[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 38: Rasa kagum dibalik rasa benci



...****************...


"Sepertinya … Kami melewatkan banyak hal dalam 15 tahun ini …"


Noelle bergumam dengan suara tidak senang, Olivia juga mengeluarkan ekspresi kesal di wajahnya.


Charlotte bertanya-tanya apa maksud semua itu, namun Noelle hanya menjelaskan dengan wajah tidak senang.


"Dunia ini … Terlalu banyak berubah hanya dalam kurun waktu 15 tahun"


"Eh? "


Charlotte terkejut, Noelle kembali menjelaskan.


"Semua informasi yang kami miliki sebelumnya menjadi kurang berguna, hanya beberapa hal saja yang masih sama seperti sebelumnya … Sepertinya … Raja saat ini membuat banyak sekali perubahan"


"Eh? Ahhh … Setelah diingat-ingat … Raja saat ini dijuluki sebagai raja revolusioner karena dia banyak membuat perubahan pada kerajaan, aku ingat kalau dia sempat membubarkan dan membentuk ulang orde Ksatria … Raja juga bekerja sama dengan Gereja dan Kerajaan suci Quinnella untuk membubarkan palladin dan membentuk pasukan Ksatria suci … "


Charlotte menjelaskan semua yang ada di ingatannya, Noelle mendengarkan dengan tenang lalu bertanya padanya.


"Charl, bisakah kau menjelaskan struktur benua dan kerajaan ini? "


"Eh? Ahh … Kita ada di benua besar … Benua Gardiant, lalu kerajaan Nothernos terletak di bagian utara benua"


"Kupikir itu telalu jelas untuk berada di utara"


Mengabaikan komentar spontan Noelle, Charlotte kembali menjelaskan.


"Kerajaan Nothernos diapit dengan beberapa negara besar lainnya, bagian barat adalah negara Republik Waldenholt … Lalu timur adalah Kekaisaran Alacrylia … Timur laut dalah kerajaan suci Quinnella … Selatan adalah kawasan netral Frieden … Dan beberapa kerajaan kecil lainnya yang berdekatan dengan republik Waldenholt"


Charlotte menjelaskannya dengan tenang sambil mengambil peta yang disimpan di loker yang terletak diantara rak buku.


"Maaf karena petanya tidak terlalu detail"


Charlotte dengan canggung meminta maaf, tapi Noelle dan Olivia hanya menganggukkan kepalanya dan berbicara.


"Tidak masalah, lagipula peta yang detail pastilah sangat berharga dan digunakan untuk keperluan militer"


"……… Bagaimana kau tahu itu? "


"Ini adalah dunia yang sangat kuno, kita tidak memiliki sesuatu seperti G00gle maps disini … Dan peta yang detail pastilah sangat berharga karena sulit untuk membuatnya sesuai dengan kondisi geografis wilayah yang dipetakan … Setidaknya peta dengan pembatas wilayah sudah cukup untuk menebak-nebak"


Noelle menjelaskan semuanya seolah itu hal yang biasa, Olivia hanya mengangguk dengan wajah seriusnya yang tidak biasa. Setelah itu, Olivia bertanya pada Charlotte.


"Charl … Sebutkan kerajaan mana saja yang bersekutu dengan kerajaan kita … Dan yang memiliki konflik dengan kita"


Itu untuk berjaga-jaga, tambah Olivia.


"Eh? Ahh … Kerajaan Nothernos bersekutu dengan Kekaisaran Alacrylia dan kerajaan suci Quinnella … Sedangkan Republik Waldenholt dan Kerajaan kita memiliki hubungan yang cukup buruk belakangan ini, ayahku juga mengatakan kalau kita akan berperang tidak lama lagi"


"Ahh … Karena itulah mereka buru-buru merekrut banyak petualang … "


Noelle bergumam dengan penuh pengertian dan membuat Charlotte bertanya kebingungan.


"Kenapa? "


"Bukankah sudah jelas, Kondisi dengan Republik menjadi cukup buruk belakangan ini, dan Republik juga berbatasan dengan Margrave Suiren … Dan lihat ini"


Noelle dengan tenang berbicara dan menunjukkan sebuah buku pada Charlotte. Noelle membuka buku tersebut dan berhenti di halaman tertentu.


" ‘Seorang petualang dengan rank-D dan E memiliki kebebasan untuk memilih mengikuti perang atau konflik perbatasan lainnya, sedangkan untuk rank-C ke atas diwajibkan untuk mengikuti perang atau konflik yang berkaitan dengan wilayah mereka berada ’ … Berdasarkan ini, sudah jelas kalau mereka ingin kita mengikuti perang"


Noelle membacakan bagian itu dengan jelas sedangkan Olivia dan Charlotte dengan tenang mendengarkannya.


"Perang … "


Charlotte bergumam dengan suara miris. Noelle menatapnya dan bertanya.


