![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Baiklah, untuk sekarang … Aku akan mencoba menggunakan ini."
Noelle mengayunkan tombak itu beberapa kali, dan lalu menancapkannya di tanah.
Itu adalah tombak yang Barsio gunakan untuk menyerangnya, jadi Noelle sudah paham dengan kekuatannya. Tapi, saat dia mencoba untuk mengaktifkan kemampuannya, tombak itu justru tak merespon.
Sekarang ia benar-benar yakin kalau tombak itu adalah senjata bintang. Karena pada dasarnya, senjata bintang hanya bisa digunakan oleh mereka yang layak menggunakannya.
"Jadi ini tidak akan berguna untukku … "
Noelle menghela napas pasrah dan melepaskan tombak itu. Awalnya, dia benar-benar berharap untuk memasukkan tombak itu ke dalam koleksinya. Tapi, melihat bagaimana tombak itu sama sekali tidak meresponnya, jelas kalau Noelle tidak akan membutuhkannya.
"Jika kau benar-benar tidak membutuhkannya … Setidaknya cobalah agar bajingan itu tidak mendapatkan tombaknya kembali."
Cryll memberikan responnya dari samping. Meskipun dia memiliki perban melilit beberapa anggota tubuhnys, Cryll terlihat baik-baik saja. Selain itu, ia juga dibungkus dengan zirah kerangka dari senjatsnya, Geist.
"Ini akan merepotkan …《Throne Road》tidak berpengaruh padanya … "
Noelle merasa ia mendengar Norman mengatakan sesuatu, tapi ia akan berpura-pura tidak mendengarnya untuk sekarang.
"Hanya untuk memastikan. Noelle, kau sudah memiliki cara untuk mengalahkannya, 'kan? "
Norman bertanya padanya dengan suara yang terdengar agak cemas. Jika Noelle sendiri bahkan tidak memiliki cara untuk mengalahkan Barsio, maka selesailah sudah.
"Hanya perlu memenggal kepalanya, atau menusuk jantungnya. Itu pun kalau dia memang punya jantung. Terdengar mudah, 'kan? "
" … Ya, setidaknya itu terdengar mudah, tapi … "
"Agak sulit untuk dieksekusi, huh … " ucap Cryll untuk melanjutkan kalimat Norman yang belum selesai.
Noelle mengangkat bahunya sebentar, dan langsung mengambil sikap kuda-kuda dengan Langen di kedua tangannya.
"Meskipun kalian memprotes … Pada akhirnya, hanya itu cara yang bisa kita lakukan! "
Selesai mengatakan itu, sosok Noelle langsung menghilang dari pandangan mereka. Kini ia terlihat sedang berlari dengan sangat ce0at jauh di depan sana.
"Yahh, dia benar."
Cryll menutup matanya sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, lalu bibirnya secara alami bergerak untuk merapalkan skill yang telah menjadi andalannya selama ini.
"《Accel》"
Sosok Cryll langsung menghilang, dan muncul di samping Noelle. Kini, hanya ada Norman sendirian yang tersisa di sana.
" … Aku harap ini akan baik-baik saja … "
Suaranya yang sedikit serak membuat siapa pun yang mendengarnya pasti akan memahami semua yang ia rasakan sekarang. Dan dengan begitu, sosok Norman juga tak dapat ditemukan di tempatnya berdiri sebelumnya.
...****************...
ledakan terjadi di mana-mana, bunga api yang muncul bersamanya tampak menghiasi langit, sementara asap hitam mulai bermunculan menggantikan awan putih yang indah.
Tebasan demi tebasan, dan suara dentingan logam tajam yang saling bertabrakan, menjadi musik latar untuk semua kejadian itu.
Tak ada satu pun dari merek yang mengeluarkan suara saat menyerang. Mereka hanya terus mencari celah di pertahanan lawan, dan menyerang secara membabi buta, sementara lawannya sendiri hanya bisa menangkis atau menghindari semua itu.
Noelle mengayunkan Langen dengan gerakan yang sedikit brutal tepat ke arah perut Barsio, tapi Barsio berhasil menghindari itu dengan melompat mundur.
