[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 258: Fiksi (2)



...****************...


『Hei, berikan kendali tubuhmu padaku.』


Untuk sejenak, Noelle tidak memahami apa yang baru saja ia dengar. Tapi kemudian, dia perlahan mengerti, dan secara batin tertawa.


(Tidak, terima kasih. Kau gila.)


『Kupikir kau sama gilanya denganku.』


(Aku tidak seburuk dirimu.)


Tentu saja, Noelle tahu lebih dari siapa pun bahwa dirinya sendiri itu cukup gila. Namun, jika disandingkan dengan Noir, Noelle akan dengan senang hati menyerahkan 'mahkota kegilaan' itu padanya.


Noir memiliki segala macam absurditas yang tak pernah terpikirkan olehnya sebelumnya, dan Noir jugalah yang menjadi penyebab mengapa ia harus memisahkan diri dari Olivia dan yang lain.


『Hehe, terserah kau mau menganggapku apa. Tapi, Noelle, dengan semua kekuatanmu sekarang, kau tidak akan bisa mengalahkannya.』


(Bagaimana kau yakin? )


Sejenak, rasanya seperti Noir yang ada dalam dirinya gemetar, dan tawa samar dapat ia dengar dari kedalaman pikirannya.


『Kau itu kuat, aku tahu itu. Tapi dia, ada di level yang berbeda. Kau adalah vampir, tapi kau masih terlalu muda. Terlebih lagi, satu-satunya hal terkuat yang kau miliki sekarang adalah aku.』


Tidak ada keraguan dari suara Noir. Bahkan meski Noir sering bermain-main dengannya, kali ini dia terdengar cukup serius. Tentu saja, nada bicaranya masih seperti biasa. Dia seperti akan tertawa kapan saja.


Namun, berlawanan dengan itu, apa yang Noelle pikirkan tentangnya adalah keseriusan.


Memang benar, ras berumur panjang seperti vampir cenderung menjadi semakin kuat seiring bertambahnya usia.


Bahkan belum dua dekade semenjak Noelle menjadi vampir, jadi bisa dibilang dia adalah anak baru.


Secara kekuatan, Noelle mungkin unggul dari manusia lain, namun dia tidak akan bisa mengalahkan sosok yang benar-benar kuat seperti Noir.


『Hehe, bukan itu saja. Alasan kau tidak akan bisa mengalahkannya adalah karena dia masih memiliki lebih banyak kekuatan dari yang ia tunjukkan. Terlebih lagi, kau harus waspada pada kontrak yang dia miliki.』


(Maksudmu … dia juga memiliki kontrak? )


Noelle tidak memikirkan kemungkinan ini sebelumnya.


Bagaimanapun, informasi mengenai kontrak sangatlah terbatas, dan hanya bisa diakses oleh kelompok tertentu.


Meski begitu, dia seharusnya sudah menduga kalau setidaknya ada satu atau dua lawan yang memiliki kontrak.


Silis adalah satu hal. Sebenarnya, Noelle tidak akan terkejut kalau Silis yang memiliki kontrak itu. Namun, dia tidak menduga kalau Gild-lah yang memilikinya.


(Apa kau tahu siapa dewa yang membuat kontrak dengannya? )


Atas pertanyaan itu, respon Noir adalah tawa kering seperti yang biasa ia berikan.


『Hehe, aku punya tebakan, tapi tidak akan menarik kalau aku memberitahumu sekarang. Cukup berikan kontrol tubuh padaku, dan kau akan segera mengetahuinya.』


Noelle sangat ingin mendecakkan lidahnya, tapi dia tidak bisa melakukan itu.


Bahkan meski ia merasa jengkel pada Noir, itu tidak akan mengubah apa pun. Noir masih akan tetap berperilaku seperti itu, dan Noelle tidak bisa membantahnya.


Saat ini, Noelle tidak memiliki banyak pilihan. Tapi tentu saja, dia sebisa mungkin ingin menghindari pilihan 'menyerahkan kendali atas tubuhnya'. Tidak ada jaminan tentang apa yang akan Noir lakukan, dan dia juga belum tahu pasti resiko dari tindakan itu.


(Kau brengsek.)


Pada akhirnya Noelle hanya bisa mengutuk Noir sambil berusaha bangkit.


Dia bertumpu pada kedua tangannya, dan berusaha bangkit meski dengan keadaan tubuh yang mengerikan.


Rasa sakit bisa dirasakan, tapi itu tidak terlalu parah. Noelle hanya menganggap itu sebagai cubitan kecil jika dibandingkan dengan yang pernah dia rasakan saat dipukuli oleh Noir.