"Charl, apa kau membenci perang? "


"……… Entahlah, aku tidak tahu … Mungkin aku membencinya, tapi di satu sisi aku justru menginginkannya … Apakah ini hasrat alami ku sebagai malaikat jatuh? ……… Bagaimana denganmu … Noelle, apakah kau menolak perang? "


Charlotte dengan nada yang dalam berbicara dan bertanya pada Noelle, dan Noelle pun menjawab.


"Hmm entahlah … Aku tidak menyukai perang, tapi aku sendiri tidak menolak peperangan"


"Eh? "


Jawaban itu membuat Charlotte terkejut. Noelle mengabaikan itu sambil mengelus kepala Olivia yang sedang duduk di pangkuannya.


"Aku tidak menolak perang karena kau tahu? Aku membenci manusia, tentu saja termasuk diriku sendiri … Namun aku mengagumi manusia yang mampu menciptakan banyak hal ajaib dan tidak pernah terduga sebelumnya"


Noelle berbicara dengan suara tenang dan wajahnya terlihat memiliki gabungan emosi antara kesedihan dan kekaguman.


Sebagai catatan, Olivia telah menerapkan sihir penghalang yang memblokir suara mereka dengan sihir angin dan membelokkan cahaya agar membuat mereka menjadi tak terlihat.


"Charl, kau tahu? Manusia tidak akan pernah mengeluarkan potensi penuh mereka tanpa didukung situasi tertentu … Saat-saat manusia mengeluarkan potensi penuh mereka adalah ketika terjadi konflik, perang"


" "………" "


Charlotte terdiam, dia memfokuskan telinganya untuk mendengar Noelle. Begitu juga Olivia yang dengan senang hati menikmati kehangatan tubuh Noelle sambil mendengarkan suaranya yang lembut.


"Saat terjadi konflik besar, atau perang … Manusia akan menjadi sangat serius, mereka akan sangat serius dalam berperang dan menciptakan senjata-senjata mereka sendiri"


"Perang menghasilkan efek yang ironisnya positif dalam peningkatan teknologi, pengobatan, arsitektur, pertukaran budaya, dan yang lainnya"


"Ada banyak jenis senjata pemusnah masal, seperti bom hidrogen, nuklir, senjata biologis dengan menggunakan virus dan bakteri, dan yang lain … Ada banyak kebodohan yang dihasilkan umat manusia saat perang"


"Namun, perang tetaplah dibutuhkan … Karena manusia akan menghadapi kehancurannya sendiri jika mereka tetap stagnan dan tidak melakukan apapun, tapi mereka akan mempercepat kehancuran dunia ketika mereka menjadi serius … Itu benar-benar ironis, jalan buntu dua arah"


"Pada akhirnya manusia hanya akan menghadapi kehancuran karena ulahnya sendiri … Haha, itu benar-benar konyol"


Noelle dengan senyum ironis terus berbicara saat tangannya dengan lembut menyisir rambut perak Olivia.


"Itulah kenapa, aku membenci manusia … Namun mengaguminya pada saat yang sama, dan sumber semua itu … Adalah perang"


Namun semuanya tidak semudah itu, peperangan pasti akan menghasilkan dendam dan kebencian, kedua hal itulah yang menjadi pemicu konflik berkepanjangan.


Selama ada yang namanya dendam dan kebencian, perang tidak akan pernah berakhir. Tidak ada yang namanya kedamaian sejati, semua kedamaian itu hanyalah titipan yang akan diambil lagi suatu saat nanti.


Beberapa pihak ingin berdamai, namun itu tidak mungkin. Maka mereka mengalihkan semua kebencian dan dendam itu menjadi rasa kompetitif. Dengan begitu, mereka bisa mengurangi sedikit rasa kebencian yang dihasilkan peperangan dan menghasilkan kemajuan tanpa harus melakukan pengorbanan yang tak berarti.


Namun itu berbeda dengan dunia ini. Dunia ini membutuhkan lebih banyak konflik dan peperangan untuk perkembangannya.


Selama masih ada pihak yang menyimpan kebencian, konflik tidak akan pernah berakhir.


Sebisa mungkin, Noelle ingin terhindar dari perang. Meskipun mereka kuat, Noelle masih tidak ingin membawa Olivia ke tempat dimana pertumpahan darah terjadi.


Dia tidak menentang adanya perang, namun dia tidak ingin terlibat dengan itu. Satu-satunya keinginannya adalah hidup sedamai mungkin bersama Olivia.


Jika mereka ingin hidup damai, lalu kenapa mereka mendaftar menjadi petualang? Pertanyaan ini selalu terlintas di benak Noelle, namun Noelle merasa kalau dia harus melakukannya, jika dia tidak melakukannya, dia akan menyesal.


Dia sendiri tidak mengerti darimana pemikiran itu berasal. Dia selalu tenggelam dalam dilema ingin menuruti kata hatinya atau melepaskan segalanya demi melindungi Olivia.


