![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Di waktu yang sama, Dexter sedang berlari menuju target sendirian.
Karena dia sebelumnya melakukan penyelidikan sendiri, Dexter sedikit terpisah jauh dari semua unit, dan sekarang dalam perjalanan menuju unit yang dipimpin oleh Tian.
Tian sudah jauh di depan, tapi dengan kecepatan ini, seharusnya tidak akan memakan waktu lama bagi Dexter untuk menyusulnya.
Untungnya kota Féncen merupakan kota yang dibangun di dataran rendah dengan permukaan yang cukup datar, jadi perjalanannya sama sekali tidak terganggu.
Untuk mempercepat perjalanannya, dia juga melompat dari satu atap ke atap lain. Dengan begitu, dia tidak akan terhalang oleh hambatan apa pun yang ada di daratan.
Dexter memiliki ekspresi cemberut di wajahnya, jelas karena kekesalan terhadap dirinya sendiri. Jika saja saat itu dia tidak meninggalkan Mona sendiri, maka Mona tidak akan terluka.
Meskipun penampilan Dexter terlihat seperti seorang kriminal, pada dasarnya dia memiliki hati yang cukup lembut, dengan harga diri yang tinggi.
Tentu saja, jika seseorang terluka karena kecerobohoannya, yang bisa Dexter rasakan hanyalah penyesalan dan kemarahan.
" … Tch."
Setelah mendecakkan lidahnya sekali, Dexter segera mempercepat langkahnya, tanpa menyadari dua sosok yang sedang mengikutinya tak jauh di belakang.
...****************...
Noelle melihat Dexter perlahan mulai menjauh. Itu artinya dia telah mempercepat langkahnya.
Melihat itu, Noelle berniat untuk menyamai kecepatannya, tapi kemudian dia teringat bahwa sosok di sampingnya tidak mungkin bisa melakukan itu.
Saat ini, Noelle berlari dan melompati atap demi atap bersama seseorang, yang sebenarnya adalah Felice.
Beberapa hal terjadi, dan kini mereka berdua bekerja bersama sebagai tim, seperti yang telah ditentukan sejak awal.
"Apa kamu mau menyusul Dexter? " tanya Noelle.
Mona berpikir sejenak, lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak, kurasa tidak perlu. Dexter … Kelihatannya dia benar-benar menyesal dengan apa yang terjadi pada Nyonya Mona … Aku tidak ingin mengganggunya sekarang."
"Yahh, begitu juga denganku," balas Noelle sambil tertawa kecil.
Tidak ada gunanya mengejar Dexter. Kalau pun Noelle berniat mengejarnya, dia sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan setelahnya.
Noelle sama sekali tidak merasakan keterikatan antara dirinya dengan Dexter. Ini benar-benar berbeda dari saat ia menemukan seseorang yang dirasa 'cocok' dengannya.
Noelle tersenyum tipis setelah menghela napas sejenak. Fokusnya kemudian kembali pada langkah yang ia ambil secara hati-hati.
Di sampingnya, Felice masih diam, tampak bingung dengan apa yang harus ia katakan.
Namun, detik kemudian, sebuah pertanyaan terlintas di benaknya.
"Itu … Noah … Ada yang ingin kutanyakan padamu … "
Dia masih terus berlari dan melompat dari satu atap ke atap lainnya, namun kecepatannya jelas melambat.
Merasakan perubahan kecepatan Felice, Noelle tanpa sadar ikut menurunkan kecepatannya.
"Apa? "
Untuk sejenak, Felice benar-benar bingung, tapi kemudian ia segera menggeleng dalam upaya untuk meyakinkan dirinya sendiri.
"Sebenarnya … Berapa levelmu? "
Pertanyaan ini membuat Noelle nyaris meruntuhkan ekspresinya.
Dia sebenarnya sudah siap untuk menerima pertanyaan ini, namun dia tidak menduga kalau itu akan ditanyakan di saat seperti ini.
Tidak mungkin Noelle tahu. Mungkin saja levelnya sudah naik menjadi lebih tinggi, tapi dia sendiri tidak bisa memastikannya.
Alasannya sudah jelas. Noelle tidak bisa memeriksa statusnya sendiri karena 'sistem' itu telah 'dicuri' oleh Noir.