Kelihatannya, kemampuan Gild dalam menembus resistensi rasa sakit tidak begitu bagus. Kemungkinan, dia bahkan tidak tahu kalau Noelle memiliki resistensi seperti itu.


Karena itulah, berpura-pura kesakitan adalah hal yang menurut Noelle cukup efektif.


Melihat Noelle yang perlahan bangkit, Gild hanya bisa merespon dengan mengangkat alisnya sambil bergumam.


"Kau masih bertahan? Luar biasa. Setiap perangkap itu memiliki kekuatan 'kematian instan', jadi kau seharusnya tidak akan selamat. Bagaimana kau melakukannya? "


Noelle mendengar itu dan akhirnya mengeluarkan tawa kering yang mirip dengan Noir.


"Hehe, kematian instan, ya? Pantas saja itu menyakitkan, brengsek! Regenerasiku juga melambat, apa itu efeknya? "


Ini pertama kalinya Noelle menerima serangan dengan efek kematian instan, tapi dia tidak terlalu khawatir karena dia memiliki resistensi untuk itu.


Justru, dia lebih khawatir dengan Tania. Gadis itu menerima banyak serangan dari perangkap tadi, jadi Noelle tidak akan heran jika dia sudah mati.


Namun, berlawanan dengan yang ia pikirkan, Tania justru perlahan bangkit, dengan berbagai ungkapan kasar keluar dari mulutnya.


" … Kalian benar-benar aneh. Ya sudahlah."


Gild menghela napas pasrah, dan kembali menjentikkan jarinya.


Namun, sebelum sesuatu sempat terjadi, Noelle telah berada di depan Gild dengan mengayunkan pedangnya sendiri dalam gerakan yang sederhana.


Seketika, lengan organik Gild terpotong, dan potongannya terjatuh ke tanah dengan darah yang terus mengalir keluar.


Gild tidak sempat merespon kemunculan Noelle yang tiba-tiba, tapi dia berhasil memahami situasinya. Dia pun segera melompat jauh ke belakang sambil memegangi bekas potongan di lengannya dengan tangannya yang mengkristal.


"Hahaha, kupikir aku menangkapmu," ucap Noelle saat dia mengangkat potongan lengan Gild yang terjatuh di tanah.


Noelle mengendus baunya sejenak, namun segera mengerutkan keningnya dengan perasaan tidak nyaman. Dia kemudian membakar potongan lengan itu sehingga tidak ada yang tersisa.


Ada beberapa faktor yang membuat Noelle dapat melakukan gerakan seperti tadi.


Namun, alasan terbesarnya adalah karena Gild lengah.


Jika saja Gild masih mempertahankan semua perangkapnya, maka Noelle tidak akan bisa mendekat, dan jika saja Gild tidak terlalu santai dalam menggunakan kekuatannya, baik itu Noelle maupun Tania(?) tidak akan memiliki kesempatan untuk mendekatinya.


"Haha, brengsek. Kau seharusnya mengincar lehernya."


Tania yang perlahan mulai pulih tertawa dan mencerca pada Noelle, tapi tidak siapa pun selain Noelle yang benar-benar dikejutkan dengan transformasinya.


Dia menjadi lebih kasar, dan tidak diragukan lagi kalau dia bukanlah Tania.


"Yahh, apa peduliku."


Noelle mengangkat bahunya dengan ringan saat dia mulai menganalisis setiap pergerakan Gild.


Dari kelihatannya, Gild tidak begitu terpengaruh dengan kehilangan lengannya itu.


Dia mungkin terkejut, tapi tidak banyak perubahan pada ekspresinya.


(Tapi sekarang … Aku sudah kehilangan kesempatan untuk menyerangnya.)


Noelle tidak ragu dengan pemikirannya. Gild pasti menjadi semakin waspada sekarang, dan siapa yang tahu betapa banyaknya perangkap yang mungkin saja ia persiapkan.


"Aku benar-benar tidak punya waktu untuk ini."


Gild otomatis mengerutkan keningnya, dan sekali lagi menjentikkan jarinya. Namun, kali ini dengan tangan yang sepenuhnya ditutuoi kristal itu.


Seketika, puluhan bola api bermunculan di udara, dan semuanya menghujani Noelle serta Tania dengan brutal.


Menghindar mungkin tidak ada gunanya, karena itulah, Noelle mengayunkan Langen sehingga bilahnya menebas bola api itu, dan membuatnya padam.


