia' yang dimaksud oleh Leyn pastilah Grei Noctis, dan pria bertubuh besar itu meminta Leyn untuk melakukan sesuatu sehingga keberadaan Grei Noctis bisa dilacak olehnya.


Bagian yang tidak Logan mengerti, adalah tentang metodenya. Dia sama sekali tidak mengerti dengan metode apa yang digunakan Leyn untuk memasangkan pelacak pada Grei.


Dari penilaiannya sendiri, Logan menilai Grei Noctis sebagai seseorang dengan ketajaman yang mengerikan. Tidak mungkin memasangkan perangkap tanpa disadari olehnya.


(Kalau pria itu menyadarinya, apa yang akan terjadi pada mereka? )


Logan merasa sedikit bersalah tentang ini, tapi dia memutuskan untuk tidak melakukan apa pun, dan hanya menjadi penonton dari kejauhan.


Hingga akhirnya, keributan terjadi.


Salah satu pria yang ada di kelompok Leyn berteriak ke arah pria yang duduk di sofa.


"B-bos! "


Orang yang sepertinya merupakan pemimpin kelompok itu pun hanya bisa menatap bawahannya dengan bingung.


"Apa yang terjadi padamu? "


"I-itu! Di sampingmu! "


Teriakannya membuat perhatian semua orang terakihkan. Satu per satu mulai melihat ke sana, dan dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat.


Logan termasuk dalam barisan orang yang terkejut.


Tubuhnya yang besar, namun entah bagaimana terlihat ramping, rambut rami yang disisir dengan kasar ke atas, tatapan yang dingin dari sepasang mata biru gelap yang tak berperasaan, dan seringai tajam yang mengintimidasi.


Tidak salah lagi, sebagian besar orang di sana menyadarinya. Dia adalah Grei Noctis.


...****************...


Noelle, yang menggunakan penampilan Grei Noctis sedang duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya.


Setelah diam-diam masuk ke dalam bar, Noelle memanfaatkan kekuatan dari kontraknya dengan Noir.


Tanpa disadari siapa pun, dia bertukar tempat dengan wanita yang seharusnya duduk di sana.


Setelah menyadari keberadaan Noelle, pria yang di tengah itu pun secara refleks berdiri dan menjauh.


"Kapan kau–! "


Sebelum dia sempat melanjutkan kata-katanya, tubuhnya telah lebih dulu terjatuh dengan wajahnya mencium lantai.


Entah kapan itu berlangsung, tapi sebelum semua orang sadar, Noelle sudah berada tepat di atas pria itu.


"Apa itu kau? Yang memasang pelacak di gubuk yang kusewa? "


Kata-katanya terdengar santai, tapi entah bagaimana semua orang dapat merasakan intensitas intimidasi yang sangat kuat darinya.


Sebenarnya, ini adalah pengaruh dari kontraknya dengan Noir. Noelle memanfaatkan aura dominasi yang kuat dari Noir, dan membuat seolah itu datang darinya.


Noelle terus melihat pada pria yang dia injak, tapi segera bergumam dengan jijik. "Tidak … Mana milikmu kotor, ini tidak seperti jejak mana yang ada di genangan air itu. Yang artinya … "


Memperkuat kemampuan deteksinya, Noelle memindai semua orang di bar satu per satu. Mulai dari para pelanggan, hingga pelayan yang ada. Tak ada satu pun yang luput dari deteksinya.


Untungnya bangunan ini tidak dilengkapi dengan penghambat deteksi seperti yang dimiliki Bar Nautica.


Akhirnya, dia menemukan satu yang cocok.


Noelle seketika menoleh dan menatap tepat pada sosok Leyn, membuat Leyn tersentak dan gemetar ketakutan.


Meskipun dia berada di lingkungan seperti ini, pada akhirnya dia tetaplah seorang gadis di bawah umur. Wajar baginya untuk merasa takut.


"Sungguh kualitas mana yang indah. Meskipun itu hanya jejaknya, mana milikmu begitu jernih sehingga mudah untuk dirasakan."


Noelle dengan lembut menepuk tangannya dan berjalan mendekati Leyn, tapi Leyn yang ketakutan memiliki keinginan yang kuat untuk lari darinya.


"Jangan khawatir, aku tidak akan menyakitimu. Bakat sepertimu sangatlah langkah di sini. Menggunakan deteksi dengan medium air … Aku bahkan tidak pernah memikirkan itu."


Alasan mengapa Noelle terkejut dengan pelacakan ini adalah karena metodenya. Pelacakan itu dilakukan dengan menggunakan air sebagai media.


