![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
(AN: Mulai dari sini, cerita akan memasuki arc baru. Bagian '[Silver Ash] – Become the Strongest in Another World' telah berakhir, dan kini akan memasuki arc baru dengan judul '[Silver Ash] – Twilight Memorandum'.)
...****************...
Empat menit berlalu dengan Noelle yang tidak melakukan apa pun. Dia hanya diam, menunggu teleportasi dilaksanakan.
Dia sudah menyelesaikan semua persiapannya di menit pertama; dimulai dari berganti pakaian, dan memperbaiki penampilannya.
Pikiran untuk memeriksa Olivia sudah menghilang dari kepalanya. Namun kecemasan lain mulai timbul.
Dia khawatir dengan apa yang akan terjadi pada Levina. Sejauh ini, Levina adalah sosok yang paling misterius bagi Noelle. Asal-usulnya tidak diketahui, dan ada indikasi yang menyatakan kalau dia berasal dari waktu sebelum Charlotte menjadikan waktu sebagai mainannya.
Dia ada hubungannya dengan Archon, dan bisa dibilang, Levina telah berperan penting dalam beberapa kesimpulan yang Noelle buat.
Setelah memikirkan itu, Noelle mau tak mau merasa berat hati untuk melepaskan Levina. Sampai saat ini, Levina adalah yang menjadi penyumbang terbesar untuk semua teorinya. Meskipun dia memiliki rasa bersalah yang kuat karena telah memanfaatkan gadis kecil itu, tanpa memberinya perhatian yang sesuai….
"Dia bahkan memanggilku 'Papa', huh … "
Sudah terlambat untuk menyesal. Dia terlambat menyadarinya. Jika ia sadar lebih awal terhadap perasaan dan emosi yang Levina miliki, maka Noelle akan memberikan lebih banyak perhatian padanya.
Sekarang dia harus meninggalkan gadis tanpa asal-usul yang jelas itu, tanpa memberikan sedikit pun kasih sayang yang gadis itu harapkan.
"Baiklah … Aku mungkin merasa sedikit menyesal, tapi ini tidak akan merubah keputusanku. Selamat tinggal, Levina."
Kira-kira, apa yang sedang dimimpikan Levina saat ini? Noelle secara alami memikirkan itu.
Setelah dia mengambil alih kekuatan yang dikendalikan Noir, dia segera mengirim semua orang ke alam mimpi mereka masing-masing. Namun, dari semua mimpi, dia hanya mengunjungi mimpi milik Olivia, sehingga tidak tahu mimpi apa yang dimiliki orang lain.
Saat dia memikirkannya, senyum tipis terbentuk di wajah Noelle. Dia memejamkan matanya, secara bertahap melepaskan kekuatan yang membuat semua orang terjebak di alam mimpi.
Setelah semua orang bangun, 'Dia'—'Yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' akan segera membukakan Gerbang Roh agar mereka bisa kembali ke Kerajaan. Namun, sebelum itu terjadi, Noelle pastinya telah meninggalkan tempat ini.
Sementara semua orang perlahan ditarik kembali dari mimpi mereka, Noelle segera merasakan ada kekuatan yang akrab sedang berusaha menyelimuti tubuhnya. Itu adalah lingkaran sihir teleportasi yang diaktifkan oleh beberapa anggota Asterisk yang telah memiliki kesepakatan dengan Noelle.
Benang cahaya transparan perlahan melilit tubuhnya, sementara lingkaran sihir berukuran besar membuat bentuk tabung dengan muncul di bawah kaki dan di atas kepalanya.
Tak lama kemudian, sosok Noelle perlahan memudar dan sepenuhnya menghilang dari tempat dia berdiri sebelumnya.
Pada saat yang sama, satu per satu orang yang terbaring di sana perlahan bangun dan mengamati sekeliling mereka dengan linglung.
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan sosok Olivia yang duduk diam dengan mata kosong tak bernyawa, serta mayat Erwin yang telah memucat.
Tak jauh dari posisi mereka, sebuah 'Gerbang Roh' seketika terbuka.
...****************...
