[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 118: [Asterisk: Countdown] (4)



...****************...


“Ah … Dia benar-benar tidur dengan pulas … “


Beberapa jam telah berlalu setelah perbincangan yang merepotkan dengan Earl di kantornya, dan hasilnya, Noelle sama sekali tidak menemukan informasi yang berharga.


Selama beberapa jam itu pula, puluhan orang telah mati seperti yang orang itu katakan. Namun, setelah diselidiki, orang-orang yang mati bukanlah penduduk asli Eisen, melainkan imigran gelap yang entah bagaimana dapat melewati semua keamanan.


Earl memerintahkan untuk merahasiakan ini dari semua penduduk agar mereka bisa tenang, dan situasi dapat terkendali. Meskipun begitu, keberadaan puluhan orang yang tiba-tiba saja mati tidak mungkin dapat dirahasiakan sepenuhnya.


Karena itulah, Earl memerintahkan semua bawahannya untuk segera menemukan pelaku penyerangan ini, sementara situasi masih aman.


“Yahh … Kurasa dia tidak perlu melakukan itu lagi nanti … “


Noelle sudah kembali ke ‘rumah’nya yang entah bagaimana masih berdiri tegak tanpa sedikit pun noda di tengah kota yang telah hancur berantakan.


Olivia di dapur sedang menyiapkan sesuatu yang tampaknya akan menjadi makan malam mereka, sementara Noelle sendiri memperhatikan sosok Levina yang tidur di ranjangnya.


“Noelle … “


Suara bervolume rendah Olivia berhasil mencapai telinganya, dan membuatnya kembali sadar.


“ … Apa? “


Berdasarkan suasana yang terpancar darinya, Noelle secara alami mengerti tentang pembicaraan serius yang akan terjadi.


“Apa yang terjadi padamu hari ini? “


“ … Tidak ada.”


“ ……… “


“ … Memangnya kenapa? “


“ ……… “


Olivia tidak menjawab pertanyaan Noelle, dan melanjutkan kegiatannya. Sebelum ia akhirnya selesai dan mendatangi Noelle dengan wajah cemas.


“ … Apa? “


Bahkan setelah Noelle bertanya padanya, Olivia sama sekali tidak menjawab, dan justru menempelkan pipinya ke dada Noelle.


Noelle hanya bisa memiringkan kepalanya dengan heran saat melihat itu. Dan kemudian dia sadar. Alasan Olivia bertingkah aneh seperti ini mungkin karena apa yang sebelumnya terjadi saat ia tidak ada.


“ … Hei … Livia … Bisakah kamu ceritakan apa yang terjadi padaku? Aku ingin tahu.”


“ ……… Nn.”


Setelah keheningan yang panjang, Olivia akhirnya menjawab, lalu melepaskan pelukannya. “Untuk sekarang, Noelle bisa mandi dulu … Aku akan menceritakannya nanti.”


...****************...


“Haa … Hari yang aneh … “


Noelle menghela napas dalam-dalam, dan membiarkan gravitasi membuat air hangat mengalir di seluruh tubuhnya.


Saat ini ia sedang berada di kamar mandi, mencoba menenangkan pikirannya setelah hari yang panjang dan melelahkan.


Pertemuan dengan Asterisk adalah satu hal, tapi Noelle benar-benar tidak menyangka kalau Cryll akan ditangkap dengan sangat mudah oleh musuh.


Terlebih lagi, musuh mereka adalah orang-orang yang tidak diketahui identitasnya. Meskipun, Noelle sangat yakin kalau Earl ada kaitannya dengan ini.


Saat ia merenung sendiri di hadapan cermin besar yang menampilkan sosoknya, pintu kamar mandi terbuka dan membuat Noelle secara refleks melihat ke sana.


“ … Livia? “


Di sana, sosok Olivia yang terlilit handuk putih sedang menatap dirinya yang merenung sendirian. Handuk putih yang melilit tubuh Olivia itu tampak begitu ketat sehingga menonjolkan semua lekuk tubuhnya yang indah. Kulit porselen pucat yang halus, dan rambut perak yang diikat dengan model sanggul sehingga tidak akan mengganggunya saat mandi. Dan berkat model rambut itu, tengkuknya yang tampak tak berdaya dapat terlihat dengan sangat jelas sehingga Noelle tanpa sadar terus menatapnya.


“ … Apa aku boleh masuk? Dan … Aku akan malu jika Noelle terus melihatku seperti itu … “


“Maaf.”


Noelle segera mengalihkan pandangannya begitu menyadari wajah Olivia yang mulai memerah.


Saat Noelle berusaha menenangkan dirinya, ia bisa mendengar suara pintu kamar mandi yang perlahan ditutup, dan suara langkah kaki Olivia yang perlahan mendekatinya.