Namun, meskipun begitu, tak akan ada yang mau melepaskannya begitu saja.
Norman menembakkan sebuah peluru sihir dengan tingkat konsentrasi yang tinggi tepat ke arah Barsio, membuat Barsio hanya mampu menggerakkan tubuhnya secara paksa untuk menghindari semua peluru. Namun, lagi-lagi ia terjebak.
Beberapa pedang yang melayang tampak mengarahkan ujungnya tepat ke arahnya, dan membuat Barsio terdiam sejenak.
Saat ini, posisinya masih melayang beberapa sentimeter di atas tanah, dan jika dia mendarat, dia pasti akan langsung masuk ke posisi terbaring sehingga tidak mampu menghindari semua pedang itu.
Barsio menyadari itu, karena itulah ia memilih untuk mengambil jalan lain.
Barsio berbalik dan menghadap ke tanah, lalu tangan kanannya ia arahkan ke depan, sehingga telapak tangannya menyentuh tepat pada tanah itu. Tentu saja, Barsio tak berhenti di sana.
Dia langsung menggenggam tanah yang ada di sana, dan mengalirkan energi sihirnya ke dalam.
Seketika, beberapa duri tajam yang terbuat dari batu muncul tepat di hadapan Noelle, dengan bagian tajamnya mengarah tepat ke wajahnya.
Noelle secara refleks melompat mundur. Gerakan itu saja sudah cukup untuk menghancurkan konsentrasinya, sehingga semua pedang yang sebelumnya menargetkan Barsio kini hanya terjatuh dan tergeletak di tanah.
Barsio memanfaatkan kesempatan yang mungkin hanya akan terjadi selama sepersekian detik itu untuk berguling ke depan, dan mengambil posisi dengan pedang pendek di tangan kirinya.
Namun, jelas kesempatan yang dimaksud itu tidak akan datang dengan mudah.
Sambaran petir mulai bermunculan, dan membuat Barsio kembali bergerak secepat mungkin untuk menghindarinya, tapi jelas kalau sambaran petir itu memiliki kecepatan yang jauh lebih mengerikan dibandingkan Barsio.
Barsio tak sempat menghindari sambaran salah satu petir itu, dan langsung terjatuh sebelum akhirnya berguling di tanah, hingga menabrak sebuah pohon dengan cukup keras.
"Apa-apaan … Aku tidak tahu kalau bajingan itu bisa menggunakan sihir."
Noelle menggunakan lengannya untuk menghapus darah yang mengalir di sudut bibirnya. Darah itu berasal dari lidahnya yang tidak sengaja tergigit saat ia melompat untuk menghindari duri tanah dari Barsio.
Sementara itu, Barsio dengan cepat memulihkan dirinya. Dia langsung bangun dan menghapus darah yang mengalir dengan bebas di bagian kepalanya.
"Bajingan itu … Petirnya jadi jauh lebih cepat dari sebelumnya … Tidak … Mungkin hanya aku yang menjadi lebih lambat … Pembatas ini merepotkan … Tubuh utama orang ini sudah hancur, aku tidak bisa meningkatkan kemampuannya lebih jauh lagi … "
Ia menggumamkan kalimat yang tidak jelas itu seraya mengangkat senjatanya.
Siapa pun bisa melihat kalau ia berada dalam situasi yang tidak menguntungkan. Meskipun begitu, dia tetap bertarung, dan entah bagaimana harus mengalahkan tiga lawannya itu.
"Kurasa tidak ada cara lain … Aku harus segera mendapatkan tombak itu kembali."
Sesaat setelah ia menggumamkan itu, beberapa tentakel besar berwarna hitam pekat mulai tumbuh dari punggungnya, merobek jubah dan pakaian yang selama ini melindunginya.
Tentakel itu terlihat sangat menjijikkan. Permukaannya berlendir, dan mengeluarkan asap hitam yang sangat tidak nyaman untuk dilihat.
Meskipun begitu, Barsio tampak lebih lega ketika ia mengeluarkan tentakel itu.
