![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Baiklah, sepertinya ini waktunya untuk kembali~"
"… Tunggu sampai aku menghabiskan makananku"
Noelle dengan riang berbicara pada Olivia yang menggigit makanan seperti tupai. Makanan yang dia makan saat ini mirip dengan hotdog yang mereka kenal dari bumi, hanya saja bahan yang digunakan agak berbeda.
Di sini, daging kelinci adalah daging ter-enak jika dinilai dari harganya yang murah, tapi mereka juga menggunakan daging orc jika mereka memiliki persediaan, juga menggunakan saus ikan dan gilingan cabai untuk bumbunya.
Jujur saja, Noelle berharap agar pria berotot yang menjual hotdog itu menggunakan bahan lain untuk bumbunya, tapi karena Olivia adalah tipe yang bisa menerima rasa apapun dengan lidahnya, Noelle tidak terlalu mempedulikan itu.
Tapi meskipun begitu, Noelle sangat tidak tahan dengan rasa saus ikan yang dipadukan dengan roti, jadi dia mengajari sedikit resep pada pria berotot itu.
"… Kau tau, kau bisa menggunakan saus tomat atau mayones untuk bumbu pelengkap"
Noelle berbalik dan berbicara dengan santai pada pria berotot yang menjual hotdog itu.
"… Saus tomat? Mayones? Apa itu? Kotoran hewan spesies baru? "
"Bukan lah njirr"
Noelle tidak mengerti bagaimana pria di depannya bisa sampai pada kesimpulan itu. Menghela nafas sejenak, Noelle akhirnya menjelaskan.
"… Saus tomat seperti namanya, itu adalah saus yang terbuat dari gilingan tomat dan bahan lainnya … Kurasa lebih baik aku menuliskan resepnya padamu saja"
Sementara pria di depannya memiringkan kepalanya kebingungan, Noelle berpura-pura memasukkan tangannya ke saku tuxedo-nya untuk mengambil kertas dari spatial storage.
(Bahan yang di butuhkan jika ku ingat adalah tomat, cabai, bawang putih ... Gula, garam ...)
Noelle menuliskan bahan-bahan yang dia ingat di kertas sementara pria berotot itu menatapnya tercengang.
Itu wajar, karena kertas adalah barang yang cukup mahal untuk didapatkan rakyat jelata. Jelas terlihat kekurangan dunia ini dalam hal teknik percetakan.
Tapi setidaknya semua orang bisa membaca, itu penting untuk mengakses informasi tentang statistik mereka di sistem.
Melihat Noelle dengan santai mengambil kertas dan cekatan dalam menulis, jelas dia bukan hanya anak biasa … Setidaknya secara penampilan dia seperti bangsawan.
"Baik, ini adalah resep untuk saus tomat dan saus cabai! Ikuti cara-cara yang tertulis disini! Aku akan memberikan resep untuk mayones nanti karena aku sudah lupa resepnya! "
Noelle dengan wajah sombong dan penuh kebanggaan menyerahkan kertas itu sementara pria di depannya menerimanya dengan patuh.
"Ah, Olivia sudah menghabiskan makanannya … Kalau begitu kami akan pergi"
"… Terimakasih senpai! "
"Siapa yang kau panggil senpai sialan! Ah sudahlah"
Noelle dengan jengkel menarik tangan Olivia untuk pergi sementara pria berotot itu menatapnya dengan mata berbinar.
… Sepertinya Noelle adalah magnet untuk pria berotot.
Setelah beberapa saat berjalan di keramaian kota, Noelle tiba-tiba berhenti dan membuat Olivia menatapnya kebingungan.
"… Noelle? "
"Ahh, Olivia … Bisakah kau menungguku di air mancur disana? Ada sesuatu yang harus kulakukan sebentar"
Berpikir sejenak, Noelle akhirnya berbicara dengan Olivia sambil menunjuk air mancur besar di depan mereka.
Saat ini kota dalam suasana meriah karena festival, terlihat juga bendera warna-warni digantungkan di seluruh kota.
Air mancur yang ditunjuk oleh Noelle juga memiliki banyak orang di sana. Sebagian adalah pasangan yang berkencan atau pedagang yang menawarkan barangnya.
"… Apa yang ingin kau lakukan? "
"Aku akan memberitahumu nanti, untuk sekarang aku harus memintamu untuk menungguku sebentar oke? "
"… Baiklah"
Noelle berbicara pada Olivia dengan tatapan tegas sementara Olivia hanya menurunkan bahunya kecewa dan pergi ke air mancur untuk menunggu Noelle.
Setelah melihat Olivia duduk dengan wajah murung, Noelle sedikit merasa bersalah, tapi dia tetap berjalan tenggelam di lautan manusia…
Setelah beberapa menit, Noelle kembali membawa dua bungkus crepes di tangannya.
"… Crepes? "
"Aku membelinya tadi … Ngomong-ngomong, apakah ada yang mengganggumu tadi? "
"Ada beberapa orang, tapi mereka langsung pergi begitu saja"
Olivia dengan santai menjawab Noelle sementara tangannya bergerak untuk mengambil crepes dari Noelle.