Meskipun ia sebenarnya sudah sering merasakan ini, keberadaan Olivia yang perlahan mendekatinya dari belakang dalam suasana seperti ini masihlah membuat jantung Noelle berdetak dengan cepat.


Saat ia sudah mulai tenang, sensasi lembut dan kenyal yang terhalang oleh sehelai kain handuk tiba-tiba dapat ia rasakan dari punggungnya. Itu adalah Olivia yang menempelkan dadanya, sementara kedua lengannya yang ramping memeluk leher Noelle dari belakang.


“ … Livia? “


Noelle bertanya sambil mencoba mengendalikan detak jantung dan suaranya menjadi setenang mungkin.


“Noelle … Apa yang terjadi padamu hari ini? “


“Itu … “


Noelle benar-benar ragu untuk mengatakannya. Lebih tepatnya, ia merasa takut untuk menjelaskan semuanya.


Saat Noelle terdiam seribu bahasa, Olivia secara alami mengerti dengan apa yang Noelle rasakan. Lagi pula, ini bukan pertama kalinya Noelle merasa bimbang dengan sesuatu.


Di dunia ini, mereka sudah bersama selama lebih dari 15 tahun, dan ditambah dengan dunia sebelumnya, mereka juga sudah bersama selama lebih dari 16 tahun. Secara total, sudah lebih dari tiga dekade mereka bersama. Tidak mungkin Olivia tidak merasakan kejanggalan dari perilaku Noelle.


Meskipun begitu, Noelle tetap diam dan tak mengatakan apa pun untuk menjawab pertanyaannya.


“Apa Noelle … Terlibat dengan kelompok yang bernama Asterisk itu? “


Dahi Noelle sedikit berkedut, tapi Noelle bisa menjaga ekspresinya agar tetap datar.


Walaupun, Olivia bisa dengan mudah melihat gerakan mikro ekspresi yang dia buat barusan.


“Aku benar, ya? “


“ ……… Nn.”


Noelle tidak memiliki pilihan lain selain menjawab dengan jujur. Ia bisa saja berdalih dan berpura-pura tidak mengerti tentang apa yang Olivia katakan, tapi itu akan menjadi kebohongan yang sangat jelas sehingga dapat berakibat fatal pada hubungan mereka.


Noelle menghela napas panjang, dan memegang satu tangan Olivia dengan tangannya sendiri.


“Apa … Kamu mengetahui itu dari Pauper? “


Olivia menguatkan pelukannya, dan menjawab dengan berbisik, “Jika yang Noelle maksud dengan Pauper itu adalah gadis aneh dengan bantal besar, maka jawabannya, iya.”


Suara lembut, serta napas halus Olivia yang masuk langsung ke telinganya sempat membuat pikiran Noelle kosong sejenak, tapi ia langsung mengembalikan kewarasannya dan mencoba menahan itu.


Noelle tersenyum masam saat memikirkan tindakan konyol yang diambil Colyn saat datang ke Eisen sebagai bala bantuan kecil.


“Hei, Livia … Bisa kamu ceritakan apa yang terjadi? Aku mengirim Pauper dan Mordred sebagai bantuan karena aku tahu ada sesuatu yang buruk sedang terjadi, tapi … Aku bahkan tidak tahu apa itu.”


Olivia kemudian melepaskan pelukannya pada Noelle, dan mengambil handuk yang tergantung tepat di samping cermin di hadapan Noelle.


Karena posisi Noelle tepat berada di hadapan cermin itu, Noelle mau tak mau langsung melihat sosok Olivia yang berusaha menjangkau handuk itu tepat di sampingnya.


Noelle mengerti dengan sangat baik kalau Olivia akan merasa malu jika ia terus menatap tubuhnya seperti itu, jadi Noelle dengan pengertian mengalihkan pandangannya dan menunggu sampai Olivia kembali ke belakangnya.


“Aku akan menceritakannya sambil membasuh tubuh Noelle,” ucap Olivia sambil tersenyum dan menuangkan sabun cair ke handuk kecil.


“ … Aku bisa melakukannya sendiri, kamu tahu? “


“Nn. Tapi akan lebih mudah bagiku untuk bercerita selagi membantu Noelle mandi … “


“Logika dari mana itu? “


Meskipun begitu, Noelle tetap tidak membantah dan membiarkan Olivia membasuh tubuhnya sekaligus menceritakan tentang apa yang terjadi di Eisen saat ia pergi.


...****************...


“Jadi itu yang terjadi … “


Setelah beberapa waktu, Olivia selesai menceritakan semuanya. Meskipun, ada beberapa bagian yang ia ragu untuk mengatakannya. Tapi, Noelle entah bagaimana bisa membuatnya mengatakan itu semua.


“Nn … “


Olivia dengan murung mulai menyiramkan air hangat ke tubuh Noelle, membilas semua gelembung sabun yang menempel di tubuhnya.