Noelle membuka matanya dan melihat pemandangan asing di depannya. Ruangan yang cukup besar, memiliki banyak perabotan, dan terlihat sedikit mewah.
Noelle memeriksa tubuhnya sendiri dan tidak menemukan masalah apa pun, lalu melihat ke samping. Di sana, ada Damian yang sedang berdiri sambil bersandar pada dinding dengan memejamkan matanya.
"Teleportasinya berhasil. Apa aku ada di rumahmu sekarang? "
"Ya," jawab Damian tanpa basa-basi.
Pria paruh baya itu kemudian membuka matanya dan berjalan mendekati Noelle, mengamatinya dengan seksama seolah sedang menyelidiki sesuatu.
"Aku tidak menyadari ini sebelumnya, tapi kurasa penampilan ini lebih baik. Aku selalu merasa bersalah saat melihat remaja seusia anakku sudah harus melakukan banyak hal kejam."
Bagaimanapun, penampilan Noelle yang sebelumnya benar-benar mencerminkan seorang pemuda yang terlihat tidak begitu berpengalaman. Kenyataannya memang berbanding terbalik, tapi kebanyakan orang akan membuat penilaian berdasarkan penampilan luar.
Noelle mengangguk, menyetujui apa yang dikatakan Damian. Sejujurnya, dia juga merasa kalau penampilan ini lebih layak. Tubuh dewasa lebih cocok untuk dirinya yang sudah memiliki jiwa berusia 30 tahun lebih.
Satu-satunya masalah adalah Noelle harus melakukan beberapa penyesuaian dengan gaya bertarungnya. Tubuh dewasa benar-benar berbeda dengan tubuh seorang remaja. Ini memiliki tinggi dan berat yang berbeda, dan secara otomatis pusat keseimbangannya juga akan berubah.
"Kau punya anak? " tanya Noelle dengan sedikit terkejut.
Damian memang sudah paruh baya, dan tidak akan mengherankan jika dia memiliki satu atau dua anak. Namun, tetap saja Noelle merasa terkejut, lagi pula pria ini tidak pernah menunjukkan tanda-tanda yang mengindikasikan kalau dia adalah seorang ayah.
Damian menghela napas sejenak, lalu berjalan menuju meja kerja yang ada di sudut ruangan. "Hanya anak angkat."
Dia tidak mengatakan apa pun lagi. Sebagai gantinya, dia mulai membuka percakapan utama.
"Surat identitas yang kau inginkan akan memakan waktu lebih lama untuk selesai. Apa kau keberatan dengan itu? "
"Tidak masalah." Noelle tahu kalau ini tidak akan menjadi proses yang singkat. Setidaknya, dia mendapatkan jaminan keamanan karena seorang petinggi militer yang membuatkannya surat-surat itu.
"Apa ada hal lain yang kau inginkan dengan dokumen identitas itu? "
"Gunakan nama Noah Ashrain, dan untuk latar belakangku, kau bisa mengatakan kalau aku berasal dari kota kecil di perbatasan Republik di selatan sana. Sisanya lakukan sesukamu."
"Baiklah, apa kau ingin aku mengatur tanggal lahirnya juga? "
Noelle diam sejenak guna memikirkan sesuatu. Kemudian, dia menjawab, "30 Oktober tahun 720."
30 Oktober adalah tanggal lahirnya sendiri saat ia masih menjadi Izaya. Sedangkan untuk tanggal lahirnya sebagai Noelle, dia sendiri juga tidak yakin.
Noelle dan Olivia sudah berada di gereja sejak mereka mendapatkan kesadaran mereka kembali, dan tidak diketahui kapan mereka sebenarnya lahir. Karena itulah, orang-orang yang merawatnya memutuskan untuk menjadikan hari di mana mereka ditemukan menjadi hari lahir mereka, dan itu adalah 17 April, tepat pada musim semi.
"Apa itu tanggal lahir aslimu? Itu artinya sebentar lagi kau akan ulang tahun, huh … "
Damian tidak menanyakan apa pun lagi, dan langsung menuliskan semua detail yang Noelle inginkan.