Tidak hanya tidak bisa melihat levelnya, Noelle juga tidak bisa menggunakan beberapa kemampuan tambahannya karena Noir mencuri sistem itu.
Dari semua kemampuan yang hilang, di antaranya adalah kemampuan yang masih dalam set yang sama dengan pelacakan.
Dulu, Noelle bisa menggunakan darahnya untuk menjadi sinyal pelacak, dan menggunakan 'sistem' untuk melihat target pelacakannya secara langsung. Namun, kemampuan itu sudah hilang.
Untuk jawaban atas pertanyaan Felice, Noelle sendiri sebenarnya masih belum yakin. Tetapi, dia sudah memiliki persiapan untuk itu.
"Sebelum aku menjawabnya, bisakah aku tahu tentang levelmu sendiri? "
Jika dia memahami standar yang dimiliki Felice, dia secara alami bisa membuat sedikit perkiraan tentang standar level yang dimiliki para anggota Lunatic Order.
"Itu … Terakhir aku melihatnya, itu sekitar enam puluh? Entahlah, aku sudah lama tidak melihatnya. Ada aturan yang cukup ketat di gereja. Mereka bilang kita tidak boleh terlalu sering mengakses sistem aneh itu … "
Ini pertama kalinya Noelle mendengar tentang aturan itu. Meskipun begitu, dia menerimanya dengan baik.
Mungkin saja, aturan itu dibuat demi mencegah para penganut Dewi Zelica berpindah haluan menjadi pemuja Dewi Anastasia.
Daripada hal itu, yang lebih membuat Noelle tertarik adalah level yang dimiliki Felice.
Dia bilang itu sekitar 60, dan itu adalah level saat dia terakhir kali memeriksanya, yang entah kapan kejadiannya.
Dengan asumsi kalau Felice terakhir melihat statusnya pada satu bulan yang lalu, Noelle bisa menebak kalau dia mungkin sudah naik satu atau dua level sekarang.
Itu kecepatan yang cukup bagus untuk seorang manusia. Namun, tetap saja mengejutkan karena publik memiliki standar levelnya sendiri.
Di publik, standar level yang normal hanya sampai 50. Level memang tidak terlalu berpengaruh pada kekuatan seseorang, tapi itu tetap memberikan penambahan yang cukup bagus pada statistik tubuh yang dimiliki.
Dengan level Felice sekarang, dia jelas sudah melebihi standar manusia normal.
Sebelum Noelle menjawab, Felice melanjutkan, "Aku sedikit malu tentang ini, tapi sebenarnya levelku mungkin yang paling rendah dari semua orang di bar. Kesempatanku untuk bisa mendapatkan kenaikan juga cukup terbatas, jadi aku sedikit tertinggal … "
Ada banyak cara untuk menaikkan level, dan cara termudah adalah dengan 'merenggut nyawa makhluk lain'.
Noelle tidak mengetahui metode apa saja yang bisa digunakan, tapi ia sedikit tertarik untuk mengetahui itu.
Namun, fokusnya dialihkan pada baris pertama kalimat Felice.
Dia bilang levelnya mungkin yang paling rendah. Itu artinya, Louen, Rita, Dexter, Mona, Dolf dan Tian memiliki level yang sedikit atau jauh lebih tinggi dari itu.
(Apa ini? Apa standarnya berbeda dari yang dimiliki publik? )
Sedikit membingungkan, tapi kemudian Noelle tersadar.
Alasan mengapa standar levelnya berbeda dari yang dimiliki masyarakat biasa, adalah karena 'kontrol informasi'.
Mungkin saja beberapa pihak kalangan atas membuat penduduk biasa memiliki pemikiran yang mutlak terhadap batasan level itu. Dengan begitu, standar ukuran kekuatan seseorang akan tetap terjaga.
Pihak-pihak yang dibiarkan untuk mencapai level yang lebih tinggi mungkin hanya unit militer, anggota organisasi gereja, keluarga kerajaan atau bangsawan, dan beberapa pihak penting lainnya.
Petualang tidak termasuk, tapi standar kekuatan mereka biasanya cukup tinggi jika dibandingkan orang biasa.
