![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Jadi, apa yang kalian inginkan? Menagih hutang? "
"Apa kami terlihat seperti penagih hutang di matamu? "
Noelle memelototi pria di depannya dengan raut tidak senang, sementara Cryll tanpa mengatakan apapun langsung duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan itu.
" … Tentu."
Pria itu menjawab Noelle setelah diam sejenak.
Ia menguap dan mengacak-acak rambutnya sendiri, lalu mengambil botol arak dari lemari berdebu di sudut ruangan.
" … Jadi, apa yang kalian inginkan? Tidak mungkin kalian datang karena kebetulan, 'kan? "
Pria itu bertanya setelah menenggak arak yang berbau menyengat itu.
Noelle sedikit keheranan ketika melihat pria itu langsung meminum arak tepat beberapa saat setelah ia bangun dari tidurnya, tapi ia mengabaikan pikiran itu dan berbicara dengan terus terang.
"Kami kemari karena peta yang diberikan Terneth mengarahkan kami ke tempat ini, tidak lebih."
Noelle menyerahkan kertas kecil pada pria itu.
Pria itu mengambilnya dengan heran dan mulai membaca kata-kata yang tertulis di atasnya. Beberapa saat kemudian, kerutan dahinya semakin terbentuk dan urat mulai menimbulkan dirinya di dahi pria itu.
" … Bajingan itu … "
Noelle yang melihatnya kemudian bertanya dengan curiga.
"Dari cara bicaramu … Sepertinya kau mengenal Terneth."
Tidak mengatakan apapun, pria itu berbalik dan membuang kertas yang ia pegang tadi, kemudian mengambil sebuah palu besi yang tergeletak begitu saja di lantai.
"Bajingan itu memberikan kalian alamat rumahku, seharusnya kalian pergi ke bengkel! Bajingan itu benar-benar terlalu banyak berulah belakangan ini! "
Pria itu dengan kesal menggantungkan palunya di sabuknya dan berjalan keluar.
Cryll tidak begitu mengerti tentang apa yang baru saja terjadi, jadi ia dengan canggung bertanya.
"Emmm … Apa yang harus kami lakukan sekarang? "
"Ikuti aku," ujar pria itu tanpa berbalik menatap mereka sedikitpun.
Noelle dan Cryll saling menatap, dan kemudian beranjak pergi meninggalkan bangunan yang sebagian rusak itu, dan mengikuti pria itu yang terus berjalan tanpa henti menyusuri jalanan sempit.
" … Hey, Noelle … Menurutmu … Apa yang terjadi? "
Cryll dengan suara berbisik bertanya pada Noelle.
Noelle mengerutkan keningnya dan menjawab dengan ragu.
"Entahlah, tapi … Dari yang kudengar tadi, Terneth memberi kita alamat yang salah."
Cryll menganggukkan kepalanya dengan ekspresi pahit.
Ia sudah menduga kalau Terneth bukanlah orang yang benar-benar serius, tapi ia tidak menduga kalau Terneth akan memberikan mereka alamat yang salah.
Namun, tetap saja Cryll tidak bise menahan dirinya untuk bertanya.
"Tapi … Tetap saja … Apa hubungan Terneth dengan orang itu? Dari cara ia menyebut Terneth 'bajingan', kurasa mereka adalah kenalan lama."
"Kurasa. Berdasarkan apa yang kudengar tadi, Terneth telah membuat kita datang ke rumahnya dengan alamat itu, tapi pria ini sempat mengatakan 'seharusnya kalian pergi ke bengkel', lalu dia langsung pergi ke luar. Jadi kurasa pria ini ada hubungannya dengan pandai besi yang akan kita datangi."
" … Aku mengerti … "
Cryll dengan serius mengangguk setelah memahami penjelasan Noelle.
Noelle yang telah memberikan kesimpulannya pada Cryll itu tetap berjalan mengikuti pria itu dari belakang.
Sementara itu, di suatu tempat di dalam pikiran Noelle …
(Kurasa ini adalah kejadian klise yang di mana seorang karakter berniat pergi menemui seseorang yang 'penting' yang belum pernah ia temui, lalu ia tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang tidak ia kenal dan mulai mengikutinya, dan saat di akhir, akan terungkap kalau orang tidak dikenal yang karakter itu temui sebelumnya ternyata adalah orang yang ia cari.)