Seseorang menumpahkan air tepat di depan rumah yang Noelle sewa, dan Leyn menyuntikkan energi sihirnya ke genangan air itu, lalu menyuntikkan energi sihirnya lagi ke air yang ada di dalam gelas. Dengan melakukan itu, dia bisa mengetahui dan melacak siapa pun yang pernah menyentuh genangan air, dan gelas berisi air yang selama ini ia pegang adalah media yang menghubungkannya dengan sihir deteksi yang sudah menempel lebih dulu di tubuh target.


Metode yang sederhana, namun begitu sempurna sehingga Noelle sendiri terkejut.


Jika saja Leyn cukup ahli untuk menutupi jejak sihirnya, maka Noelle pasti tidak akan sadar dengan sihir pelacakan itu.


Setelah memuji Leyn, Noelle langsung berbalik dan memandang semua orang satu per satu.


"Hanya ada empat orang yang berhasil memberiku informasi yang berguna. Seperti yang sudah kukatakan, bayarannya akan menjadi dua ratus lima puluh Lunar, dan aku akan memberikan hadiahnya dalam jumlah yang sama untuk setiap orang. Juga … Karena informasi yang didapatkan sangatlah berguna, aku akan memberikan tambahan sebesar lima puluh Lunar untuk hadiahnya."


Semua orang yang mendengar itu mau tak mau terkejut. Ada empat orang yang akan mendapatkan hadiahnya, dan masing-masing dari mereka akan mendapatkan jumlah yang sama, yaitu 300 Lunar. Itu artinya, secara keseluruhan, Grei Noctis mengeluarkan sekitar 1200 Lunar hanya untuk semua informasi itu.


Itu lebih dari satu koin Emas Putih Kerajaan!


"Jumlah yang gila … "


Logan tanpa sadar berguman saat dia melihat sosok itu dengan serius. Sekarang, dia mulai menyesal karena tidak mengambil misi ini.


"Sekarang, aku ingin tahu, siapa saja orang yang berhasil mendapatkan uangku kali ini? "


Tidak ada yang maju. Itu wajar saja. Jika empat orang itu menunjukkan diri mereka sekarang, maka peluang mereka akan diserang oleh Bounty Hunter lain, adalah seratus persen!


Bounty Hunter bukanlah sekumpulan orang yang baik dan jujur, tapi merupakan sekumpulan orang yang akan melakukan segala jenis misi untuk mendapatkan uang.


Dalam hal ini, menyerang Bounty Hunter yang baru saja mendapatkan hadiah sebesar itu adalah hal yang normal dan tidak terlalu mengejutkan.


Noelle sepenuhnya menyadari hal itu, dan dia hanya bisa mendengus kesal pada semua orang di sana.


Tangannya menyentuh sebuah meja besar yang ada di dekatnya, dan seketika gumpalan asap hitam keluar menyelimuti meja itu.


Tanpa memakan waktu lama, yang sebelumnya merupakan meja besar itu kini berubah menjadi kursi santai dengan desain yang mewah.


Ini adalah kekuatan dari otoritas 'Dominasi'. Bahkan tanpa bantuan kontraknya dengan Noir, Noelle masih bisa 'mendominasi' objek mati seperti meja ini. Dia baru saja mengubah meja itu menjadi sebuah kursi untuk dia duduk.


Noelle duduk di kursi itu dan menyilangkan kakinya.


"Kalau kalian khawatir dengan resiko muncul di depan umum, maka aku akan menjelaskannya dengan lantang. Semua pemenang yang berhasil mendapatkan uangku akan mendapatkan jaminan keamanan penuh sampai batas waktu yang kuinginkan. Jika ada yang berani menyentuh mereka, maka satu-satunya yang mereka dapatkan adalah hukuman dariku."


Mengatakan itu, beberapa pedang yang tajam keluar dari ruang kosong dan melayang seolah ada yang menahannya di udara.


Logan yang melihat ini pun mau tak mau melebarkan matanya. Dia sudah tidak asing dengan teknik ini, dan dia juga sudah pernah melihatnya secara langsung dulu.


(Itu teknik yang sama dengan yang digunakan Noelle Lynneheim … Apa mereka memiliki hubungan? Aku tidak berpikir mengendalikan pedang seperti itu adalah teknik sederhana yang bisa dilakukan semua orang … )


Logan sudah mencoba berbagai cara dengan tujuan meniru teknik 'pengendalian pedang' seperti yang ditunjukkan Noelle pada saat turnamen. Namun, tidak ada satu pun upayanya berhasil.


Kelihatannya pedang itu memang dikendalikan dengan cara yang misterius, sebuah cara yang tidak bisa dipahami oleh orang biasa.