Jelas saja, para petualang selalu berurusan dengan monster, dan mereka bisa membunuh banyak monster dalam sekali pengambilan misi. Tidak heran jika perkembangan level mereka cukup cepat.
Noelle memikirkannya sejenak, dan segera menyadari kalau itu masuk akal.
Dengan memberikan batasan untuk orang biasa, beberapa pihak penting akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi. Itu sesuai juga dengan tugas mereka yang tergolong berat.
Jika kekuatan semua orang diatur dengan standar kekuatan yang sama, maka itu akan menjadi sangat kacau.
Noelle tertawa kecil sambil memikirkan kebenaran yang selama ini ia pertanyakan.
Kemudian, dia menjawab, "Terakhir aku memeriksanya, levelku sekitar seratus dua puluh, atau lebih … Aku tidak yakin dengan yang sekarang, karena itu adalah statistik dua bulan yang lalu."
Noelle sengaja sedikit berbohong tentang levelnya. Jika dia terlalu jujur dan menyebutkan angka 160, ia khawatir kalau itu akan menjadi hal yang sangat mengejutkan.
"Itu benar-benar tinggi … Apa yang kamu lakukan sampai kamu bisa mencapai tahap itu? "
Biar pun level tidak terlalu berpengaruh pada kekuatan individu, orang-orang masih sering menggunakannya sebagai standar kekuatan individu.
Perbedaan level adalah cara termudah untuk menentukan siapa yang lebih kuat. Namun, sayangnya itu tidak tepat.
Seseorang dengan level rendah bisa saja mengalahkan yang lebih tinggi darinya jika ia memiliki kemampuan yang lebih baik.
Pada akhirnya, level hanyalah statistik, dan bukan ukuran sejati dari kekuatan yang dimiliki seseorang secara keseluruhan.
"Apa kamu lupa? Meskipun tidak resmi dan tidak memiliki lisensi, aku ini mantan petualang yang sudah menghadapi banyak hal. Membunuh lima atau sepuluh ekor monster setiap harinya sudah menjadi hal rutin bagiku."
Dia memang tidak berbohong tentang 'rutinitas' itu. Dulu, saat masih menjadi petualang, Noelle sering berkeliling dan menghibur dirinya sendiri dengan mengambil misi.
"Begitu, ya … "
Felice ingin lebih memuji Noelle, tapi dia sadar kalau waktunya tidak tepat.
Sekarang dia harus fokus dengan pengejaran target bernama Moldy ini.
Setidaknya, ketegangan antara dirinya dan Nosh mulai menghilang, dan sekarang dia bisa berbicara dengan normal lagi pada Noah.
Noelle juga merasakan hal yang sama, jadi secara alami dia merasa senang.
Namun, kesenangan itu tak berlangsung lama.
Noelle seketika berhenti dan mulai meningkatkan fokusnya pada deteksi. Felice juga berhenti secara mendadak, dan melihat ke sekelilingnya dengan bibung.
Felice tidak melihat, atau merasakan apa pun. Namun, itu berbeda dari Noelle yang memiliki intuisi tajam di atas kemampuan deteksinya.
"Apa yang–"
Sebelum Felice sempat melanjutkan perkataannya, jari telunjuk Noelle telah lebih dulu berada di bibirnya, dan membuatnya seketika terdiam.
Dalam keheningan total, yang di mana angin pun tidak berhembus, Felice terus menatap Noelle, sambil merasakan sentuhan yang halus di bibirnya.
Sementara itu, Noelle, merasakan banyak kehadiran yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Mereka ada di mana-mana. Di jalanan, dalam bangunan, di dalam pipa bekas, saluran pembuangan bawah tanah, menempel di dinding, dan banyak lainnya.
Mereka benar-benar ada di mana-mana.
Yang lebih mengejutkan, hawa kehadiran ini bukan berasal dari monster, melainkan sosok humanoid yang belum jelas berasal dari ras mana.
Detik kemudian, satu per satu keberadaan mereka terungkap.
Masing-masing dari mereka menggunakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh, tapi Noelle bisa dengan jelas merasakan kalau mereka semua tidak memiliki kehidupan.
Ini seperti mereka hanyalah orang tanpa kesadaran yang hanya bergerak berdasarkan insting.
Jiwa mereka sepertinya masih ada, tapi semua pikiran dan kewarasan sudah dihilangkan.