Semua tentakel itu kemudian membengkok ke arah yang berbeda, sebelum akhirnya mengeras dengan ujungnya yang menjadi lancip.
Dan dengan begitu, persiapan Barsio selesai. Dia langsung maju dengan kecepatan yang mengerikan, dan langsung muncul tepat di hadapan Cryll.
Cryll tak sempat merespon karena efek《Accel》yang meningkatkan kecepatan persepsinya telah habis. Matanya benar-benar mengalami kesulitan hanya untuk melacak pergerakan Barsio.
Dengan refleksnya, Cryll langsung menggunakan Geist untuk menjadi sebuah zirah yang melindungi tubuhnya. Namun, itu saja tak akan cukup untuk menghentikan serangan Barsio.
Barsio mengepalkan tangannya, dan memberikan pukulan sederhana pada wajah Cryll.
Cryll langsung terlempar ke belakang sebagai efeknya, tapi segera di tangkap oleh Noelle menggunakan darahnya yang dibentuk seperti sebuah akar pohon.
Noelle merapalkan sihir penyembuhan pada Cryll, lalu mengembalikannya ke posisi semula.
"Maaf, aku lengah."
"Tidak masalah. Yang terpenting … Apa-apaan bajingan itu … Apa dia bermutasi? "
"Apa yang terjadi?! "
Norman menghampiri mereka dan bersiap dengan Aligma di tangannya. Dia terlihat bingung dengan perubahan situasi yang tiba-tiba, tapi tak menurunkan kewapadaannya sedikit pun.
Sementara masih mempertanyakan sutuasinya, Norman telah bersiap menembak kapan saja dengan Aligma. Yang menjadi masalah, ia tak dapat menemukan sosok Barsio.
Ini tidak seperti dia menghilang atau apa pun. Akan lebih tepat untuk mengatakan kalau gerakannya terlalu cepat sehingga matanya tidak mampu mengikuti.
Dan saat Norman masih berusaha menangkap sosok Barsio dengan matanya, ia merasakan sesuatu yang sangat keras telah menabrak perutnya.
Norman melebarkan matanya dan langsung memuntahkan darah dari mulutnya.
Tubuhnya terlempar cukup jauh ke belakang, dan mendarat di tanah tak jauh dari puing-puing bangunan itu.
"Cryll! "
"Aku tahu! "
Cryll langsung melapisi tubuhnya sendiri dengan Geist, sementara Noelle melompat tinggi ke atas dan memanfaatkan sihir gravitasi untuk meringankan tubuhnya sendiri.
Namun, itu sia-sia.
Noelle bisa melihat sosok Barsio, tapi ia tak sempat melakukan apa pun untuk mengatasi serangannya.
Barsio menggunakan kakinya dan menendang pinggang Noelle, hingga akhirnya Noelle sendiri terpental hingga terjatuh dengan sangat keras ke tanah.
Dia memang tidak merasakan sakit dari hal itu, tapi tetap saja mengejutkan ketika melihat seseorang mampu memberinya luka sebanyak itu.
Tapi, yang terburuk bukanlah itu. Sebenarnya, Noelle tak sempat memasukkan tombak itu ke penyimpanan spasialnya, dan tombak itu dibiarksn tergeletak di tanah. Kini Noelle menyesali kecerobohannya.
(Sialan … )
Tidak biasanya Noelle bertindak ceroboh seperti ini, jadi dirinya sendiri bahkan bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi padanya.
Sosok Barsio tadi, memiliki beberapa tentakel yang tumbuh dari tubuhnya. Itu sangat mirip dengan wujud Barsio lain yang ia temukan di ruangan itu bersama Rico.
Noelle dengan tubuhnya yang terasa sangat berat berusaha bangun, dan melihat kalau Barsio sudah mendapatkan kembali tombaknya.
"Brengsek kau Noelle."
Noelle mencaci dirinya sendiri dalam keheningan. Ia pun berusaha berdiri dan dengan darahnya memungut tubuh Norman yang terbaring tak berdaya di tanah
"Bangunlah, kau Pangeran bodoh," ucap Noelle sambil memberikan sihir penyembuhan yang mempercepat regenerasi Norman, sekaligus memberikan setruman kecil dari sihir berelemen petir untuk membangunkannya.
