[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 292: Orang Dalam



...****************...


Semua yang ada di Republik benar-benar berbeda dengan apa yang ada di Kerajaan.


Kebanyakan struktur bangunan penting seperti guild atau gedung pemerintahan di Kerajaan masih mempertahankan gaya kuno yang mewah, sedangkan di Republik justru sebaliknya.


Republik sangat mengikuti alur perkembangan zaman, dan tidak membiarkan dirinya tertinggal. Justru, menurut Noelle Republik adalah negara dengan tingkat kemajuan paling tinggi dibandingkan negara lain.


Semua bisa terlihat dari bagaimana sistem pelayanan dan arsitektur pada tempat ini.


Dengan dibimbing oleh Tania, Noelle berjalan memasuki guild yang cukup ribut di tengah hari. Biarpun dua orang baru saja memasuki tempat ini, seperti tak ada yang peduli pada pengunjung baru. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


Ini juga dianggap berbeda oleh Noelle, yang telah melihat banyak orang kasar di guild Kerajaan. Memang, orang-orang Republik sedikit terlalu tertutup, dan tidak mau mencampuri urusan orang lain.


Tania membawa Noelle ke meja resepsionis, dan menunjukkan tanda pengenalnya pada wanita di belakang meja itu.


"Aku ingin bertemu dengan ketua."


"Tolong tunggu sebentar." Resepsionis itu menanggapinya dengan santai, dan segera berbicara pada orang yang ada di belakangnya.


Hanya beberapa menit berlalu, dan resepsionis itu telah memanggil mereka, berkata kalau ketua guild siap untuk bertemu.


Normalnya, seseorang harus membuat janji temu tiga hari sebelum pertemuan. Tania bisa langsung bertemu dengan ketua guild karena hak spesial sebagai anggota berperingkat tinggi.


Noelle dulunya juga memiliki hak spesial itu karena peringkat C tergolong tinggi di Kerajaan.


Setelah mendapat pemberitahuan dari resepsionis, Noelle dan Tania langsung menaiki tangga dan menuju ruang ketua guild yang ada di lantai 3.


Pintu terbuka, dan yang menyambut keduanya adalah seorang pria bertubuh besar dengan sorot mata dingin, sedang menatap ke arah keduanya yang berdiri di ambang pintu.


Tanpa mengatakan apa pun, keduanya masuk dan menutup pintu.


Hanya selangkah memasuki ruangan, Noelle telah memahami keseluruhan bagian dalam ruangan ini.


Ada papan nama di meja, bertuliskan 'Francelis'. Noelle berasumsi kalau itu adalah nama ketua guild yang saat ini sedang mengamatinya dari balik meja.


Ada banyak barang antik dipajang di lemari, menunjukkan hobi pemilik ruangan sebagai seorang kolektor. Selain itu, ada beberapa tanaman dalam ruangan juga yang tumbuh dengan subur di dekat jendela.


Noelle dalam wujud Grei Noctis-nya tersenyum tipis saat tatapannya bertemu dengan Francelis.


Francelis hanya menatapnya sejenak, lalu menghela napas. "Katakan keinginanmu sekarang juga."


Perintah itu tidak ditujukan pada Noelle, melainkan Tania yang masih diam menatap Francelis.


Itu wajar saja. Francelis belum pernah melihat Noelle sebelumnya. Jadi bertanya pada Tania yang sudah beberapa kali ia lihat adalah hal yang sangat dasar.


Tania mengangguk sekali, dan menunjuk pada Noelle dengan jarinya. "Aku ingin merekomendasikan orang ini. Apa itu bisa? "


"Hanya itu? Tentu bisa. Siapa namanya? "


Tania hendak menjawab, tapi segera memiringkan kepalanya dengan bingung. Dia kemudian menoleh dan menatap Noelle dengan mata penuh tanda tanya.


Sejak awal, Noelle belum memberitahunya apa pun tentang identitas ini.


"Grei. Grei Noctis."


Setelah Noelle mengucapkan namanya, Francelis menuliskan nama itu di kertas yang ada di meja, dan kembali menatap bolak-balik antara Noelle dan Tania.


"Baiklah, aku merasa kita ini cukup mirip. Kita tidak suka berlama-lama, jadi aku akan langsung mengatakannya; ada banyak syarat yang harus kau penuhi untuk mendapatkan posisi seperti yang direkomendasikan Nona Tania. Apa kau siap untuk itu? "


Noelle tersenyum mengejek. "Langsung saja katakan yang sebenarnya. Kau ingin aku membayar uang pelicin, 'kan? "


Noelle sendiri sudah tahu tentang tes itu, tapi dia lebih mengetahui tentang bagaimana harus mendapatkan sesuatu secara instan.