"Jadi ini yang mereka sebut 'Boneka' … "
Noelle teringat dengan laporan dari Kino. Di salah satu laporan itu, ada yang menyinggung tentang sekelompok orang dengan jubah hitam. Tidak salah lagi, yang Noelle lihat sekarang ini sesuai dengan isi laporan itu.
Noelle tidak tahu seberapa banyak 'Boneka' yang bisa dimobilisasi oleh Swallow Life Order, tapi jumlah ini bisa disebut sangat banyak.
Jumlahnya sekitar 100, tapi mungkin masih ada lagi yang lain. Itu jumlah yang berlebihan hanya untuk menghadapi dua orang.
"Elis, aku sarankan kamu untuk segera sembunyi."
"Tapi … Di mana? "
Felice ingin mematuhi apa yang Noelle katakan, tapi tidak peduli ke arah mana ia melihat, hanya ada para Boneka di mana-mana. Tidak mungkin untuk lewat ketika sekumpulan Boneka itu berada di semua tempat.
Noelle sendiri sadar dengan hal itu, dan dia hanya bisa tertawa kecil sebagai respon.
Di saat para Boneka semakin mendekat, Noelle sudah mewujudkan Langen dan Verstand ke ukuran semula, dan tentu saja itu mengejutkan Felice.
(Sejak kapan dia membawa pedang? )
Mata Felice fokus pada sebuah pedang yang ada di tangan Noelle. Itu panjang, mungkin panjangnya bisa mencapai leher Felice jika diposisikan secara vertikal. Selain itu, yang paling mencolok adalah warnanya.
Hitam dan perak. Dua warna yang tidak tercampur dengan rata, membuat pedang itu terlihat aneh.
Mengabaikan tatapan heran Felice, Noelle menghitung semua musuh yang datang padanya, dan mulai bersikap untuk bertarung.
Salah satu Boneka berlari dengan sangat cepat mendekatinya. Boneka itu mengayunkan tangannya, menunjukkan lima cakar yang sangat tajam seolah itu bukan milik manusia.
Noelle secara naluri langsung menebas secara horizontal pada tubuh Boneka itu, dan seketika membuat tubuhnya terbagi dua.
Namun, gerakan Boneka itu tidak berhenti. Meskipun dia telah kehilangan seluruh tubuh bagian bawahnya, dia masih meluncur dan mengayunkan tangannya ke wajah Noelle.
Tentu saja, Noelle langsung menahan cakar itu dengan pedangnya, tetapi tenaga yang dimiliki Boneka itu benar-benar di luar dugaan.
Jika Noelle lengah sedikit saja, maka Boneka itu sudah pasti akan mendorongnya. Sangat tidak dapat dipercaya makhluk itu bisa mengerahkan tenaga yang besar setelah kehilangan setengah tubuhnya.
Dalam posisi yang masih menahan cakar Boneka itu, Noelle langsung menarik tangan kirinya ke belakang, dan kembali meluncurkannya dengan sebuah pisau darah yang tajam.
Seketika, sebuah pisau yang terbuat dari darah menancap tepat di dahi Boneka itu.
Noelle langsung melempar tubuh Boneka itu, dan menunggu reaksinya.
Hasilnya, seperti yang ia pikirkan. Meskipun para Boneka ini tidak memiliki akal, mereka masih akan berhenti ketika otak mereka dihancurkan.
Hal yang sama mungkin akan terjadi jika dia mengenai jantungnya, tapi dia belum mencoba itu, jadi dia tidak tahu.
Yang lebih merepotkan, Noelle juga harus memperhatikan situasi Felice.
Di belakangnya, Felice juga sedang menghadapi satu Boneka, tapi semua serangan yang ia berikan tidak berdampak apa pun pada Boneka itu.
Felice hanya menggunakan belati untuk menyerang, tapi dia juga menggunakan kemampuan kontraknya untuk menghindari semua serangan dengan lancar.
Meskipun begitu, tak dapat dipungkiri bahwa dia mungkin dalam situasi yang cukup buruk. Hanya serangan fatal pada otak atau jantung yang mungkin bisa menghabisi para Boneka. Namun, Boneka ini juga memiliki kulit dan tulang yang sangat keras sehingga belati Felice tidak mungkin bisa menembusnya.