Jika dia mengikuti kata hatinya, resiko dimana Olivia akan terluka sangatlah tinggi. Tapi jika dia tidak mengikuti itu, dia akan merasa sangat aneh sehingga dia merasa kalau dia akan sangat menyesalinya nanti.


Sepertinya mereka sudah sangat melenceng dari topik awal, maka Noelle mencoba mengalihkan pembicaraan untuk mencairkan suasananya sedikit.


"Dan juga … Mereka sedang bersiap untuk ‘Stampede’"


"Stampede? "


Atas istilah yang tidak dia kenal sebelumnya, Charlotte memiringkan kepalanya kebingungan dan akhirnya Olivia menunjukkannya sebuah buku dan membuka halaman tertentu.


Olivia berusaha membantu Noelle untuk mengubah topik percakapan ini dan melelehkan suasana.


Olivia dengan tenang menjelaskan.


"Seperti namanya, 'stampede' adalah fenomena dimana para monster akan menyerbu suatu kota … Saat dalam perjalanan ke tempat ini, aku dan Noelle sempat berhadapan dengan seekor Cyclops"


Olivia kembali membalik halaman dan menunjukkan gambar sesosok makhluk besar dengan satu mata besar memenuhi kepalanya.


"Di sini dijelaskan kalau Cyclops tinggal di daerah rawa atau danau dengan kepadatan mana yang tinggi … Sedangkan berdasarkan peta, tempat itu terletak agak jauh di selatan … Disini sudah jelas keanehan monster yang tidak pada tempatnya"


"Uh huh … "


Charlotte mengangguk meskipun dia tidak mengerti, agak jarang bagi Olivia untuk menjelaskan panjang lebar, jadi dia mendengarkan dengan patuh. Begitu, Olivia kembali menjelaskan.


"Dan juga … Cyclops yang kami hadapi saat itu adalah tipe mahkota, individu khusus yang memimpin kelompok monster"


"Tipe … Mahkota? "


Itu adalah istilah yang tidak pernah didengar Charlotte. Olivia menghela nafas ringan dan menjelaskan dengan suara jelas.


"Itu adalah sistem klasifikasi yang dibuat manusia … Itu seperti peringkat dalam guild petualang untuk mengelompokkan mana saja yang kuat dan mana saja yang lemah … Tipe mahkota adalah yang tertinggi dari semua peringkat, diikuti oleh tipe jendral, lalu tipe normal … Namun sistem klasifikasi ini agak sulit untuk dimengerti, jadi guild mungkin sudah menggantinya dengan peringkat huruf seperti yang diberikan pada petualang"


Membalik halaman lagi, Olivia kembali berbicara.


"Kembali ke topik, sangatlah jarang bagi monster untuk keluar dari wilayah mereka … Terutama monster yang hidup dalam kelompok … Cyclops juga termasuk monster yang hidup berkelompok, namun yang kami lawan justru tipe mahkota yang sedang berkeliaran sendirian"


Olivia berbicara sambil berjalan ke arah Noelle yang sudah duduk di kursi, setelah itu Olivia dengan sangat alami duduk di pangkuan Noelle yang tersenyum. Kemudian Noelle menggantikan Olivia menjelaskan.


"Dilihat dari arah datangnya Cyclops itu, kemungkinan besar para monster akan datang dari arah selatan … Itu adalah arah tempat kami berasal, jika kau pergi lebih jauh ke sana, kau akan menemukan gunung tempat kastil kami berada … Ngomong-ngomong gunung itu memiliki banyak sarang Wyvern"


"Wyvern bukanlah monster yang kuat karena mereka hanya menggunakan cakar dan paruh mereka yang tajam untuk menyerang atau menggunakan ekornya yang seperti cambuk … Namun Wyvern menjadi monster yang merepotkan karena mereka bisa terbang dan mereka juga hidup berkelompok … Dan karena mereka tinggal di selatan, selalu ada kemungkinan mereka akan menyerang tempat ini nanti"


"Begitu … "


Charlotte merasa tidak nyaman dengan penjelasan itu, karena itu artinya mereka tidak bisa berada di kota ini lagi dan harus segera pergi, kemungkinan terburuknya adalah mereka harus ikut bertarung untuk mempertahankan kota.


Noelle dan Olivia adalah tipe orang yang mementingkan diri mereka sendiri diatas segalanya, sedangkan Charlotte tidak memiliki keterampilan bertarung apapun, mereka tidak cocok untuk bertarung demi melindungi kota.


Saat itulah—


—DING !!


Suara lonceng bergema menghapus suasana tenang di perpustakaan, menandakan waktu tengah hari.


"Ah, giliranku"


Charlotte bergumam dan diikuti oleh Noelle bersama Olivia.


"Baiklah, ayo pergi"


"Nn"


Seperti itu, mereka bertiga berjalan keluar perpustakaan dan menuju arena colosseum untuk giliran Charlotte.


...****************...