"Baiklah, ini akan memakan waktu setidaknya setengah hari. Apa yang akan kau lakukan selama itu? Sebagai catatan, kau tidak bisa menyewa penginapan. Negara ini jauh lebih ketat terhadap identitas seseorang, kau membutuhkan dokumen identitas untuk itu."
Noelle memikirkannya sejenak, lalu menjawab tanpa ragu, "Aku akan keluar untuk berkeliling. Apa kau punya peta lengkap negara dan kota ini? Aku tidak tahu apa pun tentang republik."
"Tentu, ini." Damian membuka laci mejanya dan melemparkan dia lembar kertas yang dilipat rapih pada Noelle.
Noelle mbuka salah satu kertas dan menemukan kalau itu adalah peta kota ini. Kertas lainnya sedikit lebih besar, dan itu adalah peta negara dengan detail yang cukup baik.
"Kita sedang berada di distrik militer, jadi jangan terlalu berharap dengan fasilitas publik di sini. Kau hanya akan mencium bau keringat dan besi di mana pun kau berada."
"Apa ada tempat seperti … Taman, gereja, atau sesuatu? "
Damian menganggukkan kepalanya tanpa menoleh sedikit pun. Dia sedang membagi fokusnya antara menanggapi Noelle dan membaca dokumen di hadapannya dengan seksama.
"Ada taman tepat di bagian pusat kota. Rata-rata penduduk menghabiskan waktu sore hari di sana. Untuk gereja, itu ada beberapa, tapi yang paling besar berada tak jauh dari taman kota, itu adalah Gereja Dewi Penjaga Malam Zelica."
"Aku mengerti … "
Noelle sudah mendengar beberapa informasi yang terkait tentang itu, tapi ia tetap terkesan karena ada agama lain yang menjadi mayoritas di sini.
Dibandingkan negara besar lainnya seperti Kerajaan Nothernos, Kekaisaran Alacrylia, dan Kerajaan Suci Quinnella, Republik jelas menganut kepercayaan yang berbeda.
Jika di ketiga negara itu agama yang memuja Dewi Anastasia adalah mayoritas, maka sebagian besar penduduk di negara ini adalah penganut Dewi Zelica.
Karena itulah, ada beberapa perbedaan kebudayaan yang cukup mencolok. Namun, itu semua bukanlah masalah karena Noelle bisa beradaptasi dengan mudah.
Dengan berbekal semua informasi dari Damian dan peta yang diberikannya, Noelle dengan hati-hati menyelinap keluar dari rumah Damian dan mulai berkeliling di area sekitar.
Dia keluar dari rumah itu dengan mengubah tubuhnya menjadi asap hitam, lalu kembali memanifestasikan tubuh fisiknya di tempat yang tidak terlihat.
Sekarang musim gugur, dan akan mencapai musim dingin hanya dalam waktu kurang dari dua bulan. Berkat itu, suhu menjadi semakin dingin setiap harinya, membuat semua orang harus memakai pakaian tebal hanya untuk beraktifitas di luar.
Noelle juga tidak terkecuali. Meskipun dia bisa mengatur suhu tubuhnya sesuka hati, dan suhu tubuh normalnya sudah cukup dingin, dia masih menggunakan mantel yang agak tebal untuk melindungi dirinya dari angin.
Saat ini dia memakai mantel parit hitam kebiruan dengan setelan formal di bagian dalamnya. Jas hitam, kemeja putih, dan dasi hitam di balik mantel itu membuatnya terlihat seperti seorang pegawai pemerintahan setempat.
Yang membuat penampilannya menjadi semakin mencolok, adalah adanya syal merah cerah yang melilit lehernya, dengan kedua ujungnya menjuntai di belakang, memanjang hingga betis.
Itu adalah syal favoritnya, sebuah syal yang Olivia buatkan lebih dari dua tahun yang lalu.
Meskipun Noelle berusaha melepaskan diri dari Olivia, dia masih tidak mau menyingkirkan sosok gadis itu dari kesehariannya. Karena itulah, mulai sekarang, Noelle akan tetap memakai syal merah itu tidak peduli musimnya.