Begitu pun dengan Tania. Dia tidak menghindar, dan justru menggunakan sabitnya untuk menyerap semua sihir itu, sebelum akhirnya mengembalikannya pada Gild.


Tapi tentu saja, semua itu idak berpengaruh. Bola api yang dikeluarkan Zephiroth lenyap sebelum menyentuh Gild.


Sekarang, dia yakin kalau tugasnya akan gagal jika dia tidak segera pergi dari sini. Gild tidak hanya berencana membantu Moldy untuk menghadapi Tian, tapi juga berniat menyelamatkan Silis di saat yang sama.


Tangannya mengepal, sehingga suara retakan dapat didengar oleh Noelle dan Tania.


Kemudian, dia mengulurkan tangannya ke depan, menyebarkan energi sihirnya ke area yang menjangkau Noelle dan Tania.


Noelle ingin bergerak, tapi tubuhnya kaku. Selain itu, mungkin masih ada banyak perangkap yang tersebar di area itu.


Tania juga mengalami hal yang sama. Seluruh tubuhnya seperti mesin yang macet. Pergerakannya mirip dengan boneka.


"Aku tidak ingin melakukan ini karena kupikir ini terlalu kasar, tapi … mati."


Gild kembali meremas tangannya, dan mengaktifkan semua sihir yang baru saja ia tempelkan pada Noelle dan Tania.


Satu per satu ledakan yang kuat menghantam mereka, tapi mereka bahkan tidak bisa menggerakkan satu jari pun.


Ledakan demi ledakan terjadi, tapi tak satu pun dari mereka yang bisa melawan.


Noelle entah bagaimana masih menjaga kesadarannya, dan dia ingin mengeluarkan semua senjata di gudangnya untuk menghabisi Gild, tapi pada saat ini tidak ada satu pun sihirnya bisa diaktifkan.


Bahkan regenerasi berjalan dengan sangat lambat.


『Hehe, kau terlalu fokus menjaga penampilanmu dari orang lain, dan sekarang kau justru tidak bisa menyerang dengan kekuatan penuh. Betapa bodoh.』


Noelle benci mengakuinya, tapi Noir benar.


Noelle terlalu serius dalam menjaga gambaran Noah Ashrain yang diketahui semua orang. Jika dia menunjukkan kekuatan yang terlalu besar, maka situasinya tidak akan terkendali.


Tanpa memberi ampun, ledakan terus terjadi, dan Noelle dapat dengan jelas merasakan sakitnya.


Pada tahap ini, resistensi terhadap rasa sakit bahkan dinonaktifkan.


『Serahkan kontrol tubuh padaku.』


(Diamlah! )


Noelle menggertakkan giginya dalam upaya menahan rasa sakit yang menyiksa itu, tapi kemudian tidak hanya ledakan, tapi sayatan yang mengerikan tiba-tiba dapat ia rasakan di sekujur tubuhnya.


Jika ini sama dengan perangkap Gild sebelumnya, maka semua serangan itu pasti memiliki efek kematian instan.


Kesadarannya perlahan memudar, tapi dia berusaha menahan agar tetap terjaga. Meskipun begitu, intensitas ini sangat berbeda dari semua yang pernah ia rasakan.


Jika tubuhnya bisa digerakkan, maka dia pasti sudah berteriak sekarang.


Setelah satu menit penuh rasa sakit, ledakan dan sayatan akhirnya berhenti.


Noelle masih sadar, tapi pengelihatannya benar-benar buram seolah dia bisa kehilangan kesadaran kapan saja.


Gild hanya menonton sosoknya, lalu menghela napas.


"Kondisi tubuhmu mengerikan, dan kau seharusnya merasa kesakitan. Tapi, kenapa kau masih hidup? Terlebih lagi, masih sadar? Apa kau manusia? "


Kondisi tubuh Noelle memang sudah tidak layak untuk disebut sebagai 'tubuh manusia'. Bagaimanapun, kondisinya begitu mengerikan sehingga Gild kehilangan kata-kata saat melihatnya.


"Baiklah, kurasa aku harus melakukannya lagi."


Gild sekali lagi mengangkat tangannya, dan meremas itu sehingga suara retakan dapat terdengar. Dan lagi-lagi, ledakan menyerbu seluruh tubuh Noelle.


Kali ini, ledakan hanya difokuskan pada Noelle seorang. Tania sudah terjatuh, jadi Gild tidak perlu membagikan perhatiannya padanya.


Di saat kesadaran Noelle perlahan memudar, suara yang dalam, penuh dengan berbagai macam emosi negatif, yang disertai tawa akhirnya muncul.