Noelle tidak menanyakan lebih lanjut karena dia memiliki perkiraan tentang apa yang di lakukan Olivia untuk mengusir para pengganggu.
Pada kenyataannya, Olivia benar-benar didatangi banyak pria tadi, tapi dia mengabaikan mereka semua seolah mereka tidak ada dan hanya menatap kosong pada udara.
Begitu, Noelle dan Olivia dengan santai berjalan menuju 'Vinka Inn' tanpa tau apa yang akan terjadi nantinya...
"Haah?! Apa yang kau maksud kau tidak menyediakan kamar khusus untukku?! Apa kau tau siapa aku haa?! "
Saat mereka berdua tiba di 'Vinka Inn', mereka disambut dengan keributan yang terjadi di lobby penginapan.
Pelakunya adalah seorang pria dengan tubuh obesitas dan kepala yang sudah botak di beberapa bagian, dia juga memakai banyak perhiasan mewah ditubuhnya.
Dengan botol minuman keras ditangannya, dia membentak pada resepsionis wanita sementara ada tubuh pelayan pria terbaring di lantai dengan darah di kepalanya.
Jika dilihat lebih jauh, pria itu adalah salah satu bangsawan yang menonton turnamen dari kursi khusus.
"… Maafkan atas ketidaknyamanan anda, tapi kami sudah tidak memiliki kamar khusus yang tersedia"
Resepsionis wanita itu menundukkan kepalanya dan berbicara dengan nada sopan. Noelle kagum pada kesabaran yang dia miliki.
"… Sepertinya ini sesuatu yang merepotkan … Ayo hapus hawa keberadaan kita dan berjalan ke kamar"
"Nn"
Olivia mengangguk pada Noelle. Sepertinya Olivia juga memiliki penilaian yang sama dengannya.
Begitu, Noelle dan Olivia menggunakan 『presence manipulation』 untuk menghapus hawa keberadaan mereka dan menyatu dengan udara, namun sesuatu yang mengejutkan tiba-tiba terjadi…
"… Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, tapi kami sudah menyewakan kamar khusus terakhir kami pada mereka berdua"
Resepsionis wanita itu masih berbicara dengan nada sopan sementara tangannya dibentangkan dengan sopan ke arah Noelle dan Olivia yang saat ini sedang mengendap-endap.
"…?! Sejak kapan mereka berdua disana?! "
Pria pengamuk itu berteriak kasar dan membuat para bawahannya dengan panik mengacungkan senjata mereka pada Noelle dan Olivia.
Hmm? Bagaimana dengan Noelle dan Olivia? yahh … Kira-kira mereka seperti ini…
(Tidak mungkin! Tidak mungkin! Tidak mungkin!!! Mustahil!!! Wanita itu menyadari keberadaan kami?! Kami sudah melatih kemampuan ini sejak kecil lho! Siapa dia?!)
Seperti itu, pikiran Noelle benar-benar kacau sementara dia menunjukkan wajah tenang berkat bakatnya dalam pokerface.
Noelle benar-benar kacau di dalam pikirannya, tapi dia mempertahankan wajah lurus terhadap wanita resepsionis yang menatapnya dengan mata yang seolah mengatakan 'Tolong aku! korbankan dirimu jika perlu! '.
(Gak mungkin lah woi! )
"Haaahhh … Apa yang terjadi? "
Noelle menghela nafas dan dengan pasrah bertanya pada wanita resepsionis itu, tapi pria tua di depannya berteriak padanya lebih dulu.
"Kuh— Kau! Kau yang tadi bertarung di turnamen kan?! "
"Ya, dan siapa kau? "
Noelle dengan santai bertanya balik tanpa mengubah ekspresinya, tentu saja itu membuat pria di depannya marah.
"Kau! Kau bilang kau tidak tau siapa aku?! Lagipula apa yang kau lakukan di tempat ini?! "
"Ya, aku tidak mengenalmu, aku disini tentu saja menginap, lagipula kami sudah membayar"
"! Kau! Kau tidak sopan pada tuan Lindsey! "
Noelle masih dengan acuh tak acuh menjawab pria itu, tapi ketenangannya justru dianggap sebagai ke-tidaksopan-an oleh para pengawalnya.
"… Lindsey? Siapa? "
"Tentu saja aku, dasar kau rakyat jelata! "
"Hm? Ahh kau masih disini ya tuan orc? "
"Pfft"
"O-orc kau bilang?! "
Noelle menjawab seolah dia tidak menyadari keberadaan pria Lindsey di depannya sementara Olivia menahan tawa di belakang.
"Kuh— Jangan bilang?! Kalau kau yang menyewa kamar khusus itu?! "
"Hmm? Ya, bukankah wanita itu sudah menjelaskannya tadi? Apa telingamu rusak karena menumpuk terlalu banyak kotoran? "
"Kau! Hentikan ke-tidaksopan-an mu pada tuan Lindsey! "
Beberapa pria yang menjadi lengawalnya tentu saja langsung marah dan mengarahkan tombak mereka pada Noelle, tapi target mereka, Noelle hanya tetap diam tanpa suara dengan mata setengah terbuka.