Ia dengan serius memikirkan kemungkinan klise yang akan terjadi berdasarkan apa yang telah ia lihat di novel dan komik saat ia masih di bumi.
Noelle memiliki perasaan yang rumit terhadap alur klise. Tentu ia akan senang jika itu menghasilkan sesuatu yang bagus, tapi ia hanya mampu menghela napas lelah jika alur yang ia ikuti ternyata adalah masalah yang merepotkan.
Untungnya, Noelle cukup jarang terlibat dengan plot klise itu.
Tentu saja itu berkat kemampuannya dalam melarikan diri dari masalah yang telah ia latih selama bertahun-tahun di bumi.
Ia akan membereskan sumbernya sebelum masalahnya benar-benar terjadi. Itu adalah apa yang biasa Noelle lakukan.
Dan ia juga tidak akan ragu melakukannya jika ia akan terlibat dengan masalah karena mengikuti pria di depannya.
Noelle terus berjalan sambil diam-diam membuat rencana pelarian alternatif.
...****************...
"Kita sampai."
Mereka berhenti tepat di bangunan besar yang sebagian besarnya terbuat dari batu bata berwarna cokelat kemerahan.
Selain itu, ada sebuah gerbang besar yang terletak tepat di depan gedung itu.
Gerbang itu mengeluarkan udara panas layaknya sauna yang akan membuat siapapun berkeringat.
"Ayo masuk."
Pria itu tanpa berbasa-basi langsung mengajak Noelle dan Cryll untuk memasuki bangunan itu.
Meskipun langit sudah cukup gelap, namun Noelle dengan jelas merasakan banyak kehadiran makhluk hidup dari dalam bangunan itu.
" … Noelle? "
Cryll bertanya padanya dengan raut wajah khawatir saat melihat Noelle yang masih diam di tempatnya.
" … Tidak, tidak ada."
Noelle menggelengkan kepalanya dan berjalan menghampiri Cryll yang sudah lebih dulu memasuki bangunan itu.
( … Dindingnya dingin … )
Suhu permukaan dinding itu membuat Noelle merasa sedikit tidak nyaman.
Lagipula ia sudah memiliki tebakan tentang apa yang ada di dalam bangunan itu … Lebih tepatnya ia sudah mengetahuinya.
Karena itu tertulis jelas di papan kayu yang digantung tepat di atas gerbang.
Papan itu bertuliskan 'Wendies Atelier'.
Noelle awalnya tidak terlalu mengerti arti kata-kata itu, tapi berkat skill pasif 《Pemahaman bahasa》 yang ia miliki, ia entah bagaimana mampu menerjemahkannya.
Begitu Noelle memasuki ruangan, udara panas segera menyapu wajahnya.
Cryll yang datang bersamanya juga terlihat mulai berkeringat karena intensitas panas yang melonjak secara tiba-tiba.
Noelle tidak memiliki masalah karena dia bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri, tapi ia tetap menatap sekelilingnya dengan kagum.
Semua orang di sana sama sekali tidak menggunakan sehelai kain pun pada tubuh bagian atas mereka terlihat bekerja dengan normal dengan tubuh yang penuh dengan keringat.
Noelle melihat sekelilingnya dengan kagum dan kemudian kembali pada Cryll.
"Cryll, kau tidak apa? "
"Seharusnya … Ya … Aku hanya perlu membiasakan tubuhku beberapa saat."
Cryll memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi dan kemampuannya dalam mentoleransi keadaan lingkungan sekitar juga cukup mengagumkan, jadi ia bisa tahan dengan panas ruangan itu hanya dengan membiasakan dirinya untuk beberapa saat.
Itu membuat Noelle mau tak mau mengagumi aspek bagus yang Cryll miliki itu.
Jika ia tidak memiliki kemampuan untuk mengubah suhu tubuhnya sesuka hatinya, ia mungkin sudah pingsan karena dehidrasi sebagai akibat dari pengeluaran keringat yang berlebihan.
Cryll bertanya dengan heran saat ia menatap sekelilingnya.
"Itu karena kami adalah pabrik senjata utama di kota ini, tentu saja kami memiliki jam kerja yang lebih lama dibandingkan pekerjaan lainnya."
Suara serak dan hangat itu datang dari seorang pria yang mendatangi mereka dari belakang.