Daripada repot-repot harus menyelesaikan tes yang menyulitkan, akan lebih mudah baginya untuk mengambil jalur khusus.


Francelis kini mengangkat satu sudut bibirnya, tepat seperti yang Noelle prediksi.


"Syukurlah kau cepat mengerti. Kalau begitu, aku ingin kau membayar lima ratus Lunar dan membawakan jantung Spirit Hunter padaku. Setelah itu, kau akan mendapatkan posisi yang sama dengan Nona Tania, dan bahkan berkesempatan untuk mendapatkan promosi langsung."


Jumlah itu bukanlah masalah bagi Noelle. Tapi, Spirit Hunter? Dia tidak pernah mendengarnya.


"Spirit Hunter? "


Noelle bertanya untuk memastikan, tapi Francelis benar-benar tidak ingin membuang waktunya untuk menjelaskan.


"Nona Tania tahu tentang itu. Minta dia menjelaskannya nanti. Lima ratus Lunar yang kau bayarkan itu akan menjadi jaminan. Jika kau kembali dan gagal mendapatkan Jantung Spirit Hunter, aku akan menggunakan uang ini untuk membantumu lulus tes yang merepotkan. Tapi tentu saja, kau harus membayar biaya tambahan."


"Untuk apa kau menginginkannya? "


Francelis sepertinya tidak keberatan dengan Grei yang berbicara tanpa sopan santun. Dia membalas itu dengan santai.


"Bukankah sudah jelas? Aku akan melelangnya. Jantung Spirit Hunter itu langka dan cukup mahal, jika aku memajangnya di pelelangan, lima ratus Lunar yang kau berikan itu tidak akan ada apa-apanya."


Noelle tertawa kecil. "Heh, untuk seorang ketua organisasi, kau punya sifat yang buruk."


Francelis membalas dengan dengusan kesal. "Aku tidak ingin mendengar itu dari bocah kurang ajar yang tiba-tiba datang meminta kenaikan instan."


Tania, yang sepanjang percakapan hanya memperhatikan interaksi mereka berdua, kini mengangkat sedikit alisnya.


...****************...


Setelah keluar dari guild, Noelle membawa Tania ke restoran terdekat, dan memintanya untuk memberikan penjelasan mengenai makhluk bernama Spirit Hunter.


Ciri-cirinya sedikit tidak terduga bagi Noelle. Dari apa yang dijelaskan Tania, Spirit Hunter adalah jenis monster yang memiliki wujud tidak tetap. Wujudnya akan berbeda tergantung siapa yang melihat.


Terlebih lagi, keseluruhan tubuhnya terlihat seperti kristal, dan saat disentuh juga keras sehingga siapa pun tidak akan menduga kalau itu adalah makhluk hidup.


Spirit Hunter tinggal di kedalaman Hutan Dingin, yang berbatasan langsung dengan lereng gunung es yang ada di utara. Cenderung menjauhi makhluk lain, namun bersifat defensif-agresif saat ada yang mendekat. Untuk kekuatannya sendiri, Tania tidak yakin, tapi itu cukup kuat sampai bisa dikategorikan sebagai monster berperingkat tinggi.


"Tunggu, kalau wujudnya berbeda tergantung siapa yang melihat, di mana posisi jantungnya? " Noelle bertanya pada Tania yang sedang sibuk mengunyah daging dari supnya.


Jika wujudnya berbeda-beda, Noelle khawatir dia akan menghancurkan jantung Spirit Hunter secara tidak sengaja karena tidak tahu di mana lokasi pasti jantungnya. Jika itu terjadi, promosi instan dari Francelis pastinya tidak akan berlaku lagi.


Setelah Tania menelan daging yang dikunyahnya, dia menjawab, "Jangan khawatir tentang itu. Spirit Hunter kuat, tapi Noah lebih kuat. Selain itu, Spirit Hunter juga selalu melindungi jantung mereka, jadi Noah bisa menemukannya dengan sekali lihat."


(Jadi begitu ….)


Karena sifat defensifnya, Spirit Hunter cenderung selalu melindungi jantung mereka. Itu merupakan bagian paling rawan dari seluruh tubuh mereka sendiri, jadi akan mudah untuk menemukannya karena Spirit Hunter selalu melindunginya.


"Selain itu … kapan kau akan mencarinya? Sekarang belum musim dingin, jadi tidak banyak dari mereka yang berkeliaran bebas."