"…! Hehe! Kalian! Bunuh bajingan itu dan ambil gadis itu untukku! "
"Ta-tapi! "
"Lakukan saja sialan! Atau kalian ingin keluarga kalian mati di tanganku nanti?! "
Pria Lindsey itu menatap kesal pada Noelle yang masih tenang, matanya melirik pada Olivia sejenak dan akhirnya tertawa dengan senyum yang vulgar, memerintahkan bawahannya untuk membunuh Noelle meskipun ada larangan membunuh di dalam kota.
Yahh, aturan kota bisa diabaikan dengan kekuatan status dan koneksi.
"Kau! Namamu Noelle bukan?! Lebih baik kau serahkan gadis itu padaku sebelum kau mati! Biar aku yang menjaganya untukmu, tidak apa, aku akan menikmati tubuhnya setiap hari— Bufuuh—! "
Sebelum pria Lindsey itu melanjutkan kata-katanya, dia mengeluarkan suara aneh dari mulutnya.
Itu karena Noelle yang sejak tadi diam, langsung muncul di depannya dan menendang perutnya.
Lindsey yang ditendang oleh Noelle langsung terpental jauh kebelakang menabrak dinding, menekuk tubuhnya sampai berbentuk ' < '.
"Tu-tuan Lindsey! "
Para pengawalnya terdiam sejenak, tapi akhirnya mereka kembali ke kesadaran mereka dan berlari ke arah Lindsey.
"Kau! Apa yang kau lakukan pada tuan Lindsey?! "
"Hm? Tidak bisakah kau melihatnya? Aku hanya menendangnya sedikit"
Noelle yang tadinya bersikap santai, kini menjadi sedingin es. Kelembutan sudah tidak terdengar lagi dari suaranya, menyipitkan matanya yang tadinya abu-abu menjadi merah darah karena emosi yang ditarik keluar, dia tanpa sadar mengaktifkan kekuatannya sebagai vampir.
"… Hey kau, kau bilang tadi kau berniat mengambil Olivia kan? "
Suaranya memiliki nada yang sangat datar seolah tanpa emosi, itu terdengar sangat dingin seolah suaranya memiliki suhu 0 mutlak. Kekuatan sihir berwarna biru tua juga mengalir keluar dari tubuhnya secara perlahan.
"Kau—"
"Diam"
Matanya yang merah darah menyipit, dia memandang rendah Lindsey yang ada di depannya. Meskipun tuan mereka sedang dihina di depan mereka, para pengawal tidak bisa bergerak, itu karena niat membunuh yang sangat kuat datang dari Noelle.
Dia mengeluarkan niat membunuh yang terasa bisa menghancurkan apapun hanya dengan tatapannya.
Hanya dengan itu, para pengawal dibuat tidak berdaya di depan Noelle. Para pengawal itu merasa kalau mereka akan mati jika mereka menggerakkan tubuh mereka sedikit.
Walaupun ada seorang yang berani menentang Noelle di awal tadi, Noelle hanya menyuruhnya menutup mulut dan pria itu langsung jatuh pingsan dengan mulut berbusa.
Semua orang disana bisa merasakan kalau bagi Noelle, mereka tidak lebih dari kerikil di pinggir jalan.
Lindsey yang menjadi target tatapannya sudah berdiri, tapi dia mendapatkan niat membunuh yang semakin kuat dari Noelle, jadi dia langsung jatuh pingsan dengan sedikit basah di selangkangannya.
Semua orang disana bisa merasakan suasana yang mencekam hanya karena tatapan Noelle, Noelle bisa saja menghabisi mereka semua dengan satu gerakan, dan mereka semua tau itu, karena itulah tidak ada yang menentang Noelle sekarang.
Semua orang termasuk pelanggan lain benar-benar merasakan niat membunuhnya, hanya Olivia yang dengan santai berdiri mengabaikan intimidasi Noelle seperti pohon willow.
"… Ayo kita pergi Noelle, abaikan orc disana"
"… Nn, hey, lebih baik kalian keluar sekarang atau—"
Noelle dengan santai berbalik dan menjawab Olivia, setelah itu dia kembali pada Lindsey dan yang lain, menyuruh mereka keluar dan memperkuat intimidasi yang dia lakukan.
Setelah itu, Noelle berdiri di depan pria pelayan yang pingsan dengan darah di kepalanya, Noelle menyentuh kepala pria itu dan menyembuhkannya dalam sekejap.
Noelle dan Olivia berbalik untuk menaiki tangga sementara Noelle diam-diam menyayat jarinya sedikit menggunakan belati untuk mengeluarkan beberapa tetes darah.
Tidak ada yang menyadari tindakannya kecuali gadis berambut pirang keemasan sampai bahu dengan kemeja tanpa lengan yang menontonnya dari sudut ruangan.