Norman terbangun dan langsung berdiri dengan Aligma, tapi ia segera dikejutkan dengan sosok Barsio yang sudah menrgang kembali tombaknya.
"Noelle! "
"Aku akan mendengar protesmu itu nanti. Untuk sekarang, aku sendiri masih berusaha mencerna situasinya."
Barsio menang sudah mendapatkan kembali tombaknya, tapi tentakel yang sebelumnya tumbuh dari tubuhnya kini menghilang dan tak dapat ditemukan di mana pun.
"Membuang peningkatan kekuatan yang sangat drastis itu hanya demi sebuah tombak … Apa kau bodoh? "
Noelle bertanya demi mengorek informasi, tapi Barsio ternyata tak sebodoh yang ia kira.
"Kau tidak akan memahaminya. Karena itulah, mati! "
Barsio kembali menancapkan tombaknya ke tanah, dan membuat puluhan tombak mulai tumbuh di sekitar Noelle.
Noelle melompat untuk menghindari itu, tapi segera dikejutkan dengan sosok Barsio yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
Barsio menendang Noelle sehingga Noelle terjatuh ke bawah, dan akan segera mendarat di semua tombak yang sangat tajam itu.
Namun, Noelle segera memperbaiki posisinya di udara, dan menarik Langen untuk menghancurkan semua tombak itu, hingga akhirnya ia bisa mendarat dengan aman di tanah.
Sementara itu, Barsio yang masih dalam keadaan terjun bebas di udara sama sekali tak terkejut ketika melihat aksi Noelle. Ia tahu kalau Noelle tidak akan bisa dikalahkan hanya dengan trik kecil itu, jadi ia sudah mempersiapkan dirinya untuk serangan lain.
Tetapi, belum sempat ia memperbaiki posisinya di udara, sebuah petir tiba-tiba muncul dan menyambar tubuhnya.
"Aku harap kalian tidak melupakanku."
Cryll memasang senyum masam itu, sementara pedang panjang di tangannya diarahkan ke tempat Barsio berada sebelumnya.
"Kenapa kau baru menyerang sekarang? "
Noelle memang sedikit jengkel, tapi ia sebenarnya tahu alasan mengapa Cryll sangat jarang berkontribusi dalam memberikan serangan pada Barsio.
"Kau seharusnya tahu, kalau aku tidak bisa menggunakan kekuatan Geist secara sembarangan, 'kan? "
"Heh, tentu."
" … Memangnya apa? "
Dari mereka semua, hanya Norman yang tidak mengerti dengan alasannya. Itu wajar, lagi pula Norman tidak memiliki informasi apa pun tentang Sword Geist yang dimiliki Cryll. Jadi wajar baginya untuk merasa bingung.
Cryll mengerti itu, dan dengan senang hati membantu menjelaskan.
"Kau tahu kalau aku bisa menurunkan petir dengan Geist, 'kan? Kalau begitu, kau seharusnya tahu dampak seperti apa yang akan diberikan seranganku pada semua yang ada di sekitar target."
Norman dengan cepat memahaminya. Dia mengangguk dan kembali bersiap dengan Aligma, seolah sudah tak tertarik dengan topik itu.
Kesimpulannya sangatlah sederhana. Cryll hanya tidak ingin Noelle atau pun Norman terkena dampak serangan petir dari Geist. Karena petir Geist bukanlah sihir, melainkan menurunkan fenomena alami yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan sihir.
Ketahanan terhadap sihir tidak akan berpengaruh dalam meredam efek serangannya.
"Baik, ayo sudahi percakapan. Bajingan itu sudah mendapatkan senjatanya, dan bisa menyerang kapan saja sekarang."
Dan tepat setelah Noelle mengatakan itu, sebuah tombak muncul dari tanah, menusuk tepat pada lengannya yang bergerak mengikuti kata-katanya.