Noelle berjalan dengan tenang di trotoar, sementara beberapa kereta kuda akan sesekali melintas dengan suara yang berisik.
Setelah Noelle memperhatikan tempat ini untuk beberapa saat, dia langsung menyadari betapa banyaknya perbedaan antara tempat ini dengan beberapa kota di Nothernos yang pernah ia kunjungi.
Perbedaan paling mencolok adalah bangunannya. Di kota ini, kebanyakan bangunan sudah dibuat dengan batu bata dan beton yang kuat untuk beberapa bangunan penting, sementara jalanannya sendiri juga sudah dilapisi dengan paving block yang lunak. Untuk trotoar, itu cukup normal, hanya dilapisi semen dan paving block keras di beberapa bagian.
Secara keseluruhan, jelas kalau kota ini sedikit lebih maju dalam hal peradaban jika dibandingkan dengan Kerajaan.
Namun, yang sedikit menyusahkan Noelle, adalah jarak antara satu tempat ke tempat lainnya.
Ini adalah distrik militer, jadi mungkin ini adalah hal yang wajar. Namun, tetap saja Noelle masih jengkel karena harus menempuh perjalanan yang agak jauh hanya untuk mencapai taman kota.
Sudah ada sistem transportasi umum di berbagai negara, tapi Noelle tidak pernah menggunakannya karena ia tidak memiliki kesempatan untuk itu. Satu-satunya momen ia pernah menaiki transportasi umum adalah saat di Eisen; dia menaiki sebuah perahu yang juga ditumpangi oleh beberapa orang lainnya.
"Baiklah, mungkin sesekali juga tidak masalah."
Noelle menghela napas, dan langsung berhenti berjalan. Dia diam di pinggir jalan, menunggu untuk alat transportasi umum berikutnya lewat.
Dia tidak tahu bentuk metode transportasi normal di negara ini, karena itulah ia akan mencoba untuk memastikannya sekarang. Akan lebih baik jika itu adalah kereta kuda, tapi Noelle tetap tidak keberatan bahkan meski itu hanyalah sebuah becak yang masih ditarik dengan tenaga manusia.
"Seseorang harus segera menemukan sepeda … "
Sebelumnya Noelle tidak terlalu peduli dengan metode transportasi, karena ia akan selalu berjalan tak tentu arah di kota, sedangkan untuk perjalanan antar-kota dia akan lebih senang melakukannya dengan cara terbang. Tapi itu karena jarak antara satu tempat ke tempat lainnya di Kerajaan cukup kecil, dan bisa ditempuh dalam waktu singkat.
Noelle menunggu di pinggir jalan selama beberapa menit, sampai akhirnya seorang pria dengan sebuah gerobak di belakangnya muncul.
Gerobak yang ia tarik itu hanya memiliki dua roda, dan di atasnya memiliki bangku yang cukup untuk dua orang. Tidak salah lagi, itu adalah becak, dan yang menariknya langsung adalah pria ini.
"Apa kau bisa membawaku ke taman kota? "
"Tidak masalah! "
Pria itu dengan semangat menjawab dan kemudian merendahkan posisi tempat duduknya agar Noelle bisa segera naik. Dia tidak menanyakan apa pun karena penampilan Noelle saat ini sudah cukup untuk meyakinkannya.
( … Aku lupa bertanya tentang sistem mata uang di sini … )
...****************...
Setelah sampai di tempat tujuannya, Noelle langsung turun dan bersiap melakukan pembayaran.
"Apa uang dari Kerajaan masih berlaku di sini? "
Noelle mengeluarkan beberapa koin tembaga dan perak dari sakunya, berharap itu masih di gunakan. Dia memiliki banyak uang, namun semua uangnya hanya dalam bentuk koin dari Kerajaan.
Semua uang itu berasal dari kastil vampir, tapi Noelle tidak tahu bagaimana uang dari Kerajaan bisa begitu banyak di sana. Mungkin, raja vampir sebelumnya, atau seorang agennya adalah seseorang yang membuka bisnis di kota, sehingga bisa menimbun begitu banyak uang. Bagaimanapun, Noelle tidak peduli.