(Aku beruntung karena bisa melihat teknik itu lagi. Semenjak aku pergi dari Kerajaan, semua rumor dan berita tentangnya semakin menipis. Aku juga belum pernah berkunjung ke Guild di negara ini … )


Logan sepenuhnya mengingat bagaimana Noelle Lynneheim menggunakan semua pedangnya untuk mengalahkan para peserta. Berkat itu, dia jadi cukup mengagumi sosok Noelle.


Saat masih aktif menjadi petualang, Logan sering mendengar rumor tentang prestasi yang dibuat oleh Noelle dan rekan-rekannya.


Di daftar petualang pemula, dia dan kelompoknya adalah yang paling terkenal.


Logan tanpa sadar terus menatap pada sosok Grei Noctis, sehingga tidak menyadari situasi di sekitarnya.


Seorang anak laki-laki, yang kemungkinan baru berusia 14 tahun muncul dan berdiri di hadapan Noelle.


Dia memiliki rambut hitam yang cukup panjang, mata biru gelap yang indah, dan wajah yang terlihat polos. Benar-benar terlihat seperti bocah biasa.


Mantel tua berwarna cokelat gelap menutupi kemeja putih bergaris yang dia pakai, dan sebuah topi newsboy yang sudah lusuh dipasangkan tepat di atas kepalanya.


Bocah itu menatap Noelle dengan ekspresi normal, seolah dia tidak merasakan intimidasi pasif darinya.


"Apa kau orangnya? "


Bocah itu mengangguk. "Aku dan timku yang mendapatkan semua informasi itu. Apa itu berguna untukmu? "


Noelle tanpa sadar mengangkat satu sudut bibirnya. Suara yang dalam dan memberikan getaran mengerikan juga muncul di benaknya.


『Bocah ini menarik. Kau harus akrab dengannya.』


(Bahkan tanpa kau memberitahuku, aku sudah berniat menjadikannya agenku.)


Kata-kata cibiran ia keluarkan di dalam hati guna mengejek Noir, tapi Noir hanya membalasnya dengan suara tawa yang aneh.


"Kau bilang … Kau dan timmu? Apa empat lembar informasi itu berasal dari kelompokmu? "


Lagi-lagi bocah itu mengangguk. "Aku meminta mereka melakukan penyelidikan individu, dan hasilnya berbeda-beda. Tapi … Entah bagaimana aku berhasil menghubungkan semuanya, tapi aku tidak tahu itu akan berguna atau tidak."


(Bocah ini memimpin sebuah kelompok informan? Ini luar biasa … Aku menemukan dua permata tersembunyi di tempat ini … )


Noelle tanpa sadar tersenyum saat dia memikirkan betapa banyaknya keuntungan yang dia dapat.


Yang pertama adalah Leyn, seorang penyihir berbakat yang bakatnya tidak akan bisa ditemukan dengan mudah, lalu ada seorang bocah yang sedikit mirip dengannya di masa lalu.


Jika saja bocah ini nantinya tumbuh dalam lingkungan yang kejam, maka Noelle tidak akan heran jika kelompok informannya tiba-tiba berubah menjadi mafia yang mengerikan.


Tanpa dia sendiri menyadarinya, sebuah seringai keji terbentuk, dan dia menatap bocah itu dari dekat.


"Mengagumkan. Siapa namamu? "


Bocah itu menjawab tanpa ragu, "Kino."


Noelle mendengar jawaban dari Kino, dan mengangguk beberapa kali sebagai konfirmasi.


"Kino, ya? Nama yang unik. Baiklah, aku akan memberikan semua hadiahnya padamu nanti, kau atur sendiri bagaimana pembagiannya akan dilakukan."


Ekspresi Noelle kembali normal, dan dia melirik bolak-balik antara Kino dan Leyn.


(Sungguh, ini seperti menemukan permata di tambang batu bara. Bakat keduanya sangat bagus, dan mereka masih memiliki potensi yang besar. Hei, bagaimana menurutmu? )


Noelle tidak mengharapkan jawaban dari Noir. Dia hanya berbicara pada dirinya sendiri karena perasaan senang.


Namun, berlawanan dengan perkiraannya, Noir justru menjawab dengan senang.


『Aku menyukai mereka. Noelle, buat agar mereka menjadi teman rahasiamu.』


(Teman rahasia? Itu ide yang bagus.)


Noelle terus tersenyum saat dia melangkah keluar dari bar.


Dia sudah memberikan peringatan yang cukup, dan sihir pelacakan itu juga sudah disingkirkan. Sisanya, dia hanya perlu melakukan pembayaran di tempat yang berbeda demi keamanan, dan menunggu sampai informasi berikutnya diberikan.


Untuk sekarang, Noelle berniat menemui beberapa orang untuk membahas sesuatu.


...****************...