Cryll sedikit waspada saat melihatnya, tapi pria itu hanya tersenyum tenang dan kemudian berbicara dengan Noelle yang telah menatapnya sepanjang waktu seolah sedang menyelidikinya.
"Kalian pasti Tuan Noelle dan Tuan Cryll, 'kan? Kami sudah mendengar tentang kalian dari Tuan Terneth, jadi aku senang bisa melihat kalian."
Dia kemudian mengulurkan tangannya pada Noelle untuk berjabat tangan.
Noelle mengangguk dan menyambut tangannya dengan salaman yang ramah.
"Dan … Kau? "
"Ahh, maaf atas ketidaksopanannya. Namaku adalah Kuzto zava Kaylin, aku adalah manager dari bengkel ini."
Kuzto membungkukkan dirinya dengan sopan di hadapan Noelle dan Cryll sebagai tanda hormat.
Entah karen rasa hormat murni, atau hanya untuk formalitas. Noelle dan Cryll kesulitan membedakannya.
Ini aneh karena mereka tidak bisa membaca ekspresi Kuzto dengan baik. Bagaimanapun, Noelle dan Cryll cukup percaya diri pada kemampuan mereka dalam bersosialisasi, jadi mereka seharusnya sudah mengerti tentang apa yang Kuzto pikirkan.
Namun, tidak hanya tidak mampu membaca pikirannya, bahkan ekspresi Kuzto tampak tak bernyawa di mata mereka sehingga itu sulit untuk dibaca.
"Nah, kita akan menghalangi pekerjaan semua orang jika kita hanya diam di sini, jadi … Aku akan membawa kalian untuk menemui pemilik sambil menjelaskan tentang bengkel ini di perjalanan."
Kuzto mulai berbalik dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua yang masih terdiam.
Setiap pekerja yang dilewatinya akan menyapanya dengan sopan dan senyuman, dan Kuzto juga akan membalas sapaan mereka dengan senyum ramah.
Dilihat dari sisi mana pun, Kuzto tampaknya sangat akrab dengan semua pekerja di bengkel ini sehingga ia memiliki reputasi yang sangat baik.
"Noelle … "
"Mhmm."
Cryll memanggil Noelle dengan suara rendah agar tidak terdengar oleh siapapun, dan Noelle juga merespon dengan cara yang sama.
"Kau merasakannya, 'kan? " tanya Cryll sambil menyipitkan matanya.
"Sedikit. Dia menutupinya dengan sangat baik."
Noelle dan Cryll saling menatap untuk beberapa saat lalu mengangguk secara bersamaan.
Saat itu juga, mereka memutuskan untuk membahas masalah ini setelah menyelesaikan pertemuan mereka dengan pemilik bengkel.
( … Entah bagaimana … Kurasa aku sudah mengerti masalah di sini … )
Tatapan Noelle menjadi lebih dingin saat ia berjalan mengikuti Kuzto dari belakang.
Meskipun ia merasa ini akan menjadi masalah, Noelle tidak bisa menahan perasaan kegembiraan yang mengisi hatinya.
"Tuan, aku sudah membawa mereka ke sini."
Setelah beberapa saat berjalan menyusuri jalan yang terbentuk diantara tungku-tungku besar yang hampir memenuhi ruangan, Kuzto akhirnya tiba di depan suatu ruangan yang ditutup oleh dua pintu logam.
Meskipun terbuat dari bahan logam, tampaknya pintu itu tidak memiliki tingkat ketebalan yang terlalu padat, jadi Kuzto dengan ringan mengetuk pintu itu dengan tangannya dan memanggil orang yang ada di dalam.
Suara dentingan logam yang bertabrakan dan api yang berdesis terdengar dengan cukup samar dari dalam ruangan.
"Pintu yang begitu tipis … Tapi mampu menahan suara yang berasal dari dalam … Bagaimana … "
Cryll menanyakan apa yang ingin Noelle tanyakan.
Kuzto tersenyum pada pertanyaan Cryll dan membuka mulutnya untuk menjelaskan sambil tangannya tanpa henti mengetuk pintu logam itu.
"Sebenarnya, sistem peredam suara ini adalah produk sampingan dari percobaan yang kami lakukan."
"Percobaan? "
Cryll memiringkan kepalanya.