"Lihat? Sudah kubilang, 'kan? "
Cryll dan Norman hanya memasang senyum masam, dan langsung bersiap dengan senjata mereka. Sementara Noelle langsung menendang dan mematahkan tombak itu menjadi dua bagian.
Dia dengan paksa mencabut tombak yang menancap di lengannya, dan melemparnya ke depan dengan sekuat tenaga.
Tak berhenti di sana, ia juga langsung maju sambil bersiap menyerang menggunakan Langen.
Di belakangnya, Norman memberikan dukungan dengan menembakkan peluru sihir ke arah tempat di mana Barsio berada.
Ketika tentakel Barsio menghilang, kecepatan dan kekuatannya langsung berkurang secara drastis. Itu membuat mereka semua berpikir kalau tentakel itu akan memberinya efek penguatan yang sangat drastis. Tapi, Barsio memilih untuk melepaskan kekuatan itu, dan mengutamakan tombaknya.
Pasti ada sesuatu yang menyebabkan itu terjadi. Itu pasti.
Begitu menemukan sosok Barsio, Noelle langsung mengayunkan Langen sekuat tenaga, yang kemudian langsung dihindari oleh Barsio.
Ujung tajam Langen menancap dengan sangat kuat di tanah karena momentum, tapi tak menghentikan Noelle untuk terus menyerang.
Noelle melepaskan Langen, dan dengan tangan kanannya menarik Verstand dengan gerakan yang telah ia lakukan berkali-kali.
Bilah Verstand berhasil menebas perut Barsio, tapi itu tak akan banyak berguna. Noelle sudah tahu kalau Barsio tidak memiliki organ dalam di perutnya, jadi Noelle langsung melepaskan Verstand begitu bilahnya sudah melewati bagian perut.
Dengan tangan kirinya yang bebas, ia kemudian menarik Langen yang tertancap di tanah, dan membanting pedang itu sekuat tenaga ke arah Barsio.
Bilah tajam Langen menamdarat tepat di bahu Barsio, dan menggali terus ke bawah hingga lengan kiri Barsio terlepas dari tubuhnya.
Barsio terlihat meringis kesakitan, tapi ia masih sempat untuk melompat mundur sehingga luka yang ia terima tidak menjadi lebih parah lagi.
"Haha! Dapat kau, bajingan! "
Cryll tiba-tiba muncul di belakangnya dan mengayunkan pedangnya secara diagonal sehingga menciptakan bekas tebasan yang sangat dalam di punggung Barsio.
Tak berhenti di sana. Cryll juga mengayunkan kedua pedang yang dipegang oleh Geist di masing-masing tangannya, dan berhasil mendaratkan serangan lain di punggung Barsio.
"Kalian bocah brengsek—"
Belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, mulutnya segera ditabrak oleh sesuatu yang sangat keras hingga menghancurkan rahangnya.
"Tch, meleset."
Itu adalah peluru sihir yang Norman tembakkan menggunakan Aligma.
Norman kembali menembakkan beberapa peluru sihir yang kemudian mendarst di seluruh bagian tubuh Barsio.
Tangan, kaki, perut, paha, wajah, telinga, dada. Semua bagian itu tampak dalam keadaan yang sangat mengerikan setelah mendapatkan serangan peluru sihir dari Norman.
Meskipun begitu, tak ada satu pun serangan yang Norman berikan yang memberikan luka fatal terhadap Barsio.
Itu dibuktikan dengan Barsio yang masih bisa mundur dan menyembuhkan semua lukanya, sebelum akhirnya kembali menyerang mereka.
Beberapa tombak mulai bermunculan di sekitar mereka bertiga, membuat mereka secara refleks bergerak untuk menghindarinya.
Barsio benar-benar sudah ahli dalam mengendalikan senjata itu. Bisa dilihat dari bagaimana ia menggunakan semua tombak itu dengan sangat efektif.
Noelle sedikit terpojok ketika beberapa tombak lain justru muncul di tempat yang akan ia gunakan sebagai tempat pendaratan.