Setelah mengurus semua Boneka yang datang ke arahnya, Noelle segera mendekati Felice, dan mulai menghabisi semua Boneka yang ada.
Meskipun begitu, tetap saja jumlahnya seperti tidak berkurang sama sekali. Para Boneka itu masih berdatangan.
Noelle mendecakkan lidahnya, lalu mengeluarkan beberapa pedang dari gudang spasial miliknya.
Masing-masing pedang itu segera melesat dan menancapkan ujungnya tepat di kepala atau jantung para Boneka. Mereka mati seketika.
Masih banyak yang harus disingkirkan, jadi Noelle tidak berhenti. Setelah menarik kembali semua senjatanya, dia mulai mengendalikan semua pedang itu dan menyerang setiap Boneka tanpa terkecuali.
"Mereka tidak ada habisnya … "
Noelle berniat menggunakan sihir untuk langsung menghabisi mereka semua sekaligus, tapi itu tidak berhasil. Dia sudah mencoba meluncurkan sihir tingkat rendah, dan itu langsung dinetralkan setelah mendekati tubuh Boneka dalam radius setengah meter.
Yang artinya, para Boneka itu entah bagaimana memiliki kemampuan untuk menetralkan semua sihir di sekitar mereka. Tentu saja, itu bukan berarti mereka bisa menetralkan sihir tingkat tinggi.
Meskipun mengetahui itu, Noelle tetap tidak menggunakan sihir karena dia tidak memiliki sihir yang efektif untuk menghabisi mereka semua sekaligus.
Cara termudah adalah dengan sihir ledakan, atau sihir es yang pernah Olivia tunjukkan. Namun, sayangnya Noelle tidak bisa menggunakan itu.
Sihir ledakan akan menghasilkan kerusakan yang tidak terkontrol, dan bisa saja Felice akan terkena dampaknya. Sedangkan sihir es, dia bahkan tidak menguasai itu.
Di saat Noelle sedang sibuk berpikir, dia bisa merasakan tebasan yang sangat kuat menimpa para Boneka di sekitarnya.
Tubuh semua Boneka itu seketika terbelah dan hancur menjadi tumpukan daging yang menjijikkan, tapi itu tidak berhenti di sana.
Tebasan demi tebasan muncul, terus membunuh semua Boneka yang ada di lintasan serangannya.
Serangan itu berasal dari sebuah sabit yang berputar dengan kencang di udara, lalu kembali mendarat di tangan seorang gadis.
"Kau–"
Merespon kata-kata Noelle yang terhenti, gadis itu juga melihat ke arahnya, dan seketika terkejut.
...****************...
Beberapa saat yang lalu, di suatu tempat yang tak jauh dari guild petualang kota Féncen.
Tania sedang menikmati sosis panggangnya sambil berjalan dengan membawa sekantung penuh roti panas.
Di pergelangan tangannya, sebuah aksesoris berbentuk sabit yang sebenarnya merupakan sabit Zephiroth dapat terlihat menggantung di sebuah benang tipis.
Setelah pertemuan Asterisk terakhir kali, Tania jadi sedikit terinspirasi dengan cara Souris menyimpan senjatanya. Berkat itu, dia dengan mati-matian menerobos Dungeon of Greed di ibu kota Kerajaan, dan akhirnya mendapatkan kemampuan manipulasi senjata yang sesuai untuknya.
Sayangnya, usahanya dalam menaklukkan Dungeon of Greed gagal, dan dia terpaksa pindah ke dungeon lain untuk mulai menaklukkannya.
Tania berada di kota ini hanya untuk singgah sementara, sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan ke arah selatan untuk menuju dungeon berikutnya. Karena itulah, apa pun yang terjadi hari ini sepenuhnya berkat kebetulan semata.
Saat Tania hendak menikmati gigitan terakhir dari sosis panggangnya, suara Navi terdengar.
『Tania, ini buruk. Aku merasakan aura dunia bawah dari suatu tempat.』
Wajah Tania seketika menjadi serius. "Dari mana asalnya? "
『Barat.』
" … Apa yang terjadi di sana? "
Tania ingin berpikir dan menemukan jawabannya, namun tidak peduli bagaimana ia memikirkannya, ia tidak dapat menemukan jawaban atas situasi ini.