Spirit Hunter banyak berkeliaran di musim dingin. Itulah yang membuatnya sangat langka. Kebanyakan orang tidak akan sanggup memasuki Hutan Dingin di tengah musim dingin. Hutan itu akan sangat bersalju, dan siapa pun yang masuk akan merasa tubuh mereka perlahan membeku.


Habitat yang dingin itu sesuai dengan kondisi tubuh Spirit Hunter yang sepenuhnya terbuat dari kristal.


"Besok aku sudah berniat pergi mencarinya. Musim dingin memang saat paling bagus bagi mereka untuk keluar, tapi justru karena ini masih musim gugur, banyak dari mereka sedang bersantai di sarang sekarang. Jika kita bisa menemukan sarang mereka, maka semua akan mudah."


Karena menurut Noelle, akan lebih mudah untuk menemukan sarang mereka daripada harus menunggu sampai mereka secara kebetulan muncul di sekitar hutan.


"Selain itu, Hutan Dingin ada di bagian utara, 'kan? Kita akan sampai dalam tiga hari dengan kereta, tapi itu bisa dipersingkat jika kita melakukan perjalanan dengan berlari atau terbang."


Menurut perkiraannya sendiri, jika dia memfokuskan diri hanya untuk perjalanan, hanya akan memakan waktu satu hari sampai keduanya tiba di Hutan Dingin. Namun, tidak mungkin Tania menginginkan perjalan kilat seperti itu. Dia harus mengambil istirahat setiap beberapa waktu sekali.


"Besok …."


Tania menghentikan tangannya yang memegang sendok, dan merenung sejenak.


"Apa kau sibuk besok? " tanya Noelle dengan sedikit harapan pada suaranya.


Tania langsung menggeleng. "Aku kosong. Hanya tidak menduga kau akan mulai lebih cepat."


Mendengarnya, Noelle bernapas lega. Sebenarnya, dia bisa melakukan misi ini sendirian. Tapi akan lebih baik jika dia membawa Tania yang memang lebih mengetahui tentang hal-hal tertentu yang diluar kendalinya.


"Kalau begitu semua sudah diputuskan. Kita akan berangkat besok. Untuk sekarang, aku masih ingin kau menjadi pemanduku."


"Pemandu? " Tania memiringkan kepalanya sambil memasukkan sesendok sup daging ke mulut.


"Aku datang ke ibu kota untuk mencari sesuatu, jadi aku butuh bantuanmu untuk itu."


Tanpa sadar, Tania telah menghabiskan semua sup di mangkuknya.


Melihat itu, Noelle hanya menghela napas kecil dan mendorong maju semangkuk sup yang masih penuh di hadapannya. Itu adalah mangkuk sup pesanannya sendiri.


"Noah … tidak memakannya? "


Noelle menggeleng dengan ekspresi suram, dan itu membuat Tania menunjukkan wajah khawatir."


"Tenanglah. Ini tidak seperti aku suka menghamburkan makanan atau apa pun. Rasanya hanya tidak cocok dengan lidahku."


Sejauh ini, Noelle berhasil bertahan meski tidak memakan apa pun selama seminggu penuh. Itu karena dia tidak pernah bisa terbiasa dengan masakan yang ada di Republik.


Bukan berarti dia tidak menyukainya atau cara memasak mereka yang buruk, tetapi memang lidah Noelle saja yang terlalu sensitif.


Baginya, sup daging yang baru saja ia berikan pada Tania itu terasa sangat asin, sehingga sepertinya mampu membunuh indera perasa pada lidahnya.


Tania terlihat tidak mengerti masalah yang dialami Noelle. Dia pun dengan tenang menggantikan Noelle untuk menghabiskan supnya.


"Jadi, apa yang kau butuhkan? "


Noelle mengangguk. "Apa kau tahu toko material yang bagus di sekitar sini? "


Itu pertanyaan yang tidak layak untuk diucapkan pada seorang gadis seperti Tania. Noelle sendiri tidak terlalu berharap kalau Tania akan menjawabnya. Namun, sepertinya Tania sendiri merasa tidak keberatan.


"Aku tahu beberapa. Apa yang kau cari? "


(Jadi kau tahu? )


Mengesampingkan keterkejutannya, Noelle menjawab, "Sesuatu seperti … marmer, dan beberapa benda seperti kristal yang bisa berkilau? "


Dengan sendok masih di mulutnya, Tania menatap langit-langit dengan bingung.


"Kau bisa berkunjung ke toko yang ada di samping guild. Itu cukup lengkap"


...****************...