Selama uang itu bisa digunakan, maka dia tidak akan protes.
"Tidak masalah. Koin dari Kerajaan masih berlaku di sini. Tuan, apa kau berasal dari Kerajaan? "
Karakteristik wajah warga asli Republik dengan Kerajaan tidak begitu berbeda, yang membuat semuanya berbeda hanyalah aksen Republik yang sedikit lebih kental. Mungkin karena itulah pria ini mengira kalau Noelle masih baru di Republik.
"Begitulah, aku baru tiba kemarin." Noelle dengan hati-hati menjawabnya tanpa mengeluarkan sepotong informasi penting apa pun. Dia akan melatih aksennya nanti, dan untuk sekarang, biarkan semuanya menjadi seperti ini.
Setelah membayar biaya transportasi, Noelle berjalan lambat untuk beberapa menit dan menikmati semua pemandangan yang ada.
Meskipun Damian sebelumnya mengatakan kalau tempat ini cukup kumuh, faktanya taman kota jauh lebih bersih dari yang Noelle bayangkan.
Tentu saja, masih ada bau hangus yang muncul dari area pembakaran di ujung sana, tapi secara keseluruhan, taman ini dibangun di lokasi yang sangat strategis.
Sekarang dia sudah memastikan kalau koin dari Kerajaan masih berlaku, jadi dia bisa secara bebas bertransaksi dengan itu. Meskipun begitu, dia akan mencoba untuk mengkonversi uangnya nanti.
Noelle membeli beberapa bungkus roti yang baru saja dipanggang, lalu duduk di salah satu bangku taman.
Masih ada setengah hari sebelum dokumen identitasnya selesai dibuat, dan selama itu, dia harus menemukan cara untuk menghabiskan waktu.
Noelle meletakkan roti yang baru saja ia beli, lalu membuka peta lengkap untuk kota ini. Dia sedang memastikan sesuatu.
Akhirnya, setelah beberapa saat pencarian, Noelle menemukan apa tempat yang ia inginkan; sebuah perpustakaan, dan itu cukup besar.
Lokasinya tidak jauh dari taman ini, jadi dia bisa pergi ke sana hanya dengan berjalan kaki.
Noelle kembali melipat petanya, dan mulai merobek rotinya, lalu melemparkan itu ke tanah, membiarkan burung merpati di sekitar memakannya.
Memberi makan burung bukanlah hobi Noelle, tapi kegiatan ini bisa menghabiskan lebih banyak waktu dari yang ia duga, jadi dia tidak keberatan melakukannya.
Beberapa orang akan sesekali lewat dan memperhatikannya, tapi mereka tidak melakukan apa pun dan justru lanjut berjalan seolah tidak ada yang terjadi.
Semua ini berlanjut sampai Noelle menghabiskan semua rotinya.
Noelle berdiri dan membuang bungkus kertas roti itu ke tempat sampah terdekat, lalu mulai berjalan ke perpustakaan tujuannya.
Sama seperti sebelumnya, tidak ada yang spesial yang terjadi. Semua berjalan dengan lancar, dan Noelle masih melihat sekelilingnya dengan takjub karena menyadari betapa besarnya perbedaan antara kota ini dengan kota di Kerajaan.
"Huh, Anastasia berbohong. Ini tidak seperti abad pertengahan, dan justru lebih mirip dengan era revolusi … "
Perpustakaan yang menjadi tujuan Noelle ternyata cukup besar. Ukuran bangunannya mungkin melebihi perpustakaan Eisen yang pernah Noelle kunjungi.
Langit mulai mendung, dan hujan tampaknya bisa turun kapan saja. Mengetahui itu, Noelle tanpa ragu langsung memasuki perpustakaan.
Untungnya, perpustakaan di sini bebas untuk diakses semua orang, jadi tidak ada pemeriksaan identitas.
Begitu memasuki perpustakaan, Noelle langsung menuju salah satu rak, mengambil beberapa buku acak yang ia lihat, dan duduk di salah satu kursi yang ada.
"Tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu."
...****************...
(AN: Mungkin satu hari terlalu cepat, tapi selamat malam tahun baru~)