(Nix Regina, Archon, Iza, senjata pembunuh dewa … Itu sangat tidak masuk akal kalau aku tidak melihatnya langsung.)


Ada juga tentang Nix yang memiliki wajah yang sangat identik dengan Olivia. Noelle masih tidak mengerti bagian itu.


“Tunggu, Nix saat itu mengatakan kalau gadis itu … Levina juga seorang Archon, ‘kan? Bagaimana mereka bisa sampai ke sini? “


Olivia menggelengkan kepalanya, “Mungkin ada kaitannya dengan Charl, tapi aku tidak tahu itu benar atau tidak.”


(Charl … )


Noelle hanya mampu menghela napas panjang saat ia memikirkan itu. Ia tidak terlalu mengerti situasinya, bahkan setelah diceritakan secara detail oleh Olivia. Namun, Noelle yakin secara pasti kalau Charlotte ada kaitannya dengan ini.


Sekarang, Charlotte sudah menghilang bersamaan dengan Nix, tapi sebagai gantinya, mereka mendapatkan banyak informasi aneh yang tidak mereka ketahui kegunaannya.


Yang jelas, Noelle tidak bisa membiarkan gadis itu—Levina menghilang juga. Karena, keberadaannya sudah pasti ada kaitannya dengan Nix dan Charlotte, mengingat kalau dirinya juga seseorang yang disebut sebagai ‘Archon’ itu.


Setelah selesai membasuh tubuh Noelle dengan air hangat, Olivia bergerak dan pindah ke depan, menatap Noelle dengan mata obsidian itu dari dekat.


“Aku sudah menceritakan semuanya pada Noelle. Sekarang giliran Noelle untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tadi.”


Noelle diam sejenak karena bingung harus menjawab apa, tapi penekanan yang diberikan Olivia membuat dirinya hanya bisa menghela napas pasrah. Noelle bangkit dari bangku kecil yang ia duduki sebelumnya, lalu berjalan singkat menuju bathub berukuran sedang yang ada di sudut kamar mandi.


“Baiklah, baiklah … Tidak seperti aku punya pilihan untuk merahasiakannya … “


Jawaban yang diberikan Noelle itu membuat Olivia tersenyum lembut. Olivia secara alami mendudukkan dirinya di bangku tempat Noelle sebelumnya, dan mulai mengoleskan lotion ke tangannya sendiri.


Noelle melepaskan handuk yang melilit pinggangnya, dan masuk ke dalam bathub sambil merasakan mata Olivia yang meliriknya tanpa henti.


“Dari mana aku harus mulai … “


Noelle bergumam sendiri saat ia menenggelamkan tubuhnya ke dalam bathub.


“Pertama, jelaskan apa itu Asterisk.”


“Dari situ, ya … Sebenarnya aku juga tidak begitu tahu tentang apa itu Asterisk. Yang aku tahu, Asterisk adalah suatu kelompok yang hanya terdiri dari delapan orang, dan sudah berjalan selama beberapa generasi.”


“Generasi? “


Olivia menghentikan kegiatannya, dan memiringkan kepalanya sambil menatap Noelle dengan bingung.


“Mhmm. Aku termasuk anggota generasi ke-47. Untuk detailnya, aku tidak terlalu tahu. Tapi, semua anggota Asterisk akan mendapatkan kristal aneh dengan nama yang disematkan pada mereka.”


Noelle melambaikan tangannya, dan sebuah kristal violet gelap tiba-tiba muncul di hadapannya, melakukan gerakan berputar yang konstan.


“Nama kristal yang kudapatkan adalah Souris.”


Olivia mengangguk, “Jadi, Noelle mengadopsi nama Souris untuk menjadi nama panggilan karena Noelle tidak bisa memberitahu mereka identitas asli Noelle? “


“Tepat,” jawab Noelle sambil mengangguk menyetujui jawaban Olivia.


“Selain aku, ada juga kristal hijau Ructus, kristal merah Tristan, kristal biru Mordred, kristal merah muda Pauper, kristal emas Auger, kristal kuning Ortis, dan kristal cokelat Caver.”


“ … Itu … Terlalu banyak.”


“Mhmm. Sebenarnya, tidak banyak yang bisa kuberitahukan tentang Asterisk. Kami berdelapan tiba-tiba saja ditelan oleh kabut aneh, lalu dibawa ke tempat aneh yang penuh dengan kabut dan patung. Lalu … “


Noelle tidak melanjutkan perkataannya. Suaranya yang sedang menjelaskan itu perlahan pudar sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya.


Olivia menoleh dan menatapnya dengan bingung, “Lalu? “


Keheningan kembali menguasai ruangan itu. Noelle mengalihkan pandangannya seolah menyiratkan ia tak mau menjawab pertanyaan Olivia.


Olivia menghela napas sejenak, lalu berdiri, dan berjalan mendekati Noelle.


...****************...