Untungnya, dia berhasil menggunakan darahnya sendiri untuk membuat pijakan yang ia gunakan untuk melayang di udara. Dengan begitu, ia berhasil menghindari semua tombak Barsio.
Meskipun begitu, keadaan yang berbeda menimpa Cryll dan Norman.
Sejak pertarungan ini dimulai, Cryll dalam keadaan fisik yang kurang baik sehingga manuvernya menjadi sedikit kaku dan terbatas. Itu membuat dia tak mampu menghindari semua tombak Barsio.
Salah satu tombak itu berhasil mengenai telapak kakinya dan memberikan luka padanya.
Lukanya tidak terlalu dalam, mungkin hanya terasa seperti tertancap paku kecil. Itu karena ujung tombak Barsio telah dihentikan oleh sol sepatunya yang keras.
Norman sendiri juga berhasil menghindari luka fatal.
Ia mengayunkan bilah silet Langen dan menghancurkan semua tombak itu hingga tidak akan ada yang bisa melukainya.
"Tch."
Barsio mendecakkan lidahnya, dan langsung maju sendiri untuk menyerang secara langsung. Semua persediaan tombaknya telah ia keluarkan, dan kini ia harus menggunakan selama beberapa saat hingga ia bisa menggunakan kemampuan itu lagi. Bagi mereka bertiga, ini adalah kesempatan yang sempurna.
Noelle langsung maju dan secara langsung menahan serangan Barsio dengan pedangnya, sementara Cryll muncul dan memberikan tebasan pada leher yang kemudian dapat Barsio hindari dengan relatif mudah.
Namun, Cryll juga langsung menggerakkan kakinya untuk menendang dagu Barsio yang sama sekali tidak memiliki perlindungan itu, sehingga Barsio akhirnya menggigit lidahnya sendiri hingga putus.
Mungkin karena shock, atau apa pun itu, Barsio terlihat kesakitan dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya sendiri. Potongan lidahnya terjatuh ke tanah, dan berubah menjadi lumpur hitam yang kemudian terserap ke dalam tanah.
Noelle memperhatikan itu, tapi tak sempat melakukan apa pun. Yang dia lakukan hanyalah terus memberikan serangan secara membabi buta pada Barsio, sementara Norman membantu dengan menembakkan peluru sihir ke arah punggungnya.
Barsio melompat mundur dan bersiap dengan tombaknya menggunakan satu tangan, tapi jelas itu adalah tindakan yang ceroboh.
Norman muncul di hadapannya dan memberikan tebasan menggunakan Aligma ke arah lengan Barsio.
Lengan Barsio seketika terputus, dan jatuh ke tanah bersama tombak itu.
Tidak seperti lidahnya barusan, lengan Barsio tidak berubah menjadi lumpur hitam.
Itu terus ada disana hingga akhirnya Barsio mengambilnya sendiri untuk kepentingan regenerasi.
Norman hampir melewatkan gerakannya, dan langsung memukul dagu Barsio menggunakan ujung gagang Aligma.
Barsio terhuyung mundur sebagai efeknya. Noelle tiba-tiba muncul di belakangnya dan menusuk dadanya menggunakan Langen.
Bilah pedang itu dengan sangat mudah dan lancar masuk ke tubuh Barsio, dan menembus ke permukaan di sisi lain tubuhnya.
Benar-benar tidak ada halangan. Barsio tidak memiliki tulang rusuk yang bisa menahan tusukan Langen.
Dan tidak ada jantung juga di sana.
Noelle mencoba memastikannya dengan menggeser pedangnya hingga memberikan luka potongan yang sangat mengerikan pada dada Barsio.
Darah terus menyembur keluar dari sana, tapi Noelle tak berhenti.
Ia berkali-kali menggerakkan pedangnya dan mengacak-acak semua yang ada di dalam tubuh Barsio. Meski pada akhirnya, ia sama sekali tidak menemukan jantungnya.
"Serius?! Bagaimana orang ini bisa mati?! Dia bahkan tidak punya jantung! "
Noelle menendang tubuh Barsio ke depan, dan langsung melompat mundur.
"Apa yang harus kulakukan sekarang … "
...****************...