"Untuk menjawab itu, aku harus menjelaskan semuanya dari awal. Aku yakin Tuan Noelle sudah menyadari apa yang terjadi saat kalian di luar, 'kan? "
Kuzto menatap Noelle dengan senyum misterius.
"Mhmm, begitulah. Dindingnya dingin … Terlalu dingin untuk sebuah bangunan yang digunakan untuk pekerjaan yang penuh dengan panas dan keringat."
Saat mereka masih di luar tadi, Noelle sudah merasakan kejanggalan hanya dengan menyentuhkan lengannya ke dinding luar bangunan itu.
Untuk bangunan yang menjadi lokasi utama bengkel dan pabrik logam kota, dinding itu terlalu dingin.
Kejanggalan itu semakin terasa saat ia memasuki bangunan ini dan mendapatkan serbuan dari hawa panas yang tiba-tiba menghampiri wajahnya.
"Yap, itu adalah teknologi yang sedang kami kembangkan."
Kuzto menganggukkan kepalanya dan memberikan persetujuan terhadap penjelasan Noelle.
Sedangkan Cryll masih terlihat kebingungan.
"Pengembangan … Apa itu artinya … Kalian sedang mengembangkan sesuatu yang memiliki fungsi untuk mengurung 'suhu panas' di satu tempat? "
—Dengan begitu panasnya tidak akan menyebar ke luar.
Itulah yang ingin Cryll tanyakan, tapi Noelle langsung menyelanya dengan menggelengkan kepalanya.
"Kurasa bukan seperti itu. Hampir mirip, tapi tidak seperti itu."
Noelle kemudian menjelaskan kesimpulan yang ia buat pada Cryll.
"Kurasa, konsepnya seperti 'menghisap gelombang panas dan kemudian menyebarkannya melalui suatu sistem untuk diubah menjadi energi, ya 'kan? "
Noelle mengalihkan pandangannya pada Kuzto dan meminta konfirmasi, tapi sebelum Kuzto sempat menjawab, pintu logam di belakangnya segera terbuka dengan sedikit deritan.
"Itu benar, tapi juga salah."
"Ahh, kau … Pria yang tadi! "
Cryll dengan terkejut menunjuk pria yang keluar dari pintu itu.
"Berhenti dengan sebutan itu, aku juga memiliki nama. Namaku Glantz zava Emerson, panggil saja aku Glantz sesukamu."
Glantz memperkenalkan dirinya dengan santai dan segera kembali masuk ke ruangannya.
"Aku adalah pemilik tempat ini, dan tampaknya bajingan Terneth itu sengaja memberi kalian alamatku untuk mengganggu tidur siang yang baru saja ingin kulakukan."
Pintu itu sedikit terbuka, dan Noelle bisa melihat ke dalamnya jika ia berusaha.
Tapi, tanpa repot-repot melakukan itu, Noelle segera memasuki ruangan itu dengan santai dan membuat Cryll tercengang.
"Aku sudah menyelesaikan pesananmu untuk dia sarung pedang, tapi butuh waktu untuk menyelesaikan yang lainnya. Jadi kuharao kau mau menunggu."
Glantz tanpa melirik Noelle sedikitpun terus fokus pada kertas cetak biru yang terbuka dengan lebar di mejanya.
"Rancangan yang kau berikan padaku melalui Terneth cukup menarik, aku tidak tahu untuk apa kau menggunakannya, tapi kurasa itu bukanlah senjata karena itu terlalu berat-"
Belum menyelesaikan kata-katanya, Glantz segera berhenti ketika mendengar kata-kata yang dibisikkan Noelle.
Noelle muncul secara tiba-tiba dari belakangnya tanpa ia sadari, dan secara mendadak membisikinya sesuatu juga.
Setelah selesai, Glantz tampak terguncang dan diam membatu untuk beberapa saat, lalu akhirnya bergerak lagi seolah tidak ada yang terjadi, sementara Noelle diam-diam mengeluarkan senyum yang menakutkan di wajahnya.
Cryll tidak bisa mendengar apa yang Noelle bisikkan pada Glantz, tapi dia secara alami menyadari kalau Noelle berniat melakukan sesuatu malam ini.
Jadi ia hanya bisa diam mengangguk dan menunggu sampai saat Noelle memberitahunya tujuannya yang sebenarnya.
Apapun itu, Cryll merasa itu bukanlah hal yang cukup baik.
...****************...