Sekarang sudah cukup larut, tapi masih banyak orang yang aktif di jam ini. Seharusnya, keributan seperti itu akan segera terdeteksi entah itu oleh unit penjaga atau siapa pun.
『Aku tidak tahu situasinya, dan aku sendiri juga tidak yakin dengan apa yang terjadi. Aura dunia bawah yang kurasakan bisa dibilang lemah, namun jumlahnya cukup banyak.』
"Apa monster dari dunia bawah ditarik keluar? "
『Tidak yakin. Kehadiran mereka terlalu lemah untuk disamakan dengan monster dari dunia bawah. Mungkin … Itu hanya kontaminasi.』
Mendengar jawaban itu membuat Tania mengerutkan keningnya.
"Seseorang sudah mencoba membawa kekacauan ke permukaan … "
Hanya memikirkan para monster dari dunia bawah mengamuk di permukaan saja sudah membuat Tania gemetaran. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika para makhluk dari dunia bawah itu dibebaskan ke permukaan bumi. Yang jelas, dia tahu kalau akan ada kehancuran yang besar.
Terutama, jika ada satu makhluk kelas atas yang dikeluarkan.
"Sebaiknya kita pergi memeriksanya … "
Tania ingin segera berlari menuju arah aura dunia bawah itu, namun langkahnya tiba-tiba berhenti.
Dia melihat pada bungkus kertas yang penuh dengan roti hangat, dan seketika dibuat bingung olehnya.
『Relakan saja itu! Kau bisa membelinya lagi nanti!』
Tania menggertakkan giginya dengan frustasi dan pergi ke gang terdekat. Di sana, dia meletakkan bungkus rotinya dengan hati-hati, lalu menyembunyikannya di balik tumpukan kardus bekas dengan harapan hewan liar atau gelandangan tidak akan menemukannya.
Setelah memastikan rotinya aman, Tania segera berlari ke lokasi yang ia tuju, lalu memanifestasikan bentuk sejati dari sabit Zephiroth.
...****************...
Begitulah situasinya.
Tania secara tidak sengaja menemukan sosok yang ia kenal sebagai Souris.
"Sou–"
Sebelum dia secara tidak sengaja memanggilnya dengan nama itu, Noelle sudah lebih dulu berada di sampingnya dan menutup mulutnya secara paksa.
"Panggil aku Noah," bisik Noelle padanya.
Tania dengan hati-hati mengangguk dan membalasnya dengan suara rendah. "Kalau begitu kau bisa memanggilku Tania."
Melihat Felice, Tania dengan mudah memahami situasinya. Dia akan mengikuti skenario yang Noelle rancang sekarang.
"Bagus," ucap Noelle sambil mengangguk.
Setelah itu, Noelle kembali ke sisi Felice dan menatap Tania seolah tidak ada yang terjadi.
"Sudah lama aku tidak melihatmu. Apa yang kau lakukan di sini? "
Tania sedikit melebarkan matanya, jelas tidak menyangka kalau inilah skenario yang Noelle pilih.
"Aku datang hanya untuk beristirahat. Aura dari dunia bawah … Mengganggu."
Tania dengan terang-terangan menunjuk pada salah satu Boneka yang berlari mendekatinya. Boneka itu berniat menyerang, tapi sapuan dari sabitnya seketika memutus insting liar Boneka itu.
(Dunia bawah?)
Noelle mau tak mau meragukan telinganya. Dia ingat dengan dunia bawah yang pernah Tania jelaskan. Itu adalah asal dari para monster yang pernah menyerang Eisen.
(Apa itu artinya … )
Ada banyak yang ingin Noelle pikirkan, tapi ini bukan situasi yang tepat untuk melakukannya.
Di sampingnya, Felice dengan ragu menyela, "Apa kalian saling kenal? "
Noelle mengangguk. "Kami pernah berada di kelompok yang sama saat aku masih menjadi petualang dulu. Namanya Tania."
Felice kemudian tersenyum pada Tania. "S-salam kenal."
" … Nn."
Bagaimanapun, respon yang mampu Tania berikan hanyalah sebuah anggukan kecil, yang setidaknya berarti positif.
...****************...