『Kau benar-benar bodoh, Izaya.』


...****************...


Gild dengan tenang melihat pada dua sosok yang terbaring di tanah.


Tidak diragukan lagi, keduanya telah mati, atau setidaknya hanya kehilangan kesadaran. Tapi itu sudah cukup. Sejak awal, Gild tidak memiliki kewajiban untuk membunuh mereka.


Selama mereka tidak mengganggu, dia akan membiarkan itu sebagaimana adanya.


Gild mendengus sejenak, memikirkan saat-saat dia pernah memberikan nasihat pada pemuda yang baru saja bertarung dengannya.


Sekarang ia menyesal. Jika dia tahu kalau masa depan akan mempertemukannya dengan pemuda ini, dia seharusnya tidak memberikan nasihat. Bahkan, dia seharusnya tidak berbicara dengannya.


"Kurasa begitulah nasibku … "


Dia benar-benar membenci kutukan keberuntungan yang selalu menyelamatkan hidupnya ini. Meskipun begitu, dia tidak benar-benar membencinya. Ada saat di mana Gild bersyukur telah memilikinya.


Gild berbalik, dan hendak pergi membantu Moldy dan Silis. Namun, sebuah suara memanggilnya dari belakang.


"Aku penasaran, ke mana nasibmu akan membawamu? "


Gild sontak berbalik, dan dengan mata yang melebar melihat sosok yang seharusnya sudah tumbang itu, kini berdiri dengan tenang tanpa luka sedikit pun.


Itu adalah sosok pemuda yang baru saja ia lawan, yang namanya bahkan belum ia ketahui.


Gild bersiap untuk mengeluarkan serangannya, tapi tidak ada tanda pergerakan dari pemuda itu. Yang dia lakukan hanyalah melipat lengannya sambil menatapnya dengan senyuman.


"Keh-heh … hehe-he … "


Tawa yang aneh mulai keluar saat pemuda itu menunduk dan terlihat seperti ingin menahan tawanya.


"Hehehe– Haha– Hahahaha! "


Usaha yang ia lakukan untuk manahan tawa itu gagal. Hasilnya, tawa yang lebih mengerikan pecah, dan sensasi dingin seketika menjalari punggung Gild.


『Menjauh darinya.』


Suara pasangan kontraknya bergema di kedalaman pikirannya, tapi Gild tidak sanggup bergerak. Dia tertegun saat melihat sosok itu akhirnya berhenti tertawa.


"Ahh … ini luar biasa … langit malam … dan bulannya … begitu indah! "


Pemuda itu membentangkan lengannya selebar mungkin sambil menatap langit dengan wajah penuh kebahagiaan.


Ini seolah dia tidak pernah melihat langit malam sebelumnya.


"Ini luar biasa … benar-benar berbeda dari yang selalu kulihat di tempat itu … pemandangan yang memuakkan! Akhirnya! Benar! Inilah yang sesungguhnya! Inilah langit malam yang sesungguhnya!!! "


Ekspresinya terpelintir, dan Gild menjadi semakin gugup. Dia ingin segera memberikan perlawanan, tapi tubuhnya tak sanggup bergerak.


Tekanan yang dipancarkan sosok itu begitu menindas. Gild merasa keberadaannya benar-benar tidak penting sekarang.


"Ahaha– Hahaha! Luar biasa! Kebebasan! Inilah kebebasan! "


Sosok itu terus tertawa dengan gila, seolah dia benar-benar tidak peduli dengan segala sesuatu di sekelilingnya. Dia terus melebarkan lengannya seolah ingin memeluk bulan di langit, tapi tentu saja itu tidak mungkin.


Setelah menghabiskan beberapa waktunya dengan penuh ekstasi, sosok itu akhirnya kembali menurunkan wajahnya. Dia menatap Gild, dengan senyum lebar di wajahnya.


Aku harus lari. Itulah satu-aatunya yang terbesit di benak Gild. Dia sudah tidak peduli tentang Moldy, ataupun Silis. Satu-satunya yang dia inginkan sekarang adalah melarikan diri dari arogansi yang mengerikan itu.


Sosok itu bukanlah pemuda yang baru saja ia lawan. Ini benar-benar berbeda! Mereka benar-benar keberadaan yang berbeda!


Gild hendak memaksa tubuhnya untuk melompat mundur, namun sayangnya itu sia-sia.


Sosok misterius, dengan penampilan pemuda itu melebarkan senyumnya, dan mulutnya perlahan terbuka.


"《All Fiction》"


...****************...